Contoh-contoh Elemen Objektivitas Berita

April 1st, 2020

Nama: Faris Saidan
NIM: 195120207111005
Mata Kuliah: Dasar-Dasar Public Relation D-2
Hari/Jam: Kamis, 9.40-12.20

KUALITAS BERITA

Berdasarkan Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik Wartawan Indonesia tahun 2006 menyebutkan bahwa berita dikatakan berkualitas jika berita tersebut telah di uji kebenaran informasinya, di beritakan secara berimbang dan adil, harus memisahkan antara fakta dan opini pada berita, dan menerapkan asas praduga tak bersalah. Berita mempunyai karakteristik agar menghasilkan sebuah berita yang berkualitas, diantaranya

 

OBJEKTIVITAS

Objektivitas berita merupakan tolak ukur baik atau tidaknya suatu berita sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Objektivitas mencakup dua hal yaitu :

a. Faktualitas

Berita yang faktual memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Truth

Yang dimaksud disini adalah berita harus memiliki kebenaran dan sesuai dengan fakta di lapangan. Fakta tersebut harus diperiksa kembali atau dikonfirmasi ulang dengan sumber berita. Setelah di cek dan berita terbukti benar dan sesuai dengan fakta maka berita tersebut bisa dikatakan akurat.

Contohnya : Vaksin virus corona dinyatakan telah ditemukan dan sudah di teliti sebelumnya. Berita ini beredar di postingan di media sosial yang mengatakan bahwa sebuah virus corona telah ada dan dikembangkan sebelumnya. Pernyataan ini secara luas disebarkan di sebuah grup anti-vaksin di Facebook. Salah satu anggota grup tersebut mengatakan  bahwa penyakit ini bisa menjadi rencana pemerintah untuk memvaksinasi lebih banyak orang. Postingan itu disertai tautan link patents.justia.com yang sudah ada sejak 2015. Faktanya, virus corona tersebut berbeda dengan yang menyebabkan SARS. SARS-CoV sendiri merupakan beta coronavirus yang menyebabkan sindrom pernapasan akut parah. Mesh Adalja, sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Universitas John Hopkins mengatakan saat ini tidak ada vaksin yang tersedia untuk virus corona yang berasal dari Wuhan. Berita ini telah dinyatakan hoax oleh pihak Kominfo karena setelah di konfirmasi ulang berita terbukti tidak benar.

  • Tidak mencampurkan suatu fakta dengan opini pribadi wartawan

Defenisi fakta adalah suatu kebenaran yang terbukti dan telah menjadi kenyataan dari hasil pengamatan dan wawancara seorang wartawan. Sedangkan opini adalah pendapat, ide ataupun pemikiran yang berbentuk sebuah pernyataan tentang sesuatu yang kebenaran atau kesalahannya  tidak dapat langsung ditentukan.

Contohnya : Seorang wartawan yang masih rancu dalam membedakan kalimat yang mengandung fakta atau opini dalam menulis berita. Perlu di ingat bahwa tugas wartawan adalah melayani masyarakat untuk memenuhi kebutuhan informasi, bukan membuat opini dalam berita. Maka dari itu seorang wartawan perlu tahu mana kalimat yang mengandung opini dan mana yang tidak. Contoh kalimat yang mengandung opini. “Rendang adalah masakan khas Sumatera Barat yang rasanya enak. Kata “enak” merupakan kata yang memiliki nilai subjektif. Sebagian orang mungkin tidak menyukai rendang karena tidak sesuai dengan seleranya. Setiap orang memiliki selera yang berbeda satu  sama lainnya. Maka kalimat ini dinilai subjektif dan merupakan opini.

  • Berita harus lengkap

Berita yang lengkap adalah berita yang terdiri dari unsur-unsur 5W+1H (what, who, when, why, where, how). What menjelaskan apa yang terjadi; Who memberitahukan siapa saja orang atau tokoh dalam suatu kejadian; When memberikan keterangan waktu kejadian; Why menjelaskan alasan mengapa terjadinya suatu peristiwa; Where memberikan keterangan tempat kejadian; How memberikan sebuah penjelasan dari suatu proses kejadian. Keenam unsur inilah yang membuat berita dapat dikatakan lengkap dan dapat memberikan informasi yang jelas.

Contohnya : CNN Indonesia pada hari Rabu, 01/04/2020 pukul 10.15 WIB. Unsur-unsur yang dijelaskan yaitu: What menjelaskan bahwa pemerintah menyisihkan anggaran untuk memberikan listrik gratis kepada masyarakat. Who menjelaskan PresidenJoko Widodo ingin memberikan listrik gratis dan pernyataan tersebut didukung oleh Zulkifli Zaini selaku Direktur Utama PLN. Where menjelaskan Di Indonesia. When menjelaskan kebijakan tarif gratis dan keringanan tarif tersebut akan berlaku selama tiga bulan, yakni April, Mei, dan Juni 2020. Why menjelaskan bahwa dengan adanya kebijakan listrik gratis dapat membantu masyarakat ekonomi bawah untuk berjuang melawan dampak ekonomi virus corona. How menjelaskan bahwa listrik gratis hanya dapat dinikmati oleh golongan pelanggan dengan kapasitas daya listrik 450 Volt Ampere (VA). Data PT PLN (Persero) mencatat terdapat 24 juta pelanggan listrik 450 VA yang merupakan masyarakat golongan menengah ke bawah. Sedangkan untuk pelanggan listrik dengan daya 900 VA bersubsidi akan diberikan diskon 50 persen. Kebijakan ini hanya berlaku selama tiga bulan terhitung mulai dari bulan April, Mei, hingga Juni 2020 guna membantu masyarakat kalangan ekonomi menengah kebawah.

  • Berita harus relevan

Relevan adalah hal-hal yang sejenis yang saling berkaitan dengan subjek dalam konteks yang tepat atau terhubung dan terkait dengan situasi saat ini. Berita juga harus sesuai dengan kondisi saat berita tersebut diterbitkan.

Contohnya : Berita yang dibuat harus memiliki tema yang sesuai dengan kondisi sekarang ini yaitu pandemi virus corona. Seperti negara Indonesia yang masih belum memberlakukan kebijakan lockdown padahal kasus virus corona meningkat sangat cepat per-harinya. Mengingat angka kematian lebih besar dibandingkan dengan angka pasien yang sembuh seharusnya pemerintah segera memberlakukan kebijakan lockdown. Lockdown memang memiliki dampak negatif pada sektor perekonomian. Namun jika tidak mengambil langkah ini maka kesehatan dan keselamatan masyarakat Indonesia akan terancam. Lockdown adalah cara yang paling efektif dalam memperlambat penyebaran virus corona.

  • Berita harus informatif

Berita bersifat memberi informasi yang jelas dan lengkap mengenai peristiwa yang diberitakan.

Contohnya : Berita yang menjelaskan tentang cara pencegahan penularan virus corona seperti rajin mencuci tangan. Berita harus komperhensif namun harus tetap fokus pada tema mencuci tangan. Berita harus memberikan informasi yang jelas mengenai cara mencuci tangan yang benar beserta langkah-langkahnya. Berita tidak boleh bertele-tele dan harus mengandung 5W+1H agar mudah dipahami.

b. Imparsialitas

Berita yang faktual memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Berita harus seimbang dalam pemberitaannya

Masing-masing pihak harus mendapatkan porsi yang sama dalam pemberitaan. Berita harus menyajikan apa yang sesungguhnya terjadi.

Contohnya : Sejumlah media yang dimiliki elite partai dinilai tidak seimbang dalam pemberitaan yang terkait dengan berita politik menjelang pemilihan umum. Ketidak seimbangan ini dapat dilihat kecenderungan pemberitaan. Seperti TV One milik Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie yang lebih banyak menyiarkan atau memberitakan Partai Golkar dan Aburizal Bakrie dibanding partai dan calon presiden lainnya. Demikian pula Metro TV yang lebih banyak menampilkan Surya Paloh dan narasumber dari Partai NasDem. Kedua stasiun televisi tersebut tidak menyiarkan berita secara berimbang dan meliput salah satu pihak lebih banyak ketimbang pihak lainnya.

  • Berita harus netral

Netral adalah tidak memihak atau tidak ikut membantu salah satu pihak dengan memberi opini atau pendapat pribadi wartawan. Berita yang netral dapat dilihat dari cara wartawan dalam melakukan pemilihan kata, pemilihan kalimat maupun pemilihan sudut pandang pemberitaan.

Contohnya : Penggunaaan kata teroris yang melekat pada umat islam. Jika ada orang yang beragama islam atau berpakaian seperti orang muslim melakukan aksi bom bunuh diri atau pembajakan pesawat maka wartawan menggambarkan aksi itu sebagai tindakan terorisme. Namun jika peristiwa tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan islam maka wartawan akan menggambarkan aksi tersebut sebagai aksi bom bunuh diri atau pembajakan pesawat biasa tanpa labeling terorisme.

  • Berita tidak boleh sepotong-sepotong

Berita harus ditulis berdasarkan konteks kejadian secara runtut dan keseluruhan serta tidak boleh di potong-potong oleh kecenderungan subjektif.

Contohnya : Akibat pemberitaan yang sepotong-sepotong mengakibatkan terjadinya kesalahpahaman dikalangan masyarakat perihal listrik gratis yang telah direncanakan pemerintah. Padahal pemerintah hanya menggratiskan listrik untuk pelanggan dengan kapasitas daya listrik 450 VA. Sedangkan pelanggan dengan kapasitas daya listrik 900 VA tidak mendapatkan listrik gratis, melainkan diberikan diskon sebesar 50 persen. Dan kebijakan ini hanya berlaku selama tiga bulan.

NARASUMBER KREDIBEL

Berita yang baik adalah berita yang menampilkan sumber berita yang terjamin kapabilitasnya dalam memberikan kesaksian atau informasi tentang peristiwa yang diberitakannya. Jika narasumber dapat dipercaya maka kesaksiannya dapat dipertanggungjawabkan dan berita terhindar dari hoax.

Contohnya : Informasi yang di dapat oleh khalayak umum mengenai virus corona yang penularannya bisa melalui udara atau airborne ternyata tidak dapat dipercaya karena sumber berita tersebut tidak kredibel. Isu tersebut langsung dibantah WHO selaku Organisasi Kesehatan Dunia melalui akun Instagram resminya. Dalam akun tersebut tertulis di keterangan postingan terbaru bahwa faktanya virus corona Covid-19 tidak menular melalui airborne atau udara. Karena pernyataan WHO ini dianggap sebagai sumber yang kredibel.

BERITA HARUS BERNILAI
Sebuah berita harus mengandung nilai berita atau news values agar dapat menarik perhatian pembaca. Biasanya nilai berita terdapat pada bagian judul berita atau head news.

Contohnhya : Judul dibuat semenarik mungkin dan mengandung nilai berita . Misalnya saja berita yang berjudul “PLN Gratiskan Tagihan Listrik 24 Juta Orang Miskin 3 Bulan” tentu saja membuat pembaca menjadi semakin penasaran mengingat bahwa listrik adalah kebutuhan primer masyarakat Indonesia dan pemerintah memberlakukan tarif gratis terhadap 24 juta orang selama kurun waktu tiga bulan.

JENIS NILAI BERITA

  • Suatu peristiwa yang baru

Suatu berita akan bernilai lebih jika informasi yang ada di dalamnya masih baru atau suatu peristiwa yang baru terjadi. Orang akan membaca berita terbaru agar tidak ketinggalan informasi.

Contohnya : Pada saat sekarang ini seseorang akan selalu membaca portal berita online mengenai perkembangan kasus virus corona di Indonesia setiap harinya. Oleh karena itu portal berita tersebut harus mengupdate informasi tentang virus corona setiap harinya agar pembaca selalu membacanya.

  • Proksimitas atau kedekatan

Orang akan tertarik membaca suatu berita jika didalamnya mengandung informasi yang terdapat unsur kedekatan, baik secara emosional maupun geografis.

Contohnya : Orang-orang di Indonesia  akan memilih membaca berita yang berbau virus corona daripada berita mengenai gempa di Turki dan Karibia. Hal ini dikarenakan adanya kedekatan emosional pada contoh diatas.

  • Magnitude atau kebesaran.

Berita akan lebih menarik perhatian orang banyak jika terdapat unsur “kebesaran” didalamnya.

Contohnya : Update Corona 1 April: 1.677 Kasus, 157 Meninggal, 103 Sembuh. Hal ini karena nilai berita akan semakin tinggi jika kasus atau masalah didalamnya adalah suatu masalah yang besar.

  • Prominence atau kemasyhuran

Sebuah peristiwa akan diberitakan jika mengandung kemasyhuran atau ketenaran.

Contohnya : Orang akan memilih membaca berita tentang meninggalnya Ibunda Joko Widodo daripada berita tentang Universitas Brawijaya yang memulangkan 48 mahasiswa kedokteran asal malaysia. Karena seperti yang kita ketahui Bapak Jokowi merupakan Presiden RI yang mana memiliki nilai ketenaran lebih tinggi ketimbang mahasiswa kedokteran Universitas Brawijaya.

  • Tema-tema menarik atau human interest

Human interest merupakan suatu peristiwa yang menarik perhatian orang lain atau membuat orang bersimpati dan empati. Beberapa tema yang dapat menarik perhatian seseorang untuk membaca antara lain : seks, kriminalitas, konflik, uang, olahraga, bencana alam, humor, ketegangan, hobi, binatang, penderitaan, perang, dan lain sebagainya.
 

DAFTAR PUSTAKA

Kriyantono, R. (2016). Public Relations Writing: Teknik Produksi Media Public Relations dan Publisitas Korporat. Jakarta: Kencana.

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200401100527-85-488989/syarat-menikmati-listrik-gratis-dari-jokowi

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200331232059-85-488917/pln-gratiskan-tagihan-listrik-24-juta-orang-miskin-3-bulan?

https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/30/164500565/cek-fakta-who–virus-corona-tak-menular-lewat-udara

 

 

Analisis berita sesuai berdasarkan elemen objektivitas

April 1st, 2020

Nama: Faris Saidan
NIM: 195120207111005
Mata Kuliah: Dasar-Dasar Public Relation D-2
Hari/Jam: Kamis, 9.40-12.20

 

Saya akan menganalisis salah satu berita berdasarkan teori-teori berita yang telah dipelajari. Saya mengambil salah satu berita dari portal berita online yaitu CNN Indonesia yang berjudul “PLN Gratiskan Tagihan Listrik 24 Juta Orang Miskin 3 Bulan”. Berita ini diterbitkan oleh CNN Indonesia pada hari Rabu, 01/04/2020 pukul 06:04 WIB. Pada berita tersebut terdapat elemen-elemen objektivitas, narasumber yang kredibel dan memiliki news values. Bukti bahwa berita tersebut mengandung elemen-elemen objektivitas adalah faktualitas yang dapat dilihat dari sumber berita tersebut dikutip dari pidato Presiden Joko Widodo. Maka tidak perlu dipertanyakan lagi kebenaran dari berita tersebut dan berita juga dinilai relevan karena tema yang diangkat sesuai dengan kondisi sekarang ini. Narasumber pada berita ini juga dapat terjamin kredibelitasnya karena narasumbernya sendiri adalah Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo dan Direktur Utama PLN Bapak Zulkifli Zaini. Judul berita juga memiliki news values karena menggunakan kata “gratis” yang akan menarik minat pembaca untuk membaca berita tersebut. Dengan judul “PLN Gratiskan Tagihan Listrik 24 Juta Orang Miskin 3 Bulan” tentu saja membuat pembaca menjadi semakin penasaran mengingat bahwa listrik adalah kebutuhan primer masyarakat Indonesia dan pemerintah memberlakukan tarif gratis terhadap 24 juta orang selama kurun waktu tiga bulan. Jika dilihat dari jenis nilai berita maka terdapat nilai human interest karena diberlakukannya tarif listrik gratis bertujuan untuk membantu masyarakat ekonomi menengah kebawah di sektor perekonomian yang sedang berjuang menghadapi pandemi virus corona. Juga terdapat nilai proksimitas karena informasi didalam berita mengandung kedekatan geografis yang mana kebijakan tarif listrik gratis terjadi di Indonesia maka otomatis menarik minat orang Indonesia untuk membaca berita tersebut. Juga terdapat nilai prominence karena pada berita tersebut melibatkan Presiden RI dan Direktur Utama PLN. Juga terdapat nilai aktual atau suatu peristiwa yang baru karena kebijakan tarif gratis listrik belum pernah terjadi sebelumnya.

Analisis Public Relations

March 26th, 2020

Faris Saidan

Ilmu Komunikasi

Dasar-dasar Public Relation D-2

Kamis, 26 Maret 2020 09.00 WIB

Soal:

Masing2 jawaban minimal 300 kata (lbh makin baik).
1. Jelaskan mengapa PR mesti lbh fokus pd publisitas daripada iklan.
2. Iklan yg bgmn yg mestinya dibuat PR? Jelaskan disertai contoh!
3. Prinsip utama PR adalah tell the truth. Jelaskan disertai contoh kaitan prinsip ini dg prinsip lainnya bahwa PR based on fact.
4. PR hrs mampu menulis berita. Jelaskan prinsip menulis berita berdasarkan prinsip objektivitas secara lengkap, disertai contoh!
5. Agar publisitas sukses, perlu win the editior’s heart melalui media relations. Jelaskan strategi2 media relations yg bs dilakukan PR!.

Jawaban

  1. Publisitas dan perikanan adalah alat yang digunakan Public Relation sebagai promosi dengan menggunakan media massa. Perbedaan publisitas dengan iklan dapat dilihat dari tujuan dan sifatnya. tujuan publisitas antara lain adalah sebagai sarana untuk memperkenalkan produk dan perusahaan melalui cara memberi dukungan terhadap fungsi marketing. Sedangkan periklanan hanya memiliki tujuan sebagai sarana memperkenalkan produk dan perusahhan tanpa mendukung fungsi marketing. Iklan juga dipandang masyarakat memiliki kredibilitas yang rendah karena iklan bersifat menjual, persuasif, serta mempengaruhi orang-orang untuk melakukan pembelian. Masyarakat juga memandang iklan sebagai antidetail karena iklan tidak dapat menjelaskan dan mendeskripsikan suatu produk secara rinci dan detail serta periklanan juga  bersifat satu arah. Publisitas memang menjadi andalan Public Relation, namun bukan berarti Public Relation hanya seputar publisitas. Publisistas cuma alat yang digunakan Public Relation untuk mendukung tujuan manajemen. Terdapat beberapa perbedaan utama antara Public Relation dengan publisitas anatara lain Public Relation adalah sebuah program yang tidak dibatasi dalam satu priode sedangkan publisitas adalah strategi jarak pendek.
  2. Dalam melakukan aktivitasnya praktisi public rela-
    tions sering kali menggunakan strategi periklanan. Alasannya adalah karena strategi ini dipakai sebagai alat untuk memelihara hubungan baik antara perusahaan dengan publiknya. Berbeda dengan periklanan yang dilakukan olch
    praktisi pemasaran yang berupaya menjual produk secara langsung untuk mencapai target penjualan. Dengan demikian terdapat dua macam iklan, yang pertama adalah “hard-selling dan
    dan yang kedua adalah “soft-selling.” Iklan “hard-selling” adalah iklan yang secara langsung menjual produk. Iklan ini biasanya memiliki ciri-ciri seperti tampilan gambar atau kemasan produk secara jelas serta dapat ditemukan kata-kata yang secara langsung mempunyai makna menjual, contohnya, “belilah …, dapatkan segera …. produk ini adalah produk baru dan ..,” dan lain sebagainya. Sedangkan iklan “soft-selling” adalah iklan yang memiliki tujuan memfokuskan pada kesan umum yang hendak dicapai atau menjual citra korporat. Pada intinya tujuan akhirnya adalah meraih keuntungan, tetapi melalui penanaman citra korporat yang positif. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa iklan seperti inilah yang sebaiknya digunakan.
  3.  Biarkan publik tahu apa yang terjadi dan sediakan gambar yang akurat dari karakter ideal dan praktek lembaga. Segala kejadian maupun peritiwa yang terjadi di dalam lembaga pemerintahan, merupakan obyek perhatian publik. Mengapa? Karena lembaga pemerintahan merupakan lembaga yang berkedudukan di ruang publik. Artinya, setiap kegiatan maupun pekerjaan yang dilakukan, dilakukan atas nama publik dan demi kepentingan publik. Oleh sebab itu, publik memiliki hak tersendiri untuk mendapatkan informasi sedalam-dalamnya terkait dengan lembagaDengan tersampaikannya informasi kepada publik, diharapkan publik menjadi tahu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan lembaga, sehingga kemudian dapat sampai pada tahap mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh lembaga tersebut..

    Adapun kegiatan yang dapat dilakukan, melalui penyampaian informasi yang akurat dan sebenar-benarnya terkait dengan suatu isu atau peristiwa atau kejadian, bahkan kegiatan operasional sehari-hari. Berikan gambaran yang tepat, dan sediakan informasi yang dibutuhkan kepada publik. Dengan demikian, publik mengetahui apa yang terjadi, dengan sebenar-benarnya tanpa ada yang ditutupi. Kebutuhan mereka akan informasi yang benar terpenuhi, dan hubungan baik antara lembaga dengan publiknya dapat dijaga.

    Informasi yang dimaksud, dapat berupa data statistik, dokumentasi atau apapun yang dapat berguna bagi publik luas. Informasi tersebut, kemudian disampaikan kepada publik, tanpa ditutupi, atau dengan kata lain, sampaikan informasi dengan sejujur mungkin. Untuk mendapatkan dukungan dari publik, karena publik dapat menangkap apabila lembaga melakukan kebohongan. Akibatnya, akan lebih fatal bila publik dapat menemukan kebenaran dari pihak lain, dan bukan dari lembaga itu sendiri. Kepercayaan publik terhadap lembaga akan luntur, mengarah pada hilangnya dukungan publik kepada lembaga. Hilangnya dukungan publik, akan menimbulkan kesulitan bagi lembaga pada saat harus melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat publik.

  4. Berita haruslah bersifat Objektif. Objektivitas berita adalah ukuran baik tidaknya sebuah berita sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik. Objektivitas berita mencakup dua hal, yang pertama adalah faktualitas, berita harus berdasarkan fakta bukan karangan atau opini wartawan. Fakta dalam berita harus dapat dikonfirmasi ulang atau dicck dengan sumber berita. Bila berita mengandung kebenaran, maka bisa disebut akurat. Akurat juga mengandung arti bahwa berita
    harus cermat dan tepat.Adapun imperialitas yaitu tidak memihak pada pihak tertentu dan berita benar-benar terangkup dengan benar dan lengkap. Ciri-ciri dari imperialitas adalah berita harus seimbang dalam pemberitaannya, jika suatu sumber lebih banyak ketimbang yang lainnya maka berita dinilai tidak seimbang.
  5. Yang pertama yaitu memperhatikan penulisan materi publisitas dan kaidah-kaidah jurnalistik. Nmaun Public Relation writing berbeda dengan berita yang ditulis pihak wartawan. Perbedaannya antara lain pemberian informasi. Berita media massa lebih bertujuan memberikan informasi kepada publik sebagai sarana monitor  sosial dan kontrol sosial. Sementara Public Relatiom writing bertujuan memberikan informasi kepada publik sebagai upaya mempersuasi agar terjadi perubahan sikap atau prilaku yang positif terhadap perusahaan.

Daftar Pustaka :

Kriyantono, Rachmat. (2016). Public Relations Writing. Jakarta: Kencana.

Lattimore, dkk. (2010). Public Relations: The Profession & The Practice. New York: Mc-Graw Hill.

Cutlip, Scott. M., Center Allen H. & Broom. Glen. M. (2011). Effective Public Relations. Jakarta: Kencana.

Hello world!

March 26th, 2020

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!