Home > Tugas Kuliah > Tugas 1 Arsitektur Lanskap

Tugas 1 Arsitektur Lanskap

November 2nd, 2010

Tugas 1

Standar Internasional Taman Kota Modern

Pada hakekatnya keberadaan taman kota sulit diperhitungkan dengan nilai ekonomi (financial). Hal ini dikarenakan, taman kota memiliki nilai lebih yang bersifat ekologis, sosial, dan kemanusiaan (humanisme). Nilai-nilai terhadap rasa keindahan (estetika) dan rasa kepuasan batin bagi pengunjung taman sulit untuk diukur secara matematik, termasuk di dalamnya aspek psikologis yang tidak mungkin diuraikan dengan standar materi.

Namun demikian, ada beberapa standar, dimana sebuah bangunan dapat disebut sebagai taman kota. Pada umumnya standar luasan taman dalam kota bervariasi tergantung dari kondisi kota itu sendiri. Sedangkan  luasan sebuah taman kota secara fisik sangat dipengaruhi oleh topografi, luasan area kota, jumlah penduduk, kebiasaan sosial masyarakat dan kebijakan pemerintah setempat.

Di Indonesia standarisasi taman kota juga belum disusun secara terperinci. Standar yang disusun oleh Dinas Jenderal Cipta Karya hanya menyangkut standarisasi ruang terbuka dalam lingkungan perumahan. Menurut Dinas Jenderal Cipta Karya lingkungan perumahan dibagi atas 3 skala lingkungan yang terdiri atas :

  1. Lingkungan tempat bermain (20-50 keluarga atau 100-200 penduduk), luas ruangan terbuka untuk tempat bermain adalah 200 m2.
  2. Lingkungan taman kanak-kanak (160-200 keluarga atau 800-1000 penduduk), luas ruang terbuka untuk tempat bermain adalah 800 m2.
  3. Lingkungan sekolah dasar (600-1000 keluarga atau 3000-6000 penduduk), ruang terbuka untuk tempat bermain adalah 11.400 m2.

Mengacu pada pernyataan di atas, standar luas dari taman yang harus dibangun di sebuah kota adalah  7-11,5 m2 per orang. Ada juga yang berdasar pada luas dan jarak jangkauan dari tempat tinggal. Ada taman kecil yang luasnya kurang dari 2 ha yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari lingkungan rumah. Taman menengah luasnya 20 ha yang terletak 1,5 km dari perumahan dan taman besar yang luasnya minimal 60 ha dengan jarak 8 km dari perumahan.

Sebuah taman kota modern, harus mempunyai beberapa standar yang harus diterapkan. Beberapa bangunan yang harus ada pada taman kota modern (berdasarkan standar internasional di India) adalah

  • Display Centre (pusat pameran)
  • Exhibition/Conference Hall (aula konferensi)
  • Business Centre (pusat bisnis)
  • Canteen / Restaurants (tempat makan)
  • Raw Material & Finished Goods sales Outlets (outlet penjualan barang)
  • Training Institute (tempat olahraga)

Lebih jauh lagi, di Central Park, New York ada standar taman kota yang harus ada sehingga pengunjung merasa nyaman, yakni

This feature alone simultaneously hosts picnickers, kite-flyers, dog walkers, little leaguers, strolling observers, cricketers, and informal soccer matches. Even in the middle of winter you’ll find people out walking or cross-country skiing. In addition, volleyball games and drummers circles share space with family barbecues and outdoor markets (Anonymous,2010)

  • Adanya tempat piknik
  • Tempat bermain layang-layang
  • Jalan untuk anjing
  • Tempat bermain sepak bola, kriket
  • Pertandingan bola
  • Tempat bermain bola voli,
  • Drum band,dan
  • Pasar, bahkan pada musim salju, taman kota dibuat untuk tempat bermain ski.

Dari beberapa standar internasional taman kota modern, ada beberapa hal yang memang harus ada pada sebuah taman kota, yakni:

These attractions can be anything — an outdoor cafe, an exhibit, a fountain, games, a playground or an event. (Anonymous,2010)

  • Adanya kafe (tempat makan di luar taman)
  • Pusat pameran kesenian
  • Air mancur
  • Permainan bola
  • Pertandingan olahraga, dan
  • Tempat bermain anak-anak

Dalam pemenuhan standar taman kota dapat dilihat dari unsur-unsur sebagai berikut :

a. Unsur Alami (Natural) biasanya berupa vegetasi dan satwa

  • Pohon : Termasuk di dalamnya berupa tanaman kayu keras dan tumbuh tegak, berukuran besar dengan percabangan yang kokoh. Biasanya adalah pohon beringin asam kranji, lamtorogung, dan akasia.
  • Perdu : Termasuk di dalamnya adalah jenis tanaman seperti pohon tetapi berukuran kecil, batang cukup berkayu tetapi kurang tegak dan kurang kokoh. Biasanya adalah bunga bougenvillle, kol banda, dan kembang sepatu.
  • Semak : Termasuk di dalamnya adalah tanaman yang agak kecil dan rendah, tumbuhnya melebar atau merambat. Yakni berupa tanaman teh-tehan, dan lainnya.
  • Tanaman penutup tanah : Termasuk di dalamnya adalah tanaman yang lebih tinggi rumputnya, berdaun dan berbunga indah. Yakni berupa tanaman adalah krokot,dan nanas hias.
  • Rumput : Termasuk di dalamnya adalah jenis tanaman pengalas, yang merupakan tanaman yang persisi berada diatas tanah. Yakni berupa rumput jepang, dan rumput gajah.
  • Satwa : Termasuk di dalamnya adalah jenis satwa dari golongan Aves, seperti burung dara, burung hantu, dan burung emprit.

b. Unsur Buatan (Artificial), dibuat oleh manusia untuk mendukung nilai estetika dan fungsi taman.

  • Kolam : Kolam dibuat dalam rangka menunjang fungsi estetika taman. Kolam sering dipadukan dengan batuan tebing dengan permainan air yang menambah kesan dinamis.

Kolam akan tampil hidup bila ada permainan air didalamnya. Selain itu, taman dengan kolam akan mampu meningkatan kelembaban lingkungan yang berfungsi sebagai penyejuk lingkungan.

  • Batuan : Sebagian batu yang terpendam di dalam tanah akan memberi kesan alami dan terlihat menyatu dengan taman akan terlihat lebih indah bila ada penambahan koloni taman pada sela-sela batuan.
  • Gazebo: gazebo dapat berupa bangunan rumah kecil atau hanya sekedar berupa bangku kayu. Gazebo berfungsi sebagai bangunan untuk beristirahat sejenak dan menikmati panorama.

Bangunan peneduh berupa rumah kecil di taman yang berfungsi sebagai tempat beristirahat menikmati taman. Sedangkan bangku taman adalah bangku panjang yang disatukan dengan tempat duduknya dan ditempatkan digazebo atau tempat-tempat teduh untuk beristirahat sambil menikmati taman. Bahan pembuatan gazebo atau bangku taman tidak perlu berkesan mewah tetapi lebih ditekankan pada nilai keindahan, kenyamanan dalam suasana santai, akrab, dan tidak resmi. Gazebo atau bangku taman bisa terbuat dari kayu, bambu, besi atau bahan lain yang lebih kuat dan tahan terhadap kondisi taman. Atapnya dapat bermacam-macam, mulai dari genting, ijuk, alang-alang dan bahan lain yang berkesan tahan sederhana.

  • Jalan Setapak (Stepping Stone) : Jalan setapak atau steppig stone dibuat agar dalam pemeliharaan taman tidak merusak rumput dan tanaman, selain itu jalan setapak berfungsi sebagai unsur variasi elemen penunjang taman.
  • Perkerasan : Perkerasan pada taman dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam bahan, seperti tegel, paving, aspal, batu bata, dan bahan lainnya. Tujuan perkerasan adalah untuk para pejalan kaki (pedestrian) atau sebagai pembatas.
  • Lampu Taman : Lampu taman merupakan elemen utama sebuah taman dan dipergunakan untuk menunjang suasana di malam hari. Lampu berfungsi sebagai penerang taman dan sebagai nilai eksentrik pada taman.

Selain itu, untuk menunjang taman kota agar dapat memenuhi fungsinya dengan baik, maka perlu ditambah fasilitas publik yang mendukung. Fasilitas tersebut adalah

  • Monumen selamat datang sebagai identitas taman.
  • Pusat informasi untuk wisatawan
  • Adanya pendopo untuk kesenian di belakang bangunan alun-alun
  • Adanya tempat ibadah dekat bangunan alun-alun
  • Adanya tempat sampah di beberapa sudut agar pengunjung membuang sampah di kotak sampah.
  • Telepon umum
  • Jembatan penyebrangan

Terdapat beberapa elemen yang harus ada selain komponen alami dan buatan. Elemen tersebut lebih menekankan pada sesuatu yang bernilai seni dan harmonis. Elemen tersebut disusun sedemikian rupa sehingga tampak tampak dinamis dan bernilai seni. Elemen tersebut adalah

  • Kesatuan dan keteraturan : adanya kesatuan dalam ide maupun dalam ekspresi fisik. Dimana semua unsur harus mempunyai hubungan satu dengan lain secara harmonis.
  • Skala : terdapat beberapa macam skala taman kota yakni skala ruang intim, skala ruang menumental, dan skala ruang kota.
  • Daya tarik : taman memiliki kesan mengundang secara permanen ke seluruh arah.

Sebuah taman kota modern, harus mempunyai beberapa standar yang harus diterapkan dan memiliki beberapa fungsi. Fungsi tersebut yakni memenuhi fungsi hidrologis, ekologi, kesehatan, estetika dan rekreasi.

1. Fungsi Hidrologi

Taman perkotaan yang merupakan lahan terbuka hijau, yang berperan dalam membantu fungsi hidrologi dalam hal penyerapan air dan mereduksi potensi banjir. Pohon-pohon melalui perakarannya yang dalam, mampu meresapkan air ke dalam tanah sehingga pasokan air dalam tanah (water saving) semakin meningkat. Dan jumlah aliran limpasan air (run off) juga berkurang sehingga mengurangi terjadinya banjir.

Diperkirakan untuk setiap hektar ruang terbuka hijau, mampu menyimpan 900 m3 air tanah per tahun. Sehingga kekeringan sumur penduduk di musim kemarau dapat diatasi.

2. Fungsi Kesehatan

Taman yang penuh dengan pohon sebagai paru-paru kota merupakan produsen oksigen (O2) yang belum tergantikan fungsinya. Peran pepohonan yang tidak dapat digantikan yang lain adalah berkaitan dengan penyediaan oksigen bagi kehidupan manusia. Setiap satu hektar ruang terbuka hijau diperkirakan mampu menghasilkan 0,6 ton oksigen guna dikonsumsi 1.500 penduduk perhari, membuat dapat bernafas dengan lega.

3. Fungsi Ekologis

Taman kota sebagai penjaga kualitas lingkungan kota. Bahkan rindangnya taman dengan banyak buah dan biji-bijian merupakan habitat yang baik bagi burung-burung untuk tinggal, sehingga dapat mengundang burung-burung untuk berkembang. Kicauan burung dipagi dan sore akan terdengar lagi.

Terkait dengan fungsi ekologis taman kota dapat berfungsi sebagai filter berbagai gas pencemar dan debu, pengikat karbon, pengatur iklim mikro. Pepohonan yang  rimbun, dan rindang, yang terus-menerus menyerap dan mengolah gas karbondioksida (CO2), sulfur oksida (SO2), ozon (O3), nitrogendioksida (NO2), karbon monoksida (CO), dan timbal (Pb) yang merupakan 80 persen pencemar udara kota, menjadi oksigen segar yang siap dihirup warga setiap saat. Kita sadari pentingnya tanaman dan hutan sebagai  paru-paru kota yang diharapkan dapat membantu menyaring dan menjerap polutan di udara, sehingga program penghijauan harus mulai digalakkan kembali.

Tanaman mampu menyerap CO2 hasil pernapasan, yang nantinya dari hasil metabolisme oleh tanaman akan mengelurakan O2 yang kita gunakan untuk bernafas.  Setiap jam, satu hektar daun-daun hijau dapat menyerap delapan kilogram CO2 yang setara dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekitar 200 orang dalam waktu yang sama.

Dengan tereduksinya polutan di udara maka masyarakat kota akan terhindar dari resiko yang berupa kemandulan, infeksi saluran pernapasan atas, stres, mual, muntah, pusing, kematian janin, keterbelakangan mental anak- anak, dan kanker kulit. Kota sehat, warga pun sehat.

4. Taman dapat juga sebagai tempat berolah raga dan rekreasi yang mempunyai nilai sosial, ekonomi, dan edukatif

Tersedianya lahan yang teduh sejuk dan nyaman, mendorong warga kota dapat memanfaatkan sebagai sarana  berjalan kaki setiap pagi, olah raga dan bermain, dalam lingkungan kota yang benar-benar asri, sejuk, dan segar sehingga dapat menghilangkan rasa capek. Taman kota yang rindang mampu mengurangi suhu lima sampai delapan derajat Celsius, sehingga terasa sejuk.

5. Fungsi estetika

Dengan terpeliharanya dan tertatanya taman kota dengan baik akan meningkatkan kebersihan dan keindahan lingkungan, sehingga akan memiliki nilai estetika. Taman kota yang indah, dapat juga digunakan warga setempat untuk memperoleh sarana rekreasi dan tempat anak-anak bermain dan belajar. Bahkan taman kota indah dapat mempunyai daya tarik dan nilai jual bagi pengunjung. Jika lingkungan kotanya sehat dengan taman kotanya tertata indah akan menambah daya tarik bagi wisatawan.

Setelah taman kota dapat memenuhi fungsi-fungsi di atas, maka sebuah taman kota dapat berperan sebagai :

a) Sarana Kesehatan (Higienis)

Taman kota sangat berguna sekali karena unsur utama taman adalah tanaman, yang dalam proses fotosintesis akan mengeluarkan O2, O2 dipergunakan oleh makhuk hidup dengan bantuan sinar matahari. Dengan bantuan sinar matahari ini, taman akan menyerap CO2 yang dihasilkan manusia dalam pernafasan, dan tanaman menghasilkan O2 dari proses fotosintesis yang kemudian dihirup oleh manusia melalui pernafasan.

b) Pengaturan Iklim (Klimatologis)

Taman dapat melindungi manusia dari panas matahari dan tekanan suhu panas serta peneduh. Taman mampu menyerap panas dari atmosfer yang dekat dengan permukaan tanah disekitar tanaman, sehingga daerah disekitarnya menjadi  nyaman. Penghijauan memperkecil amplitudo variasi yang lebih besar dari kondisi udara panas ke kondisi udara sejuk.

c) Perlindungan (Protektif)

Taman dapat melindungi manusia dari angin kencang, panas sinar matahari, serta mempunyai sifat melindungi dari asap-asap kendaraan dan gas-gas  dari buangan industri dan gas beracun mengambang di udara, melalui proses kimiawi zat hijau daun dapat mengubah CO2 menjadi O2 juga gas-gas lainnya seperti zat lemas (N) dan (S). Dengan begitu penghijauan mampu menyerap polusi udara di kota.

d) Pengaturan Persediaan Air Tanah (Hidrologis)

Taman pada pertamanan kota bermanfaat untuk menyimpan air hujan yang jatuh ke tanah melalui pori-pori tanah, sehingga pada musim kemarau dapat berfungsi atau bermanfaat. Sedangkan pada musim penghujan kemampuan tanah dapat menyimpan air tanah mengurangi adanya bahaya banjir. Air dalam proses fotosintesis sangat penting, air mengangkut bahan makanan keseluruh organ tanaman, air dalam daun akan menjaga tegangan sel daun bertahan tegar

e) Pencegah Erosi (Orlogis)

Semakin besar curah hujan yang terjadi pada suatu daerah dataran, semakin besar pula banjir yang diterima didaerah tersebut.  Namun oleh adanya taman atau ruang terbuka hijau, sebagi resapan air guna menjaga keseimbangan tata air dalam tanah, mengurangi aliran air permukaan, menangkap dan menyimpan air, menjaga keseimbangan tanah agar kesuburan tanah tetap terjamin. Penghijauan atau penyebaran taman yang merata akan dapat mennggulangi banjir.

f) Penyeimbang Alam

Tanaman dapat memberikan lingkungan hidup bagi makhluk. Akar tanaman menerobos tanah, menggemburkan tanah, dan memberikan lingkungan hidup bagi mikroorganisme. Ini menyuburkan tanah dan tanaman. Tanaman juga memberikan kehidupan lain diatas tanah, sebagai  tempat hidup satwa. Pohon peneduh di taman kota, di tepi jalan sebagai  tempat hidup satwa burung atau unggas dan serangga berkembang mambantu keseimbangan alam.

g) Keindahan (Estetika)

Taman-taman diperkotaan dengan warna yang alami serta tekstur yang bermacam- macam dan perencanaan yang teratur akan menampakkan keindahan. Kelebihan ini menjadikan tanaman sebagai salah satu elemen yang dapat menunjang keindahan lingkungan.

h) Kejiwaan (Psikis)

Taman kota dapat membawa dan memberikan suasana sejuk dan tentram, serta damai bagi jiwa manusia. Hal ini dapat mengurangi gangguan syaraf dan  kejiwaan manusia, sehingga dengan adanya taman tersebut dapat mengalihkan perhatian kita dari suasana tegang serta pengaruh kejiwaan kita menjadi tenang, karena adanya sirkulasi udara dalam kota.

i) Pendidikan (Edukatif)

Taman dapat menjadi media untuk pendidikan pengetahuan alam, sarana  penelitian, pendidikan, dan membentuk kesadaran lingkungan

j) Sosial-Ekonomi

Taman kota mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia, karena merupakan tempat rekreasi warga. Disamping itu taman kota dapat dikembangkan dengan tanaman- tanaman produktif, sehingga dapat membantu menambah pendapatan dan peningkatan taraf hidup rakyat.

BAHAN BACAAN

Anonyomus, 2010  http://www.localwisdom.ucoz.com/_ld/0/23_4th-3-jolw-Juni.pdf diakses tanggal 26 Oktober 2010

Anonyomus, 2010 http://www.localwisdom.ucoz.com/_ld/0/22_4th-4-jolw-erna.pdf diakses tanggal 26 Oktober 2010

Anonyomus, 2010 http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alun-alun_bundar_Malang&action=history diakses tanggal 26 Oktober 2010

Anonyomus, 2010  http://www.pps.org/parks/services/ diakses tanggal 1 Nopember 2010

Anonyomus, 2010 http://www.ci.kent.wa.us/WorkArea/linkit.aspx?LinkIdentifier=ID&ItemID=15961

diakses tanggal 26 Oktober 2010

Anonyomus, 2010  http://www.wbidc.com/about_wb/shilpangan.htm diakses tanggal 26 Oktober 2010

Anonyomus, 2010  http://www.pps.org/parks/ diakses tanggal 1 Nopember 2010

Anonyomus, 2010 http://www.arsitekturindis.com/?p=73. Alun-alun kota Kota Malang diakses tanggal 26 Oktober 2010

Anonyomus, 2010 (http://klipingcliping.wordpress.com/) diakses tanggal 26 Oktober 2010

Krier,Rob.1983. Element of Architecture. London. AD Publication

Hakim, Rustam dan Utomo, Hardi. 2008. Komponen Perancangan Arsitektur Lanskap. Jakarta: Bumi Aksara

Simonds, John Ormsbee. 1997. Landscape Architecture. New York: Mc Graw Hill

Tugas Kuliah