Populasi dan Sampel

Populasi yaitu sekumpulan data atau objek yang sedang diteliti. Suatu populasi bukan merupakan suatu ukuran jumlah, akan tetapi merupakan suatu lingkup atau auatu himpunan yang menjadi suatu topik persoalan yang sedang dibicarakan.

Sampel yaitu sebagian dari populasi yang apabila diambil dengan benar maka dapat merepresentasikan dari populasi

Macam-macam sample :

a.     Sampel random

Cara pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan strata (tingkatan) dalam anggota populasi tersebut.

Salah satu cara untuk mendapatkan sampel random, yaitu dengan Cara undian :

Misalnya, kita ingin memilih sebuah sampel yang besarnya dua dari sebuah populasi yang terdiri dari lima tenaga ahli. Kita tulis nama tenaga ahli tadi masing-masing pada secarik kertas, dan kertas tersebut kita gulung. Lalu kita masukkan ke dalam kotak dan dikocok. Kemudian tarik satu gulungan kertas lain tanpa memasukkan kembali gulungan kertas pertama. Nama-nama pada kedua gulungan kertas tadi merupakan anggota dari sampel yang kita tarik secara undian.

Simple random sampling hanya dapat digunakan bila:

1. Teknik lain yang lebih efisien tidak ada atau tidak memungkinkan untuk dilakukan.

2. Keterangan-keterangan atau nama-nama dari semua unsur elementer telah diketahui lebih dahulu.

 

b.     Sampel Sistematis

Jika peneliti tidak memiliki alat untuk mengambil data secara random, cara pengambilan sampel sistematis dapat digunakan. Cara ini menuntut kepada peneliti untuk memilih unsur populasi secara sistematis, yaitu unsur populasi yang bisa dijadikan sampel adalah yang “keberapa”. Pada cara ini ditentukan bahwa tiap subyek nomor ke sekian dimasukkan dalam sampel. Bila kita ingin mengambil 1/n dari populasi, maka setiap pasien nomor n dimasukkan ke dalam sampel

Contoh;

Ingin dipilih 40 dari 400 pasien yang ada dengan cara sampling sistematik. Dengan demikian diperlukan 40/400=1/10 bagian dari populasi yang akan diikutsertakan sebagai sampel, karenanya maka setiap pasien nomor 10 akan dipilih. Mula-mula tiap subyek diberi nomor, dari 1 sampai dengan 400. Tiap pasien ke-10 diambil sebagai sampel, sehingga pada akhirnya yang diikutsertakan dalam sampel adalah pasien bernomor 10,20,30,40,s/d 400.

 

c.     Cluster Sampling

Proses penarikan sampel secara acak pada kelompok individu dalam populasi yang terjadi secara alamiah, misalnya berdasarkan wilayah (kodya, kecamatan, kelurahan, dst). Cara ini sangat efisien bila populasi tersebar luas sehingga tidak mungkin untuk membuat daftar seluruh populasi tersebut.

Contohnya; Kita ingin meneliti karakteristik bayi dengan atresia billier di rumah sakit pendidikan diseluruh Indonesia. Bila diinginkan hanya sebagian dari kasus yang terdaftar di rumah sakit tersebut, dilakukan cluster sampling yaitu dengan melakukan random sampling pada tiap rumah sakit tanpa berusaha menjumlahkan pasien yang terdaftar pada seluruh rumah sakit.

Contoh berikutnya; Dalam satu organisasi terdapat 100 departemen. Dalam setiap departemen terdapat banyak pegawai dengan karakteristik berbeda pula. Beda jenis kelaminnya, beda tingkat pendidikannya, beda tingkat pendapatnya, beda tingat manajerialnnya, dan perbedaan-perbedaan lainnya. Jika peneliti bermaksud mengetahui tingkat penerimaan para pegawai terhadap suatu strategi yang segera diterapkan perusahaan, maka peneliti dapat menggunakan cluster sampling untuk mencegah terpilihnya sampel hanya dari satu atau dua departemen saja.

 

d.     Sampel Luas

Teknik ini dipakai ketika peneliti dihadapkan pada situasi bahwa populasi penelitiannya tersebar di berbagai wilayah. Misalnya, seorang marketing manajer sebuah stasiun TV ingin mengetahui tingkat penerimaan masyarakat Jawa Barat atas sebuah mata tayangan, teknik pengambilan sampel dengan area sampling sangat tepat. Prosedurnya : Susun sampling frame yang menggambarkan peta wilayah (Jawa Barat) – Kabupaten, Kotamadya, Kecamatan, Desa. Tentukan wilayah yang akan dijadikan sampel (Kabupaten ?, Kotamadya?, Kecamatan?, Desa?). Tentukan berapa wilayah yang akan dijadikan sampel penelitiannya.. Pilih beberapa wilayah untuk dijadikan sampel dengan cara acak atau random. Kalau ternyata masih terlampau banyak responden yang harus diambil datanya, bagi lagi wilayah yang terpilih ke dalam sub wilayah.

 

e.     Sampel kuota

Teknik sampel ini adalah penentuan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (jatah) yang dikehendaki atau pengambilan sampel yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu dari peneliti atau bisa saja secara kebetulan

Misalnya; Peneliti ingin mengetahui informasi tentang penempatan karyawan yang tinggal di perumahan Pondok Hijau, dalam kategori jabatan tertentu dan pendapatannya termasuk kelas tertentu pula. Dalam pemilihan orangnya (pengambilan sampel) akan ditentukan pertimbangan oleh peneliti sendiri atau petugas yang diserahkan mandat.

Misalnya, di sebuah kantor terdapat pegawai laki-laki 60% dan perempuan 40% . Jika seorang peneliti ingin mewawancari 30 orang pegawai dari kedua jenis kelamin tadi maka dia harus mengambil sampel pegawai laki-laki sebanyak 18 orang sedangkan pegawai perempuan 12 orang. Sekali lagi, teknik pengambilan ketiga puluh sampel tadi tidak dilakukan secara acak, melainkan secara kebetulan saja.

 

 

Tabel Statistik

Tabel merupakan kumpulan angka-angka yang disusunmenurut kategori-kategori tertentu sehingga memudahkan pembuatan analisis data (Supranto, 2000). Penyajian dengan tabel bisa memberikan angka-angka yang lebih teliti baik berupa hubungan satu arah, dua arah, atau pun lebih.

Macam-macam tabel:

a.     Tabel Referensi

Tabel referensi berfungsi sebagai gudang keterangan karena memberikan keterangan-keterangan yang terperinci (umum) dan disusun khusus untuk kepentingan referensi sehingga disebut juga tabel umum(general table). Dalam laporan-laporan, tabel referensi pada umumnya diletakkan dalam halaman tambahan (appendix/lampiran).

b.      Tabel Ikhtisar

Tabel ikhtisar disebut juga tabel naskah (text table), umumnya berbentuk singkat, sederhana dan mudah dimengerti. Tabel ikhtisar seringkali diperoleh dari tabel referensi atau didasarkan pada tabel ikhtisar lainnya. Tabel ikhtisar memiliki fungsi untuk memberikan gambaran yang sistematis tentang peristiwa-peristiwa yang merupakan hasil penelitian/observasi.

c.     Tabel Umum

Tabel Umum Yang dimaksud tabel umum disini adalah suatu tabel yang berisi seluruh data atau variabel hasil penelitian.

Pentingnya tabel ini adalah:

1. Menyajikan data aslinya sehingga dapat dipakai untuk rujukan tabel khusus.

2. Menjadi sumber keterangan untuk data asli.

3. Sebagai penyusunan tabel khusus.

Oleh sebab itu, tabel umum ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1. Berisi keterangan aneka ragam tentang subjek yang sama atau berisi semua variabel yang diteliti(data yang dikumpulkan).

2. Untuk data kuantitatif  berisi angka absolute (bukan persentase).

c. Berisi keterangan yang mudah dipakai untuk rujukan.

3. Nilai yang dimasukkan adalah nilai asli dan belum dibulatkan.

 

d.     Tabel Distribusi­­

Distribusi Frekuensi atau Tabel Frekuensi adalah suatu tabel yang banyaknya kejadian atau frekuensi (cases) didistribusikan ke dalam kelompok-kelompok (kelas-kelas) yang berbeda. (Budiyuwono,1987)

Distribusi frekuensi umumnya disajikan dalam daftar yang berisi kelas interval dan jumlah objek (frekuensi) yang termasuk dalam kelas interval tersebut. Sebelumnya akan dijelaskan beberapa istilah yang dipakai untuk membuat daftar distribusi frekuensi.

Grafik

Grafik sering juga disebut sebagai diagram, bagan, mauoun chart. Pada dasarnya grafik berfungsi memberikan penjelasan kepada para pembaca grafik atau orang yang membutuhkan data. Grafik itu sendiri bisa memudahkan pembaca untuk mengetahui dan membaca data tanpa menggunakan kata – kata yang bertele-tele karena grafik menyajikan data dam bentuk angka dalam sebuah lembar kerja dalam bentuk visualisasi grafik.

Macam-macam grafik adalah:

a.     Grafik Garis

Grafik atau diagram garis adalah suatu gambar yang digambarkan berdasarkan satu waktu, biasanya waktu yang digunakan dalam bulan atau tahun. Kegunaan diagram garis adalah untuk dapat melihat gambaran tentang perubahan suatu peristiwa dalam suatu periode (jangka waktu) tertentu dibuat diagram garis.

b.      Grafik Batang

Grafik atau diagram batang adalah diagram berdasarkan data berbentuk kategori. Diagram ini banyak digunakan untuk membandingkan data maupun menunjukan hubungan suatu data dengan data keseluruhan. Diagram ini penyajian datanya dalam betuk batang, sebuah batang melukiskan  jumlah tertentu dari data.

Langkah-langkah dasar dalam pembuatan diagram batang adalah sebagai berikut,

1. Buat sumbu mendatar dan sumbu tegak yang saling tegak lurus.

2.Sumbu mendatar dibagi menjadi beberapa skala bagian yang sama, demikian pula sumbu tegaknya. Skala pada sumbu mendatar  dengan skala pada sumbu tegak tidak perlu sama.

3. Jika diagram batang dibuat tegak, maka sumbu mendatar menyatakan keterangan atau fakta mengenai kejadian (peristiwa). Sumbu tegak menyatakan frekuensi keterangan.

4. Jika diagram batang dibuat secara horisontal, maka sumbu tegak menyatakan keterangan atau fakta mengenai kejadian (peristiwa). Sumbu mendatar menyatakan frekuensi keterangan.

5. Tunjukkan 1 batang untuk mewakili suatu data tertentu.

6. Arsir batang yang memenuhi frekuensi data.

7. Beri judul diagram batang.

 

c.     Grafik lingkaran

Penyajian data dalam bentuk grafik atau diagram lingkaran didasarkan pada sebuah lingkaran yang dibagi-bagi dalam beberapa bagian sesuai dengan macam data dan perbandingan frekuensi masing-masing data yang disajikan.

Langkah-langkah dalam membuat diagram lingkaran adalah sebagai berikut,

1. Ubah nilai data absolut kedalam bentuk presentasi untuk masing-masing data.

2. Tentukan juring  sudut dari masing-masing data yang ada dengan rumus juring sudut data.

3. Buat sebuah lingkaran dengan menggunakan jangka, ukuran lingkaran jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil.

4. Masukkan data pertama dengan menggunakan busur derajat dimulai dari titik tertinggi.

5. Masukkan data-data lainnya kedalam lingkaran sesuai juring sudut  data yang telah dihitung searah jarum jam.

6. Setiap data yang ada di juring lingkaran, hendaknya diarsir atau diberi warna yang berbeda.

7. Masing-masing data yang terdapat dalam lingkaran diberi identitas ;

  • Nama data disertai presentasenya, atau
  • Nilai persentasinya saja, sedangkan nama data dicantumkan pada catatan tersendiri yang terletak di luar lingkaran disertai dengan arsir atau warna yang sesuai seperti yang  terdapat pada lingkaran.

 

d.     Poligon dan Histogram

 

Poligon Frekuensi

Apabila pada titik-titik tengah dari histogram dihubungkan dengan garis dan batang-batangnya
dihapus, maka akan diperoleh poligon frekuensi. Berdasarkan contoh di atas dapat dibuat poligon frekuensinya seperti gambar berikut ini.

Histogram

Dari suatu data yang diperoleh dapat disusun dalam tabel distribusi frekuensi dan disajikan dalam bentuk diagram yang disebut histogram. Jika pada diagram batang, gambar batang-batangnya terpisah maka pada histogram gambar batang-batangnya berimpit. Histogram dapat disajikan dari distribusi frekuensi tunggal maupun distribusi frekuensi bergolong.