Analisis Public Relations

Faris Saidan

Ilmu Komunikasi

Dasar-dasar Public Relation D-2

Kamis, 26 Maret 2020 09.00 WIB

Soal:

Masing2 jawaban minimal 300 kata (lbh makin baik).
1. Jelaskan mengapa PR mesti lbh fokus pd publisitas daripada iklan.
2. Iklan yg bgmn yg mestinya dibuat PR? Jelaskan disertai contoh!
3. Prinsip utama PR adalah tell the truth. Jelaskan disertai contoh kaitan prinsip ini dg prinsip lainnya bahwa PR based on fact.
4. PR hrs mampu menulis berita. Jelaskan prinsip menulis berita berdasarkan prinsip objektivitas secara lengkap, disertai contoh!
5. Agar publisitas sukses, perlu win the editior’s heart melalui media relations. Jelaskan strategi2 media relations yg bs dilakukan PR!.

Jawaban

  1. Publisitas dan perikanan adalah alat yang digunakan Public Relation sebagai promosi dengan menggunakan media massa. Perbedaan publisitas dengan iklan dapat dilihat dari tujuan dan sifatnya. tujuan publisitas antara lain adalah sebagai sarana untuk memperkenalkan produk dan perusahaan melalui cara memberi dukungan terhadap fungsi marketing. Sedangkan periklanan hanya memiliki tujuan sebagai sarana memperkenalkan produk dan perusahhan tanpa mendukung fungsi marketing. Iklan juga dipandang masyarakat memiliki kredibilitas yang rendah karena iklan bersifat menjual, persuasif, serta mempengaruhi orang-orang untuk melakukan pembelian. Masyarakat juga memandang iklan sebagai antidetail karena iklan tidak dapat menjelaskan dan mendeskripsikan suatu produk secara rinci dan detail serta periklanan juga  bersifat satu arah. Publisitas memang menjadi andalan Public Relation, namun bukan berarti Public Relation hanya seputar publisitas. Publisistas cuma alat yang digunakan Public Relation untuk mendukung tujuan manajemen. Terdapat beberapa perbedaan utama antara Public Relation dengan publisitas anatara lain Public Relation adalah sebuah program yang tidak dibatasi dalam satu priode sedangkan publisitas adalah strategi jarak pendek.
  2. Dalam melakukan aktivitasnya praktisi public rela-
    tions sering kali menggunakan strategi periklanan. Alasannya adalah karena strategi ini dipakai sebagai alat untuk memelihara hubungan baik antara perusahaan dengan publiknya. Berbeda dengan periklanan yang dilakukan olch
    praktisi pemasaran yang berupaya menjual produk secara langsung untuk mencapai target penjualan. Dengan demikian terdapat dua macam iklan, yang pertama adalah “hard-selling dan
    dan yang kedua adalah “soft-selling.” Iklan “hard-selling” adalah iklan yang secara langsung menjual produk. Iklan ini biasanya memiliki ciri-ciri seperti tampilan gambar atau kemasan produk secara jelas serta dapat ditemukan kata-kata yang secara langsung mempunyai makna menjual, contohnya, “belilah …, dapatkan segera …. produk ini adalah produk baru dan ..,” dan lain sebagainya. Sedangkan iklan “soft-selling” adalah iklan yang memiliki tujuan memfokuskan pada kesan umum yang hendak dicapai atau menjual citra korporat. Pada intinya tujuan akhirnya adalah meraih keuntungan, tetapi melalui penanaman citra korporat yang positif. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa iklan seperti inilah yang sebaiknya digunakan.
  3.  Biarkan publik tahu apa yang terjadi dan sediakan gambar yang akurat dari karakter ideal dan praktek lembaga. Segala kejadian maupun peritiwa yang terjadi di dalam lembaga pemerintahan, merupakan obyek perhatian publik. Mengapa? Karena lembaga pemerintahan merupakan lembaga yang berkedudukan di ruang publik. Artinya, setiap kegiatan maupun pekerjaan yang dilakukan, dilakukan atas nama publik dan demi kepentingan publik. Oleh sebab itu, publik memiliki hak tersendiri untuk mendapatkan informasi sedalam-dalamnya terkait dengan lembagaDengan tersampaikannya informasi kepada publik, diharapkan publik menjadi tahu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan lembaga, sehingga kemudian dapat sampai pada tahap mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh lembaga tersebut..

    Adapun kegiatan yang dapat dilakukan, melalui penyampaian informasi yang akurat dan sebenar-benarnya terkait dengan suatu isu atau peristiwa atau kejadian, bahkan kegiatan operasional sehari-hari. Berikan gambaran yang tepat, dan sediakan informasi yang dibutuhkan kepada publik. Dengan demikian, publik mengetahui apa yang terjadi, dengan sebenar-benarnya tanpa ada yang ditutupi. Kebutuhan mereka akan informasi yang benar terpenuhi, dan hubungan baik antara lembaga dengan publiknya dapat dijaga.

    Informasi yang dimaksud, dapat berupa data statistik, dokumentasi atau apapun yang dapat berguna bagi publik luas. Informasi tersebut, kemudian disampaikan kepada publik, tanpa ditutupi, atau dengan kata lain, sampaikan informasi dengan sejujur mungkin. Untuk mendapatkan dukungan dari publik, karena publik dapat menangkap apabila lembaga melakukan kebohongan. Akibatnya, akan lebih fatal bila publik dapat menemukan kebenaran dari pihak lain, dan bukan dari lembaga itu sendiri. Kepercayaan publik terhadap lembaga akan luntur, mengarah pada hilangnya dukungan publik kepada lembaga. Hilangnya dukungan publik, akan menimbulkan kesulitan bagi lembaga pada saat harus melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat publik.

  4. Berita haruslah bersifat Objektif. Objektivitas berita adalah ukuran baik tidaknya sebuah berita sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Objektivitas berita mencakup dua hal, yang pertama adalah faktualitas, berita harus berdasarkan fakta bukan karangan atau opini wartawan. Fakta dalam berita harus dapat dikonfirmasi ulang atau dicck dengan sumber berita. Bila berita mengandung kebenaran, maka bisa disebut akurat. Akurat juga mengandung arti bahwa berita
    harus cermat dan tepat.Adapun imperialitas yaitu tidak memihak pada pihak tertentu dan berita benar-benar terangkup dengan benar dan lengkap. Ciri-ciri dari imperialitas adalah berita harus seimbang dalam pemberitaannya, jika suatu sumber lebih banyak ketimbang yang lainnya maka berita dinilai tidak seimbang.
  5. Yang pertama yaitu memperhatikan penulisan materi publisitas dan kaidah-kaidah jurnalistik. Nmaun Public Relation writing berbeda dengan berita yang ditulis pihak wartawan. Perbedaannya antara lain pemberian informasi. Berita media massa lebih bertujuan memberikan informasi kepada publik sebagai sarana monitor  sosial dan kontrol sosial. Sementara Public Relatiom writing bertujuan memberikan informasi kepada publik sebagai upaya mempersuasi agar terjadi perubahan sikap atau prilaku yang positif terhadap perusahaan.

Daftar Pustaka :

Kriyantono, Rachmat. (2016). Public Relations Writing. Jakarta: Kencana.

Lattimore, dkk. (2010). Public Relations: The Profession & The Practice. New York: Mc-Graw Hill.

Cutlip, Scott. M., Center Allen H. & Broom. Glen. M. (2011). Effective Public Relations. Jakarta: Kencana.