KONGRES DAN KELOMPOK KEPENTINGAN DI AMERIKA SERIKAT

March 7, 2012 in International Journal, Sosial dan Politik by farayunanda

A.     KONGRES (CONGRESS)

     Demokrasi mengantarkan Amerika Serikat menerapkan konsep separate of power. Yang mana hasil dari pemikiran Montesqueiu ini, menghasilkan badan atau lembaga-lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Di dalam tulisan awal ini, kami akan fokus memberikan eksplanasi tentang kedudukan kongres sebagai organ utama legislatif di Amerika.

     Kongres adalah bagian dari badan legislative. Kongres membuat hukum untuk negara. Konstitusi AS menjelaskan bagaimana Kongres bekerja. Kongres terdiri dari dua kamar yaitu House of Representative (Dewan Perwakilan Rakyat) dan Senat. Masing-masing badan memiliki banyak anggota dan komite. DPR mempunyai 435 anggota yang mana terbagi dalam 25 komite utama.[1] Masing-masing anggota mewakili suatu daerah dari negara bagian yang disebut distrik kongresional. Jumlah distrik kongresional di tiap negara bagian tergantung pada populasi di negara bagian tersebut. Anggota DPR paling tidak harus berusia 25 tahun, dan harus sudah menjadi warga negara Amerika minimal tujuh tahun. Anggota dewan juga harus tinggal di negara bagian yang dia wakili. Anggota dewan menjabat selama dua tahun. Semua anggota dewan memulai dan mengakhiri masa jabatan mereka secara bersamaan.[2]

     Senat mempunyai 100 anggota yang disebut dengan senator. Setiap negara bagian, yang berjumlah 50, diwakili oleh 2 senator. Senator menjabat selama 6 tahun. Pemilih tidak memilih semua senator secara bersamaan. Sepertiga anggota senat dipilih setiap 2 tahun. Senator harus sudah berusia 30 tahun, telah menjadi warga negara amerika selama paling tidak 9 tahun, dan harus tinggal di negara bagian yang mereka wakili.[3] Karena volume dan kompleksitas pekerjaan yang cukup tinggi, Senat membagi tugas di antara 20 komite, 68 sub-komite, dan 4 komite bersama. Meskipun sistem komite Senat adalah secara garis besar sama dengan DPR, ia memiliki pedoman sendiri, di mana setiap komite mengadopsi aturan main sendiri. Hal ini menciptakan variasi antara panel.[4]

     Secara garis besar, kongres adalah people’s representatives (perwakilan rakyat) yang memiliki wewenang dan fungsi dalam mengatur pemerintahan suatu negara. Fungsi pertama adalah fungsi legislasi, yaitu membahas rancangan undang-undang dan ikut serta mengesahkannnya. Kedua adalah fungsi controlling, pengawasan yang dilakukan pada kebijakan dan aktivitas badan eksekutif. Fungsi ini memberikan otoritas pada kongres untuk menjatuhkan presiden (impeachment) apabila memang telah memenuhi persyaratan yang benar. Dan yang terakhir adalah fungsi budgeting, untuk penyusunan anggaran tiap tahun.

     Selain itu kongres memiliki wewenang atau kemampuan seperti yang dikatakan oleh Sandford F. Schram, bahwa Kongres memiliki otoritas untuk: menetapkan dan mengumpulkan pajak, membayar hutang negara, menjaga pertahanan negara, merealisasikan kesehjateraan umum, mengatur hutang-piutang negara, mengatur perdagangan antarnegara, menetapkan keseragaman aturan kewarganegaraan, menetapkan peraturan talangan bank, menjaga stabilitas nilai mata uang, menetapkan SOP (standar of procedures), mendirikan pengadilan rendah di bawah MA, mendukung angkatan darat dan laut bersenjata, dan mendeklarasikan perang.[5]

     Contoh kasus legislasi dewasa ini yang sedang ramai diperdebatkan di Kongres Amerika Serikat ialah Undang-Undang “Stop Online Piracy Act (SOPA) dan Protect IP Act (PIPA)”. Bertujuan untuk melindungi hakcipta (copyright) para seniman dunia yang beredar di internet, namun publik beropini tujuannya membelot pada pembatasan kebebasan dan hak memiliki. Bersikeras, Pendukung SOPA di DPR mengatakan undang-undang ini dirancang untuk menghentikan pendapatan yang mengalir ke “website nakal”. Sebuah RUU yang sama, PIPA, dibuat melalui Senat AS.[6] Namun, yang cukup menjadi dilema ialah terjadi persilangan dan perbedaan pendapat antara “Capitol Hill vs White House”.

B.     KELOMPOK KEPENTINGAN AMERIKA (INTEREST GROUPS)

     “Interest group are defined as group of individuals and/or institutions united by shared opinions or interests and organized together in an effort to influence political outcomes”.[7] Kelompok kepentingan didefinisikan sebagai sebuah kelompok individu dan/atau institusi (lembaga) yang bersatu dengan memberikan pendapat atau kepentingan dan diatur bersama-sama dalam upaya untuk mempengaruhi hasil politik (kebijakan).[8]

     Menurut Ramlan Subakti dalam buku Memahami ilmu politik (1992:109) Kelompok kepentingan (interest group) ialah sejumlah orang yang memiliki kesamaan sifat, sikap, kepercayaan dan/atau tujuan, yang sepakat mengorganisasikan diri untuk melindungi dan mencapai tujuan. Sebagai kelompok yang terorganisasi, mereka tidak hanya memiliki sistem keanggotaan yang jelas, tetapi juga memiliki pola kepemimpinan, sumber keuangan untuk membiayai kegiatan, dan pola komunikasi baik ke dalam maupun ke luar organisasi.

Bedasarkan gaya metode mengajukan kepentingan, Gabriel Almond membedakan kelompok kepentingan menjadi 4 tipe :[9]

1. Kelompok Kepentingan Anomik:

Yang mengajukan kepentingan secara spontan dan berorientiasi pada tindakan segera seperti demonstrasi, pemogokan dan huru-hara. Kelompok ini disebut anomik karena identitasnya kurang jelas.

2. Kelompok Kepentingan Non-asosiasi

Yang terbentuk apabila terdapat kepentingan yang sama untuk diperjuangkan (kegiatan yang bersifat temporer). Setelah melakukan kegiatan, kelompok ini bubar dengan sendirinya seperti kelompok suku, ras, dan kedaerahan. Kelompok ini biasanya menggunakan cara-cara pendekatan informal terhadap pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan.

3. Kelompok Kepentingan Institusional

Yakni suatu kelompok kepentingan yang muncul didalam lembaga-lembaga politik dan pemerintahan yang fungsinya bukan mengartikulasikan kepentingan,  seperti kelompok tertentu dalam angkatan bersenjata, birokrasi, dan partai politik. Karena anggota kelompok itu menduduki posisi-posisi penting maka pengaruh mereka terhadap proses penyusunan sangat besar, tetapi cenderung melayani kepentingan sendiri.

4. Kelompok Kepentingan Asosiasi

Yang secara khusus berfungsi mengartikulasikan kepentingan kelompok. Kelompok ini terorganisasi dengan baik, dan secara terus menerus menjalin hubungan dengan para anggota dan pemerintah. Termasuk dalam kategori ini, kelompok kepentingan seperti Kamar Dagang dan Industri, Serikat Pekerja, Himpunan Petani, dan Ikatan Dokter

 

Special Interest Groups

Kelompok kepentingan bertujuan untuk memperjuangkan sesuatu “kepentingan” dengan mempengaruhi lembaga-lembaga politik agar mendapatkan keputusan yang menguntungkan atau menghindari keputusan yang merugikan bagi kelompok tersebut. Kelompok kepentingan tidak berusaha untuk menempatkan wakil-wakilnya dalam dewan perwakilan rakyat, melainkan cukup mempengaruhi satu atau beberapa partai didalamnya atau instansi yang berwenang maupun menteri yang berwenang.

Pada umumnya, kelompok kepentingan sering kali bersebrangan dengan pandangan pemerintah, mereka yang lebih memosisikan diri sebagai kelompok penekan atau Pressure Group. Ada juga kelompok kelompok kepentingan lain yang memosisikan diri sebagai kelompok pendukung atau Partner Group. Di negara federasi yang memiliki 50 wilayah bagian tersebut  lebih dikenal dengan sebutan Special Interest Group (SIG).

Roda pemerintahan yang ada di Amerika dipengaruhi oleh SIG dengan mewakilkannya pada para birokrat. Karena SIG lebih memperjuangkan kepentingan kelompok, mereka terkadang merugikan masyarakat umum. Tetapi, mampu menjaga stabilitasperpolitikan di Amerika Serikat. Dalam mencapai tujuannya SIG menggunakan berbagai macam cara atau strategi:[10]

a.      Direct Lobbying : sebuah strategi dimana SIG melakukan kontak secara langsung dengan para pejabat politik dan mencoba membujuk mereka untuk mendukung tujuan dari SIG.
b.      Grassroots Lobbying : sebuah strategi dimana SIG mencoba untuk meyakinkan para pemilik suara dan publik untuk mendukung kedudukan dari SIG itu sendiri. Mereka melakukan beberapa pendekatan dengan cara pengiriman surat secara masal, iklan di televisi atau Koran, menelpon konstituen, melakukan posting di internet, e-mail dan kampanye dari rumah ke rumah.
c.       Campaign Involvement : Keikutsertaan SIG dalam kampanya politik  dapat berupa mendaftarkan pemilik suara yang bekerja dibawah kandidat tertentu, meyakinkan kandidat untuk mendukung posisi tertentu, bergabung dengan partai politik dan membentuk tujuan dan keputusan partai dari dalam, atau dengan berkonstribusi dalam kampanye.
d.      Direct Contribution or Independent Expenditures : Direct contribution adalah kontribusi yang diberikan secara langsung kepada kandidat tertentu, sedangkan independent expenditure adalah uang yang dikeluarkan atas nama kandidat tertentu namun uang tersebut tidak secara langsung diberikan pada kandidat tersebut.
e.       Bundling : Bundling berarti berkontribusi pada kandidat.  Bundling adalah proses menggabungkan sejumlah konstribusi secara bersama untuk menmbuat sebuah konstribusi yang besar.
f.       Judicial Involvement : SIG biasanya mencoba untuk membentuk keputusan-keputusan hukum dengan cara mengajukan amicus curiae briefs. Mereka adalah ‘friend of the court’, diajukan oleh suatu entitas (dalam hal ini SIG) yang bukan pihak yang berkompeten dalam kasus tersebut. ‘friend of the court’ dapat digunakan apabila SIG mempertimbangkan hasil dari suatu kasus apakah relevan dengan tujuan SIG tersebut.
g.      Protest: strategi lain dari SIG. Piket, demonstrasi dan pawai dapat digunakan untuk mempublikasikan pandangan suatu SIG dan untuk membentuk pandangan publik.

     Contoh interest group di Amerika adalah NCEC (National Committee for an Effective Congress). Pada 1948, Eleanor Roosevelt dan teman-temannya mempunyai ide mendirikan sebuah organisasi yang akan mengumpulkan sumber-sumber kontributor kecil dari seluruh negeri dan menggunakan dana tersebut dengan seefisien mungkin untuk memilih kandiidat yang progresif untuk Kongres dan Dewan AS. Mereka menyebutnya National Committee for an Effective Congress. Saat ini NCEC adalah salah satu organisasi politik yang paling berpengaruh yang telah membantu ratusan kandidat progresif untuk kongres.[11]

     NCEC membantu para kliennya untuk memaksimalkan sumberdaya mereka dan telah berpengalaman selama 25 tahun dan membantu ratusan klien untuk memenangkan kampanye pada level federal, negara, maupun lokal. Kegiatan yang dilakukan organisasi ini antara lain electoral precinct targeting, demographic precinct targeting, voter profile analysis, GOTV strategies, media market analysis, polling sample selection,dan vote goal analysis. [12]

     Menurut analisa kami, NCEC adalah interest group yang menggunakan strategi utama berupa bundling, campaign involvement, maupun direct contribution(namun tidak menutup kemungkinan penggunaan cara-cara lain). Hal ini dikarenakan NCEC adalah sebuah kelompok kepentingan yang terjun dalam area politik. NCEC secara langsung mendukung kandidat atau kliennya dalam hal kampanye, baik pada level pemilu federal, level negara, ataupun level lokal.

      Sedangkan contoh kedua kami adalah FMF (Feminist Majority Movement). Apabila dibandingkan dengan yang pertama, interest group ini menggunakan cara yang sedikit berbeda sebagai strateginya. Hal ini mungkin disebabkan karena mereka bergerak dalam area dan dengan visi yang berbeda.

      The Feminist Majority Foundation (FMF), yang berdiri pada 1987, adalah organisasi terdepan yang didedikasikan untuk kesetaraan perempuan, kesehatan reproduksi, dan non-kekerasan. Dalam semua bidang, FMF memanfaatkan penelitian dan tindakan untuk memberdayakan wanita secara ekonomi, sosial, dan politik. Organisasi yang dipimpin oleh Presiden FMF Eleanor Smeaf ini mengadakan penelitian dan program kegiatan yang fokus memajukan kesetaraan hukum, sosial, dam politik antara perempuan dan laki-laki, melawan penghambat kemajuan perempuan, dan merekrut serta melatih feminis-feminis muda untuk mendukung kempemimpinan masa depan bagi gerakan feminis di AS.[13]

      Untuk mewujudkan tujuan tersebut, FMF terlibat dalam penelitian dan pengembangan kebijakan publik, program pendidikan masyarakat, proyek pengorganisasian akar rumput, program pelatihan dan pengembangan kepemimpinan, dan berpartisipasi serta mengatur forum-forum yang membahas isu-isu kesetaraan dan pemberdayaan perempuan. Sedangkan sister ornasization FMF, yaitu Feminist Majority, melakukan lobi dan aksi politik langsung lainnya, mengusahakan kesetaraan antara perembuan dan laki-laki melalui jalan legislatif.[14]

      Demikianlah profil beberapa interest group di Amerika yang bisa menjadi gambaran nyata bagaimana interest group bergerak dengan berbagai macam tujuan, visi, dan kepentingan yang mereka miliki. Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, keberadaan, keberagaman, dan kebebasan para kelompok kepentingan ini merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Amerika Serikat.

 


[1] http://www.house.gov/committees/

[2]  David Heath, The Congress of the United States, Capstone Press, 1999. Hal. 8.

[3] Ibid, hal 9-10.

[4] http://www.senate.gov/general/common/generic/about_committees.htm

[5] Sanford F.Schram. United States of America. Hal 377.

[6] http://www.bbc.co.uk/news/technology-16590585

[7] Ellen Grigsby. Analyzing Politic : An Introduction to Political Science. 1976. Hal 195.

[8] Ramlan Subakti. Memahami Ilmu Politik.2010. Hal 140.

[9] Miriam Budiarjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, 2008 revisi pertama. Hal. 387.

[10] Ellen Grigsby. Analyzing Politic : An Introduction to Political Science, hal 198-203.

[11] Website resmi NCEC http://www.ncec.org/

[12] http://ncecservices.com/about/

[13] http://www.feminist.org/welcome/index.html

[14] Ibid.