Oct

23

TAMAN TUGU KOTA MALANG

By Febrian Aditya

Taman kota adalah taman yang berada di lingkungan perkotaan dan dapat mengantisipasi dampak-dampak yang ditimbulkan oleh pekembangan kota. Taman kota ini bersifat publik dan semua orang dapat melakukan berbagai macam aktvitas tanpa mengeluarkan biaya. Berdasarkan rancangannya taman kota terbagi atas taman alami (natural park) dan taman buatan (artificial park). Standar suatu taman harus mempunyai fungsi social, ekonomi, edukatif, ekologis, hidrologis, kesehatan, dan estetika didalamnya. Selain itu didalam taman diperlukan elemen-elemen pendukung didalamnya, seperti material landscape atau vegetasi (pohon, perdu, semak, tanaman penutup tanah, rumput) dan material pendukung atau elemen keras (kolam, tebing  buatan, batuan, gazebo, jalan setapak, lampu taman)

Pada awalnya Kota Malang sangat identik dengan taman-tamannya dan disebut sebagai Kota Bunga. Sebagai kota bekas kolonial Belanda banyak bentukan fisik yang mempunyai nilai historis dan aksitektur yang dapat diangkat menjadi karakteristik spesifik Kota Malang. Salah satu bangunannya adalah Taman Tugu yang menjadi cirri khas dari Kota Malang. Dahulunya Taman Tugu merupakan Alun-alun Bunder (Bulat). Ditengah-tengah alun-alun tiu dibuat kolam air mancur. Pada sekitar tahun 1950an, ditengah kolam didirikan tugu yang diresmikan Bapak Presiden Republik Indonesia yang pertama, Presiden Soekarno. Alun-alun bunder itu kemudian sering disebut sebagai alun-alun Tugu atau taman Tugu.

Taman tugu ini terletak di Jl. Tugu depan Balai Kota Malang sebagai pusat pemerintahan. Dahulunya sudah berfungsi sebagai taman dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda J.P. Zoen Coen. Sebagai informasi pada tahun 2010 ini Kota Malang meraih penghargaan Adipura dan Taman Tugu meraih penghargaan taman terbaik.

Bentuk dari Monumen Tugu ini mempunyai arti-arti didalam memperjuangkan kemeredekaan Indonesia, yaitu :


  1. Tugu berbentuk bambu tajam mengartikan bahwa senjata yang digunakan bangsa Indonesia ketika menghadapi Kolonialisme Belanda.
  2. Rantai menggambarkan kesatua Indonesia dalam perjuangan.
  3. Tangga dengan jumlah 4 dan 5 menggambarkan tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
  4. Bintang mempunyai 8 tingkat dan 17 pondasi menggambarkan tanggal dan bulan Kemerdekaan Indonesia.
  5. Kolam dengan bunga teratai berwarna putih melambangkan keberanian dan kesucian bangsa Indonesia merebut kemerdekaan.

Taman Tugu memiliki luas 11.923 meter persegi. Taman Tugu merupakan taman kota dengan konsep interaktif. Selain dapat dinikmati keindahannya dari jauh dengan lima sudut pandang, yaitu dari Jalan Kertanegara, Jalan Gajahmada, Jalan Majapahit, Jalan Kahuripan dan Jalan Untung Suropati. Warga juga bisa masuk dan merasakan langsung isi taman. Desain taman dilengkapi dengan lingkungan sekitarnya seperti banyaknya pohon Trembesi disekeliling sebagai naungan. Dan juga dikelilingi fasilitas publik seperti gedung dewan, balai kota, hotel dan lembaga pendidikan.  Secara keseluruhan orientasi bangunan mengarah pada taman Tugu sebagai pusatnya dan menjadikan tugu sebagai focus point atau landmark dari segala arah


Jaringan jalan di sekitar berbentuk lingkaran mengelilingi Taman Tugu membentuk pola jalan radial-concentric (yang terbentuk ketika path berhubungan dengan centre). Pola jaringan jalan tersebut menempatkan posisi Taman Tugu sebagai node sekaligus center bagi pergerakan manusia dan kendaraan dari dan ke kawasan sekitar.

Banyak aktivitas warga yang biasa dilakukan di sekitar Tugu Malang. Tiap pagi banyak orang-rang dewasa berolahraga atau sekedar menghirup udara segar disekitar Tugu Malang. Jika siang juga banyak sekali anak-anak berlarian dan juga orang dewasa duduk menikmati taman. Dan pada malam hari biasanya para remaja banyak yang menikmati indahnya suasana malam Taman Tugu.


Oct

14

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!