Archive for April 10th, 2012

Comments Off on Fakta-Fakta Menakjubkan Tentang Bumi

Fakta-Fakta Menakjubkan Tentang Bumi


2012
04.10


Bumi yang kita tempati, selama ini menyimpan banyak misteri alam luar biasa, yang sebelumnya tidak kita ketahui. Berbagai kenyataan menakjubkan tentang bumi ini membuktikan bahwa kekuatan Allah SWT memang luar biasa, seakan tidak terjangkau oleh akal pikiran manusia. Namun adakalanya ‘keajaiban’ alam ini juga timbul lantaran pola kehidupan manusia yang tidak mengindahkan faktor keseimbangan alam. Fakta-fakta penting tentang bumi yang patut
kita ketahui itu, diantaranya:

Pada tahun 1783 sebuah letusan besar Icelandic telah mampu mengangkat debu yang banyaknya bisa memblokir keberadaan matahari sesaat di Eropa.

Sekitar 20-30 gunung berapi meletus setiap tahun, sebagian besar di bawah laut.

Sungai bawah tanah yang besar mengalir di bawah sungai Nil, dengan volume air yang banyaknya enam kali lipat dari air sungai di atasnya.

Danau Bosumtwi di Ghana terbentuk dalam lubang yang dibuat oleh sebuah meteorit.

Beaver Lake, di Yellowstone Park, Amerika Serikat, adalah artifisial yang diciptakan oleh berang-berang damming.

Di lepas pantai Florida ada hotel bawah air. Tamu yang akan ke pintu masuk harus menyelam.

Bangsa Mesir Kuno menyembah dewi langit yang disebut Nut.

Tempat di dunia yang paling berangin terdapat di Commonwealth Bay, Antartica.

Tahun 1934, hembusan angin mencapai 371 km / jam di Gunung Washington di New Hampshire, Amerika Serikat.

Pohon Baobab dapat menyimpan hingga 1000 liter air dalam batangnya. Baobab ditemukan di sabana kering Afrika dan India, dan dikenal sebagai “The Tree of Life” yang berarti vitalitas dan panjang umur. Pohon raksasa ini dapat tumbuh hingga 80 kaki tingginya, dan dapat berdiameter 40 meter dan dapat hidup selama beberapa ribu tahun. Baobab berdaun selama sembilan bulan dalam setahun. Dalam bulan basah, air disimpan dalam batangnya yang tebal dan tahan api.

Pohon tertua di dunia adalah pinus California bristlecone yang bernama ‘Metusalah’. Umurnya sekitar 4.600 tahun. Sedangkan pohon terbesar di dunia adalah sequoia raksasa yang tumbuh di California dengan diameter 84 meter dan ukuran keliling batang mencapai 29 meter. Untuk pohon pertumbuhan tercepat adalah eucalyptus. Pohon ini dapat tumbuh 10 meter per tahun.

Ikan ntothenia Antartic memiliki protein dalam darah yang bisa berfungsi sebagai antibeku dan mencegah pembekuan ikan di laut dingin.

USA menggunakan 29% dari minyak dunia dan 33% dari listrik dunia.

Kompleks industri Cubatão di Brazil dikenal sebagai Lembah Maut karena polusinya telah menghancurkan pohon-pohon dan sungai-sungai di dekatnya.

Tibet adalah negara tertinggi di dunia. Ketinggian rata-ratanya di atas permukaan laut adalah 4.500 meter.

Beberapa pegunungan tertua di dunia adalah Highlands di Skotlandia yang diperkirakan sekitar 400 juta tahun.

Air tawar dari Sungai Amazon dapat ditemukan hingga 180 km arah laut.

Laut Putih, di Rusia, memiliki suhu terendah, hanya -2 derajat Celcius. Sedangkan teluk Persia adalah terpanas laut.
Pada musim panas suhunya mencapai 35,6 derajat Celcius.

Tidak ada tanah sama sekali di Kutub Utara, hanya es di atas laut. Samudra Arktik memiliki sekitar 12 juta sq km dari mengambang es dan memiliki musim dingin yang paling dingin suhu -34 derajat Celcius.

Lapisan es di Antartika adalah 3-4 km tebal, meliputi 13 juta sq km dan memiliki suhu serendah -70 derajat Celcius.

Lebih dari 4 juta mobil di Brazil sekarang berjalan pada gasohol bukan bensin. Gasohol adalah bahan bakar terbuat dari gula tebu.

sumber:thatsweird.net

Comments Off on Menyibak Misteri Jalan Bermagnet Gunung Kelud

Menyibak Misteri Jalan Bermagnet Gunung Kelud


2012
04.10

Hingga kini, masih banyak orang yang bertanya-tanya dan keheranan bagaimana bisa mobil mampu menaiki bukit di lereng Gunung Kelud meski mesin dalam kondisi mati. Perlahan tapi pasti mobil meluncur menaiki bukit seperti ada yang mendorongnya.

Mayoritas beranggapan ini adalah salah satu keamenehan/kegaiban dari Gunung Kelud. Sebagian lagi mengungkapkan hal ini terjadi karena besarnya medan magnet yang mampu mengalahkan gaya grafitasi bumi. Benarkah asumsi-asumsi itu?

Para ahli geologi menganggap apa yang terjadi di lereng Gunung Kelud itu merupakahan hal biasa.Tidak istimewa. Bisa dijelaskan secara ilmiah.

Rovicky, Ahli geologi anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dalam blognya menceritakan berdasarkan hasil penelitian dua dosen ITS (Institut Teknologi 10 November Surabaya) tidak ditemukan medan magnet besar sebagai gaya tarik mobil berjalan naik bukit dengan sendirinya.

“Saya tertarik dengan yang telah diteliti oleh kawan-kawan saya Pak Seno (Dosen Geofisika) dan Pak Amin (Dosen Teknik Sipil) dari ITS, karena beliau berdua menyatakan misteri mobil berjalan naik di Gunung Kelud tidak terbukti adanya gaya magnet sehingga mobil berjalan keatas. Bahkan Pak Amien pernah menyatakan jalan itu justru miring 5% menurun sesuai arah pergerakan mobil. Pak Amien-pun menyatakan Jalan Misteri di Gunung Kelud Ternyata Hanya Ilusi,” tulisnya.

Hal tersebut dapat dijelasakan sebagai berikut. Ketika mobil berjalan pada tempat yang datar, maka yang dilihat oleh mata adalah pohon-pohon di kiri dan kanan jalan.

Secara logika, dan otomatis otak merekam pohon berdiri tegak ke atas. Begitu juga ketika jalanan menurun, pohon akan tetap terlihat tegak vertikal ke atas.

Gambar disebelah ini memperlihatkan secara normal bahwa mobil dengan mesin menyala berjalan sesuai dengan arah. Pohon berdiri vertikal sebagai acuan mata untuk melihat mana atas dan bawah.

Bagaimana mungkin kita berilusi ketika berada dalam kendaraan (mobil) ?

Ketika jalan miring sedangkan pohon yang sering kita pergunakan sebagai “acuan vertikal” juga miring, yang terjadi seperti dalam gambar di bawah.

Sebenarnya mobil ini mundur sendiri ketika mesin dimatikan. Arah kemiringan jalan sebenarnya ke arah kanan (sebelah kanan rendah). Namun karena pohon miring dengan arah yang berlawanan dengan kemiringan jalan, mengakibatkan pikiran kita “tertipu” oleh mata. Seolah-olah melihat kemiringan jalan ke kiri.

Pada ruas-ruas jalan tertentu gejala ini akan lebih mudah menipu mata kalau kita sedang pada sebuah tempat atau jalan panjang yang menanjak tetapi ada ruas kecil menurun (seperti gambar di bawah).

Ketika mobil pada posisi di ruas jalan yang menurun akan terasa seolah-olah mobil tetap menanjak karena kemiringan jalan sangat landai dan pepohonan menipu persepsi otak.

Inilah gejala tipuan yang dibuat oleh alam. Bagaimana mungkin pohon dapat meliuk-liuk. Pohon akan selalu menuju matahari.

Soil Creep atau Rayapan Tanah

Gejala rayapan tanah sering ditandai dengan bentuk pohon yang miring atau bahkan melengkung.

Profil tanahnya akan terlihat melengkung pada bagian permukaan. Pelengkungan tanah bagian atas (soil) ini terjadi karena proses pemanasan (pemuaian) dan pendinginan (penyusutan) yang terjadi secara berulang-ulang.

Secara sederhana dapat digambarkan seperti ini

1. Pada waktu siang hari tanah mengambang karena panas. Maka permukaan tanah miring ini akan memuai mengikuti garis 1? 2. Yaitu tegak lurus dari bidang permukaan.
2. Pada waktu malam hari terjadi pengurangan suhu atau pendinginan tanah. Pendinginan ini tidak lagi kembali dari titik 2 kelokasi semula (1) , tetapi yang terjadi adalah penurunan dari titik 2 ? 3 secara vertikal karena mengikuti gravitasi bumi.
3. Proses ini mengakibatkan adanya resultan perubahan posisi dari titik-titik permukaan. Karena proses ini berulang-ulang siang malam, juga musim panas dan musim dingin, maka permukaan tanah itu menjadi terlihat melengkung.
4. Pelengkungan in akan mempengaruhi pepohonan juga tiang-tiang listrik yang terpancang dipermukaan tanah ini.

Jadi sekarang kalau kamu sudah mampu melihat ada gejala tanah melengkung atau pohon melengkung. Kita perlu hati-hati dan perlu mengamati lingkungan terutama pada tanah yang miring.

Perlu diamati apakah disitu terjadi proses perayapan tanah yang dapat membahayakan. Pelengkungan pohon ini dapat juga disebabkan oleh proses sliding (landslide).
{mosimage}

Nah .. itulah penjelasan apa yang terjadi dengan fenomena mobil maniki bukit tanpa mesin yang terjadi di lereng Gunung Kelud.

Tentu penjelasan dari ahli geologi ini, bagi sebgain orang belum menyakinkan. Kita akan lebih yakin bila melakukan percobaan sendiri di lokasi.

Untuk membuktikan benar tidaknya ada medan magnet sangat besar yang mampu menarik mobil, kita bisa melakukan pembuktian sederhana. Pakailah media air dan bola plastik.

Air memiliki sifat dasar mengalir menuju tempat yang lebih rendah. Dan medan magnet tidak menarik benda yang terbut dari palstik. Bola juga akan menggelinding dengan sendirinya menuju dataran yang lebih rendah.

Tuangkan air dan bola plastik pada ruas jalan yang diyakini warga setempat sebagai awal terjadinya gajala tarikan medan magnet. Perhatikan ke mana larinya air dan bola itu meluncur. Sesuai hukum fisika air dan bola akan meluncur menuju tempat yang lebih rendah.

Nah dari sini kita bisa mendapatkan jawaban yang sangat menyakinkan apa yang sebanarnya terjadi. Mobil meluncur menaiki tanjakan atukah sebaliknya. Selamat mencoba!

Sumber : http://www.jongjava.com/web/science/268-menyibak-misteri-jalan-bermagnet-gunung-kelud

Comments Off on Peneliti Indonesia Luncurkan Scanner 4D Pertama di Dunia

Peneliti Indonesia Luncurkan Scanner 4D Pertama di Dunia


2012
04.10

Kelompok peneliti Indonesia yang tergabung dalam grup riset di CTECH Centre for Tomography Research (CTECH LABS), Edwar Technology (PT), Tangerang, Banten, untuk pertama kalinya melakukan rilis prototype sistem scanner 4D untuk reaktor kimia yang pertama di dunia.
Rilis sistem pemindai proses kimia ini dilakukan di Ohio State University, Columbus, Ohio, Amerika Serikat pada tanggal 6 Nopember 2008. Sistem pemindai yang terdiri dari sistem sensor, sistem akuisisi data dan komputer yang mengontrol dan memproses data untuk diolah menjadi citra volumetrik tiga dimensi (3D) secara real time ini seluruhnya diproduksi oleh ilmuwan Indonesia di CTECH Labs, PT. Edwar Technology, Tangerang, Banten.
Alat pemindai reaktor kimia ini berbasis teknologi electrical capacitance volume tomography (ECVT) generasi kedua yang telah dipatenkan oleh DR. Warsito yang merupakan kepala riset di CTECH Labs. Generasi kedua ECVT ini mampu melakukan pemindaian dengan kecepatan tinggi sehingga bisa melihat secara langsung proses yang terjadi di dalam reaktor kimia tertutup secara 3D dan real time. Grup riset dari Ohio State University di bawah Prof.

LS Fan adalah pengguna pertama di dunia sistem ini dan akan digunakan untuk melakukan studi tingkah laku partikel dan gas di dalam reaktor kimia untuk mengembangkan energi baru pengganti minyak bumi. Prof. Fan adalah ketua konsorsium penelitian teknologi pemrosesan minyak yang beranggotakan top scientists dari hampir seluruh perusahaan minyak terkemuka di dunia seperti ExxonMobile, Shell, BP, hingga Air Product dan Dow Chemical.

Hasil dari pencitraan 4D dengan ECVT ini akan mengisi salah satu sesi utama dalam acara pertemuan 100 Tokoh Dunia dalam Teknik Kimia sejak Perang Dunia II mulai tanggal 16 Nopember di Philadelpia, AS, yang diselenggarakan oleh American Institute of Chemical Engineers (AIChE), yang mana Prof. Fan terpilih menjadi salah satu dari 100 tokoh tersebut.

Rilis sistem scanner 4D generasi kedua di Ohio State University ini akan mengawali pemasaran produk teknologi ini di Amerika dan Canada melalui partner bisnis PT. Edwar Technology di Amerika, yaitu Tech4Imaging Company yang berpusat di Ohio.

Sebelumnya system ECVT generasi pertama juga telah digunakan terutama di Ohio State University, dan juga perusahaan B&W, Ohio, AS dan Cambridge University, Inggris. Selain di Ohio State University, generasi kedua sistem ECVT juga akan dipasang di Morgantown National Laboratory milik Department of Energy, AS. PT. Edwar Technology juga sedang menangani pesanan sistem generasi kedua ini yang dilakukan oleh Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Nanyang Technological
University (NTU), Singapore.

Kelompok peneliti di CTECH Labs terus mengembangkan teknologi ini untuk aplikasi di berbagai bidang mulai dari proses kimia, medis dan nano-teknologi. Bersamaan dengan rilis produk ini juga diajukan aplikasi paten teknologi ECVT resolusi tinggi ke kantor paten AS yang akan menjadi prototype sistem ECVT generasi ketiga yang merupakan basis aplikasi ECVT di dunia medis.

CTECH Labs dalam waktu dekat juga merencanakan untuk merilis sistem nano-tomography yang pertama di dunia yang merupakan aplikasi ECVT di bidang nano-teknologi. CTECH Labs juga telah mengikat kerjasama pengembangan teknologi tomography dengan Ohio State University (AS) dan National Laboratory of Physics and Chemistry (RIKEN), Jepang.

PRESS RELEASE, Columbus, Ohio, AS, 6 Nopember 2008.
Sumber: CTECH Centre for Tomography Research, EdWar Technology, PT. Links: www.edwartechnology.com; www.tech4imaging.com