Cegah Kolesterol dengan BEKATUL
Bekatul (rice bran) merupakan bagian luar dari butir padi setelah sekam dihilangkan dan merupakan hasil samping proses penyosohan beras pecah kulit. Bekatul terdiri dari perikrap, testa, lapisan aleuron, dan sebagian endosperm.

Bekatul dikatagorikan sebagai makanan tinggi serat dan rendah asam lemak jenuh. Bekatul mempunyai efek positif terhadap hipokolesterolemik karena banyak mengandung fitosterol dan sejumlah asam lemak tidak jenuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan fitosterol dan serat bekatul mempunyai berfungsi ganda, secara efektif dapat menurunkan kolesterol darah. Selain itu, dalam bekatul tersedia rantai asam lemak esensial dan antioksidan dalam rasio yang cukup. Asam lemak esensial membantu memperbaiki gangguan pada kulit, dan jika kurang, akan menghambat pengembangan fungsi otak. Antioksidan membantu melindungi tubuh dari pembentukan radikal bebas yang menjadi dasar penuaan dan penyakit degeneratif.
setelah melalui pengolahan pangan, Bekatul dapat dibuat menjadi minuman atau tepung untuk dicampur dengan bahan pangan lainnya. Berdasarkan suatu penelitian bahwa konsumsi 50 gram bekatul sehari akan menurunkan kadar kolesterol total sebesar 19% dan kolesterol LDL 23% (Khomsan, 2001). Komponen bekatul yang memberikan kontribusi untuk menurunkan kadar kolesterol darah adalah tokotrienol, γ-oryzanol dengan ester asam ferulat, hemiselulosa, beta-glukan, asam lemak tidak jenuh dan protein.
Kandungan Nilai Gizi Bekatul dalam 100 gram
| Komponen Gizi |
Komposisi * |
Komposisi ** |
Komposisi *** |
| Kadar Abu (%) |
9.3-14.3 |
10.17 |
- |
| Kadar Air (%) |
8.9-12.5 |
- |
11.54 |
| Protein (%) |
10.6-13.4 |
15.26 |
14.11 |
| Lemak (%) |
10.1-22.4 |
- |
15.38 |
| Karbohidrat (%) |
- |
70.53 |
50.68 |
| Serat (%) |
9.6-14.1 |
8.04 |
10.18 |
Vitamin B (mg) |
544 |
465 |
- |
Sumber : * = Grist (1986)
Info Pangan : infoPangan.com

