TENDENSI SENTRAL

Tendensi Sentral (Mean, Median, Modus) dan Standar Deviasi

Beberapa pengertian tentang Tendensi Sentral adalah :

• Angka yang menjadi pusat suatu distribusi

• Bilangan yang dapat dipakai sebagai wakil dari rentetan nilai

 

Tendensi Sentral terbagi atas 3 macam bagian, yaitu :

1.      MEAN

Mean merupakana teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai rata-rata dari kelompok yang dimaksud. Rata-rata didapat dengan menjumlahkan data seluruh individu dalam kelompok kemudian dibagi dengan jumlah individu yang ada pada kelompok tersebut.

Rumus:

Keterangan :

Mean         = rata-rata

∑   = Jumlah

Xi  = nilai x ke I sampai ke n

N   = jumlah individu

Contoh soal:

Suatu penelitian dilakukan di RS PKU muhammadiya tentang hasil tekanan darah 10 pasien hipertensi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut:90, 120, 160, 60, 180, 190, 90, 180, 70, 160. Berdasarkan data tersebut berapa rata-rata tekanan darah pasien hipertensi tersebut?

mean = (90+120+160+60+180+190+90+180+70+160) : 10

mean = 130 mmhg

2.      MEDIAN

Median adalah satu teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai tengah dari kelompok data yang telah disusun urutannya dari yang terkecil sampai yang terbesar, atau sebaliknya dari yang terbesar ke terkecil.

Median sering dilambangkan dengan (dibaca “x-tilde”) apabila sumber datanya berasal dari sampel (dibaca “μ-tilde”) untuk median populasi. Median tidak dipengaruhi oleh nilai-nilai aktual dari pengamatan melainkan pada posisi mereka.

Rumus:

 

3.      MODUS

Modus merupakan nilai yang sering muncul . Mode adalah data yang paling sering muncul/terjadi. Untuk menentukan modus, pertama susun data dalam urutan meningkat atau sebaliknya, kemudian hitung frekuensinya. Nilai yang frekuensinya paling besar (sering muncul) adalah modus. Modus digunakan baik untuk tipe data numerik atau pun data kategoris. Modus tidak dipengaruhi oleh nilai ekstrem.

Beberapa kemungkinan tentang modus suatu gugus data:

  • ·Apabila pada sekumpulan data terdapat dua mode, maka gugus data tersebut dikatakan bimodal.
  • ·Apabila pada sekumpulan data terdapat lebih dari dua mode, maka gugus data tersebut dikatakan multimodal.
  • Apabila pada sekumpulan data tidak terdapat mode, maka gugus data tersebut dikatakan tidak mempunyai modus.

Simpangan baku (standar deviasi)

Dalam ilmu statistik standar deviasi digunakan untuk membandingkan penyebaran atau penyimpangan data dua kelompok atau lebih. Apabila standar deviasi suatu data tersebut kecil maka hal tersebut menunjukkan data-data tersebut berkumpul disekitar rata-rata hitungnya, dan jika standar deviasinya besar hal tersebut menunjukkan penyebaran yang besar dari nilai rata-rata hitungnya.

Salah satu penerapan standar deviasi ini misalnya dalam bidang ekonomi. Standar deviasi dapat digunakan untuk menghitung perbandingan pertumbuhan ekonomi suatu negara, misalnya mengukur pertumbungan ekonomi negara-negara ASEAN. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir misalnya, standar deviasi pertumbuhan ekonomi Negara Singapura adalah 0.55, Malaysia sebesar 0.87, Indonesia sebesar 1.03, dan Thailand sebesar 1.01.

Dari hasil penghitungan tersebut dapat diketahui dan dianalisis mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang memiliki standar deviasi lebih besar dibanding 3 Negara ASEAN lainnya, hal ini mengindikasikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih fluktuatif dan ketidakmenentuan dibandingkan 3 negara laiinya.

Rumus :

referensi :

http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=tendensi+sentral&source=web&cd=3&ved=0CDYQFjAC&url=http%3A%2F%2Fnugrohosusantoborneo.files.wordpress.com%2F2011%2F10%2Ftendensi-sentral-dan-dipersi.ppt&ei=HWRgT-3BK8W4rAfN79WoBg&usg=AFQjCNGJcUPssBBgI3TSiLnLhFeMkfLxqA&cad=rja