Tugas Resume Jurnal Rekayasa Optimasi Proses

TUGAS MERESUME JURNAL

REKAYASA OPTIMASI PROSES

Pemanfaatan Limbah Kulit Biji Nyamplung Untuk Bahan Bakar Briket Bioarang Sebagai Sumber Energi Alternatif

Oleh Arif Budiarto, Ganish Eko Mayndra, Didi Dwi Anggoro

Di Resume Oleh :

                                                                                                 Feri Surya Erlangga  (105100707111002)

dapat diunduh di TUGAS MERESUME JURNAL

jurnal dapat diunduh di 498-980-1-SM unlock

Tugas Perancangan Proyek Industri

TUGAS BESAR

PERANCANGAN PROYEK INDUSTRI

 GULA SEMUT “GULSMUT”

logo ftp baru


Disusun oleh :

  1. Devi Urianty M.R.    105100707111001
  2. Indah Maharani        105100707111006
  3. Prima  Adi S.              105100707111007
  4. Feri Surya Erlangga 105100707111002


JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2013

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Gula merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Bahan baku utama yang dikenal oleh masyarakat pada umumnya adalah tebu, namun dengan perkembangan teknologi gula yang pada umumnya berbahan baku utama tebu dapat disubtitusikan menjadi gula non tebu salah satunya yaitu dengan nira aren yang akan menghasilkan gula semut. Aren dapat tumbuh subur di tengah pepohonan lain dan semak-semak, di dataran, lereng bukit, lembah, dan gunung. Akar tanaman mencapai kedalaman 6–8 meter ini dapat menahan erosi, serta sangat efektif menahan air. Aren termasuk palma multifungsi, karena seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan (Dinas Kehutanan Jawa Tengah, 2009). Tanaman aren ini tidak membutuhkan pemupukan dan tidak terserang hama ataupun penyakit yang mengharuskan penggunaan pestisida sehingga aman bagi lingkungan. Aren juga dapat dipanen sepanjang tahun. Menurut Kepala Bagian Jasa Iptek Puslit kimia LIPI, Dr. Hery Haeruddin, satu hektar tanah bisa ditanami 75-100 pohon aren. Satu pohon aren mampu menghasilkan hingga 20 liter nira per hari (Dinas Kehutanan Jawa Tengah, 2009).

Gula semut adalah salah satu komoditas substitusi gula pasir andalan dalam negeri selain dapat berperan untuk menekan ketergantungan terhadap impor gula. Umumnya gula semut digunakan untuk memenuhi pasar ekspor. Menurut kajian BPPT Banten, harga gula semut di pasar ekspor di Swiss dan Eropa, tidak kurang dari Rp. 30.000 per kg sedangkan harga beli di industri pangan dalam negeri kurang lebih Rp. 9.000 per kg, sehingga gula semut memiliki potensi pasar ekspor (Evi, 2009).

Dalam pembuatan gula semut ini terdapat 2 cara yaitu, proses manual dan proses menggunakan mesin. Dimana pada pembuatan secara manual  nira didihkan dan kemudian di pekatkan sehingga menjadi gula batok cetak yang kemudian dihaluskan secara manual. Sedangkan dengan teknologi (mesin), menggunakan mesin yang biasanya digunakan oleh industri skala kecil yaitu, nira (gula batok) yang sudah jadi, dirajang dengan mesin perajang, setelah dirajang dilakukan pengovenan, dan setelah itu digiling dan diayak dengan mesin penggiling dan mesin pengayak setela itu dikemas. Jadi dalam pembuatan gula semut ini, para pelaku usaha telah menggunakan mesin sehingga produksi semakin mudah dan kualitas pun terjamin. Dan sementara ini masih belum ada perkembangan teknologi lain dalam pembuatan gula semut ini. Saat ini sudah ada beberapa UKM yang telah mengembangkan gula kelapa (gula batok) menjadi gula semut, dikarenakan gula semut memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Permasalahan yang timbul dari penggunaan bahan baku nira aren adalah sifat nira aren yang mudah rusak akibat terkontaminasi mikroorganisme. Pengumpulan nira dalam skala yang besar untuk industri sulit untuk dilakukan karena sebagian besar para petani tidak menjual nira tetapi memproduksinya menjadi gula kelapa, karena memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. Masalah pengangkutan nira aren dalam skala besar juga sulit dilakukan karena letak perkebunan aren rakyat yang terpencar dan sulit dilalui kendaraan. Dengan menerapkan sistem reprosesing gula kelapa cetak menjadi gula semut diharapkan tidak akan mematikan industri gula kelapa yang telah ada di pedesaan.

Tugas Management Katering (Calypso Catering)

TUGAS

MANAJEMEN KATERING

KATERING CALYPSO

 

 

 

 

Oleh

Dina Maya Anggraini                          105100701111029

Ganggas Prasidya                                105100701111034

Feri Surya Erlangga                            105100707111002

 

 

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2012

 

P

ernikahan adalah salah satu momen berharga yang tak tergantikan dalam hidup. Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian besar orang menginginkan hanya ada satu kali pernikahan dalam hidupnya. Untuk itu, tak jarang mereka menyiapkan momen tersebut sebaik yang mereka mampu dengan harapan momen tersebut dapat terkenang dengan indah selamanya. Dengan semakin berkembangnya jaman, para calon pengantin ingin menghadirkan sesuatu yang unik dalam momen penting mereka. Tak jarang mereka menciptakan ide-ide dan konsep yang kreatif untuk diapresiasikan ke dalam prosesi sakral tersebut, agar sesuai dengan apresiasi pribadi mereka.

Sajian menjadi salah satu faktor kunci dalam menentukan keberhasilan suatu acara. Hal ini disebabkan karena sajian merupakan satu-satunya hal yang dapat dibagi oleh pemilik acara kepada para tamu. Tentunya mereka tidak bisa membagi perasaan bahagia akan pernikahan tersebut secara personal kepada masing-masing tamu. Oleh karena itu, sajian memegang peranan penting dalam sebuah acara pernikahan

 

TUJUAN

Tujuan dari dibuatnya perencanaan bisnis ini adalah untuk memberi gambaran terhadap usaha jasa penyediaan makanan dan minuman (catering) yang memiliki konsep unik serta bagaimana penilaian kelayakannya dari segi manajemen dan bisnis.

INDUSTRI KATERING

            Industri catering adalah industri yang besar dan terstruktur dengan banyak pelaku. Karena lokasi yang dituju tidak pernah menetap, usaha catering umumnya memiliki banyak bauran pemasaran, dimana masing-masing pelaku memiliki pengaruh terhadap  bauran pasar tersebut. Pasar catering merupakan pasar dengan persaingan yang cukup ketat.

Bisnis catering dibagi menjadi beberapa wilayah. Segmen termudah untuk ditelusuri adalah catering berskala besar yang digunakan pada hotel dan pusat konferensi untuk rapat perusahaan, kelompok dagang dan peristiwa lain yang sejenis. Sulit untuk mengetahui jumlah pelaku usaha catering secara pasti, namun selalu ada tempat bagi para pemain berkualitas.  Hal yang perlu diperhitungkan adalah melalui fase perkenalan di tahun pertama serta menemukan klien, maka bisnis tersebut dapat bertahan, selagi kualitas jasa dan produk yang dihasilkan dapat dipertahankan. Buruknya, dengan banyaknya kompetitor yang ada membuat bisnis ini memiliki banyak tantangan terutama dalam hal pemanfaatan skill dan kemampuan personal (Weinberg, 2007).

 

SPECIALTY CATERERS

Para pelaku usaha catering hanya dapat dibatasi oleh imajinasi mereka. Bagi konsumen yang menginginkan sesuatu yang unik, terdapat beberapa catering yang memiliki spesialisasi terhadap satu hal dan dapat menyelesaikannya lebih baik dari catering yang lain. Catering ini umumnya disebut sevagai specialty caterers. Terdapat dua jenis catering yang termasuk dalam kategori tersebut. Yang pertama adalah Kosher Caterers, atau pelaku usaha catering yang memiliki spesialisasi dan spesifikasi terhadap sajian dengan jenis tertentu. Semua pelaku usaha ini memiliki kebijakan keras terhadap bahan baku yang mereka gunakan dan tema yang diterapkan dalam menyajikan sajian yang mereka ciptakan. Umumnya, mereka mematok tarif yang lebih tinggi dibandingkan pelaku usaha catering jenis lain karena bahan yang mereka gunakan memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan yang lain. Yang kedua adalah Ethnic Caterers atau pelaku usaha catering yang khusus menyajikan sajian khas wilayah tertentu atau budaya tertentu untuk golongan konsumen tertentu. Catering jenis ini umumnya beroperasi di wilayah-wilayah yang banyak dihuni komunitas tertentu atau untuk acara-acara kebudayaan dan kepercayaan tertentu (Weinberg, 2007).

 

WEDDING CATERERS

Pelaku usaha catering jenis ini merupakan pelaku usaha yang mengkhususkan konsumennya pada konsumen dengan tujuan tertentu, terutama untuk acara pernikahan. Tantangan yang dialami oleh catering jenis ini adalah jumlah hasil produksinya yang sangat banyak, ketepatan waktu produksi, perhitungan financial dan harga yang mutlak serta korelasi antara keinginan konsumen dengan kemampuan pelaku usaha catering untuk memenuhi permintaan tersebut. Catering jenis ini memiliki concern terhadap kepuasan pelanggan dan citra yang dibentuk setelahnya. Usaha jenis ini umumnya dipromosikan dari mulut ke mulut, oleh karena itu kepuasan pelanggan sebagai sarana promosi utama sangat penting bagi pelaku usaha jenis ini (Ida, 2003).

 

 

KONSEP BISNIS

Sebagai pelaku usaha Wedding Catering, kami memilih jenis usaha Kosher Caterers. Alasan utamanya adalah karena memadukan kedua konsep tersebut merupakan ide yang baru dalam bisnis catering. Sangat jarang dijumpai Kosher Caterers yang berani mengambil pangsa bisnis di area Wedding Catering karena Kosher Caterers cenderung hanya mampu memproduksi dalam skala kecil karena mereka mengutamakan spesialisasi bahan dan kualitas bahan yang digunakannya. Konsep bisnis yang digunakan menggunakan tema ”UNDER THE SEA” dimana semua hidangan yang disajikan mengandung komponen yang berasal dari laut. Konsep ini merupakan konsep yang sederhana namun tidak mudah untuk direalisasikan. Hal ini disebabkan karena bahan makanan yang berasal dari laut memiliki daya simpan yang singkat. Pengolahan lebih lanjut seperti frozing maupun chilling atau proses lain yang dapat diterapkan untuk meningkatkan daya simpan akan sangat mempengaruhi tekstur dan rasa bahan baku yang digunakan.

Tantangan terbesar dalam konsep ini mencakup dua hal, yakni penyediaan bahan baku dan pemasaran serta segmen pasarnya. Untuk ketersediaan bahan baku, tantangan yang pertama adalah ketersediaan beberapa jenis bahan baku yang terbatas. Tidak seperti ikan hasil penangkaran, ikan laut merupakan hasil tangkapan murni sehingga kuantitas yang didapat tidak selalu sama setiap waktu. Kedua, daya simpan bahan yang sangat terbatas menyebabkan bahan baku yang digunakan harus didatangkan dalam kondisi segar. Tantangan pertama dapat diatasi dengan menggunakan side plan yang ditawarkan dari awal kepada konsumen. Untuk beberapa jenis ikan yang kondisional, ditawarkan beberapa pilihan menu lain ketersediaannya memungkinkan pada saat tersebut. Untuk tantangan kedua, pengadaan bahan baku diupayakan maksimal dilakukan pada H-2 sebelum acara untuk menjaga kesegaran bahan baku yang digunakan. Untuk tantangan segmen pasar, tantangan khususnya adalah pangsa pasar yang dituju serta metode pemasaran yang digunakan. Pangsa pasar yang dituju untuk konsep ini adalah menengah keatas. Hal ini disebabkan karena kualitas bahan baku yang digunakan menyebabkan harga yang dipatok relatif tinggi sehingga konsumen yang dituju memiliki kemampuan financial yang cukup memadai. Hal ini cukup sulit mengingat hanya kurang dari 25% penduduk Indonesia yang memiliki kemampuan ekonomi pada tingkat tersebut, ditambah dengan acara pernikahan seperti ini bukan merupakan acara rutin dan bersifat kondisional. Oleh karena itu, diperlukan jaringan relasi yang bagus terutama masyarakat yang termasuk dalam golongan yang disebutkan sebelumnya. Selanjutnya adalah metode pemasaran yang digunakan. Metode pemasaran yang digunakan adalah propaganda yang menonjolkan keunikan dan kualitas yang ditawarkan oleh usaha ini. Keunikan yang ditawarkan berupa konsep Kosher yang diterapkan serta tema-tema unik yang dapat diterapkan dengan variasi menu yang dapat disesuaikan dengan tema tersebut. Untuk kualitas, kami berusaha menghadirkan yang terbaik dengan membeli bahan baku terbaik dari alam, berupa bahan segar langsung dari penjual pertamanya sehingga dampaknya bagi kesehatan juga dapat terjamin. Dengan konsep bisnis tersebut, diharapkan perencanaan bisnis ini dapat berjalan dengan baik.

STRATEGI USAHA

Strategi usaha yang diterapkan mencakup PRODUCT, PLACE, PRICE dan PROMOTION. Gambaran umum strategi yang akan diterapkan dapat dilihat seperti gambar berikut :

Strategi pertama yang diterapkan pertama kali adalah PRICE atau penetapan harga. Dengan konsep bisnis yang ditawarkan, kami berusaha memberikan harga selayak mungkin sesuai dengan mutu dan kualitas dari produk yang kami tawarkan. Untuk harga, kami berusaha untuk memberikan harga terendah dibandingkan produk sejenis yang ditawarkan oleh catering lain. Usaha yang kami lakukan untuk menekan harga adalah dengan menggunakan bahan baku yang murah namun berkualitas. Kami mengambil bahan baku segar langsung dari tempat asalnya untuk menjamin kualitas produk secara menyeluruh sehingga produk yang kami tawarkan memiliki kualitas tinggi dengan harga yang masih dalam kisaran relatif terjangkau.

Strategi kedua yang diterapkan adalah PRODUCT. Dengan menetapkan harga yang terjangkau, kami berusaha menyajikan variasi produk yang kreatif namun dengan konsep yang sederhana sehingga dapat menyesuaikan dengan harga produk yang telah kami beri batasan agar masih berada dalam kisaran harga yang relatif terjangkau.

Strategi ketiga yang diterapkan adalah PLACE atau tempat. Strategi tersebut mencakup tempat produksi. Dengan biaya yang rendah, kami memutuskan untuk menyewa tempat produksi. Hal ini disebabkan karena proses produksi kami yang kondisional sesuai dengan pesanan sehingga proses produksi pun berjalan kondisional. Keputusan untuk menyewa tempat produksi secara harian dapat menghemat biaya produksi secara keseluruhan.

Keempat adalah strategi PROMOTION. Promosi yang kami terapkan menerapkan prinsip UNIQUENESS sesuai dengan konsep bisnis yang diterapkan.  Hal ini disebabkan karena aspek tersebut merupakan daya tarik utama yang menjual. Sistem promosi dilakukan melalui kerja sama dengan beberapa wedding organizer dan juga promosi dari mulut ke mulut berdasarkan integritas pelayanan dan kualitas produk kami.

Analisa SWOT

Dari segi kekuatan (Strenght), catering Calypso memiliki konsep yang unik yang berkonsep “Under the Sea” semua hidangan yang disajikan mengandung komponen yang berasal dari laut. Konsep ini merupakan konsep yang sederhana namun tidak mudah untuk direalisasikan. Hal ini disebabkan karena bahan makanan yang berasal dari laut memiliki daya simpan yang singkat. Pengolahan lebih lanjut seperti frozing maupun chilling atau proses lain yang dapat diterapkan untuk meningkatkan daya simpan akan sangat mempengaruhi tekstur dan rasa bahan baku yang digunakan.

Kelemahan (Weakness) dalam konsep ini jarang dilakukan di Indonesia dan jarang terkenal, selain itu konsep ini jarang terpikirkan di Indonesia sendiri. Selain itu konsep ini terlalu mewah dan jelas membutuhkan budget yang besar dan tentu membutuhkan waktu yang lama dalam penyediaan dekorasi.

Dari Segi Opportunity,  dari catering yang berkonsep unik ini kita dapat tampil beda dari pada catering catering yang lainnya. Dan jelas konsep ini memberikan kesan yang berbeda dan pengalaman baru pada konsumen. Selain itu kesempatan yang didapat dari catering ini yaitu memberikan kesan penasaran dari konsumen, sehingga konsumen pun menjadi penasaran seperti apa konsep yang dibuat oleh catering ini.

Threat atau ancaman, catering ini berpotensi untuk tergusur atau tersingkirkan oleh pesaing lain. Dikarenakan konsep ini masih baru, dan belum populer oleh masyarakat terutama masyarakat Indonesia. Selain itu konsep ini memiliki harga yang mahal sehingga akan mudah dikalahkan oleh usaha katering yang lebih murah.

 

PRODUK YANG DITAWARKAN

Catering kami menawarkan beberapa pilihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Pelanggan dapat menentukan sendiri sajian yang diinginkan sesuai menu yang tersedia ataupun sesuai dengan paket yang kami tawarkan untuk menghemat biaya bagi pelanggan. Dalam perencanaan bisnis ini, kami menjelaskan tentang sistem paket yang kami tawarkan. Adapun paket yang kami sediakan adalah :

  1. 1.     Paket LIKE

Paket ini merupakan paket yang diterapkan dengan harga Rp 40.000,- per kepala dengan pesanan minimum 500 orang. Adapun isi dari paket tersebut adalah :

  • Kepiting Asam Manis (Diameter kepiting 8-10 cm dengan standar porsi 1 ekor untuk 1 orang undangan)
  • Cumi Bumbu Kari (Ukuran standar porsi)
  • Kerapu Pedas Manis (Ukuran standar porsi)
  • Sup Asparagus Kepiting (Ukuran standar porsi)
  • Nasi putih
  • Snack (Fish Chips / Nugget Ikan dan Tempura)
  • 2 buah Joglo (Lontong Kupang dan Bubur Manado)
  • Puding Vla (3 varian rasa, yaitu coklat, vanilla atau strawberi)
  • Es Kelapa
  • Air Putih
  1. 2.     Paket LOVE

Paket ini merupakan paket yang diterapkan dengan harga Rp 47.500,- per kepala dengan pesanan minimum 500 orang. Adapun isi dari paket tersebut adalah :

  • Kepiting Saus Tiram (Diameter kepiting 11-14 cm dengan standar porsi 1 ekor untuk 1 orang undangan)
  • Cumi Balado (Ukuran standar porsi)
  • Kerapu Saus Tauco (Ukuran standar porsi)
  • Sup Krim Udang (Ukuran standar porsi)
  • Nasi putih / Nasi Hainan (Dapat dipilih)
  • Snack (Tuna Sandwich dan Sate Kerang)
  • 2 buah Joglo (Kung Satay / sate seafood ala Thailand dan Bakso Ikan)
  • Fruit and Vegetable Salad
  • Es Buah
  • Air Putih
  1. 3.     Paket AFFECTION

Paket ini merupakan paket yang diterapkan dengan harga Rp 60.000,- per kepala dengan pesanan minimum 500 orang. Adapun isi dari paket tersebut adalah :

  • Kepiting Saus Telur Asin (Diameter kepiting 15-18 cm dengan standar porsi 1 ekor untuk 1 orang undangan)
  • Calamari Vietnamesse (Ukuran standar porsi)
  • Kerapu Steam (Ukuran standar porsi)
  • Sup Bibir Ikan (Ukuran standar porsi)
  • Nasi putih / Nasi Hainan (Dapat dipilih)
  • Snack (Mocktail Snack yaitu Shrimp Cyclades dan Tomato Salmon)
  • 2 buah Joglo (Sushi California Maki dan Tiram Rebus)
  • Ice Cream Pudding
  • Es Kopyor
  • Air Putih

 

ANALISIS FINANSIAL

Masing-masing paket memiliki ketetapan harga yang berbeda. harga tersebut ditentukan berdasarkan menu yang disajikan. Adapun analisis financial untuk masing-masing paket adalah :

 

Biaya Variabel                       Rp 1.250.000,-

  • Karyawan (10 Orang)                                           Rp    500.000,-
  • Transportasi                                                           Rp    600.000,-
  • Biaya LPG                                                                        Rp    150.000,-

 

Biaya Total                Rp 17. 225.000,-

 

BEP    =          Rp 15.975.000,- : [ 1 – ( Rp 1.250.000,- : Rp 20.000.000,-)

            =          Rp 15.975.000,- : 0.9375

            =          Rp 17.040.000,-

untuk selengkapnya dapat dilihat pada PPT dan MAKALAH dan DAPAT DIUNDUH DIBAWAH :

LINK makalah

LINK PPT

RESUME REKAYASA DAN OPTIMASI PROSES “OPTIMASI PROSES PRODUKSI DAN KARAKTERISASI MALTODEKSTRINDERAJAT POLIMERISASI MODERAT (DP 3-9) DARI PATI GANDUM” + DL LINK PPT

RESUME REKAYASA DAN OPTIMASI PROSES

“OPTIMASI PROSES PRODUKSI DAN KARAKTERISASI MALTODEKSTRINDERAJAT POLIMERISASI MODERAT (DP 3-9) DARI PATI GANDUM”

Disusun oleh :

Kelompok : 5

Anggota kelompok :

  1. Aprilia Dian P (10510070111100)
  2. Devie Cahaya N (105100300111049)
  3. Priscillia A Damanik (105100301111049)
  4. Muhammad Ridhwan Andrianto (105100303111005)
  5. Prima Adi Surya P (105100707111007)
  6. Feri surya E ( 105100707111002)
  7. Gisca
  8. Cahyo Wibowo
  9. M. Adam
  10. Ardi Firmansyah

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2012

TUGAS Penanganan Bahan Dan Tata Letak Fasilitas, kunjungan di PT Surya Alam Tunggal

Review Makalah

Latar Belakang

Indonesia memiliki hasil laut yang berlimpah ruah. Kemampuan Indonesia dalam menangani hasil perikanan tersebut cukup berkembang, salah satunya dengan adanya teknik pengawetan dengan pembekuan hasil perikanan. PT. Surya Alam Tunggal merupakan salah satu industri yang bergak dalam bidang pembekuan hasil perikanan, khususnya udang dan kakikatak. Proses pembekuan ini dilakukan untuk meningkatkan daya simpan produk sehingga memperrluas jangkauan pemasaran. Dalam proses pembekuan ini, sanitasi merupakan salah satu hal pentingyang perlu diperhatikan. Sanitasi tersebut perlu dijaga sebelum proses produksi dilakukan hingga proses produksi berakhir. Hal tersebut dilakukanagar mutu produk yang dihasilkan tinggi dan keamanan produk tersebut terjaga.

Pada PT. SURYA ALAM TUNGGAL Sidoarjo yang didalamnya memiliki proses pembekuan udang yang berkualitas ekspor. Pada perusahaan tersebut proses pembekuan udang dilakukan secara baik dan menurut SOP yang telah ditentukan. Serta dengan berbagai jenis olahan sesuai dengan permintaan dari pihak ekportir.

Berikut File makalah beserta pdf dapat diunduh dibawah ini terima kasih
Makalah klik sini

PPT Kel 9 KLik sini

Tugas Besar SCM – PT Sari Apel Jaya

TUGAS MANAJEMEN RANTAI PASOK

PT Sari Apel Jaya

Ika Atsari Dewi STP, MP.

 

 

 

Disusun Oleh  :

Stefiyan Dwicahyo Putro    (0811033030)

Rifan Hariri                               (0911030116)

Akhmad Masyhuri Jamil    (105100309111001)

Feri Surya Erlangga              (105100707111002)

Dimas Yulius P                        (105100701111024)

Moh. Bagus Aji                        (105100703111004)

Rizky Bagus Ananta               (105100701111004)

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2012

HrCCP Pada Bahan Pembantu Telur Asin

HrCCP Pada Bahan Pembantu Telur Asin
1.Garam

pada garam, perlunya dilakukan pengontrolan dalam pendistribusian garam serta tempat penyimpanan garam agar terhindar dari kontaminasi. sehingga garam yang digunakan untuk pembuatan teur asin tetap berkualitas

 

2. Tanah Liat , Batu bara, batu bata, abu gosok

Untuk penyediaan Tanah Liat, Batu bara, Batu bata dan abu gosok, perlu di lakukan nya pengontrolan pada asal dimana bahan diatas didapat, dan diharapkan untuk pengambilan Tanah Liat, Batu bara, Batu bata dan abu gosok dilakukan di tempat yang bersih dan aman dari kontaminasi seperti kotoran dan sebagainya, karena apabila tanah liat yg terkena kotoran hewan digunakan untuk proses pembuatan telur asin, maka bau dan bakteri akan masuk kedalam membran telur.

 

3. Larutan Teh

Untuk teh, dibutuhkan daun teh yang bagus sehinggga didapat pula hasil telur asin yang bagus pula,, sebelum itu larutan teh digunakan untuk proses pencucian pada telur asin mentah. Setelah jadi, telur asin mentah biasanya langsung dicuci dan direbus hingga matang. Namun ada juga sebagian orang yang merendam telur pada larutan teh terlebih dahulu sebelum telur asin mentah tersebut direbus. Bahkan kalau mungkin perendaman dilakukan selama 4-8 hari.

Biasanya telur asin yang sudah matang dapat bertahan selama 2-3 minggu. Namun jika hal ini dilakukan keawetan telur asin dapat mencapai hingga 6 minggu. Penggunakan ekstrak daun teh ini bertujuan agar zat tanin yang terkandung dalam daun teh dapat menutupi pori-pori telur serta memberikan warna coklat muda yang menarik. Juga aroma telur asin yang dihasilkan akan lebih disukai konsumen.

 

 

Analisa HrCCP

Dari penjelasan tentang Bahan tambahan untuk pembuatan telur asin tersebut dapat dikatakan bahwa tidak ada resiko telur terkontaminasi dengan barang haram, karena bahan yang digunakan terdiri dari : air, tanah(sebagai bahan pemeraman), abu(sebagai bahan pemeraman)  garam dan larutan teh untuk tambahan dalam pencucian, artinya bahan yang dipakai semuanya adalah bahan halal. Meskipun demikian peluang untuk terkontaminasi dengan bahan haram yang berasal dari keempat bahan tersebut juga ada seperti terkontaminasi dengan racun yang mengakibatkan telur menjadi beracun dan menyebabkan telur tersebut bahaya untuk dikonsumsi.

 

Tugas Manajemen Mutu – Review Jurnal

ANALISIS PENGENDALIAN MUTU PADA PROSES PRODUKSI

AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) SBQUA

(STUDI KASUS di PT SINAR BOGOR QUA, PAJAJARAN – BOGOR)

1.      Profil Perusahaan

PT SBQUA didirikan pada bulan September 2001 di Jl. Pajajaran no 21 Warung Jambu Bogor dengan bentuk perusahaan perseorangan, merupakan perusahaan khusus yang memproduksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan jenis produksi kemasan galon. Untuk bahan baku produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) , pada tahun 2002 PT. SBQUA mengadakan kerjasama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bogor tentang pengadaan air bersih dengan nomor perjanjian kerjasama No. 695.2/SPK.05-PDAM-SBQUA/2002. Pada Tahun 2003 bentuk perusahaan SBQUA berubah menjadi Perseroan Terbatas (PT). PT. SBQUA memiliki SNI 01-3553-1996 dengan sertifikat produk penggunaan tanda SNI nomor : 0283/PUSTAN/SNI-BW/X/2001 dan memiliki izin usaha industri dengan nomor tanda daftar industri 535/45.TDI-Diperindagkop, serta merek dalam negeri dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) MD. 249110001624. Bahan baku dalam produksi juga telah memenuhi syarat kualitas air minum Menkes R.I No. 907/Menkes/VII/2002 tanggal 26 Juli 2002.

Biaya Mutu Pembuatan Telur Asin

Biaya mutu pembuatan telur asin

Biaya total yang digunakan untuk biaya mutu adalah Rp.10.000.000,-

 

Deskripsi

Rp. bulan

% dari biaya total biaya mutu

Biaya pencegahan:

  • Perencanaan kualitas telur(HACCP)
  • Pelatihan karyawan
Rp. 4.000.000,-Rp.3.000.000,-

40%

30%

Biaya penilaian:

  • Pemeriksaan bahan baku
  • Pemeriksaan produk(telur asin)
Rp.300.000,-Rp.700.000.-

3%

7%

Biaya kegagalan internal :

  • Material terbuang(pecah)
  • Inspeksi dan tes ulang
Rp.200.000,-Rp.300.000,-

2%

3%

Biaya kegagalan eksternal

  • Biaya kegagalan eksternal(pecah diperjalanan)
  • Biaya untuk produk kedaluarsa
Rp.500.000,-Rp.1.000.000,-

5%

10%

Makalah Supply Chain Management – Transportation+PPT

LATAR BELAKANG

Dalam transportasi aspek yang sangat penting dalam rantai pasok. Hal ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa transportasi mengambil posisi porsi sepertiga sampai dua pertiga dari biaya logistik. Sementara itu,logistik memegang peranan sekitar 21% dari seluruh biaya dalam perusahaan manufaktur. Hal ini cukup menjadi alasan mengapa transportasi menjadi yang seringkali harus dipertimbangkan dalam persoalan transportasi,dimana barang yang harus dikirim ke beberapa tujuan dikonsolidasikan dalam satu kendaraan untuk tujuan menghemat biaya. Dalam transportasi sendiri terdapat beberapa faktor faktor yang mempengaruhi keputusan transportasi, yaitu faktor kendaraan/pembawa dan pengirim. Dalam tugas makalah ini merupakan review dari buku chopra yang tentang Transportasi In The Supply Chain.