Tugas 1 Arsitektur Lanskap

November 2nd, 2010
Comments Off on Tugas 1 Arsitektur Lanskap

Tugas 1

Standar Internasional Taman Kota Modern

Pada hakekatnya keberadaan taman kota sulit diperhitungkan dengan nilai ekonomi (financial). Hal ini dikarenakan, taman kota memiliki nilai lebih yang bersifat ekologis, sosial, dan kemanusiaan (humanisme). Nilai-nilai terhadap rasa keindahan (estetika) dan rasa kepuasan batin bagi pengunjung taman sulit untuk diukur secara matematik, termasuk di dalamnya aspek psikologis yang tidak mungkin diuraikan dengan standar materi.

Namun demikian, ada beberapa standar, dimana sebuah bangunan dapat disebut sebagai taman kota. Pada umumnya standar luasan taman dalam kota bervariasi tergantung dari kondisi kota itu sendiri. Sedangkan  luasan sebuah taman kota secara fisik sangat dipengaruhi oleh topografi, luasan area kota, jumlah penduduk, kebiasaan sosial masyarakat dan kebijakan pemerintah setempat.

Di Indonesia standarisasi taman kota juga belum disusun secara terperinci. Standar yang disusun oleh Dinas Jenderal Cipta Karya hanya menyangkut standarisasi ruang terbuka dalam lingkungan perumahan. Menurut Dinas Jenderal Cipta Karya lingkungan perumahan dibagi atas 3 skala lingkungan yang terdiri atas :

  1. Lingkungan tempat bermain (20-50 keluarga atau 100-200 penduduk), luas ruangan terbuka untuk tempat bermain adalah 200 m2.
  2. Lingkungan taman kanak-kanak (160-200 keluarga atau 800-1000 penduduk), luas ruang terbuka untuk tempat bermain adalah 800 m2.
  3. Lingkungan sekolah dasar (600-1000 keluarga atau 3000-6000 penduduk), ruang terbuka untuk tempat bermain adalah 11.400 m2.

Mengacu pada pernyataan di atas, standar luas dari taman yang harus dibangun di sebuah kota adalah  7-11,5 m2 per orang. Ada juga yang berdasar pada luas dan jarak jangkauan dari tempat tinggal. Ada taman kecil yang luasnya kurang dari 2 ha yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari lingkungan rumah. Taman menengah luasnya 20 ha yang terletak 1,5 km dari perumahan dan taman besar yang luasnya minimal 60 ha dengan jarak 8 km dari perumahan.

Sebuah taman kota modern, harus mempunyai beberapa standar yang harus diterapkan. Beberapa bangunan yang harus ada pada taman kota modern (berdasarkan standar internasional di India) adalah

  • Display Centre (pusat pameran)
  • Exhibition/Conference Hall (aula konferensi)
  • Business Centre (pusat bisnis)
  • Canteen / Restaurants (tempat makan)
  • Raw Material & Finished Goods sales Outlets (outlet penjualan barang)
  • Training Institute (tempat olahraga)

Lebih jauh lagi, di Central Park, New York ada standar taman kota yang harus ada sehingga pengunjung merasa nyaman, yakni

This feature alone simultaneously hosts picnickers, kite-flyers, dog walkers, little leaguers, strolling observers, cricketers, and informal soccer matches. Even in the middle of winter you’ll find people out walking or cross-country skiing. In addition, volleyball games and drummers circles share space with family barbecues and outdoor markets (Anonymous,2010)

  • Adanya tempat piknik
  • Tempat bermain layang-layang
  • Jalan untuk anjing
  • Tempat bermain sepak bola, kriket
  • Pertandingan bola
  • Tempat bermain bola voli,
  • Drum band,dan
  • Pasar, bahkan pada musim salju, taman kota dibuat untuk tempat bermain ski.

Dari beberapa standar internasional taman kota modern, ada beberapa hal yang memang harus ada pada sebuah taman kota, yakni:

These attractions can be anything — an outdoor cafe, an exhibit, a fountain, games, a playground or an event. (Anonymous,2010)

  • Adanya kafe (tempat makan di luar taman)
  • Pusat pameran kesenian
  • Air mancur
  • Permainan bola
  • Pertandingan olahraga, dan
  • Tempat bermain anak-anak

Dalam pemenuhan standar taman kota dapat dilihat dari unsur-unsur sebagai berikut :

a. Unsur Alami (Natural) biasanya berupa vegetasi dan satwa

  • Pohon : Termasuk di dalamnya berupa tanaman kayu keras dan tumbuh tegak, berukuran besar dengan percabangan yang kokoh. Biasanya adalah pohon beringin asam kranji, lamtorogung, dan akasia.
  • Perdu : Termasuk di dalamnya adalah jenis tanaman seperti pohon tetapi berukuran kecil, batang cukup berkayu tetapi kurang tegak dan kurang kokoh. Biasanya adalah bunga bougenvillle, kol banda, dan kembang sepatu.
  • Semak : Termasuk di dalamnya adalah tanaman yang agak kecil dan rendah, tumbuhnya melebar atau merambat. Yakni berupa tanaman teh-tehan, dan lainnya.
  • Tanaman penutup tanah : Termasuk di dalamnya adalah tanaman yang lebih tinggi rumputnya, berdaun dan berbunga indah. Yakni berupa tanaman adalah krokot,dan nanas hias.
  • Rumput : Termasuk di dalamnya adalah jenis tanaman pengalas, yang merupakan tanaman yang persisi berada diatas tanah. Yakni berupa rumput jepang, dan rumput gajah.
  • Satwa : Termasuk di dalamnya adalah jenis satwa dari golongan Aves, seperti burung dara, burung hantu, dan burung emprit.

b. Unsur Buatan (Artificial), dibuat oleh manusia untuk mendukung nilai estetika dan fungsi taman.

  • Kolam : Kolam dibuat dalam rangka menunjang fungsi estetika taman. Kolam sering dipadukan dengan batuan tebing dengan permainan air yang menambah kesan dinamis.

Kolam akan tampil hidup bila ada permainan air didalamnya. Selain itu, taman dengan kolam akan mampu meningkatan kelembaban lingkungan yang berfungsi sebagai penyejuk lingkungan.

  • Batuan : Sebagian batu yang terpendam di dalam tanah akan memberi kesan alami dan terlihat menyatu dengan taman akan terlihat lebih indah bila ada penambahan koloni taman pada sela-sela batuan.
  • Gazebo: gazebo dapat berupa bangunan rumah kecil atau hanya sekedar berupa bangku kayu. Gazebo berfungsi sebagai bangunan untuk beristirahat sejenak dan menikmati panorama.

Bangunan peneduh berupa rumah kecil di taman yang berfungsi sebagai tempat beristirahat menikmati taman. Sedangkan bangku taman adalah bangku panjang yang disatukan dengan tempat duduknya dan ditempatkan digazebo atau tempat-tempat teduh untuk beristirahat sambil menikmati taman. Bahan pembuatan gazebo atau bangku taman tidak perlu berkesan mewah tetapi lebih ditekankan pada nilai keindahan, kenyamanan dalam suasana santai, akrab, dan tidak resmi. Gazebo atau bangku taman bisa terbuat dari kayu, bambu, besi atau bahan lain yang lebih kuat dan tahan terhadap kondisi taman. Atapnya dapat bermacam-macam, mulai dari genting, ijuk, alang-alang dan bahan lain yang berkesan tahan sederhana.

  • Jalan Setapak (Stepping Stone) : Jalan setapak atau steppig stone dibuat agar dalam pemeliharaan taman tidak merusak rumput dan tanaman, selain itu jalan setapak berfungsi sebagai unsur variasi elemen penunjang taman.
  • Perkerasan : Perkerasan pada taman dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam bahan, seperti tegel, paving, aspal, batu bata, dan bahan lainnya. Tujuan perkerasan adalah untuk para pejalan kaki (pedestrian) atau sebagai pembatas.
  • Lampu Taman : Lampu taman merupakan elemen utama sebuah taman dan dipergunakan untuk menunjang suasana di malam hari. Lampu berfungsi sebagai penerang taman dan sebagai nilai eksentrik pada taman.

Selain itu, untuk menunjang taman kota agar dapat memenuhi fungsinya dengan baik, maka perlu ditambah fasilitas publik yang mendukung. Fasilitas tersebut adalah

  • Monumen selamat datang sebagai identitas taman.
  • Pusat informasi untuk wisatawan
  • Adanya pendopo untuk kesenian di belakang bangunan alun-alun
  • Adanya tempat ibadah dekat bangunan alun-alun
  • Adanya tempat sampah di beberapa sudut agar pengunjung membuang sampah di kotak sampah.
  • Telepon umum
  • Jembatan penyebrangan

Terdapat beberapa elemen yang harus ada selain komponen alami dan buatan. Elemen tersebut lebih menekankan pada sesuatu yang bernilai seni dan harmonis. Elemen tersebut disusun sedemikian rupa sehingga tampak tampak dinamis dan bernilai seni. Elemen tersebut adalah

  • Kesatuan dan keteraturan : adanya kesatuan dalam ide maupun dalam ekspresi fisik. Dimana semua unsur harus mempunyai hubungan satu dengan lain secara harmonis.
  • Skala : terdapat beberapa macam skala taman kota yakni skala ruang intim, skala ruang menumental, dan skala ruang kota.
  • Daya tarik : taman memiliki kesan mengundang secara permanen ke seluruh arah.

Sebuah taman kota modern, harus mempunyai beberapa standar yang harus diterapkan dan memiliki beberapa fungsi. Fungsi tersebut yakni memenuhi fungsi hidrologis, ekologi, kesehatan, estetika dan rekreasi.

1. Fungsi Hidrologi

Taman perkotaan yang merupakan lahan terbuka hijau, yang berperan dalam membantu fungsi hidrologi dalam hal penyerapan air dan mereduksi potensi banjir. Pohon-pohon melalui perakarannya yang dalam, mampu meresapkan air ke dalam tanah sehingga pasokan air dalam tanah (water saving) semakin meningkat. Dan jumlah aliran limpasan air (run off) juga berkurang sehingga mengurangi terjadinya banjir.

Diperkirakan untuk setiap hektar ruang terbuka hijau, mampu menyimpan 900 m3 air tanah per tahun. Sehingga kekeringan sumur penduduk di musim kemarau dapat diatasi.

2. Fungsi Kesehatan

Taman yang penuh dengan pohon sebagai paru-paru kota merupakan produsen oksigen (O2) yang belum tergantikan fungsinya. Peran pepohonan yang tidak dapat digantikan yang lain adalah berkaitan dengan penyediaan oksigen bagi kehidupan manusia. Setiap satu hektar ruang terbuka hijau diperkirakan mampu menghasilkan 0,6 ton oksigen guna dikonsumsi 1.500 penduduk perhari, membuat dapat bernafas dengan lega.

3. Fungsi Ekologis

Taman kota sebagai penjaga kualitas lingkungan kota. Bahkan rindangnya taman dengan banyak buah dan biji-bijian merupakan habitat yang baik bagi burung-burung untuk tinggal, sehingga dapat mengundang burung-burung untuk berkembang. Kicauan burung dipagi dan sore akan terdengar lagi.

Terkait dengan fungsi ekologis taman kota dapat berfungsi sebagai filter berbagai gas pencemar dan debu, pengikat karbon, pengatur iklim mikro. Pepohonan yang  rimbun, dan rindang, yang terus-menerus menyerap dan mengolah gas karbondioksida (CO2), sulfur oksida (SO2), ozon (O3), nitrogendioksida (NO2), karbon monoksida (CO), dan timbal (Pb) yang merupakan 80 persen pencemar udara kota, menjadi oksigen segar yang siap dihirup warga setiap saat. Kita sadari pentingnya tanaman dan hutan sebagai  paru-paru kota yang diharapkan dapat membantu menyaring dan menjerap polutan di udara, sehingga program penghijauan harus mulai digalakkan kembali.

Tanaman mampu menyerap CO2 hasil pernapasan, yang nantinya dari hasil metabolisme oleh tanaman akan mengelurakan O2 yang kita gunakan untuk bernafas.  Setiap jam, satu hektar daun-daun hijau dapat menyerap delapan kilogram CO2 yang setara dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekitar 200 orang dalam waktu yang sama.

Dengan tereduksinya polutan di udara maka masyarakat kota akan terhindar dari resiko yang berupa kemandulan, infeksi saluran pernapasan atas, stres, mual, muntah, pusing, kematian janin, keterbelakangan mental anak- anak, dan kanker kulit. Kota sehat, warga pun sehat.

4. Taman dapat juga sebagai tempat berolah raga dan rekreasi yang mempunyai nilai sosial, ekonomi, dan edukatif

Tersedianya lahan yang teduh sejuk dan nyaman, mendorong warga kota dapat memanfaatkan sebagai sarana  berjalan kaki setiap pagi, olah raga dan bermain, dalam lingkungan kota yang benar-benar asri, sejuk, dan segar sehingga dapat menghilangkan rasa capek. Taman kota yang rindang mampu mengurangi suhu lima sampai delapan derajat Celsius, sehingga terasa sejuk.

5. Fungsi estetika

Dengan terpeliharanya dan tertatanya taman kota dengan baik akan meningkatkan kebersihan dan keindahan lingkungan, sehingga akan memiliki nilai estetika. Taman kota yang indah, dapat juga digunakan warga setempat untuk memperoleh sarana rekreasi dan tempat anak-anak bermain dan belajar. Bahkan taman kota indah dapat mempunyai daya tarik dan nilai jual bagi pengunjung. Jika lingkungan kotanya sehat dengan taman kotanya tertata indah akan menambah daya tarik bagi wisatawan.

Setelah taman kota dapat memenuhi fungsi-fungsi di atas, maka sebuah taman kota dapat berperan sebagai :

a) Sarana Kesehatan (Higienis)

Taman kota sangat berguna sekali karena unsur utama taman adalah tanaman, yang dalam proses fotosintesis akan mengeluarkan O2, O2 dipergunakan oleh makhuk hidup dengan bantuan sinar matahari. Dengan bantuan sinar matahari ini, taman akan menyerap CO2 yang dihasilkan manusia dalam pernafasan, dan tanaman menghasilkan O2 dari proses fotosintesis yang kemudian dihirup oleh manusia melalui pernafasan.

b) Pengaturan Iklim (Klimatologis)

Taman dapat melindungi manusia dari panas matahari dan tekanan suhu panas serta peneduh. Taman mampu menyerap panas dari atmosfer yang dekat dengan permukaan tanah disekitar tanaman, sehingga daerah disekitarnya menjadi  nyaman. Penghijauan memperkecil amplitudo variasi yang lebih besar dari kondisi udara panas ke kondisi udara sejuk.

c) Perlindungan (Protektif)

Taman dapat melindungi manusia dari angin kencang, panas sinar matahari, serta mempunyai sifat melindungi dari asap-asap kendaraan dan gas-gas  dari buangan industri dan gas beracun mengambang di udara, melalui proses kimiawi zat hijau daun dapat mengubah CO2 menjadi O2 juga gas-gas lainnya seperti zat lemas (N) dan (S). Dengan begitu penghijauan mampu menyerap polusi udara di kota.

d) Pengaturan Persediaan Air Tanah (Hidrologis)

Taman pada pertamanan kota bermanfaat untuk menyimpan air hujan yang jatuh ke tanah melalui pori-pori tanah, sehingga pada musim kemarau dapat berfungsi atau bermanfaat. Sedangkan pada musim penghujan kemampuan tanah dapat menyimpan air tanah mengurangi adanya bahaya banjir. Air dalam proses fotosintesis sangat penting, air mengangkut bahan makanan keseluruh organ tanaman, air dalam daun akan menjaga tegangan sel daun bertahan tegar

e) Pencegah Erosi (Orlogis)

Semakin besar curah hujan yang terjadi pada suatu daerah dataran, semakin besar pula banjir yang diterima didaerah tersebut.  Namun oleh adanya taman atau ruang terbuka hijau, sebagi resapan air guna menjaga keseimbangan tata air dalam tanah, mengurangi aliran air permukaan, menangkap dan menyimpan air, menjaga keseimbangan tanah agar kesuburan tanah tetap terjamin. Penghijauan atau penyebaran taman yang merata akan dapat mennggulangi banjir.

f) Penyeimbang Alam

Tanaman dapat memberikan lingkungan hidup bagi makhluk. Akar tanaman menerobos tanah, menggemburkan tanah, dan memberikan lingkungan hidup bagi mikroorganisme. Ini menyuburkan tanah dan tanaman. Tanaman juga memberikan kehidupan lain diatas tanah, sebagai  tempat hidup satwa. Pohon peneduh di taman kota, di tepi jalan sebagai  tempat hidup satwa burung atau unggas dan serangga berkembang mambantu keseimbangan alam.

g) Keindahan (Estetika)

Taman-taman diperkotaan dengan warna yang alami serta tekstur yang bermacam- macam dan perencanaan yang teratur akan menampakkan keindahan. Kelebihan ini menjadikan tanaman sebagai salah satu elemen yang dapat menunjang keindahan lingkungan.

h) Kejiwaan (Psikis)

Taman kota dapat membawa dan memberikan suasana sejuk dan tentram, serta damai bagi jiwa manusia. Hal ini dapat mengurangi gangguan syaraf dan  kejiwaan manusia, sehingga dengan adanya taman tersebut dapat mengalihkan perhatian kita dari suasana tegang serta pengaruh kejiwaan kita menjadi tenang, karena adanya sirkulasi udara dalam kota.

i) Pendidikan (Edukatif)

Taman dapat menjadi media untuk pendidikan pengetahuan alam, sarana  penelitian, pendidikan, dan membentuk kesadaran lingkungan

j) Sosial-Ekonomi

Taman kota mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia, karena merupakan tempat rekreasi warga. Disamping itu taman kota dapat dikembangkan dengan tanaman- tanaman produktif, sehingga dapat membantu menambah pendapatan dan peningkatan taraf hidup rakyat.

BAHAN BACAAN

Anonyomus, 2010  http://www.localwisdom.ucoz.com/_ld/0/23_4th-3-jolw-Juni.pdf diakses tanggal 26 Oktober 2010

Anonyomus, 2010 http://www.localwisdom.ucoz.com/_ld/0/22_4th-4-jolw-erna.pdf diakses tanggal 26 Oktober 2010

Anonyomus, 2010 http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alun-alun_bundar_Malang&action=history diakses tanggal 26 Oktober 2010

Anonyomus, 2010  http://www.pps.org/parks/services/ diakses tanggal 1 Nopember 2010

Anonyomus, 2010 http://www.ci.kent.wa.us/WorkArea/linkit.aspx?LinkIdentifier=ID&ItemID=15961

diakses tanggal 26 Oktober 2010

Anonyomus, 2010  http://www.wbidc.com/about_wb/shilpangan.htm diakses tanggal 26 Oktober 2010

Anonyomus, 2010  http://www.pps.org/parks/ diakses tanggal 1 Nopember 2010

Anonyomus, 2010 http://www.arsitekturindis.com/?p=73. Alun-alun kota Kota Malang diakses tanggal 26 Oktober 2010

Anonyomus, 2010 (http://klipingcliping.wordpress.com/) diakses tanggal 26 Oktober 2010

Krier,Rob.1983. Element of Architecture. London. AD Publication

Hakim, Rustam dan Utomo, Hardi. 2008. Komponen Perancangan Arsitektur Lanskap. Jakarta: Bumi Aksara

Simonds, John Ormsbee. 1997. Landscape Architecture. New York: Mc Graw Hill

Tugas Kuliah

Lanjutan tugas 2 Arsitektur Lanskap

November 1st, 2010
Comments Off on Lanjutan tugas 2 Arsitektur Lanskap

d . Malam hari

Sebagian besar aktivitas pengunjung alun-alun kota Kota Malang dimalam hari adalah bersantai, jalan-jalan, bahkan sebagai tempat bercengkramanya dua sejoli

Lingkungan sekitar Alun-alun

Alun-alun kota Kota Malang dikelilingi jalan raya dan juga oleh beberapa tempat ibadah yaitu masjid dan gereja, hotel dan beberapa kantor. Kantor-kantor pemerintahan yang mengelilingi alun-alun yaitu Kantor Kabupaten Kota Malang, Kantor Bank Indonesia, dan Kantor Pos. Selain itu alun-alun kota Kota Malang juga dikelilingi oleh pusat perbelanjaan yaitu Sarinah, Ramayana, Mitra, Kota Malang Plaza Dan Gajamada Plaza.

Sebelah utara            : tempat ibadah (masjid Jami’ dan Gereja Katolik)

Sebelah selatan         : pusat perbelanjaan

Sebelah timur            : kantor Pemda

Sebelah barat            : kantor pos

Lingkungan sekitar kota alun-alun kota Kota Malang adalah lingkungan yang padat aktivitas. Hal ini adalah salah satu alasan mengapa alun-alun menjadi suatu alternatif untuk menghilangkan rasa penat dan stes oleh warga kota Kota Malang.

Perbandingan Standar Taman Kota Dengan Alun-Alun Kota Kota Malang

  • Luas taman

Menurut Perencanaan Kawasan Perumahan Kota, bahwa setiap 2.500 peduduk diperlukan sekurang-kurangnya 1 daerah  terbuka, disamping daerah-daerah terbuka yang telah ada pada tiap kelompok 2500 penduduk. Daerah terbuka ini sebaiknya berupa taman  yang dapat juga digunakan untuk aktifitas olah raga seperti volley,  badminton, dan lainnya. Luas area yang diperlukan adalah 1.250 m2.

Dengan mengacu pada pernyataan di atas, maka luas alun-alun Kota Kota Malang belum memenuhi standar luas taman kota karena luas alun-alun Kota Malang kurang dari 1.250 m2.

  • Desain taman

Dilihat secara keseluruhan, desain alun-alun Kota Malang telah cukup memenuhi standar taman kota. Akan tetapi, ada beberapa desain alun-alun yang perancangannya kurang memperhatikan aktivitas-perilaku pengguna. Desain tersebut adalah

  1. Penutup tanah di sekitar kolam menggunakan paving dan tidak ada naungan pepohonan. Hal ini menyebabkan udara disekitar kolam panas.
  1. Tangga yang ada di alun-alun Kota Malang membuat anak-anak kurang leluasa bermain dan orang tua yang kurang nyaman apabila menaiki tangga.
  • Fasilitas yang belum lengkap

Jika dibandingkan dengan standar fasilitas yang seharusnya ada pada taman kota, maka alun-alun Kota Malang belum memenuhi standar tersebuut.  Seperti daerah untuk berenang, bersepeda, tempat bermain, lapangan tenis, lapangan bola dan lapangan basket.

  • Tidak adanya fasilitas untuk kegiatan seni budaya,

Tidak adanya pendopo untuk acara kesenian / kebudayaan di dekat alun-alun. Padahal hal ini sangat penting untuk pengembangan seni budaya local. seperti drama, pagelaran wayang kulit, karawitan, dan konser musik di taman

  • Belum Memenuhi fungsi taman secara keseluruhan

Alun-alun kota Kota Malang seharusnya memenuhi fungsi sebagai berikut.

  1. Fungsi ekologis yaitu daerah resapan air. Hal ini disebabkan karena sebagian besar desain penutup lahannya adalah paving. Selain itu, siklus air dari air mancur sering tidak berfungsi sehingga drainase sering tidak berjalan.
  2. Edukatif yaitu tempat bermain, olah raga bermain satwa liar. Pemenuhan fungsi pada fungsi edukatif belum sepenuhnya terpenuhi di alun-alun Kota Malang. Hal ini disebabkan karena luas taman yang sempit dengan jumlah vegetasi yang terbatas.
  3. Estetika, yaitu keindahan, kebersihan kota. Fungsi keindahan telah terpenuhi. Namun fungsi kebersihan belum sepenuhnya terpenuhi dari alun-alun Kota Malang. Kebersihan alun-alun kota Kota Malang kurang dijaga oleh pengunjungnya, dengan sampah yang dibuang sembarangan.
  4. Ekonomi yaitu kesehatan lingkungan dan warga, tujuan wisata kota. Dari aktivitas pengunjung yang datang dan pedagang yang ada di sekitar alun-alun kota Kota Malang, fungsi ini cukup memenuhi fungsi ekonomi.
  5. Ruang evakuasi yaitu taman kota masa kini harus berstandar ruang evakuasi dari gempa, banjir, kebakaran dan ancaman bom. Desain alun-alun Kota Malang belum memenuhi fungsi ruang evakuasi bencana.

Bahan Bacaan

Anonyomus, 2010 http://www.localwisdom.ucoz.com/_ld/0/23_4th-3-jolw-Juni.pdf diakses tanggal 26 Oktober 2010

Anonyomus, 2010 http://www.localwisdom.ucoz.com/_ld/0/22_4th-4-jolw-erna.pdf diakses tanggal 26 Oktober 2010

Anonyomus, 2010 http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alun-alun_bundar_Malang&action=history diakses tanggal 26 Oktober 2010

Anonyomus, 2010 http://www.arsitekturindis.com/?p=73.

Alun-alun kota Kota Malang diakses tanggal 26 Oktober 2010

Anonyomus, 2010 (http://klipingcliping.wordpress.com/) diakses tanggal 26 Oktober 2010

Krier,Rob.1983. Element of Architecture. London. AD Publication

Hakim, Rustam dan Utomo, Hardi. 2008. Komponen Perancangan Arsitektur Lanskap. Jakarta: Bumi Aksara

Simonds, John Ormsbee. 1997. Landscape Architecture. New York: Mc Graw Hill

Tugas Kuliah

TUGAS 2 Arsitektur Lanskape

November 1st, 2010
Comments Off on TUGAS 2 Arsitektur Lanskape

TUGAS 2 Arsitektur Lanskape

ALUN-ALUN KOTA KOTA MALANG

Alun-alun merupakan lahan terbuka hijau yang luas dan berumput yang dikelilingi oleh jalan dan dapat digunakan kegiatan masyarakat yang beragam. Pada hakekatnya, alun-alun merupakan halaman depan rumah. Namun, dalam ukuran yang lebih besar.

Penguasa (berarti raja, bupatiwedana dan camat bahkan kepala desa) yang memiliki halaman paling luas di depan Istana atau pendopo tempat kediamannya, dapat dijadikan sebagai pusat kegiatan masyarakat sehari-hari dalam ikwal pemerintahan militer, perdagangan, kerajinan bahkan pendidikan.

Selain itu, alun-alun merupakan lahan terbuka dan terbentuk dengan membuat jarak antara bangunan-bangunan gedung. Jadi dalam hal ini, bangunan gedung merupakan titik awal dan merupakan hal yang utama bagi terbentuknya alun-alun.

Secara umum, Alun-alun kota merupakan identitas suatu kota, sehingga pemerintah daerah menjadikan alun-alun sebagai simbol kota yang dibanggakan. Alun-alun kota merupakan lahan hiburan rakyat yang dapat dikunjungi oleh umum. Karena pada perkembangannya, alun-alun telah beralih fungsi menjadi taman publik, yang dulunya hanya untuk milik pribadi dan biasanya dari golongan penguasa (privat).

Sejarah Alun-Alun kota Kota Malang (periode Awal)

Secara historis, pembentukan kota Kota Malang terkait dengan pemerintahan tradisional Jawa, dengan alun-alun sebagai pusatnya. Dalam keyakinan tradisional masyarakat Jawa, keberadaan tempat tinggal sangat erat terkait dengan “abstraksi” mereka terhadap alam semesta. Sehingga, di kalayak masyarakat Jawa, menamai kota sebagai “Negari” atau semacam negara. Sedangkan, lingkungan Alun-alun dengan Kadipaten dinamai sebagai “Kutha”, atau semacam ibukota negara. Berdasar keyakinan tradisional tersebut, keberadaan Alun-alun kota Kota Malang menjadi halaman ibukota negara. Kadipaten dengan orientasi Alun-Alun, bersifat sakral, menggambarkan hubungan simbolisasi raja (dianggap keturunan Dewa) dan masyarakat yang “menyembahnya”. Kadipaten dengan Alun-alun sebagai kesatuan, merupakan area privasi. Disisi lain, yakni di wilayah lingkaran luar, merupakan area publik. Kedudukan Kadipaten berperan sebagai penyelaras kedua sifat berlawanan tersebut. Area lingkaran luar di satu sisi, sebagai implementasi sifat publik dan profan keduniawian. Alun-alun di sisi lain, sebagai inplementasi sifat privasi dan spiritual. Sifat spiritual Alun-alun, di implementasi dengan kebaradaan Masjid. Konsepsi demikian, merupakan perujudan keyakinan masyarakat Jawa, yang menginginkan hidup selaras dengan alam, seimbang dalam spirituil dan meteriil.

Alun-Alun Periode Kolonial

Kota Kota Malang dibawah pemerintahan kolonial Belanda, berawal dari kekalahan pasukan Suropati di Pasuruan, sekitar tahun 1707. Pada awalnya, kota Kota Malang dapat dikategorikan sebagai kota agraris. Semakin kuatnya pemerintah kolonial Belanda untuk menguasai perkebunan, merubah kota Kota Malang menjadi kota administrasi. Ciri tersebut, terlihat dari susunan spasial kota, berpusat di sekitar Alun- Alun. Pada lingkaran pertama di sekeliling Alun-alun Kota Malang, terdapat rumah kediaman kepala daerah setempat (Bupati). Di kawasan ini, juga terdapat bangunan-bangunan penting seperti gedung pemerintahan (Ass. Residen), masjid, gereja, penjara, serta kantor Bank. Pada lingkaran berikutnya, terdapat rumah-rumah pamong praja ataupun pejabat-pejabat daerah. Diselang seling bangunan tersebut, terdapat permukiman-permukiman lain, serta fasilitas penunjang kota.

Desain Taman Kota (Alun-Alun)

Desain alun-alun Kota Kota Malang ini sangat dipengaruhi oleh budaya tradisional dan budaya barat (kolonial Belanda), Hal ini dikarenakan pada masa pembentukan alun-alun sangat dipengaruhi oleh campur tangan dan pemikiran kolonial Belanda.

Berdasarkan pada data – data dokumenter yang terkait proses pembentukan alun-alun Kota Kota Malang misalnya, mengenai konsep pembentukan ruang terbuka di alun-alun yang diadopsi dari konsep di Eropa.

Komponen yang merupakan ikon penting bagi alun-alun Kota Kota Malang adalah bangunan air mancur yang berada tepat di tengah aalun-alun. Bentuk air mancur alun-alun kota Kota Malang adalah kontemporer. Disebut kontemporer karena gerakannya yang tidak simetris seperti sebelumnya. Kolam air mancur dikelilingi oleh tangga yang memberikan kesan seperti ruang teater terbuka.

Pada awalnya, di alun-alun Kota Kota Malang terdapat kolam di tengah-tengah alun-alun tersebut, namun perancangan kolam tersebut kurang memperhatikan aktivitas-perilaku pengguna. Apalagi di sekitarnya tidak terdapat pepohonan.

Kemudian sejalan dengan perkembangannya, penutup tanahnya dibuat dengan bahan yang memberikan efek panas (pola-pola semacam paving). Selain itu, agar para pengunjung dapat menikmati kolam sambil duduk pada trap-trap yang dibangun di sekitar kolam tanpa terganggu rasa panas dan gerah.

Lebih jauh, disekitar kolam terdapat taman yang berumput dengan pohon-pohon yang besar dan rindang. Terdapat beberapa tempat duduk atau gazebo yang ada disekitar pohon. Tempat semacam inilah yang membuat alun-alun kota Kota Malang tampak sejuk.

Dalam sebuah bangunan alun-alun, tentu saja terdapat beberapa komponen yang mendukung. Komponen tersebut dapat berupa komponen alami (natural) maupun komponen buatan (artificial).

Komponen alami (natural) yang terdapat di alun-alun Kota Kota Malang adalah

a. Taman berumput dengan tanaman bunga di sekitarnya

b. Pohon besar sebagai peneduh (pohon beringin)

c. Burung dara

Sedangkan, komponen buatan (artificial) yang ada di alun-alun Kota Kota Malang adalah

a. Air mancur

b. Gazebo (tempat duduk melingkar)

c. Pedestrian berpaving (jalan setapak)

d. tempat duduk seperti teater terbuka berupa trap-trap

Selain itu, terdapat fasilitas-fasilitas pendukung yang dibangun agar pengunjung lebih nyaman ketika berada di alun-alun. Fasilitas tersebut adalah

a. Monumen Selamat datang sebagai identitas alun-alun Kota Kota Malang pada pintu masuk dan peta alun-alun

b. Pusat informasi

Pusat informasi yang ada alun-alun kota Kota Malang merupakan pusat informasi untuk wisatawan asing yang mengunjungi kota Kota Malang. Pusat informasi ini bernama Kota Malang Tourism Information Center (MTIC). Lokasinya berada di sebelah monumen Selamat Datang

c. Jembatan penyebrangan

Diperuntukkan bagi pejalan kaki agar tidak kesulitan dalam menyeberang. Jembatan penyebrangan berada di sebelah utara alun-alun

d. Kamar mandi umum

Alun-alun kota Kota Malang dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi umum

e. Tempat parkir

Terdapat sekitar empat lahan parker di alun-alun kota Kota Malang. Yakni di sebelah utara, timur, dan selatan

f. Telepon Umum

Telepon umum berikut merupakan fasilitas yang ada di alun-alun kota Kota Malang untuk memudahkan pengunjung dalam berkomunikasi.

g.  Papan pengumuman/informasi

Pada papan pengumuman/ papan informasi yang terdapat dialun-alun kota Kota Malang ditempel koran Kota Malang post yang memberi informasi tentang berita dan keadaan kota Kota Malang.

h. Tempat sampah

Untuk menjaga kebersihan alun-alun kota Kota Malang, maka disediakan banyak tempat sampah yang letaknya hampir berdekatan satu sama lain.

Aktivitas Warga

Beragam aktivitas dapat dilakukan oleh warga Kota Malang di alun-alun kota. Mulai dari rekreasi sampai perkumpulan-perkumpulan anak remaja. Aktivitas menjadi lebih pada hari-hari libur (Sabtu, Minggu, dan hari besar). Berikut ini adalah aktivitas yang biasanya dilakukan di alun-alun kota Kota Malang.

a. Pagi hari

Aktivitas yang sering dilakukan warga di alun-alun Kota Kota Malang adalah olahraga (bermain badminton, jogging, maupun senam).Aktivitas ini banyak dilakukan khususnya pada hari minggu . Selain itu, aktivitas yang dilakukan warga di alun-alun Kota Kota Malang adalah berjualan dan mencari nafkah.

b. Siang hari

Khusus pada hari jum’at di gunakan sebagai tempat sholat jum’at

Paving grassblock dengan elemen atap berupa  teduhan dari kanopi pohon beringin. Aktivitas kelompok pemerhati anak jalanan, kegiatan sosial dengan jadwal cukup teratur seminggu dua kali untuk memberikan kegiatan-kegiatan menggambar,menulis atau bercerita.Mereka duduk di hamparan tikar.

Aktivitas dalam mencari pendapatan yang dilakukan oleh para pengamen, para pengamen ini mulai datang di sekitar alun- alun.

c. Sore hari

Di alun-alun kota ini biasanya ramai pada sore hari, karena banyak anggota keluarga yang ingin mencari udara baru dengan melihat topeng monyet jalanan atau hanya sekedar duduk-duduk santai. Di alun-alun kota ini ada juga beberapa warga yang gemar memberi makan burung dara dengan menemani anak mereka bermain.

Tugas Kuliah

about me

October 26th, 2010
Comments Off on about me

Farah Mutiara. I was born in Malang City, February 10,1990.
Now, just educate in Brawijaya Univ, Agribussiness, Agriculture Faculty 2008.
Agriculture forever…..
Now, I’m still in 3 grade, fifth semester
Moga cepet lulus,
Hope I can make happy and proud my parents…,

Tugas Kuliah