Comments Off on Mesir Ubah Merang Menjadi Kertas

Mesir Ubah Merang Menjadi Kertas

2012
04.16

Sebuah teknologi kimia baru mampu mengubah merang menjadi kertas dan insektisida murah guna mengatasi hama nyamuk. Teknologi ini juga bisa memangkas emisi karbon dioksida. Pembangunan fasilitas industri pertama yang mengadopsi teknologi ini rencananya akan dimulai pada bulan Desember mendatang di dekat ladang padi di wilayah Noubariya, 120 kilometer dari Ibu Kota Mesir, Kairo.

Menurut analisis Hazem Badr yang diterbitkan di Scidev.net, teknologi dan fasilitas baru ini diperkirakan mampu memberikan manfaat ekonomi yang nilainya mencapai US$85 juta per satu juta ton merang yang didaur ulang, setiap tahun. Teknologi baru ini juga bisa membuka 100.000 lapangan kerja baru dan mengurangi 85.000 ton karbon dioksida akibat pembakaran merang yang sudah tidak terpakai.

Penelitian yang dilakukan oleh Divisi Penelitian Industri Kimia, Pusat Penelitian Nasional Mesir ini masuk dalam program pengembangan riset dan inovasi (Research Development and Innovation, RDI Program) yang didanai oleh Uni Eropa. Program ini bertujuan untuk memajukan transfer inovasi dan teknologi di Mesir dengan memberikan bantuan dana sebesar US$500.000 guna membangun fasilitas industri.

Teknologi baru ini sudah memperoleh hak paten dari Kantor Paten Mesir (Egyptian Patent Office) pada 2010. Galal A. Nawwar, yang memimpin divisi penelitian ini mengatakan, teknologi pengolahan merang ini adalah salah satu penelitian unggulan terkait sampah pertanian di Mesir.

“Setiap tahun, empat juta ton merang dibakar di Mesir, menimbulkan masalah sampah dan lingkungan terutama polusi udara,” ujarnya.

Metode baru ini mampu mengurai lebih dari 65% merang untuk digunakan sebagai bubur di industri kertas dan karton. “Teknologi yang ada saat ini hanya mampu mengubah 30% merang menjadi bubur kertas sehingga masih menyisakan banyak limbah,” ujar Nawwar.

Maha Al Khatib, peneliti yang terlibat dalam program ini menyatakan, teknologi baru ini mengurai selulosa dari merang untuk kemudian dibuat menjadi kertas dan produk-produk resin lain yang berbahan baku alami. Bahan-bahan resin ini kemudian dimurnikan dan digunakan untuk memproduksi insektisida “alami dan tidak beracun”, namun fektif untuk memberantas serangga dan nyamuk yang banyak ditemui di Mesir, dan negara-negara di Afrika yang bisa menularkan penyakit bernama “lymphatic filariasis” — penyakit infeksi mematikan yang bersumber dari cacing.

Gamal M. Siam, profesor ekonomi pertanian di Universitas Kairo, memeringatkan, keberhasilan manfaat dari teknologi baru ini tergantung pada cara sosialisasi dan penerapan teknologi ini ke petani. Menurut Gamal: “Setiap ide yang tidak memberikan solusi cara memindahkan merang dari ladang pertanian ke lokasi industri akan gagal. Walau mereka menggunakan teknologi baru yang efektif sekalipun.” Syarat lain agar teknologi ini berhasil adalah metodologi ini juga harus memberikan nilai tambah pada 4,5 juta petani padi di Mesir agar tak lagi membakar merang di ladang mereka.

Sumber : http://www.hijauku.com/2011/10/07/teknologi-mesir-ubah-merang-menjadi-kertas/