Archive for the ‘Teknologi’ Category

Comments Off on Belajar Energi Hijau dari Barbados

Belajar Energi Hijau dari Barbados


2012
05.07

Barbados, negara pulau yang terletak di persempadan laut Karibia dan samudera Atlantik ini berhasil mengubah tantangan ketergantungan energi menjadi peluang ekonomi. Sebagaimana dikutip dalam situsGreen Economy milik Program Lingkungan PBB (UNEP), ketergantungan yang sangat tinggi terhadap bahan bakar fosil impor adalah salah satu masalah lingkungan terbesar di Barbados.
Pemerintah Barbados dalam Rencana Strategis Nasional 2006-2025 ingin mengubah pola ketergantungan ini dengan meningkatkan pasokan energi terbarukan dengan berfokus pada pasokan pemanas panel surya ke rumah tangga hingga 50% pada 2025. Tenaga surya saat ini menjadi energi terbarukan yang paling banyak digunakan di Barbados. Hampir separuh pemanas air yang digunakan masyarakat saat ini adalah pemanas air tenaga surya.
Pada tahun 2002, Barbados berhasil mengurangi 15.000 metrik ton emisi karbon dan menghemat dana lebih dari US$100 juta dari 35.000 pemanas air tenaga surya yang telah dipasang pada saat itu. Baru-baru ini pemerintah Barbados juga telah menciptakan beberapa skema untuk meningkatkan jumlah pemasangan pemanas air tenaga surya di rumah-rumah. Sebagai contoh, pemerintah Barbados meningkatkan alokasi dana audit energi, yang berasal dari modifikasi peraturan pajak perumahan pada 2008, sebesar US$1.000 menjadi US$5.000 setiap tahun. (more…)

Comments Off on 10 Trend Bangunan Hijau Terbaik

10 Trend Bangunan Hijau Terbaik


2012
04.18

Earth Advantage mengidentifikasi 10 tren gedung berwawasan lingkungan terbaik tahun ini.
Tren-tren baru ini, sebagaimana dilaporkan oleh Sustainable Business, adalah hasil masukan dari berbagai pihak seperti pemerintah, pengembang, arsitek, broker properti, termasuk para pemilik rumah.
Menurut Tom Breunig, Direktur Pemasaran dan Komunikasi di Earth Advantage Institute, penggunaan perabot pintar (smart appliances), analisis masa pakai bahan bangunan, serta pemanfaatan energi berbasis komunitas yang makin terjangkau oleh masyarakat termasuk di dalamnya. (more…)

Comments Off on Mewariskan Bumi untuk Generasi Mendatang

Mewariskan Bumi untuk Generasi Mendatang


2012
04.17

Setiap manusia adalah agen perubahan. Bersama kita bisa menciptakan masa depan yang kita inginkan 20 tahun yang akan datang. Pesan ini adalah pesan utama yang ingin disampaikan kepada para pemimpin dunia dan berbagai komponen masyarakat yang akan terlibat dalam Konferensi Pembangunan Berkelanjutan atau Rio+20 yang akan diselenggarakan di Rio de Janeiro, Brasil, pada 20-22 Juni nanti.

Dua puluh tahun setelah Rio menggelar “Earth Summit” pada 1992, Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali mengorganisir forum global yang akan membahas strategi yang harus diterapkan jika dunia ingin mewariskan bumi yang layak ditinggali untuk generasi mendatang. Di tengah perang dan perebutan sumber daya alam yang saat ini masih berlangsung di sejumlah negara, dunia harus menyelesaikan dua masalah penting yaitu masalah kemiskinan dan kerusakan lingkungan guna menciptakan masa depan yang berkelanjutan.

Jumlah penduduk dunia tahun ini telah mencapai 7 miliar. Jumlah ini akan melonjak menjadi 9 miliar penduduk pada 2050. Dan seperlima penduduk dunia – 1,4 miliar jiwa – saat ini masih hidup dengan pendapatan US$1,25 (Rp11.000) setiap hari bahkan kurang. (more…)

Comments Off on 3 Sektor Strategis Ekonomi Ramah Alam

3 Sektor Strategis Ekonomi Ramah Alam


2012
04.17

Ekonomi yang ramah alam berpotensi besar untuk memenuhi kebutuhan penduduk pada saat yang sama melestarikan lingkungan. Sistem ekonomi ini sangat penting terutama bagi negara-negara berkembang yang menghadapi ancaman eksploitasi dan kerusakan sumber daya alam. Ada tiga sektor yang menjadi kunci peralihan ke sistem ekonomi yang ramah alam di negara berkembang yaitu sektor pertanian, pengelolaan air dan kehutanan.

Tiga pendekatan ini sangat cocok diterapkan di negara tropis seperti Indonesia yang menjadikan pertanian, perairan dan kehutanan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. Berikut manfaat yang diperoleh suatu negara jika menerapkan pendekatan ramah lingkungan di ketiga sektor tersebut.

1. Sektor Pertanian dan Makanan

Menurut data Program Lingkungan PBB (UNEP), praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah alam bisa meningkatkan produksi pertanian antara 54% dan 179%, sehingga menambah nilai industri pertanian dalam perekonomi global sebesar US$1,5 trilyun hingga US$ 6,4 trilyun. Peningkatan produksi pertanian tidak hanya bisa memasok pangan yang cukup bagi petani dan keluarganya, namun juga bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Dan ada korelasi yang kuat antara peningkatan produksi pertanian dengan upaya mengurangi kemiskinan. Menurut UNEP, jika produksi pertanian naik sebesar 10%, tingkat kemiskinan di Afrika akan bisa dikurangi hingga 7% sementara di negara-negara Asia bisa dikurangi hingga 5%. Potensi ini akan lebih besar jika industri pertanian mampu mengurangi jumlah produk pertanian dan makanan yang terbuang baik dalam proses produksi, distribusi dan konsumsinya.

2. Sektor Kehutanan

Jika dunia mampu mengurangi kerusakan hutan dan sumber daya alam hingga separuh pada 2030, dunia akan mampu memangkas emisi gas rumah kaca sebesar 1,5- 2,7 gigaton CO2 per tahun. Nilai ini setara dengan memangkas 50% emisi CO2 Amerika Serikat pada 2008. Dan nilai manfaat dari upaya mencegah kerusakan perubahan iklim ini mencapai lebih dari US$3,7 trilyun.

3. Sumber Daya Air

Diperlukan investasi sebesar US$100-300 miliar per tahun untuk menjamin pasokan air yang berkelanjutan selama periode 2010-2050. Jika dilakukan, investasi ini akan bisa mengurangi permintaan air sebesar 20% pada 2050. Investasi ini juga bisa mengurangi eksploitasi air tanah (ground water) dan air permukaan (surface water) sekaligus menjamin pasokan air untuk kebutuhan rumah tangga maupun bisnis dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

India memanfaatkan strategi konservasi ini untuk melakukan reformasi pengelolaan sumber daya air sekaligus untuk membuka lapangan kerja. Melalui National Rural Employment Guarantee Act, India menjamin lapangan kerja selama 100 hari per tahun bagi penduduk di pedesaan untuk mengerjakan proyek konservasi air, irigasi dan pengolahan lahan. Proyek senilai US$6,4 miliar tersebut berhasil menyediakan lebih dari 3 miliar jam lapangan kerja dan bermanfaat bagi 60 juta keluarga.

Keberhasilan semua strategi di atas sangat tergantung pada regulasi dan komitmen dari pemerintah. Dukungan teknologi dan kemauan industri untuk berinovasi juga diperlukan, untuk menghemat sumber daya, meningkatkan ekonomi, sekaligus melestarikan lingkungan.

Sumber : http://www.hijauku.com/2012/02/03/3-sektor-strategis-ekonomi-ramah-alam/

Comments Off on 5 Investasi Menuju Ekonomi Hijau

5 Investasi Menuju Ekonomi Hijau


2012
04.17

Ekonomi yang ramah lingkungan memerlukan infrastruktur guna mendukung praktik ekonomi yang berkelanjutan.

Berikut adalah lima bentuk investasi yang mendukung peralihan dan perkembangan ke ekonomi yang ramah alam. Masing-masing negara memiliki potensi yang berbeda. Memenuhi kelima syarat infrastruktur di bawah ini akan menjadi landasan ideal sebuah ekonomi yang berkelanjutan.

Energi bersih.

Sebuah ekonomi yang ramah lingkungan akan terus mencari peluang untuk memromosikan dan berinvestasi di energi bersih, energi yang ramah lingkungan, guna menjawab kebutuhan energi yang terus meningkat.

Pada praktiknya, peralihan ke energi bersih akan bisa mengurangi biaya energi pada saat yang sama mengatasi masalah perubahan iklim yang dipicu salah satunya oleh pembakaran bahan bakar fosil. Investasi ke energi bersih juga membuka peluang pengembangan energi baru dan terbarukan. Upaya menciptakan akses energi untuk semua bisa dilakukan melalui reformasi, peningkatan kapasitas dan tata kelola sektor energi yang lebih baik.

Kota yang layak ditinggali.

Menciptakan kota yang aman dan layak ditinggali membawa manfaat besar saat urbanisasi terus meningkat. Hal ini bisa diwujudkan dengan merancang kota secara terintegrasi yang mampu memberikan akses atas air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak; memerbaiki pengelolaan limbah dan infrastruktur; menghemat energi baik di perumahan maupun gedung-gedung komersial; mengurangi risiko dan meningkatkan daya tahan wilayah perkotaan terhadap perubahan iklim.

Sistem transportasi hijau.

Merencanakan sistem tranportasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan menjadi isu penting dalam tata kelola perkotaan. Insfratruktur transportasi di perkotaan – menurut laporan ADB, UNEP dan ESCAP yang berjudul Green Growth, Resources and Resilience Environmental Sustainability in Asia and the Pacific – tidak akan bisa menampung jumlah kendaraan pribadi berapapun kapasitas infrastruktur yang disediakan.

Kemacetan dan masalah polusi akan terus merugikan ekonomi nasional dan merongrong Pendapatan Domestik Bruto suatu negara. Beralih ke sistem transportasi hijau yang hemat energi dan berkelanjutan (contoh, kereta, bis kota dan kendaraan tanpa motor) akan memberikan manfaat besar bagi penduduk perkotaan.

Investasi harus difokuskan pada sistem transportasi yang bersih, rendah karbon, aman, efisien, mudah diakses, tahan segala cuaca, dan terjangkau oleh masyarakat. Untuk mewujudkannya, diperlukan perencanaan dan kebijakan transportasi yang menyeluruh yang mendukung pembangunan dan ekonomi perkotaan.

Air dan sanitasi.

Tata kelola air dan sanitasi memerlukan perbaikan saat permintaan air terus meningkat. Yang harus dilakukan adalah memberikan akses atas air dan sanitasi yang bisa layak dan terjangkau tanpa melupakan ancaman perubahan iklim dan bencana alam. Upaya menjaga kualitas air tanah (groundwater) dan air permukaan (surface water) melalui konservasi dan tata kelola sumber air yang terintegrasi menjadi sebuah keharusan.

Irigasi Pertanian.

Pertanian adalah sektor yang paling banyak mengonsumsi air. Untuk mengatasinya diperlukan sebuah sistem pertanian yang ramah lingkungan dan efisien yang tidak hanya bisa mengurangi penggunaan air, namun juga bisa mencegah pemakaian bahan kimia, energi dan sumber daya lain secara berlebihan.

Sumber : http://www.hijauku.com/2012/02/22/5-investasi-menuju-ekonomi-hijau/