MK. Analisis Lansekap Terpadu “Denudasi dan Deposisi”

This gallery contains 0 photo.

denudasi & deposisi

MK. Analisis Lansekap Terpadu “Geologi kawasan daerah Jember-Lumajang-Probolinggo-Pasuruan”

This gallery contains 0 photo.

>>>> Geologi kawasan daerah Jember-Lumajang-Probolinggo-Pasuruan.Anlan1

MK. Analisis Lansekap Terpadu “Interpretasi Peta Pegunungan Selatan”

This gallery contains 0 photo.

>>>>> Tugas 1. MK: Analisis Lansekap Terpadu

Tugas STELA M5

This gallery contains 11 photo.

TUGAS TERSTRUKTUR MINGGU KE-5 SURVEI TANAH DAN EVALUASI LAHAN Disusun Oleh :    1.         HENI MELSANDI                  115040213111029 2.         GHASANI ANGGIAH           115040200111082 3.         IKA RIANA HIOLA               115040201111072 4.         HESTY M.                                115040201111066   KELAS H   PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2013 Bahan Diskusi Kelompok (Untuk Semua Kelas) Metode survei tanah menggunakan dua pendekatan utama, yaitu pendekatan sintetik dan analitik. Jelaskan persamaan dan perbedaan kedua pendekatan tersebut Berikan contoh kedua pendekatan tersebut  Diskusikan apakah pendekatan yang […]

Tugas STELA M4

Nama: Heni Melsandi

NIM: 115040213111029

Kelas: H/Agroekoteknologi 2011

Latihan 1

1.  Meneruskan pengayaan bahan kajian seperti yang dituliskan pada minggu kedua
Lanjutan dari TM2

  • Satuan taksonomi tanah : sekelompok tanah dari suatu sistem klasifikasi tanah ; masing-masing diwakili oleh suatu profil tanah yang disebut profil tanah + kisaran variasinya disekitar konsep sentral tersebut
  • Satuan taksonomi : suatu yang abstrak dan tidak dapat dilihat batasnya
  • Taksonomi tanah : pengembangan konsep fikiran manusia
  • Konsosiasi : satuan peta tanah yang didminasi oleh satu satuan tanah dan tanah-tanah yang mirip. Minimal 50% dari pedon-pedon yang ada dalam SPT tersebut dan 25% satuan tanah yang serupa. SPT konsosiasi diberi nama sesuai dengan satuan tanah yang dominan. Satuan tanah lain yang tidak sejenis dan serupa maksimal mempunyai persentase 25%. Dua satuan tanah dikatakan sebagai tanah yang seripa apabila mereka hanya berbeda pada satu atau dua kriteria yang menyebabkan keduanya diklasifikasikan kedalam kelompok yang berbeda. Secara umum satuan-satuan tanah yang serupa mempunyai potensi yang hampir sama. Sedangkan dua satuan tanah dikatakan tidak serupa apabila keduanya diklasifikasikan ke dalam kelompok yang berbeda. Satuan-satuan tanah yang tidak serupa mempunyai potensi terhadap penggunaan tertentu yang berbeda secara tegas.Suatu jenis peta tanah yang tersusun dari delineasi, dimana tiap delineasi menunjukkan ukuran, bentuk, dan lokasi dari suatu satuan lanskap yang tersusun atas suatu jenis komponen tanah, atau satu jenis lahan miselaneus ditambah inklusi yang diperbolehkan. Ukuran, bentuk, dan lokasi dari tiap tubuh komponen tanah atau areal miselaneus ditunjukkan secara pasti oleh intensitas pemetaan dan inklusi yang diperbolehkan. Lihat komponen tanah, kompleks tanah, asosiasi tanah, grup tak terbedakan, areal miselaneus.
  • Asosiasi tanah : sekelompok tanah yang berhubungan secara geografis, tersebar dalam suatu satuan peta menurut pola tertentu yang dapat diduga, tetapi karena kecilnya skala peta, tanah-tanah tersebut tidak disajikan dalam SPT tersebut
  • Kompleks tanah : sekelompok tanah yang berbaur satu dengan yang lain tanpa ada pola tertentu atau tidak beraturan. Suatu jenis satuan peta tanah yang digunakan dalam survei tanah dan tersusun dari delineasi, dimana masing-masingnya menunjukkan ukuran, bentuk, dan lokasi satuan lanskap yang tersusun dari dua atau lebih komponen tanah, atau komponen tanah dan areal miselaneus, ditambah inklusi yang diperbolehkan. Tubuh komponen dan areal miselaneus terlalu kecil untuk dapat didelineasi secara individuil dalam skala 1:24.000. Beberapa tubuh dari tiap komponen tanah atau areal miselaneus sesuai untuk ada dalam setiap delineasi. Proporsi komponen dapat bervariasi dari satu delineasi ke delineasi lain dan semua komponen dan semua komponen tidak harus ada dalam delineasi meskipun mereka ada dalam hampir semua delineasi. Dulu ditentukan seperti dalam tetapi skala petanya tidak ditentukan. Lihat komponen tanah, konsosiasi tanah, asosiasi tanah, grup tak terbedakan, areal miselaneus. SPT ini mirip dengan SPT asosiasi karena terdapat dua atau lebih satuan-satuan tanah yang tidak serupa yang digunakan dalam penamaan SPT, demikian juga komposisi masing-masing satuan tanahnya serupa dengan SPT asosiasi. Persebaran satuan tanah yang ada pada SPT ini tidak mengikuti pola tertentu sehingga dalam skala pemetaan yang lebih besar, satuan-satuan tanah yang menyusunnya tetap tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
  • Kelompok tanah tak dibedakan: lebih dari 2 tanah yang secara geografis tidak selalu berupa konsosiasi tetapi termasuk dalam satuan peta yang sama karena untuk penggunaan dan pengelolaannya sama atau mirip
  • Seri tanah : sekelompok tanah yang memiliki ciri dan perilaku serupa berkembang dari bahan induk yang sama dan punya sifat dan susunan horion olah dan sama dalam regim lengas dan regim suhu tanah
  • Fase tanah : pembagian lebih lanjut dari seri tanah sesuai dengan ciri-ciri penting bagi pengolahan atau penggunaan laha seperti draenasi

2. Kerjakan bahan diskusi pada slide no 4 di bahan kuliah minggu 3

  1. Mengapa perlu ditentukan luasan SPT terkecil 0.4 cm2?
    Hal tersebut disebabkan untuk memudahkan menghitung dan memperkirakan perbesaran dalam keadaan yang sebenarnya dan karena apabila luasan SPT kurang dari 0,4 cm2 maka akan banyak bagian-bagian dari peta tanah yang tidak saling berhubungan akan terhapus dari peta karena ukuran yang terlalu kecil.
  2. Apakah dibenarkan kita membesarkan peta analog (misalnya peta tanah cetak) dgn scanner/foto copy  skala 1 : 250.000 menjadi 1 : 50.000? JELASKAN
    Tidak dibenarkan, karena dengan melakukan perbesaran peta menggunakan scanner atau foto copy hanya akan merubah ukuran dari peta tersebut bukan skala dari peta tersebut.
  3. Skala peta
    1. Berapa luas di lapangan untuk suatu SPT berukuran 0.8 cm2 pd peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah?
      Luas asli = 0,8 x (10000)2 = 8 x 107x 108 = 8 x 107x 10-8= 8×10-1
    2. Berapa intensitas pengamatan untuk peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah?
      • Eksplorasi (1: 1000.000)
        L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (1.000.000)2                      = 0.8 x 1012 cm2= 0.8 x 104 ha
      • Tinjau (1:250.000)
        L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (250.000)2                      =  0.8 x 625 x 108= 500 x 108 cm2 = 500 ha
      • Semi detil (1:50.000)
        L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (50.000)2                     =  0.8 x 25 x 108= 20 x 108  cm2= 20 ha
      • Detil (1:25.000)
        L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (25.000)2                      =  0.8 x 625 x 106= 500 x 106 cm2= 5 ha
      • Sangat Detil (1:5 000)
        L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (5000)2                      =  0.8 x 25 x 106= 20 x 106 cm2= 20-1 ha 

Tugas STELA M3

This gallery contains 6 photo.

  Nama: Heni Melsandi NIM: 115040213111029 Kelas: H/Agroekoteknologi 2011 Tugas Koleksi Peta Judul                                    : PETA GEOLOGI BANDUNG Penerbit                              : ASMET Tahun Pembuatan            : 1990 Skala                                    : 1:100.000 Sistem Proyeksi                 : silinder Lokasi Peta                         :Bandung Judul                        : PETA LAND USE KOTA SURABAYA Penerbit                   : BAPPEKO Surabaya Tahun Pembuatan : 2012 Skala                         : 1:50.000 Sistem Proyeksi     : Silinder Lokasi Peta             : Surabaya Judul                                    : Djakarta Penerbit                              : ASMET Tahun Pembuatan           : 1999 Skala                                   :  1:250.000 Sistem proyeksi                :  silinder Lokasi Peta                        : […]

Tugas STELA M2

Nama : Heni Melsandi
NIM   : 115040213111029
Kelas : H/Agroekoteknologi 2011

Tugas Pengayaan Materi Survei Tanah dan Evaluasi Lahan
Tugas Minggu Pertama

1. Definisi dan penjelasan istilah berikut ini:

  • Peta Tanah adalah sebuah peta yang dibuat untuk memperlihatkan distribusi taksa tanah, dalam hubungannya dengan kenampakan fisik dan budaya dari permukaan tanah.
  • Skala peta adalah perbandingan antara jarak di lapangan dengan jarak di peta. Sebagai contoh : Jarak sebenarnya antara Jakarta – Bogor adalah 50 km. Pada peta skala 1 : 100.000, maka jarak antara kedua kota tersebut adalah : 1 cm di peta = 100.000 cm atau 1 km di lapangan, Maka 50 km di lapangan = 50 cm di peta.
  • Delineasi batas tanah (Soil delineation) yaitu dimana merupakan batasan-batasan tanah atau garis-garis batah tanah yang ada di lapangan, atau suatu garis yang tehubung untuk menandai perbedaan keadaan tanah dalam peta tanah.
  • Poligon merupakan penggambaran batas/delineasi tanah-tanah yang dijumpai di lapangan yang berupa garis-garis tertutup yang kedua ujungnya saling bertemu dan membentuk area. Area yang terbentuk ini akan membentuk luasan yang dapat kita ukur/hitung berapa besarnya. Menghitung luas suatu wilayah pada peta dapat kita lakukan secara manual dengan menggunakan Sistem Grid.
  • Satuan Peta (Map unit) yaitu dimana kelompok lahan atau tanah yang memiliki karakteristik yang sama.
  • Satuan Peta merupakan satuan lahan yang system fisiografi/bentuk lahannya sama, yang dibedakan satu sam lain di lapangan oleh batas-batas alami dan dapat digunakan sebagai satuan evaluasi lahan.
  • Satuan Peta Tanah merupakan satuan peta tanah adalah polygon-poligan yang berada dalam peta tanah. dapat hanya t.a. satu taksa tanah (konosiasi), atau dapat pula t.a. ≥ 2 taksa tanah (berupa asosiasi atau kompleks) yang didefinisikan mengikuti sistem klasifikasi tanah yang digunakan.
  • Legenda merupakan komponen penting pada peta. Karena peta tanpa legenda.keterangan petanya, sulit untuk dibaca. Jadi agar mudah dibaca dan ditafsirkan, peta harus dilengkapi dengan legenda/ keterangan. Legenda menerangkan arti dari simbol-simbol yang terdapat dalam peta.
  • Foto udara yaitu dimana pengambilan gambar atau foto melalui udara atau angkasa dengan menggunakan alat satelit.
  • Stereoskop merupakan alat untuk mengamati peta tanah secara tiga dimensi atas foto udara yang bertampalan.

2. Resume kajian kuliah minggu pertama.
STELA atau Survei Tanah dan Evaluasi Lahan merupakan salah satu mata kuliah yang harus diambil oleh seluruh mahasiswa program studi Agroekoteknologi di Universitas Brawijaya Malang. Mata Kuliah ini berbobot 4 SKS dengan pembagian 2 SKS kuliah, 1 untuk praktikum dan 1 untuk tutorial. Secara garis besar mata kuliah ini menjadi salah satu mata kuliah dibawah arahan dosen-dosen dari jurusan tanah. Sesuai dengan namanya, STELA lebih menitik beratkan pada studi di lapang. Mahasiswa yang mengambil MK ini diwajibkan untuk mengikuti 3 fieldtrip yang semuanya bertujuan untuk survei dan evaluasi tanah sehingga nantinya mahasiswa dapat menjadi seorang surveyor yang handal.
Survei tanah adalah bertujuan untuk mengetahui bagaimana tanah dapat dimanfaatkan untuk manusia agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup mereka. Setelah survey tanah dilakukan maka hal berikutnya yang harus dilakukan adalah evaluasi tanah yaitu dengan menganalisis sampel tanah yang di ambil pada saat survey untuk dianalisis pada laboratorium. Dengan demikian kita dapat mengetahui kandungan-kandungan dalam tanah tersebut baik dari tekstur tanah, struktur, konsistensi, dan jenis tanah. Penjelasan lain yang dibahas dalam pertemuan pertama ini adalah materi kuliah, praktikum dan tutorial yang bisa di unduh dari web resmi MK STELA yaitu di stela2010.wordpress.com yang harus dikunjungi oleh mahasiswa atau perwakilannya tiap minggu sehingga dapat melihat informasi terbaru.

3. Istilah istilah baru yang muncul

  • Grid adalah penetuan titik yang diterapkan pada survei tanah dengan memperhatikan kedetailan tertentu
  • Glay adalah warna tanah yang keabuan karena tergenang air yang sangat lama
  • Tanah karatan terjadi reduksi dan oksidasi atau bisa dikatakan terkadang tergenang air terkadang tidak.
  • Redoxymorphyl merupakan suatu bentuk tanah yang disebabkan proses reduksi dan oksidasi contohnya di daerah Lamongan
  • Kontur adalah garis khayal untuk menggambarkan semua titik yang mempunyai ketinggian yang sama diatas atau dibawah permukaan laut
  • Penyebaran gunung berapi adalah radial.
  • Waterpass: mengukur kemiringan dengan air pada saat foto udara.
  • Survey tanah merupakan metode atau cara mengumpulkan data dengan turun langsung kelapangan. Data yang diperoleh berupa data fisik, kimia, biologi, lingkungan, dan iklim. Kegiatan survei terdiri dari kegiatan dilapangan, analisis dilaboratorium, mengklasifikasikan tanah kedalam sistem taksonomi atau system klasifikasi tanah, melakukan pemetaan tanah atau interpretasi atau penafsiran dari survei tanah dan ahli teknologi pertanian.
  • Land capability classification merupakan penilaian lahan secara sistematik dan pengelompokannya kepada beberapa kategori berdasarkan sifat potensi dan penghambat penggunaan lahan secara lestari.
  • Land suitability classification merupakan penilaian dan pengelompokkan lahan dalam artian sesuai secara relatif ataupun absolut untuk penggunaan spesifik tertentu.
  • Evaluasi lahan merupakan proses penilaian penampilan lahan untuk tujuan tertentu, meliputi pelaksanaan dan interpretasi sirvey serta studi bentuk lahan, tanah, vegetasi, iklim dan aspek lahan lainnya, agar dapat mengidentifikasi dan membuat perbandingan berbagai penggunaan lahan yang mungkin dikembangkan.

“HAMA PERUSAK AKAR (NEMATODA Rotylenchulus reniformis) PADA TANAMAN CENGKEH”

This gallery contains 6 photo.

BAB I  PENDAHULUAN 1.1  Latar belakang Peran komoditas cengkeh saat ini tidak hanya sebagai komponen utama rokok, akan tetapi telah banyak digunakan di berbagai industri lainnya seperti makanan, obat dan kosmetik. Bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) selain mengandung minyak atsiri, juga mengandung senyawa kimia yang disebut eugenol, asam oleanolat, asam galotanat, fenilin, karyofilin, resin dan gom. Serangan hama dan penyakit sangat berpengaruh terhadap produksi tanaman cengkeh. Penurunan produksi cengkeh akibat serangan hama dapat mencapai 10-25%. Serangan hama dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman […]

Kewaspadaan Nasional dan Bela Negara

This gallery contains 6 photo.

kewaspadaan nasional dan bela negara  

Perkembangan Tanaman

1.      Bagaimana susunan genetik tanaman menyerbuk sendiri?

Sasaran yang hendak dicapai : sifat unggul pada homosigot. Ciri khusus varietas tanaman menyerbuk sendiri yang dikembangkan melalui biji adalah susunan genetiknya homosigot, kecuali varietas hibrida. Untuk memperoleh tanaman homosigot dari hasil hibridisasi stau dari populasi heterogen , peranan seleksi amat penting artinya.

Hibridisasi : Penyerbukan antara tanaman homosigot

Crossing    : Penyerbukan antara tanaman homosigot dengan heterosigot atau
heterosigot dengan hetreosiigot

Selfing       : Penyerbukan pada tanaman berumah satu.

Tanaman menyerbuk sendiri yang disilangkan heterosigot makin kurang keragaman genetiknya terjadi penyerbukan sendiri terus menerus, perubahan susunan genetika pada masing–masing pasangan. Alel mengarah ke homosigositas, sehingga susunan genetik dalam tanaman semua / sebagian besar homosigot (Anonimousa.2012).

 

Tanaman menyerbuk sendiri dapat mempertahankan homosigositas selama tidak ada kemungkinana menyerbuk silang. Tanaman menyerbuk sendiri seperti padi, karena tidak mendapatkan gen-gen baru dari tanaman lain, memiliki susunan gen-gen yang homozigot, yaitu pasangan gen terdiri dari gen-gen yang sama, untuk semua lokus gen. Kondisi homozigot untuk seluruh lokus gen ini telah terjadi sejak beribu-beribu tahun yang lalu, sehingga tanaman menyerbuk sendiri (seperti padi) mengalami ”adaptasi-genetik”, dapat tumbuh normal dalam kondisi homozigot. Apabila di alam terjadi persilangan antar tanaman, maka keturunannya akan menjadi homozigot kembali setelah delapan generasi. Jadi, alam tidak memberikan kesempatan tanaman heterozigot untuk berkembang biak bagi tanaman menyerbuk sendiri. Dalam proses evolusi sepanjang masa, tanaman homozigot yang lemah akan terdesak atau mati, dan yang dapat tetap hidup adalah individu tanaman homozigot yang kuat atau unggul. Dari proses evolusi inilah muncul varietas unggul lokal tanaman padi, kedelai, kacang tanah, kacang hijau dan tanaman menyerbuk sendiri lainnya (Sumarno. 2006).

2.      Bagaimana susunan genetik tanaman menyerbuk silang?

Biji yang diperoleh dari penyerbukan silang antara tanaman berbeda akan mempunyai susunan genetik yang berbeda menjadi heterozigot. Program genetik adalah suatu susunan untaian genetik yang akan diekspresikan pada suatu fase atau keseluruhan fase pertumbuhan yang mencakup bentuk dan fungsi tanaman yang menghasilkan keragaman pertumbuhan tanaman (Sitompul. 1995).

3.      Mengapa susunan genetiknya berbeda?

Karena pada tanaman menyerbuk sendiri tidak mendapatkan gen-gen baru dari tanaman lain, memiliki susunan gen-gen yang homozigot, yaitu pasangan gen terdiri dari gen-gen yang sama, untuk semua lokus gen; dan tanaman menyerbuk sendiri yang disilangkan heterosigot makin kurang keragaman genetiknya terjadi penyerbukan sendiri terus menerus, perubahan susunan genetika pada masing–masing pasangan; Alel mengarah ke homosigositas, sehingga susunan genetik dalam tanaman semua / sebagian besar homosigot. Sedangkan pada tanaman menyerbuk silang keturunan tanaman menjadi heterozigot, karena terjadi pencampuran sel kelamin dari tanman berbeda. Pada dasarnya tanaman penyerbuk silang adalah heterozigot dan heterogenus. Satu individu dan individu lainnya genetisnya berbeda.

4.      Mengapa suatu tanaman terjadi penyerbukan sendiri?

Karena susunan bunganya berdekatan atau stigmanya bisa memanjang dengan cepat saat polen masak (contoh: bunga tomat) sehingga memungkinkan polen bersatu dengan stigma. Atau terhalangnya polen dari tanaman lain ke sel telur (contoh: bunga anggrek) stigmanya tertutup oleh bagian bunga sehingga tidak memungkinkan polen dari tanamn lain membuahinya atau karena bunganya tidak terbuka, polen jatuh sebelum bunga membuka, putik dan benang sari berada dalam satu bunga, atau waktu masak jantan (athesis) dan masak betina (reseptif) bersamaan sehingga memungkinkan menyerbuk sendiri. Dan tidak mempunyai sifat sel-inkompabilitas ( kemampuan bunga untuk menolak serbuk sarinya sendiri dan serbuk sari dari individu kerabat dekatnya      menghasilkan zat penolakan pada sel yang sama) sehingga tidak memungkinkan terjadinya penyerbukan silang.

5.      Mengapa suatu tanaman terjadi penyerbukan silang?

Karena terhalangnya polen membuahi sel telur pada tanaman atau bunga yang sama, misal karena polen dan sel telur berbeda waktu masaknya; atau bunga jantan dan bunga betina letaknya terpisah meskipun masih dalam satu tanaman (monoceous) contohnya jagung, sehingga kemungkinan untuk menyerbuk sendiri sangat kecil; atau karena bunga jantan dan betina terdapat pada tanaman terpisah (dioceous) sehingga tidak mungkin melakukan penyerbukan sendiri, sehingga membutuhkan bantuan angin,serangga atau manusia.

6.      Cari pengertian dan contoh tipe bunga :

a. Cleistogamy : Penyerbukan bunga yang dilakukan secara tertutup, sebe;um bunga mekar (Saskia. 2011).

Terjadi jika putik diserbuki oleh serbuk sari dari bunga yang sama. Dapat disebabkan oleh :

  • Putik dan serbuk sari masak sebelum terjadinya anthesis (bunga mekar)
  • Konstruksi bunga menghalangi terjadinya penyerbukan silang (dari luar), misalnya pada bunga dengan kelopak besar dan menutup. Contoh : familia Papilionaceae

    b. Protogyni

Protogini : putik lebih dahulu masak daripada benang sari. Contoh: Bunga Bangkai yang ditemukan oleh Rafflesia Arnoldi.

bunga banggkai merupakan tumbuhan berumah satu dan protogini dimana bunga betina resertif terlebih dahulu masak lalu diikuti masaknya bunga jantan (Anonymousc.2012).

 c. Protandri

Protandri : benang sari lebih dahulu masak daripada putik. Contoh : jagung.

d. Chasmogami

Terjadi jika putik diserbuki oleh serbuk sari dari bunga yang berbeda. Hal ini dapat terjadi jika putik dan serbuk sari masak setelah terjadinya anthesis (bunga mekar).

Beberapa tipe penyerbukan terbuka yang mungkin terjadi :
a. Autogamie: putik diserbuki oleh serbuk sari dari bunga yang sama.
b. Geitonogamie: putik diserbuki oleh serbuk sari dari bunga yang berbeda,
dalam pohon yg sama.
c. Allogamie (Silang): putik diserbuki oleh serbuk sari dari tanaman lain yg
sejenis.
d. Xenogamie (asing): putik diserbuki oleh serbuk sari dari tanaman lain yg
tidak sejenis.

Beberapa tipe bunga yang memungkinkan terjadinya penyerbukan terbuka :
a. Dikogami     : Putik dan benang sari masak dalam waktu yang tidak
bersamaan.
–  Protandri   :benang sari lebih dahulu masak daripada putik.
–  Protogini   :putik lebih dahulu masak daripada benang sari.

b. Herkogami  : Bunga yang berbentuk sedemikian rupa hingga penyerbukan
sendiri tidak dapat terjadi. Misal Panili yang memiliki kepala putik yang
tertutup selaput (rostellum).

c. Heterostili    : Bunga memiliki tangkai putik (stylus) dan tangkai sari
(filamentum) yang tidak sama panjangnya.

-tangkai putik pendek (microstylus) dan tangkai sari panjang.
-tangkai putik panjang (macrostylus) dan tangkai sari pendek (Elysa.2004).

Contoh : Bunga Cabai, Bunga cabai termasuk bunga hermaprodit dan bersifat kasmogami. Bunga hermaprodit adalah bunga yang mempunyai putik dan polen yang terdapat pada satu bunga, sedangkan bersifat kasmogami berarti waktu penyerbukan terjadi pada saat bunga sudah mekar. Oleh karena itu, pada cabai masih memungkinkan terjadi penyerbukan silang (Sujiprihati et al, 2008) (Anonymouse. 2012).

e. Heterogamy

Heterogami: morfologi gamet jantan dan betina berbeda. Peleburan dua gamet disebut fertilisasi (pembuahan). Pada tanaman sebelum  pembuahan terjadi penyerbukan, dan terdapat dua pembuahan (pembuahan ganda) (Anonymousf.2011).

Heterogamy/Anisogami : yaitu peleburan dua sel gamet jantan dan betina yang berbeda ukurannya tetapi sama bentuknya, gamet jantan lebih kecil ukurannya dari pada gamet betina. Contoh: Ulva (Sugiyanti dkk. 2004).

f. Homogamy

Homogamy : Pada bunga yang berkelamin dua, anther dan stigma yang telah dewasa, masak pada waktu yang sama, maka dapat melakukan penyerbukan sendiri (berumah satu). Pada pengertian sumber lain, homogami terjadi pada tumbuhan berbunga hermaprodit, polen dilepas dan stigma siap menerima pada waktu yang bersamaan. Pada tumbuhan ini, autogami tidak harus terjadi. Contoh: gandum, kacang buncis.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymousa. 2012. Pemuliaan Tanaman. (http://fp.uns.ac.id/~hamasains/bab6pemuliaan.htm,
                    diakses tanggal 4 Maret 2012).

Anonymousb. 2011. Lathyrus Vernus. (http://theseedsite.co.uk/profile597.html, diakses
tanggal 6 Maret 2012).

Anonymousc. 2012. Bunga Bangkai. (http://1nt4n51t0ru5.wordpress.com/, diakses tanggal 6
Maret 2012).

Anonymousd. 2012. Klasifikasi Jagung.
(http://eri08tirtayasa.blogspot.com/2011/11/klasifikasi-jagung-zea-mays.html,
diakses tanggal 6 Maret  2012).

Anonymouse. 2012. Botani dan Morfologi Cabai.
(http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/53390/BAB%20II%20
Tinjauan%20Pustaka.pdf?sequence=4
) diakses tanggal 6 Maret 2012).

Anonymousf. 2011. Perkembangbiakan Tanaman.
(http://20de.wordpress.com/2011/12/26/perkembangbiakan-tanaman/, diakses
tanggal 6 Maret 2012)

Elisa. 2004. Pembungaan dan Produksi Buah I. (www.elisaugm.ac.id, diakses tanggal 21
januari 2009).

Iqbal. 2010. Gandum. (http://iqbalsyukri.wordpress.com/2010/03/15/gandum/, diakses
tanggal 7 Maret 2012).

Sasika Novel S.Si, Sinta. 2011. Kamus Bio Logi SMA. Agromedia Pusaka :Jakarta.

Sitompul, S.M. dan B. Guritno. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada
University Press. Yogyakarta.

Sugiyanti, dkk. 2004. Solusi Sukses Belajar Biologi SMP/MTs. Jakarta : Erlangga.

Sumarno. 2006.  Mengapa Hibrida Padi Tidak Sesukses Hibrida Jagung?. Bogor : Tabloit
Sinar Tani Puslitbangtan.