Comments Off on Menyibak Misteri Jalan Bermagnet Gunung Kelud

Menyibak Misteri Jalan Bermagnet Gunung Kelud

2012
04.10

Hingga kini, masih banyak orang yang bertanya-tanya dan keheranan bagaimana bisa mobil mampu menaiki bukit di lereng Gunung Kelud meski mesin dalam kondisi mati. Perlahan tapi pasti mobil meluncur menaiki bukit seperti ada yang mendorongnya.

Mayoritas beranggapan ini adalah salah satu keamenehan/kegaiban dari Gunung Kelud. Sebagian lagi mengungkapkan hal ini terjadi karena besarnya medan magnet yang mampu mengalahkan gaya grafitasi bumi. Benarkah asumsi-asumsi itu?

Para ahli geologi menganggap apa yang terjadi di lereng Gunung Kelud itu merupakahan hal biasa.Tidak istimewa. Bisa dijelaskan secara ilmiah.

Rovicky, Ahli geologi anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dalam blognya menceritakan berdasarkan hasil penelitian dua dosen ITS (Institut Teknologi 10 November Surabaya) tidak ditemukan medan magnet besar sebagai gaya tarik mobil berjalan naik bukit dengan sendirinya.

“Saya tertarik dengan yang telah diteliti oleh kawan-kawan saya Pak Seno (Dosen Geofisika) dan Pak Amin (Dosen Teknik Sipil) dari ITS, karena beliau berdua menyatakan misteri mobil berjalan naik di Gunung Kelud tidak terbukti adanya gaya magnet sehingga mobil berjalan keatas. Bahkan Pak Amien pernah menyatakan jalan itu justru miring 5% menurun sesuai arah pergerakan mobil. Pak Amien-pun menyatakan Jalan Misteri di Gunung Kelud Ternyata Hanya Ilusi,” tulisnya.

Hal tersebut dapat dijelasakan sebagai berikut. Ketika mobil berjalan pada tempat yang datar, maka yang dilihat oleh mata adalah pohon-pohon di kiri dan kanan jalan.

Secara logika, dan otomatis otak merekam pohon berdiri tegak ke atas. Begitu juga ketika jalanan menurun, pohon akan tetap terlihat tegak vertikal ke atas.

Gambar disebelah ini memperlihatkan secara normal bahwa mobil dengan mesin menyala berjalan sesuai dengan arah. Pohon berdiri vertikal sebagai acuan mata untuk melihat mana atas dan bawah.

Bagaimana mungkin kita berilusi ketika berada dalam kendaraan (mobil) ?

Ketika jalan miring sedangkan pohon yang sering kita pergunakan sebagai “acuan vertikal” juga miring, yang terjadi seperti dalam gambar di bawah.

Sebenarnya mobil ini mundur sendiri ketika mesin dimatikan. Arah kemiringan jalan sebenarnya ke arah kanan (sebelah kanan rendah). Namun karena pohon miring dengan arah yang berlawanan dengan kemiringan jalan, mengakibatkan pikiran kita “tertipu” oleh mata. Seolah-olah melihat kemiringan jalan ke kiri.

Pada ruas-ruas jalan tertentu gejala ini akan lebih mudah menipu mata kalau kita sedang pada sebuah tempat atau jalan panjang yang menanjak tetapi ada ruas kecil menurun (seperti gambar di bawah).

Ketika mobil pada posisi di ruas jalan yang menurun akan terasa seolah-olah mobil tetap menanjak karena kemiringan jalan sangat landai dan pepohonan menipu persepsi otak.

Inilah gejala tipuan yang dibuat oleh alam. Bagaimana mungkin pohon dapat meliuk-liuk. Pohon akan selalu menuju matahari.

Soil Creep atau Rayapan Tanah

Gejala rayapan tanah sering ditandai dengan bentuk pohon yang miring atau bahkan melengkung.

Profil tanahnya akan terlihat melengkung pada bagian permukaan. Pelengkungan tanah bagian atas (soil) ini terjadi karena proses pemanasan (pemuaian) dan pendinginan (penyusutan) yang terjadi secara berulang-ulang.

Secara sederhana dapat digambarkan seperti ini

1. Pada waktu siang hari tanah mengambang karena panas. Maka permukaan tanah miring ini akan memuai mengikuti garis 1? 2. Yaitu tegak lurus dari bidang permukaan.
2. Pada waktu malam hari terjadi pengurangan suhu atau pendinginan tanah. Pendinginan ini tidak lagi kembali dari titik 2 kelokasi semula (1) , tetapi yang terjadi adalah penurunan dari titik 2 ? 3 secara vertikal karena mengikuti gravitasi bumi.
3. Proses ini mengakibatkan adanya resultan perubahan posisi dari titik-titik permukaan. Karena proses ini berulang-ulang siang malam, juga musim panas dan musim dingin, maka permukaan tanah itu menjadi terlihat melengkung.
4. Pelengkungan in akan mempengaruhi pepohonan juga tiang-tiang listrik yang terpancang dipermukaan tanah ini.

Jadi sekarang kalau kamu sudah mampu melihat ada gejala tanah melengkung atau pohon melengkung. Kita perlu hati-hati dan perlu mengamati lingkungan terutama pada tanah yang miring.

Perlu diamati apakah disitu terjadi proses perayapan tanah yang dapat membahayakan. Pelengkungan pohon ini dapat juga disebabkan oleh proses sliding (landslide).
{mosimage}

Nah .. itulah penjelasan apa yang terjadi dengan fenomena mobil maniki bukit tanpa mesin yang terjadi di lereng Gunung Kelud.

Tentu penjelasan dari ahli geologi ini, bagi sebgain orang belum menyakinkan. Kita akan lebih yakin bila melakukan percobaan sendiri di lokasi.

Untuk membuktikan benar tidaknya ada medan magnet sangat besar yang mampu menarik mobil, kita bisa melakukan pembuktian sederhana. Pakailah media air dan bola plastik.

Air memiliki sifat dasar mengalir menuju tempat yang lebih rendah. Dan medan magnet tidak menarik benda yang terbut dari palstik. Bola juga akan menggelinding dengan sendirinya menuju dataran yang lebih rendah.

Tuangkan air dan bola plastik pada ruas jalan yang diyakini warga setempat sebagai awal terjadinya gajala tarikan medan magnet. Perhatikan ke mana larinya air dan bola itu meluncur. Sesuai hukum fisika air dan bola akan meluncur menuju tempat yang lebih rendah.

Nah dari sini kita bisa mendapatkan jawaban yang sangat menyakinkan apa yang sebanarnya terjadi. Mobil meluncur menaiki tanjakan atukah sebaliknya. Selamat mencoba!

Sumber : http://www.jongjava.com/web/science/268-menyibak-misteri-jalan-bermagnet-gunung-kelud