Perjalanan pada hari ini tertuju pada keindahan Kota Malang, yang tak hanya melihat kokohnya bangunan-bangunan perkantoran, megahnya mal-mal yang mencirikan kota metropolitan, ramainya pusat-pusat perbelanjaan serta padatnya jalanan oleh kendaraan-kendaraan yang berlalu lalang. Hari ini sejenak berjalan-jalan untuk mencari suasana tenang yang dapat menyejukkan hati di tengah sibuknya kota ini, dan mencoba menyibak penat akan rutinitas sehari-hari. Setelah beberapa menit memacu kendaraan, akhirnya di ujung jalan itu terlihat taman kota yang nampak asri yang di kelilingi oleh bangunan-bangunan kota dengan ramainya jalanan di sekitarnya.

Taman Tugu Malang

Taman Tugu Malang

Taman ini sering di sebut dengan Alun-alun Tugu oleh masyarakat sekitar Malang, nah untuk lebih menikmati indahnya taman ini maka marilah sejenak kita tenggok sejarah dari Taman Tugu ini, yuuuk….


Sejarah Taman Tugu Malang

Jika kita menuju ke arah kantor Walikota Malang, maka kita akan menjumpai bundaran taman besar yang ditengahnya terdapat tugu yang menjadi landmark dari kota Malang ini. Taman ini dihiasi dengan bunga-bunga yang cantik dan berwarna-warni. Dahulu kala pemerintahan Belanda membangun Kota Malang ini dalam beberapa rancangan pembangunan. Nah, Taman Tugu ini terdapat pada Bouwplan II yang dituangkan dalam perluasan kota di daerah yang dinamakan Gouverneur-Generaalbuurt dengan sebutan Alun-alun Buder dimana dilengkapi dengan kolam air mancur di tengahnya. Monumen Tugu ini adalah bekas dari Taman Gubernur Jenderal Hindia Belanda J.P. Zoen Coen, yang dikelilingi oleh Taman yang sangat indah dengan bunga-bunga teratai yang selalu mekar. Sekitar bundaran taman Tugu ini ditumbuhi pohon-pohon trembesi tua yang merindangkan suasana sekitar.

Tugu ini berdiri pada tahun 1950-an dan diresmikan oleh presiden Soekarno. Pada saat itu Malang membentuk suatu Dewan Pimpinan Daerah yang dipimpin oleh Bapak Sam, yang mulai membangun pemerintahan di Malang dengan baik. Salah satu rencana pemerintah pada saat itu adalah membangun sebuah Tugu Kemerdekaan Kota Malang. Sehingga pada tanggal 17 Agustus 1946 pemerintah Kota Malang merencanakan peletakan batu pertama pembangunan Monumen Tugu. Monumen ini ditandatangani oleh Ir. Soekarno sebagai wakil masyarakat Malang dan A.G. Suroto sebagai kepala Komite pembangunan monumen. Namun ketika pembangunan monumen tugu ini hampir selesai kira-kira mencapai 95%, tiba-tiba terjadi Agresi Militer Belanda I. Para pasukan Belanda berpikiran bahwa Monumen Tugu tersebut merupakan gambaran betapa besarnya semangat warga Malang. Sehingga mereka merusak Monumen Tugu Kota Malang, pada tanggal 23 Desember 1948 hingga menjadi puing-puing.

Tugu Kota Malang masa kemerdekaan

Tugu Kota Malang masa kemerdekaan

Namun pada tanggal 9 Juni 1950 pemerintah Kota Malang membentuk panitia baru untuk membangun kembali Monumen Tugu, atas desakan para warga Malang. Dan akhirnya Monumen Tugu selesai dibangun, dan disahkan kembali oleh presiden Soekarno pada tanggal 20 Mei 1953.

Pada era tahun 1990-an Monumen Tugu ini terkenal dengan nama Alun-alun Bunder. Masyarakat menjulukinya Alun-alun Bunder karena berbentuk lingkaran. Dan saat ini sering pula disebut dengan nama Alun-alun Tugu atau Taman Tugu Kota Malang.

Bentuk dan Arti Monumen Tugu Kota Malang

Jika dilihat dengan seksama bentuk dari Tugu yang berada di tengah Taman Tugu Kota Malang itu, kita akan melihat beberapa sejarah yang benar-benar melekat pada setiap detil bentuknya, diantaranya adalah :

1)      Tugu monumen yang berbentuk bambu tajam

Bambu tajam ini menggambarkan bambu runcing yang menjadi senjata khas bangsa Indonesia dalam menghadapi para penjajah dan mengorbankan hidupnya untuk merebut kemerdekaan  hingga tetes darah penghabisan.

Tugu Kota Malang


2)      Rantai yang mengambarkan kesatuan bangsa Indonesia dalam satu semangatnya memperjuangkan kemerdekaan yang tidak mungkin mudah bisa dipisahkan.

3)      Tangga yang berbentuk 4 dan 5 sudut

menggambarkan tahun Kemerdekaan Republik Indonesia 1945.

4)      Bintang mempunyai 8 tingkat dan 17 pondasi.

Pondasi berjumlah 17 dan bintang yang memiliki 8 tinggat  ini menggambarkan menggambarkan tanggal dan bulan Kemerdekaan Indonesia.

5)      Monumen ini terletak di tengah-tengah kolam yang di dalamnya terdapat Bunga
Teratai yang berwarna putih dan merah.Melambangkan keberanian dan kesucian rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan.

6)      Selain itu pada badan tubuh dari bambu runcing tersebut terdapat gambar peta Indonesia, wajah Bung Karno dan Bung Hatta serta Teks Proklamasi bangsa Indonesia.

Desain Taman Tugu Kota Malang

Taman Tugu Kota Malang ini memiliki luas sebesar 11.923 m2, terletak di Jl. Tugu depan Kantor Walikota Malang serta di kelilingi oleh beberapa bangunan kota seperti Sekolah HBS/AMS (sekarang SMA 1 dan SMA 4 Negeri Malang), Hotel Splendid, rumah tinggal panglima militer, dan sebagainya.

desain taman tugu malang

desain taman tugu malang

Read the rest of this entry