Program Kreativitas Mahasiswa

May 9, 2012 in Uncategorized by Fanita Alviana

TIPS Membuat PKM yang baik

cara menulis PKM yang bermutu dan baik.

1. Terlebih dahulu tentukan tema apa yang paling bagus untuk di angkat menjadi PKM.

Tema yang baik adalah tema yang berkaitan dengan permasalahan yang saat tersebut sedang booming (ramai dibicarakan). Dalam hal ini cobalah membuat suatu solusi terhadap permasalahan yang diangkat dalam tema tersebut. Tema yang bagus tapi sudah cukup “kadaluarsa” tidak begitu bisa membangkitkan rasa ketertarikan terhadap tim penguji/juri

2.  Susun judul yang akan dipakai sebagai “trade mark” PKM kita

Ini sebenarnya bisa dilakukan di akhir penyusunan proposal, akan tetapi akan lebih baik jika sudah ditentukan sejak awal. Karena dari judul ini kita akan memiliki rambu-rambu/marka yang akan mencegah kita untuk keluar dari topik yang dibahas. Untuk judul, hendaklah yang singkat dan jelas menggambarkan isi PKM. Judul yang terlalu panjang dan susah dihubungkan akan mengurangi minat pembaca.

3. Cari sumber pustaka yang terbaru. Usahakan pustaka dalam bentuk buku dan jurnal lokal, nasional, maupun internasional, terutama yang terbaru. Hal ini karena dunia ilmu mengalami perkembangan yang sangat cepat. Kita bisa saja menggunakan pustaka tahun yang sudah lama, akan tetapi kemungkinan beberapa parameter yang dipakai sudah mengalami banyak perubahan (update)

4. Produk yang akan diterbitkan adalah produk yang unik. Karena namanya saja PKM (program kreativitas mahasiswa), jadi sudah barang tentu krativitas sangat dituntut disini. Kita bisa saja memodifikasi produk yang sudah ada , misal penelitian orang lain pakai sampel A, tapi kita lakukan penelitian yang sama dengan sampel B, secara aturan hal ini sah-sah saja, akan tetapi dalam PKM sangat dibutuhkan munculnya produk yang benar-benar fresh/baru. Selain itu produk ini juga harus bisa memecahkan permasalahan yang ada, syukur-syukur jika kita bisa sambil menyelam minum air, satu produk bisa memecahkan dua permasalahan sekaligus. Misalnya, sepeda bertenaga solar sel berbentuk atap. Alat ini bisa meringankan perjalanan kita dari kelelahan mengayuh, dan kepanasan karena terik matahari.

( sumber : http://sutikno.blog.uns.ac.id/)