Tanah Andisol

TUGAS DASAR ILMU TANAH

TENTANG : “ TANAH ANDISOL”

Disusun Oleh :

Nama :

  1. HENI MELSANDI                                        115040213111029
  2. MOCHAMAD QOMARIL H.                      115040213111004
  3. MOH. ARIK WIBOWO                                115040213111015

Kelas : P/ Agroekoteknologi 2011

ANDISOL

            Definisi Andisol merupakan tanah berkembang dari letusan fulkanik (seperti abu vulkanik, pumice, batu apung, cinder, lava), dan atau material-material order rangkaian pendek dari komplek Al-humus. Dalam beberapa kondisi lingkungan pelapukan alumunium silikat primer juga memacu pembentukan mineral-mineral order rangkaian pendek (Icomand Circular No. 10, 1988 dan Mizota & Van Reeuwijk, 1989).

Tanah dimasukkan dalam Andisol bila tanah tersebut mempunyai sifat andik pada seluruh sub horisonnya, apakah tertimbun atau tidak, memiliki ketebalan secara kumulatif 35cm atau lebih pada kedalaman 60cm dari permukaan tanah mineral atau diatas lapisan organik yang mempunyai sifat andik dengan ketebalan dangkal (Soil Survey Staff, 1990). Dibawah lapisan dengan sifat tanah andik tersebut, tanah dapat mempunyai sembarang horison penciri. Itulah syarat minimum untuk Andisol. Asal syaratini dipenuhi maka tanah tersebut Andisol, apapun sifat tanah yang dibawahnya.

Andisol dapat mempunyai sembarang epipedon, asalkan persyaratan minimum untuk ordo Andisol dapat dipenuhi pda dan/ atau dibawah epipedon. Andisol juga dapat mempunyai sembarang regim kelembapan dan regim tempertur tanah dan dapat ditemukan disembarang posisi landscape maupun ketiggian.

Andisol memenuhi syarat  sebagai tanah mineral; syarat ini untuk membedakan dengan tanah Histosol yang merupakan tanah organik.

Pengolahan tanah misalnya pelumpuran 25 cm lapisan atas untuk padi sawah dapat mengubah sifat fisik lapisan atas, misalnyakerapatan lindak (bulk density). Walaupun demikian terdapatnya lapisan dengan sifat tanah andik setebal paling sedikit 35 cm dibawah lapisan yang diolah tersebut akan menempatkan tanah tersebut sebagai Andisol.

Banyak Andisol yang berlapis-lapis (stratified); untuk dapat disebut Andisol, lapisan-lapisan yang mempunyai sifat tanah andik tersebut tebal seluruhnya (kumulatif) harus sekurang-kurangnya 35 cm pada kedalaman 60 cm teratas. Di banyak tempat bahan sala volkanik sering tercampur dengan bahan lain seperti loess, bahan aluvium, dan sebagainya; asalkan syarat minimum sifat tanah andik dan syarat ordo Andisol terpenuhi, tanah tersebut juga termasuk Andisol.

Sifat tanah andik kadang-kadang ditemukan pada horison spodik. Tanah ini termasuk dalam ord Spodosol dan tidak termasuk ordo Andisol. Karena pada Andisol translokasi Fe dan Al atau bahan organik dari lapisan atas ke lapisan bawah tidak terlihat. Andisol berbeda dengan Spodosol karena Andisol tidak mempunyai horson alvik atau sisa-sisa horison albik serta tidak mempunyai horison spodik.

Sifat-sifat fisiko-kimia tanah andik sering ditemukan pada tanah Oxisol. Walaupun demilian sifat tanah andik berbeda dengan horison oksik, karena sifat tanah andik mengandng banyak mineral mudah lapuk seperti gelas volkanik, feldspar, atau mineral fero-magnesium. Selain itu horison oksik juga tidak mengandung alofan atau Al-humus.

Andisol dapat mempunyai regim kelembaban aridik, asal persyaratan minimum Andisol dipenuhi. Dalam hal ini Andisol mungkin mempunyai akumulasi karbonat sekunder, gypsum, atau garam-garam.

Horison-horison dengan sifat tanah andik sering memenuhi syarat sebagai horison kambik; karena itu tanah ini diklasifikasikan sebagai Inceptisol berdasar atas sifat hasil pelapukan yang pada Andisol didominasi oleh mineal “short range order” sedangkan pada Inceptisol mineral liat kristalin.

Gambar 1. Tanah Andisol

Kunci Subordo

DA. Andisol yang mempunyai epipedon histik atau mengalami periode jenuh air dan
tereduksi , yng ditunjukkan oleh salah satu atau lebih sifat erikut pada kedalaman 50cm
atau kurang dari permukaan tanah mineral atau dari batas atas lapisan organik dengan
sifat tanah andik, maupun yang lebih dangkal, kecuali diairi dan petunjuk tersebut pada
kedalaman kurang dari 40 cm dan tidak dibawahnya :

  1. Dua persen atau lebih “redox segregation” (misalnya karatan dan konkresi); atau
  2. Kroma dominan lembab 2 atau kurang pada permukaan struktur, atau pada matriks bila tidak ada sruktur, selain yang terdapat pada horison mana saja yang mempunyai value warna lembab 3 atau kurang, atau
  3. Cukup banyak bes fero aktif untuk memberikan reaksi positif terhadap uji “a,a’ dipiridil” pada beberapa waktu setiap tahun bila tidak diairi.

AQUAND

DB. Andisol lain yang mempunyai regim suhu tanah kriik atau pergilik.

CRYAND

DC. Andisol lain yang mempunyai regim kelembaban aridik.

TORRAND

DD. Andisol lain yang mempunyai regim kelembaban Xerik.

XERAND

DE. Andisol lain yang mempunyai retensi air pada 1500 kPa kurang dari 15 persen pada
contoh tanah kering udara, dan kurang dari 30 persen pada contoh tanah yang tidak
dikeringudarakan, di seluruh ketebalan 35 cm atau lebih pada kedalaman 60 cm atau
kurang dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat tanah
andik(pilih yang lebih dangkal).

VITRAND

DF. Andisol lain yang mempunyai kelembaban ustik.

USTAND

 

DG. Andisol lain.

UDAND

 

Sub-ordo AQUANDS

Sering jenuh air; dua persen atau lebih terdiri dari karatan atau konkresi Fe, Mn (redox segregation); atau tanah didominasi oleh warna dengan kroma rendah (2 atau kurang); atau cukup banyak mengandung besi fero aktif yang memberi reaksi positif terhadap uji a.a’ dipiridil.

Great-group:

Cryaquands     – Aquand yang mempunyai regim temperatur kriik atau pergilik.

Subgrup :

  • Cryaquands yang mempunyai kontak litik di dalam 50 cm diukur baik dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat-sifat tanah andik, mana saja yang lebih dangkal.

Lithic Cryaquands

  • Cryaquands lain yang mempunyai epipedon histik.

Histic  Cryaquands

 

  • Cryaquands lain yang memiliki rata-rata temperatur tanah tahunan 0˚C atau lebih rendah

Pergellic Cryaquands

  • Cryaquands lain yang pada kedalaman diantara 25 cm dan 100cm diukur dari permukaan tanah mineral atau dari batas atas lapisan organik dengan sifat-sifat tanah andik,nketebalan lapisan 10 cm atau lebih dengan karon organik lebih dari 3 % dan keseluruhannya memiliki warna-warna epipedon molik, berda dibawah satu horison atau lebih dengan ketebalan total 10 cm atau lebih, memiliki value warna, lembab , lebih tinggi 1 unit atau lebih, dan kandungan karbon oraniknya lebih rendah 1 % atau lebih (secara absolut).

Thaptic Cryaquands

  • Cryaquands yang lain.

Typic Cryaquands

 

Placaquands    – Terdapat horison plakik pada kedalaman 100 cm atau kurang.

Subgrup :

  • Placaquands yang memiliki kontak litik hingga kedalaman 50 cm dari permukaan tanah.

Lithic Placaquands

  • Placaquands lain yang memilki horison dengan batas atasnya hingga kedalamn 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atasnya lapisan organik dengan sifat tanah andik, walupun lebih dangkal, yang ketebalannya lebih dari 15 cm dan mengandung 20 % atau lebih (volume) bahan semen tanah yang tidak luluh dalam airsetelah kering udara.

Duric Hitic Placaquands

  • Placaquands lain yang memilki horison dengan batas atasnya hingga kedalamn 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atasnya lapisan organik dengan sifat tanah andik, walupun lebih dangkal, yang ketebalannya lebih dari 15 cm dan mengandung 20 % atau lebih (volume) bahan semen tanah yang tidak luluh dalam air setelah kering udara.

Duric Placaquands

  • Placaquands lain yang mempunyai epipedon histik.

Histic Placaquands

  • Placaquands lain yang, pada kedalaman 25 cm dan 100 cm, ketebalan lapisan 10 cm atau lebih denga karbon organik  lebih dari 3 % dan warna sepanjang epipedon molik terjadi dibawah horison; atau horison-horison dengan ketebalan 10 cm atau lebih, dengan value warna 1 unit (atau lebih) lebih tinggi dan kandungan karbon organik 1% atau lebih rendah daripada lapisan yang terhampar dibawahnya.

Thaptic Placaquands

  • Placaquands lainnya.

Typic Placaquands

Duraquands     – Terdapat duripan pada kedalaman 100cm atau kurang.

Subgrup :

  • Duraquands yang memiliki epipedon histik.

Histic Duraquands

  • Duraquands lain yang memiliki basa-basa dapat terekstrak (dengan NH4OAc) dan Al3+dapat terekstrak dengan KCL 1N kurang dari 20 cmol(+)/kg fraksi tanah halus pada beberapa subhorison dengan ketebalan 30 cm atau lebih, diantara kedalaman 25 cm hingga 100 cm.

Acraquoxics Duraquands

  • Duraquands lain yang, pada kedalaman 25 cm dan 100 cm, ketebalan lapisan 10 cm atau lebih denga karbon organik  lebih dari 3 % dan warna sepanjang epipedon molik terjadi dibawah horison; atau horison-horison dengan ketebalan 10 cm atau lebih, dengan value warna 1 unit (atau lebih) lebih tinggi dan kandungan karbon organik 1% atau lebih rendah daripada lapisan yang terhampar dibawahnya.

Thaptic Duraquands

  • Duraquands yang lain.

Typic Duraquands

Vitraquands    – Retensi air pada 1500 kPa untuk contoh tanah kering udara kurang dari 15 %
sedang contoh tanah yang tidak dikeringkan kurang dari 30%.

Subgrup :

  • Vitraquands yang memiliki kontak litik hingga kedalaman 50 cm dari permukaan tanah.

Lithic Vitraquands

  • Vitraquands lain yang memilki horison dengan batas atasnya hingga kedalamn 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atasnya lapisan organik dengan sifat tanah andik, walupun lebih dangkal, yang ketebalannya lebih dari 15 cm dan mengandung 20 % atau lebih (volume) bahan semen tanah yang tidak luluh dalam air setelah kering udara.

Duric Vitraquands

  • Vitraquands lain yang memiliki epipedon histik.

Histic Vitraquands

  • Vitraquands lain yang, pada kedalaman 25 cm dan 100 cm, ketebalan lapisan 10 cm atau lebih denga karbon organik  lebih dari 3 % dan warna sepanjang epipedon molik terjadi dibawah horison; atau horison-horison dengan ketebalan 10 cm atau lebih, dengan value warna 1 unit (atau lebih) lebih tinggi dan kandungan karbon organik 1% atau lebih rendah daripada lapisan yang terhampar dibawahnya.

Thaptic Vitraquands

  • Vitraquands lainnya.

Typic Vitraquands

Melanaquands  – Mempunyai epipedon melanik.

Subgrup :

  • Melanaquands  yang memiliki kontak litik hingga kedalaman 50 cm dari permukaan tanah.

Lithic Melanaquands 

  • Melanaquands lain yang memiliki basa-basa dapat terekstrak (dengan NH4OAc) dan Al3+dapat terekstrak dengan KCL 1N kurang dari 20 cmol(+)/kg faksi tanah halus pada beberapa subhorison dengan ketebalan 30 cm atau lebih, diantara kedalaman 25 cm hingga 100 cm.

Acraquoxic Melanaquands 

  • Melanaquands  lain yang memiliki kandungan lengas (tanpa pengertian) pada 150 kPa sebesar 70 % atau lebih sepanjang ketebalan yang berkesinambungan 35 cm atau lebih hingga bagian lebih atas 100 cm, dan memiliki > 6.0% karbon organik serta warna epipedon molik sekurang-kurangnya kurang dari 50 cm dari bagian lebih atas 60 cm, diluar lapisan-lapisan yang terhampar diatasnya, yang tidak memiliki sifat tanah andik.

Hydric Pachic Melanaquands 

  • Melanaquands  lain yang memiliki kandungan lengas (tanpa pengertian) pada 150 kPa sebesar 70 % atau lebih sepanjang ketebalan yang berkesinambungan 35 cm atau lebih hingga bagian lebih atas 100 cm.

Hydric Melanaquands 

 

  • Melanaquands  lain yang pada jeluk antara 25 hingga 100 cm, ketebalan lapisan 10 cm atau lebih dengan karbon organik lebih dari 3% dan warna sepanjang epipedon molik terjadi dibawah horison,; atau horison-horison dengan ketebalan 10 cm atau lebih, dengan value warna 1 unit (atau lebih) lebih tinggi dan kandungan karbon organik 1 % atau lebih rendah daripada lapisan yang terhampar dibawahnya.

Thaptic Melanaquands 

  • Melanaquands  lainnya.

Typic Melanaquands 

Haplaquands   – Aquand yang lain.

Subgrup :

  • Haplaquands yang memiliki kontak litik hingga kedalaman 50 cm dari permukaan tanah.

Lithic Haplaquands

  • Haplaquands lain yang memiliki kontak petroferik hingga kedalam 100 cm dari permukaan tanah.

Petroferric Haplaquands

  • Haplaquands lain yang memilki horison dengan batas atasnya hingga kedalamn 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atasnya lapisan organik dengan sifat tanah andik, walupun lebih dangkal, yang ketebalannya lebih dari 15 cm dan mengandung 20 % atau lebih (volume) bahan semen tanah yang tidak luluh dalam air setelah kering udara.

Duric Haplaquands

  • Haplaquands lain yang memiliki epipedon histik.

Histic Haplaquands

  • Haplaquans lain yang memiliki Al3+ dapat tereksrak KCl 1N lebih dari 2.0 cmol (+)/kg fraksi tanah halus sepanjang lapisan dengan ketebalan 10 cm atau lebih antara kedalaman 25 dan 50 cm.

Alic Haplaquands

 

  • Haplaquands lain yang memiliki kandungan lengas (tanpa pengertian) pada 150 kPa sebesar 70 % atau lebih sepanjang ketebalan yang berkesinambungan 35 cm atau lebih hingga bagian lebih atas 100 cm.

Hydric Haplaquands

  • Haplaquands lain yang pada jeluk antara 25 hingga 100 cm, ketebalan lapisan 10 cm atau lebih dengan karbon organik lebih dari 3% dan warna sepanjang epipedon molik terjadi dibawah horison,; atau horison-horison dengan ketebalan 10 cm atau lebih, dengan value warna 1 unit (atau lebih) lebih tinggi dan kandungan karbon organik 1 % atau lebih rendah daripada lapisan yang terhampar dibawahnya.

Thaptic Haplaquands

 

 

  •  Haplaquands lainnya.

Typic Haplaquands

Sub-ordo CRYANDS

Mempunyai regi temperatur kriik atau pergilik.

Great-group :

Gelicryands     – Suhu tanah rata-rata tahunan 0˚C atau lebih rendah.

Subogrup :

  • Gelicryands berkembang sebagai typic.

Typic Placaquands

 

Melanocryands – Mempunayai epipedon melanik.

Subogrup :

  • Melanocryands yang memiliki kontak litik hingga kedalaman 50 cm dari permukaan tanah.

Lithic Melanocryands

  • Melanocryands lain yang memiliki basa-basa dapat terekstrak (dengan NH4OAc) dan Al3+dapat terekstrak dengan KCL 1N kurang dari 20 cmol(+)/kg fraksi tanah halus dengan ketebalan 10 cm atau lebih antara jeluk 25 dan 50 cm.

Alic Melanocryands

  • Melanocryands lain yang memilki kandungan lengas(tanpa pengertian) pada 1500 kPa sebesar 30% pada beberapa subhorison yang memenuhi persyaratan untuk sifat tanah andik dan yang sekurang-kurangnya sebesar 25 cm hingga jeluk 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat-sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Vitric Melanocryands

  • Melanocryands yang lainnya.

Typic Melanocryands

Fulvicryands   – Mempunyai epipedon melnik dengan warna value dan kroma lembab 3 atau
kering.

Subgrup :

  • Fulvicryands yang memiliki kontak litik hingga kedalaman 50 cm dari permukaan tanah.

Lithic Fulvicryands

  • Fulvicryands lain yang memilki kandungan lengas(tanpa pengertian) pada 1500 kPa sebesar 30% pada beberapa subhorison yang memenuhi persyaratan untuk sifat tanah andik dan yang sekurang-kurangnya sebesar 25 cm hingga jeluk 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat-sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Vitric Fulvicryands

  • Fulvicryands lainnya.

Typic Fulvicryands

 

Vitricryands    – Retensi air pada 1500 kPa untuk tanah kering udara kurang dari 15 % atau
untuk  tanah yang tidak dikeringkan kurang dari 30%.

Subgrup :

  • Vitricryands yang memiliki kontak litik hingga kedalaman 50 cm dari permukaan tanah.

Lithic Vitricryands

  • Vitricryands yang memiliki pada beberapa subhorison antara jeluk 50 dan 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Aquic Vitricryands

  • Vitricryands lain yang pada jeluk antara 25 hingga 100 cm, ketebalan lapisan 10 cm atau lebih dengan karbon organik lebih dari 3% dan warna sepanjang epipedon molik terjadi dibawah horison,; atau horison-horison dengan ketebalan 10 cm atau lebih, dengan value warna 1 unit (atau lebih) lebih tinggi dan kandungan karbon organik 1 % atau lebih rendah daripada lapisan yang terhampar dibawahnya.

Thaptic Vitricryands

  • Vitricryands lain yang memiliki resim lengas xerik.

Xerix Vitricryands

  • Vitricryands lain yang memiliki horison spodik dan berasosiasi dengan horison eluvial, dengan batas atasnya hingga jeluk 125 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas dai lapisan tanah organik dengan sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Spodic Vitricryands

  • Vitricryands yang lainnya.

Typic Vitricryands

Haplocryands  – Cryand yang lain.

Subgrup :

  • Haplocryands yang memiliki kontak litik hingga kedalaman 50 cm dari permukaan tanah.

Lithic Haplocryands

  • Haplocryands lain yang memiliki basa-basa dapat terekstrak (dengan NH4OAc) dan Al3+dapat terekstrak dengan KCL 1N kurang dari 20 cmol(+)/kg fraksi tanah halus dengan ketebalan 10 cm atau lebih antara jeluk 25 dan 50 cm.
  • Haplocryands yang memiliki pada beberapa subhorison antara jeluk 50 dan 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Aquic Haplocryands

  • Haplocryands lain yang memilki kandungan lengas(tanpa pengertian) pada 1500 kPa sebesar 30% pada beberapa subhorison yang memenuhi persyaratan untuk sifat tanah andik dan yang sekurang-kurangnya sebesar 25 cm hingga jeluk 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat-sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Aqrudoxic Haplocryands

  • Haplocryands lain yang pada jeluk antara 25 hingga 100 cm, ketebalan lapisan 10 cm atau lebih dengan karbon organik lebih dari 3% dan warna sepanjang epipedon molik terjadi dibawah horison,; atau horison-horison dengan ketebalan 10 cm atau lebih, dengan value warna 1 unit (atau lebih) lebih tinggi dan kandungan karbon organik 1 % atau lebih rendah daripada lapisan yang terhampar dibawahnya.

Vitric Haplocryands

  • Haplocryands lain yang memiliki resim lengas xerik.

Thaptic Haplocryands

  • Haplocryands lain yang memiliki horison spodik dan berasosiasi dengan horison eluvial, dengan batas atasnya hingga jeluk 125 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas dai lapisan tanah organik dengan sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Xerix Haplocryands

  • Haplocryands lainnya.

Typic Haplocryands

Hydrocryands – Cryand yang lain.

Subgrup :

  • Hydrocryands yang memiliki kontak litik hingga kedalaman 50 cm dari permukaan tanah.

Lithic Hydrocryands

  • Hydrocryands memiliki horison plakik hingga kedalaman 100 cm dari permukaan tanah.

Placic Hydrocryands

  • Hydrocryands yang memiliki pada beberapa subhorison antara jeluk 50 dan 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Aquic Hydrocryands

  • Haplocryands lain yang pada jeluk antara 25 hingga 100 cm, ketebalan lapisan 10 cm atau lebih dengan karbon organik lebih dari 3% dan warna sepanjang epipedon molik terjadi dibawah horison,; atau horison-horison dengan ketebalan 10 cm atau lebih, dengan value warna 1 unit (atau lebih) lebih tinggi dan kandungan karbon organik 1 % atau lebih rendah daripada lapisan yang terhampar dibawahnya.

Thaptic Hydrocryands

  • Haplocryands lainnya.

Typic Hydrocryands

 

Sub-ordo TORRANDS

Mempunyai regim kelembaban tanah aridik.

Great-group:

Vitritorrands – Semua Torrand diklasifikasikan sebagai vitritorrand.

Subgrup :

  • Vitritorrands yang memiliki kontak litik hingga kedalaman 50 cm dari permukaan tanah.

Lithic Vitricryands

  • Vitritorrands lain yang memiliki horison petrokalsik dengan batas atas hingga jeluk 100 cm dari permukaan tanah mineral.

Petrocalcic Vitritorrands

  • Vitritorrands yang memiliki pada beberapa subhorison antara jeluk 50 dan 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Aquic Vitritorrands

  • Vitricryands lain yang memiliki horison kalsik dengan batas atas hingga jeluk 100 cm dari permukaan tanah mineral.

Calcic Vitritorands

  • Vitritorrands yang lainnya.

Typic Vitritorrands

 

Sub-ordo UDANDS

Mempunyai regim kelembaban tanah udik.

Great-group :

Placudands      – Mempunyai horison plakik pada kedalaman 100 cm atau kurang.

Subgrup :

  • Placudands yang memiliki kontak litik hingga kedalaman 50 cm dari permukaan tanah.

Lithic Placudands

  • Placudands lain yang memiliki basa-basa dapat terekstrak (dengan NH4OAc) dan Al3+dapat terekstrak dengan KCL 1N kurang dari 20 cmol(+)/kg fraksi tanah halus dengan ketebalan 30 cm atau lebih antara jeluk 25 dan 100 cm. memilki kandungan lengas(tanpa pengertian) pada 1500 kPa sebesar 70% pada beberapa subhorison yang memenuhi persyaratan untuk sifat tanah andik dan yang sekurang-kurangnya sebesar 25 cm hingga jeluk 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat-sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Aqrudoxic Hydrric Placudands

  • Placudands yang memiliki pada beberapa subhorison antara jeluk 50 dan 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Aquic Placudands

  • Placudands lain yang memiliki basa-basa dapat terekstrak (dengan NH4OAc) dan Al3+dapat terekstrak dengan KCL 1N kurang dari 20 cmol(+)/kg fraksi tanah halus dengan ketebalan 30 cm atau lebih antara jeluk 25 dan 100 cm.

Aqrudoxic Placudands

  • Placudands lain yang memiliki jumlah basa-basa > 25.0 cmol (+)/kg fraksi tanah halus sepanjang beberapa horison dengan ketebalan 15 cm atau lebih antara kedalaman 25 dan 50 cm.

Eutric Vitric Plasudands

  • Placudands lain yang memilki kandungan lengas < 30% (tanpa pengertian) pada 1500 kPa pada beberapa subhorison yang memenuhi persyaratan untuk sifat tanah andik dan yang sekurang-kurangnya sebesar 25 cm hingga jeluk 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat-sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Vitric Placudands

  • Placudands lain yang memiliki > 6.0 % karbon organik dan warna epipedon molik sekurang-kurangnya sepanjang 50 cm dari bagian lebih atas jeluk 60 cm, diluar lapisan-lapisan yang terhampar di atas yang memiliki sifat tanah andik, dan memiliki kandungan lengas 70% atau lebih (tanpa pengertian) pada 1500 kPa sepanjang ketebalan kontinyu 35 cm atau lebih hingga jeluk 100 cm.

Hydric Pachic Placudands

  • Placudands lain yang memiliki > 6.0 % karbon organik dan warna epipedon molik sekurang-kurangnya sepanjang 50 cm dari bagian lebih atas jeluk 60 cm, diluar lapisan-lapisan yang terhampar di atas yang memiliki sifat tanah andik,

Pachic Placudands

  • Placudands lain yang memilki kandungan lengas 70 % (tanpa pengertian) pada 1500 kPa pada beberapa subhorison yang memenuhi persyaratan untuk sifat tanah andik dan yang sekurang-kurangnya sebesar 35 cm hingga jeluk 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat-sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Hydric Placudands

  • Placudands lain yang pada jeluk antara 25 hingga 100 cm, ketebalan lapisan 10 cm atau lebih dengan karbon organik lebih dari 3% dan warna sepanjang epipedon molik terjadi dibawah horison,; atau horison-horison dengan ketebalan 10 cm atau lebih, dengan value warna 1 unit (atau lebih) lebih tinggi dan kandungan karbon organik 1 % atau lebih rendah daripada lapisan yang terhampar dibawahnya.

Thaptic Placudands

  • Placudands lain yang memiliki jumlah basa-basa < 25.0 cmol (+)/kg fraksi tanah halus sepanjang bebrapa subhorison dengan ketebalan 15 cm atau lebih pada jeluk antar 25 dan 75 cm.

Eutric Placudands

  • Placudands  lainnya.

Typic Placudands

 

Durudands      – Mempunyai duripan pada kedalaman 100 cm atau kurang.

Subgrup :

  • Durudands yang memiliki pada beberapa subhorison antara jeluk 50 dan 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Aquic Durudands

  • Durudands lain yang memiliki basa-basa dapat terekstrak (dengan NH4OAc) dan Al3+dapat terekstrak dengan KCL 1N kurang dari 20 cmol(+)/kg fraksi tanah halus dengan ketebalan 30 cm atau lebih antara jeluk 25 dan 100 cm.

Aqrudoxic Durudands

  • Durudands lain yang pada jeluk antara 25 hingga 100 cm, ketebalan lapisan 10 cm atau lebih dengan karbon organik lebih dari 3% dan warna sepanjang epipedon molik terjadi dibawah horison,; atau horison-horison dengan ketebalan 10 cm atau lebih, dengan value warna 1 unit (atau lebih) lebih tinggi dan kandungan karbon organik 1 % atau lebih rendah daripada lapisan yang terhampar dibawahnya.

Thaptic Durudands

  • Placudands lain yang memiliki kandungan lengas 70% atau lebih (tanpa pengertian) pada 1500 kPa sepanjang ketebalan kontinyu 35 cm atau lebih hingga jeluk 100 cm, memiliki > 6.0 % karbon organik dan warna epipedon molik sekurang-kurangnya sepanjang 50 cm dari bagian lebih atas jeluk 60 cm, diluar lapisan-lapisan yang terhampar di atas yang memiliki sifat tanah andik.

Hydric Pachic Durudands

 

  • Durudands  lainnya.

Typic Durudands

Melanudands – Mempunyai epipedon melanik.

Subgrup :

  • Melanudands yang memiliki kontak litik hingga kedalaman 50 cm dari permukaan tanah.

Lithic Melanudands

  • Melanudands lain yang memiliki Al3+ dapat tereksrak KCl 1N lebih dari 2.0 cmol (+)/kg fraksi tanah halus sepanjang lapisan dengan ketebalan 10 cm atau lebih antara kedalaman 25 dan 50 cm. Dan pada subhorison antara jeluk 50 dan 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas lapisan organik dengan sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Alic Aquic Melanudands

  • Melanudands lain yang memiliki Al3+ dapat tereksrak KCl 1N lebih dari 2.0 cmol (+)/kg fraksi tanah halus sepanjang lapisan dengan ketebalan 10 cm atau lebih antara kedalaman 25 dan 50 cm, dan memiliki > 6.0% karbon organik.

Alic  Pachic Melanudands

  • Melanudands lain yang memiliki Al3+ dapat tereksrak KCl 1N lebih dari 2.0 cmol (+)/kg fraksi tanah halus sepanjang lapisan dengan ketebalan 10 cm atau lebih antara kedalaman 25 dan 50 cm, dan memiliki ketebalan lapisan 10 cm atau lebih pada jeluk 40 cm dan 100 cm dengan karbon organik > 3.0 %.

Alic Thaptic Melanudands

  • Melanudands lain yang memiliki Al3+ dapat tereksrak KCl 1N lebih dari 2.0 cmol (+)/kg fraksi tanah halus sepanjang lapisan dengan ketebalan 10 cm atau lebih antara kedalaman 25 dan 50 cm.

Alic Melanudands

  • Melanudands lain yang pada subhorison antara jeluk 50 dan 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Aquic Melanudands

  • Melanudands lain yang memiliki basa-basa dapat terekstrak (dengan NH4OAc) dan Al3+dapat terekstrak dengan KCL 1N kurang dari 20 cmol(+)/kg fraksi tanah halus dengan ketebalan 30 cm atau lebih antara jeluk 25 dan 100 cm. memilki kandungan lengas < 30% (tanpa pengertian) pada 1500 kPa pada beberapa subhorison yang memenuhi persyaratan untuk sifat tanah andik dan yang sekurang-kurangnya sebesar 25 cm hingga jeluk 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat-sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Aqrudoxic Vitric Melanudands

  • Melanudands lain yang memiliki basa-basa dapat terekstrak (dengan NH4OAc) dan Al3+dapat terekstrak dengan KCL 1N kurang dari 20 cmol(+)/kg fraksi tanah halus dengan ketebalan 30 cm atau lebih antara jeluk 25 dan 100 cm, memiliki kandungan lengas <30% (tanpa pengeringan) pada 1500 kPa beberapa subhorison yang mempengaruhi sifat tanah andik.

Aqrudoxic Melanudands

  • Melanudands lain yang memiliki > 6.0 % karbon organik dan warna epipedon molik sekurang-kurangnya sepanjang 50 cm dari bagian lebih atas jeluk 60 cm, diluar lapisan-lapisan yang terhampar di atas yang memiliki sifat tanah andik, dan memiliki kandungan lengas 70% atau lebih (tanpa pengertian) pada 1500 kPa sepanjang ketebalan kontinyu 35 cm atau lebih hingga jeluk 100 cm.

Hydric Pachic Melanudands

  • Melanudands lain yang memiliki > 6.0 % karbon organik dan warna epipedon molik sekurang-kurangnya sepanjang 50 cm dari bagian lebih atas jeluk 60 cm, diluar lapisan-lapisan yang terhampar di atas yang memiliki sifat tanah andik,

Pachic Melanudands

  • Melanudands lain yang memilki kandungan lengas 70 % (tanpa pengertian) pada 1500 kPa pada beberapa subhorison yang memenuhi persyaratan untuk sifat tanah andik dan yang sekurang-kurangnya sebesar 35 cm hingga jeluk 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat-sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Hydric Melanudands

  • Melanudands lain yang pada jeluk antara 25 hingga 100 cm, ketebalan lapisan 10 cm atau lebih dengan karbon organik lebih dari 3% dan warna sepanjang epipedon molik terjadi dibawah horison,; atau horison-horison dengan ketebalan 10 cm atau lebih, dengan value warna 1 unit (atau lebih) lebih tinggi dan kandungan karbon organik 1 % atau lebih rendah daripada lapisan yang terhampar dibawahnya.

Thaptic Melanudands

  • Melanudands lain yang memiliki jumlah basa-basa < 25.0 cmol (+)/kg fraksi tanah halus sepanjang bebrapa subhorison dengan ketebalan 15 cm atau lebih pada jeluk antar 25 dan 75 cm.

Eutric Melanudands

  • Melanudands lainnya.

Typic Melanudands

 

Fulvudands     – Mempunyai epipedon melanik dengan warna value dan kroma lembab 3 atau
kurang.

Subgrup :

  • Melanudands yang memiliki kontak litik hingga kedalaman 50 cm dari permukaan tanah.

Lithic Fulvudands

  • Fulvudands yang memiliki pada beberapa subhorison antara jeluk 50 dan 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Aquic Fulvudands

  • Fulvudands lain yang memiliki basa-basa dapat terekstrak (dengan NH4OAc) dan Al3+dapat terekstrak dengan KCL 1N kurang dari 20 cmol(+)/kg fraksi tanah halus dengan ketebalan 30 cm atau lebih antara jeluk 25 dan 100 cm.

Aqrudoxic Fulvudands

  • Fulvudands lain yang pada jeluk antara 25 hingga 100 cm, ketebalan lapisan 10 cm atau lebih dengan karbon organik lebih dari 3% dan warna sepanjang epipedon molik terjadi dibawah horison,; atau horison-horison dengan ketebalan 10 cm atau lebih, dengan value warna 1 unit (atau lebih) lebih tinggi dan kandungan karbon organik 1 % atau lebih rendah daripada lapisan yang terhampar dibawahnya.

Thaptic Fulvudands

  • Fulvudands lain yang memiliki kandungan lengas 70% atau lebih (tanpa pengertian) pada 1500 kPa sepanjang ketebalan kontinyu 35 cm atau lebih hingga jeluk 100 cm, memiliki > 6.0 % karbon organik dan warna epipedon molik sekurang-kurangnya sepanjang 50 cm dari bagian lebih atas jeluk 60 cm, diluar lapisan-lapisan yang terhampar di atas yang memiliki sifat tanah andik.

Hydric Pachic Fulvudands

 

  • Fulvudands lainnya.

Typic Fulvudands

 

Hydrudands    – Retensi air pada 1500 kPa untuk contoh tanah yang tidak dikeringkan adalah
100 % atau lebih.

Subgrup :

  • Hydrudands yang memiliki pada beberapa subhorison antara jeluk 50 dan 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Aquic Hydrudands

  • Hydrudands lain yang memiliki basa-basa dapat terekstrak (dengan NH4OAc) dan Al3+dapat terekstrak dengan KCL 1N kurang dari 20 cmol(+)/kg fraksi tanah halus dengan ketebalan 30 cm atau lebih antara jeluk 25 dan 100 cm.

Aqrudoxic Hydrudands

  • Hydrudands lain yang pada jeluk antara 25 hingga 100 cm, ketebalan lapisan 10 cm atau lebih dengan karbon organik lebih dari 3% dan warna sepanjang epipedon molik terjadi dibawah horison,; atau horison-horison dengan ketebalan 10 cm atau lebih, dengan value warna 1 unit (atau lebih) lebih tinggi dan kandungan karbon organik 1 % atau lebih rendah daripada lapisan yang terhampar dibawahnya.

Thaptic Hydrudands

  • Hydrudands lain yang memiliki kandungan lengas 70% atau lebih (tanpa pengertian) pada 1500 kPa sepanjang ketebalan kontinyu 35 cm atau lebih hingga jeluk 100 cm, memiliki > 6.0 % karbon organik dan warna epipedon molik sekurang-kurangnya sepanjang 50 cm dari bagian lebih atas jeluk 60 cm, diluar lapisan-lapisan yang terhampar di atas yang memiliki sifat tanah andik.

Hydric Pachic Hydrudands

 

  • Hydrudands lainnya.

Typic Hydrudands

 

 

Hapludands     – Udand yang lain.

Subgrup :

  • Hapludands yang memiliki pada beberapa subhorison antara jeluk 50 dan 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Aquic Hapludands

  • Hapludands lain yang memiliki basa-basa dapat terekstrak (dengan NH4OAc) dan Al3+dapat terekstrak dengan KCL 1N kurang dari 20 cmol(+)/kg fraksi tanah halus dengan ketebalan 30 cm atau lebih antara jeluk 25 dan 100 cm.

Aqrudoxic Hapludands

  • Hapludands lain yang pada jeluk antara 25 hingga 100 cm, ketebalan lapisan 10 cm atau lebih dengan karbon organik lebih dari 3% dan warna sepanjang epipedon molik terjadi dibawah horison,; atau horison-horison dengan ketebalan 10 cm atau lebih, dengan value warna 1 unit (atau lebih) lebih tinggi dan kandungan karbon organik 1 % atau lebih rendah daripada lapisan yang terhampar dibawahnya.

Thaptic Hapludands

  • Hapludands lain yang memiliki kandungan lengas 70% atau lebih (tanpa pengertian) pada 1500 kPa sepanjang ketebalan kontinyu 35 cm atau lebih hingga jeluk 100 cm, memiliki > 6.0 % karbon organik dan warna epipedon molik sekurang-kurangnya sepanjang 50 cm dari bagian lebih atas jeluk 60 cm, diluar lapisan-lapisan yang terhampar di atas yang memiliki sifat tanah andik.

Hydric Pachic Hapludands

 

  • Hapludands lainnya.

Typic Hapludands

 

 

Sub-ordo USTANDS

Mempunyai regim kelembaban tanah ustik.

Great-group :

Durustands      – Mempunyai duripan pada kedalaman 100 cm atau kurang.

Subgrup :

  • Durustands yang memiliki kontak litik hingga kedalaman 50 cm dari permukaan tanah.

Lithic Durustands

  • Durustands lain yang memiliki horison petrokalsik dengan batas atas hingga jeluk 100 cm dari permukaan tanah mineral.

Petrocalcic Durustands

  • Durustands yang memiliki pada beberapa subhorison antara jeluk 50 dan 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Aquic Durustands

  • Durustands lain yang memiliki horison kalsik dengan batas atas hingga jeluk 100 cm dari permukaan tanah mineral.

Calcic Durustands

  • Durustands yang lainnya.

Typic Durustands

 

Haplustands    – Ustand yang lain.

Subgrup :

  • Haplustands yang memiliki kontak litik hingga kedalaman 50 cm dari permukaan tanah.

Lithic Haplustands

  • Haplustands yang memiliki pada beberapa subhorison antara jeluk 50 dan 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Aquic Haplustands

  • Haplustands lain yang memiliki basa-basa terekstrak  dan Al3+dapat terekstrak dengan KCL 1N < 15.0 cmol(+)/kg fraksi tanah halus dengan ketebalan 60 cm bagian atas kedalaman 75 cm, dan memiliki kandunagan lengas < 30% (tanpa pengeringan) pada 1500 kPa beberapa subhorison yang memenuhi persyaratan sifat tanah andik dan yang sekurang-kurangnya setebal 25 cm, hingga jeluk 100cm dari permukaan tanah mineral.

Dystric Vitric Placudands

  • Haplustands lain yang memiliki kandunagan lengas < 30% (tanpa pengeringan) pada 1500 kPa beberapa subhorison yang memenuhi persyaratan sifat tanah andik dan yang sekurang-kurangnya setebal 25 cm, hingga jeluk 100cm dari permukaan tanah mineral.

Vitric Placudands

  • Haplustands lain yang memiliki > 6.0 % karbon organik dan warna epipedon molik msekurang-kurangnya sepanjang 50 cm dari bagian lebih atas jeluk 60 cm, diluar lapisa-lapisan terhampar di atas yang tidak memiliki sifat tanah andik.

Pachic Placudands

  • lain yang pada jeluk antara 25 hingga 100 cm, ketebalan lapisan 10 cm atau lebih dengan karbon organik lebih dari 3% dan warna sepanjang epipedon molik terjadi dibawah horison,; atau horison-horison dengan ketebalan 10 cm atau lebih, dengan value warna 1 unit (atau lebih) lebih tinggi dan kandungan karbon organik 1 % atau lebih rendah daripada lapisan yang terhampar dibawahnya.

Thaptic Haplustands

  • Haplustands lain yang memiliki horison kalsik dengan batas atas hingga jeluk 100 cm dari permukaan tanah mineral.

Calcic Haplustands

  • Haplustands lain yang memiliki basa-basa dapat terekstrak (dengan NH4OAc) dan Al3+dapat terekstrak dengan KCL 1N kurang dari 15.0 cmol(+)/kg fraksi tanah halus dengan ketebalan 60 cm bagian atas jeluk 75 cm.

Dystrick Haplustands

  • Haplustands lain yang memiliki horison oksik dengan batas atsnya hingga kedalaman 125 cm dari permukaan tanah mineral.

Oxic  Haplustands

  • Haplustands lain yang memiliki horison argilik dengan batas atsnya hingga kedalaman 125 cm dari permukaan tanah mineral.

Alfic  Haplustands

  • Haplustands lain yang mempunyai epipedon molik.

Mollic  Haplustands

  • Haplustands lain yang mempunyai epipedon umbric.

Umbric  Haplustands

  • Haplustands yang lainnya.

Typic Haplustands

 

Sub-ordo VITRANDS

Retensi air pada 1500 kPa untuk tanah kering udara kurang dari 15% dan untuk tanah yang tidak dikeringkan kurang dari 30%.

Great-group :

Ustivitrands    – Mempunyai regim kelembaban ustik.

Subgrup :

  • Ustivitrands yang memiliki kontak litik hingga kedalaman 50 cm dari permukaan tanah.

Lithic Ustivitrands

  • Ustivitrands lain yang memiliki horison petrokalsik dengan batas atas hingga jeluk 100 cm dari permukaan tanah mineral.

Petrocalcic Ustivitrands

  • Ustivitrands yang memiliki pada beberapa subhorison antara jeluk 50 dan 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Aquic Ustivitrands

  • Ustivitrands lain yang memiliki horison kalsik dengan batas atas hingga jeluk 100 cm dari permukaan tanah mineral.

Calcic Ustivitrands

  • Ustivitrands yang lainnya.

Typic Ustivitrands

 

Great-group :

Durustands      – Mempunyai duripan pada kedalaman 100 cm atau kurang.

Subgrup :

  • Durustands yang memiliki kontak litik hingga kedalaman 50 cm dari permukaan tanah.

Lithic Durustands

  • Durustands lain yang memiliki horison petrokalsik dengan batas atas hingga jeluk 100 cm dari permukaan tanah mineral.

Petrocalcic Durustands

  • Durustands yang memiliki pada beberapa subhorison antara jeluk 50 dan 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Aquic Durustands

  • Durustands lain yang memiliki horison kalsik dengan batas atas hingga jeluk 100 cm dari permukaan tanah mineral.

Calcic Durustands

  • Durustands yang lainnya.

Typic Durustands

Udivitrands     – Mempunyai regim kelembaban udik.

Subgrup :

  • Udivitrands yang memiliki kontak litik hingga kedalaman 50 cm dari permukaan tanah.

Lithic Udivitrands

  • Udivitrands lain yang memiliki horison petrokalsik dengan batas atas hingga jeluk 100 cm dari permukaan tanah mineral.

Petrocalcic Udivitrands

  • Udivitrands yang memiliki pada beberapa subhorison antara jeluk 50 dan 100 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat tanah andik, walaupun lebih dangkal.

Aquic Udivitrands

  • Udivitrands lain yang memiliki horison kalsik dengan batas atas hingga jeluk 100 cm dari permukaan tanah mineral.

Calcic Udivitrands

  • Udivitrands yang lainnya.

Typic Udivitrands

 

Sub-ordo XERANDS

Mempunyai regim kelembaban tanah xerik.

Great-group:

Vitrixerands    – Retensi air pada 1500 kPa untuk tanah kering udara kurang dari 15% dan untuk tanah yang tidak dikeringkan kurang dari 30%.

Supgrup :

  • Vitrixerands yang memiliki kontak litik hingga jeluk 5O cm dari permukaan tanah.

Lithic Vitrixerands

  • Vitrixerands lain yang pada bebrapa subhorison antara jeluk 5O dan 1OO cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat tanah andik ,walaupun lebih dangkal:
  1. Dua persen atau lebih segregasi redoks atau
  2. Dominan kroma (lembab ,2 atau kurang pada permukaan ped, atau pada matrik jika tak ada ped ,yang lain pada horison yang value warnanya(lembab 3 atau kurang ,atau
  3. Cukup ferrous aktif untuk memberikan reaksi positif terhadap a,a,dipyridyl pada beberapa waktu dalam setahun ketika tidak diirigasi.

Aquic Vitrixerands

  • Vitrixerands lain yang pada jeluk antara 25 hingga 1OO cm ,ketebalan lapisan 1O cm atau lebih dengan karbon organik lebih dari 3 % dan warna sepanjang epipedon molik terjadi dibawah horison,atau horison-horison dengan ketebalan 1O cm atau lebih ,dengan value warna 1 unit (atau lebih lebih tinggi dan  kandungannya karbon organik 1% atau lebih rendah daripada lapisan yang terhampar dibawahnya.

Thaptic Vitrixerands

  • Vitrixerands lain yang memiliki horison spodik dan asosiasi horison eluvial dengan batas atasnya hingga jeluk 125 cm dari permukaan tanah mineral.

Spodik Vitrixerands

  • Vitrixerands yang memiliki epipedon molik dan horison argilik atau kardik dengan batas atasnya hingga jeluk 125 cm dari permukaan tanah mineral.

Argixerollic Vitrixerands

  • Vitrixerands lain yang memiliki horisson  argilik atau kardik dengan batas atasnya hingga jeluk 125 cm dari permukaan tanah mineral.

Alfic vitrixerands

  • Vitrixerands lain yang memiliki epipedon molik.

Mollic Vitrixerands

  • Vitrixerands yang memiliki epipedon umbric

Umbric Vitrixerands

  • Vitrixerands yang lain.

Typic Vitrixerands

 

Melanoxerans  – Mempunyai epipedon melanik.

Subgroup:

  • Melanixerands lain yang memiliki >6,O % karbon organik dan warna epipedon molik sekurang-kurangnya sepanjang 5O cm dari bagian atas jeluk 6O cm ,diluar lapisan-lapisan yang terhampar diatas yang tidak memiliki sifat tanah andik.

Pachic melanoxerands

  • Melanoxerands yang lainnya.

Typic melanoxerands

 

Haploxerands  – Xerand yang lain.

Subgroup:

  • Haploxerands yang memiliki kontak litik hingga jeluk 5 cm dari permukaan tanah.

Lithic haploxerands

  • Haploxerands lain yang dapat beberapa subhorison antara jeluk 5O  dan 1OO cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat tanah andik,walaupun lebih dangkal:
  1. Dua persen atau lebih segregasi redoks atau
  2. Dominan kroma (lembab ,2 atau kurang pada permukaan ped ,atau pada matrik jika tak ada ped,yang lain pada horison yang value warnanya (lembab 3 atau kurang,atau
  3. Cukup ferrous aktif untuk memberikan reaksi positif terhadap a,a, dipyridyl pada beberapa waktu dalam setahun ketika tidak diirigasi.

Aquic haploxerands

  • Haploxerans lain yang memiliki horison argilik atau kandik dengan batas atasnya hingga jeluk 125 cm dari permukaan tanah mineral,dan kejenuhan basa (dengan jumlah kation <35% sepanjang bagian lebih atas jeluk 5 cm,dan memiliki kandungan lengas <3O% ( tanpa pengeringan  pada 15OO kPa beberapa subhorison yang memenuhi persyaratan sifat tanah andik dan punya sekurang-kurangnya setebal 25 cm hingga jeluk 1OO cm dari permukaan tanah mineral.

Ultic Vitric Haploxerands

  • Haploxerands lain yangg memiliki kandungan lengas <3O % (tanpa pengeringan  pada 15OO kPa beberapa subhorison yang memenuhi persyaratan sifat tanah andik yang sekurang-kurangnya setebal 25 cm hingga jeluk 1OO cm dari permukaan tanah mineral atau batas artas lapisan organik dengan sifat tanah andik,walaupun lebih dangkal.

Vitric Haploxerands

  • Haploxerands lain yang pada jeluk antara 25 hingga 1OO cm , ketebalan lapisan 1O cm atau lebih dengan karbon organik lebih dari 3% dan warna sepanjang epipedon molik terjadi di bawah horison , atau horison-horison dengan ketebalan 1O cm atau lebih, dengan value warna 1 unit ( atau lebih lebih tinggi dan kandungan karbon organik 1% atau lebih rendah dari pada lapisan yang terdampar dibawahnya.

Thaptic hap loxerands

  • Haploxerands lain yang memiliki horison argilik atau kardik dengan batas atasnya hingga jeluk 125 cm dari permukaan tanah mineral atau batas atas lapisan organik dengan sifat tanah andik,dan kejenuhan basa (dengan jumlah kation < 35% sepanjang bagian lebih atas jeluk 5O cm horison tersebut.

Ultic hapolaxerands

  • Haploxerands lain yang memiliki epipedon molik dan horison argilik atau kardik dengan batas atasnya hingga jeluk 125 cm dari permukaan tanah mineral.

Argixerollic haploxerands

  • Haploxerands lain yang memiliki horison argilik atau kardik dengan batas atasnya hingga jeluk 125 cm dari permukaan tanah mineral.

Alfic haploxerands

  • Haploxerands lain yang memiliki epipedon molik.

Mollic haploxerands

  • Haploxerands yang memiliki epipedon umbric.

Umbric haploxerands

  • Haploxerands yang lainnya.

Typic haploxerands

  • Melanixerands lain yang memiliki >6,O % karbon organik dan warna epipedon molik sekurang-kurangnya sepanjang 5O cm dari bagian atas jeluk 6O cm ,diluar lapisan-lapisan yang terhampar diatas yang tidak memiliki sifat tanah andik.

Pachic melanoxerands

 

Proses Pembentukan Tanah

Proses pembentukan tanah yang utama pada Andisol adalah proses pelapukan dan transformasi (perubahan bentuk). Proses pemindahan bahan (translokasi) dan penimbunan bahan-bahan tersebut di dalam solum sangat sedikit. Akumulasi bahan organik dan terjadinya kompleks bahan organik dnan Al merupakan sifat khas pada beberapa Andisol.

Pelapukan mineral alumino silikat primer telah berlanjut hanya sampai pada pembentukan mineral “short range order” seperti alophan, imogolit, dan ferihidrit. Tingkat pelapukan seperti ini sering dikatakan sebagai tingkat peralihan antara tanah volkanik yang belum dilapuk dengan tanah volkanik yang lebih melapuk. Walaupun demikian pada keadaan lingkungan tertentu mineral-mineral “short range order”cukup stabil sehingga tidak atau lambat sekali berubah menjadi mineral lain.

Penggunaan Tanah

            Andisol merupakan tanah yang cukup subur. Di Indonesia Andisol merupakan tanah utama yang digunakan untuk perkebunan tehseperti di daerah Pangalengan (Jawa Barat), daerah sekitar Danau toba (Sumatra Utara) dan lain-lain. Kecuali itu Andisol banyak digunakan untuk tanaman hortikultura baik berupa tanaman bunga, sayur-sayuran maupun buah-buahan. Andisol dataran rendah seperti di daerah Deli Sumatra Utara merupakan tanah tembakau yang sangat terkenal. Fiksasi P yang besar pada Andisol merupakan masalah penting yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan tanah tersebut.

 

 

Daftar Pustaka

Santoso, Budi. 1993. Sifat dan Ciri Tanah Andisol. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian
Universitas Brawijaya. Malang.

Soil Survey Staff. 1999. Kunci Taksonomi Tanah. Edisi Kedua Bahasa Indonesia 1999. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.