Comments Off on Karakter Mahasiswa dan Administrasi Organisasi

Pembekalan keorganisasian bagi mahasiswa FP-UB
Pembekalan keorganisasian bagi mahasiswa FP-UB

Mempelajari keorganisasian bisa menjadi nilai tambah bagi mahasiswa, dengan esensi untuk tumbuh sekaligus mengasah soft skills. Termasuk didalam soft skill adalah communication skill, people skill, management dan juga leadership. Berbagai organisasi kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB) dengan bermacam kegiatan juga pergantian pengurus membawa perubahan yang dinamis baik internal maupun eksternal. Untuk dapat menyatukan persepsi yang ada maka diselenggarakan “Pelatihan Pembinaan Karakter Mahasiswa dan Administrasi Keorganisasian”. Kegiatan ini diadakan oleh Sub Bagian Kemahasiswaan FP-UB pada Selasa (18/3) di Gedung Baru FP lantai 5.

“Ini merupakan agenda sekaligus tugas untuk menyampaikan segala hal terkait keorganisasian mulai laporan, keuangan, administrasi, tata kelola hingga etika serta karakter,” tutur Pembantu Dekan III FP-UB, Dr. Ir. Budi Prasetya, MP saat menyampaikan sambutannya. Ia menambahkan, pondasi pembentukan karakter secara alami ataupun terstruktur pasti sudah ada, tetapi saat menjadi mahasiswa akan ada semangat yang baru mengenai keorganisasian. “Hal ini perlu waktu untuk dibangun menjadi sesuatu yang berguna saat dipraktikkan nantinya,” tambahnya.

Pelatihan ini dihadiri sekitar 65 mahasiswa perwakilan dari organisasi kemahasiswaan di FP-UB seperti MPM, DPM, BEM, Himadata, Himapta, HMIT, Permaseta, Forkano, Prisma, Forsika, CC, KMK, Bengkel Seni, Sport Corner, CADS, Canopy, dan Bursa Mahasiswa.

Materi Administrasi Keuangan melibatkan Dr. Ir. Yulia Nuraini, MS yang saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi Agroekoteknologi FP-UB. Beliau berbagi pengalaman mengenai keuangan karena pada periode 1999-2003 pernah menduduki posisi Pembantu Dekan II saat Profesor Yogi Sugito masih menjadi Dekan FP-UB.

“Organisasi apa yang anda wakili hingga saat ini Anda berada disini? kemudian apa yang menjadi motivasi atau tujuan Anda saat mengikuti organisasi saat ini? terakhir, sebutkan organisasi lain yang Anda ikuti?” adalah pertanyaan awal yang diangkat Dosen Jurusan Tanah sekaligus Staff Ahli Pembantu Dekan III, Kurniawan Sigit Wicaksono SP., M.Sc saat menyampaikan materi Etika Organisasi.

Persamaan tujuan entah dari sisi tempat, budaya, religi, profesi, jurusan dan sebagainya menjadi jawaban yang sangat umum saat bergabung dengan sebuah organisasi. Perbedaan pun menurutnya juga ada, terlebih dalam pelaksanaannya. “Jangan lupa sebagai mahasiswa juga harus tahu dan paham bahwa ada organisasi intra dan ekstra kampus, silahkan dipilih tapi jangan saling mengganggu,” penjelasan Sigit dalam paparannya.

Berikutnya disampaikan materi Karakter Mahasiswa oleh Ketua Program Studi Agribisnis, Dr. Ir. Rini Dwi Astuti, MS. Melalui organisasi, karakter mahasiswa akan terbentuk yang didapat dari berbagai pengalaman yang mereka dapatkan di lapangan. Mahasiswa, menurutnya terbiasa mengorganisir dan memecahkan masalah dalam organisasi, sehingga karakter bertanggung jawab dan tangguh terbentuk secara sendirinya. “Pendidikan karakter memang seharusnya diselipkan dalam kurikulum pembelajaran atau ekstrakurikuler dalam hal ini organisasi mahasiswa,” kata Rini. Karakter menurutnya akan lebih mudah terbentuk jika diajarkan dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa. Istilah Karakter kemudian dihubungkannya dengan etika, akhlak dan atau nilai yang berkaitan dengan kekuasaan moral, berkonotasi positif. Sedangkan Karakter menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan sesorang dari yang lain.