Archive for April, 2012

Comments Off on 10 Trend Bangunan Hijau Terbaik

10 Trend Bangunan Hijau Terbaik


2012
04.18

Earth Advantage mengidentifikasi 10 tren gedung berwawasan lingkungan terbaik tahun ini.
Tren-tren baru ini, sebagaimana dilaporkan oleh Sustainable Business, adalah hasil masukan dari berbagai pihak seperti pemerintah, pengembang, arsitek, broker properti, termasuk para pemilik rumah.
Menurut Tom Breunig, Direktur Pemasaran dan Komunikasi di Earth Advantage Institute, penggunaan perabot pintar (smart appliances), analisis masa pakai bahan bangunan, serta pemanfaatan energi berbasis komunitas yang makin terjangkau oleh masyarakat termasuk di dalamnya. (more…)

Comments Off on Mewariskan Bumi untuk Generasi Mendatang

Mewariskan Bumi untuk Generasi Mendatang


2012
04.17

Setiap manusia adalah agen perubahan. Bersama kita bisa menciptakan masa depan yang kita inginkan 20 tahun yang akan datang. Pesan ini adalah pesan utama yang ingin disampaikan kepada para pemimpin dunia dan berbagai komponen masyarakat yang akan terlibat dalam Konferensi Pembangunan Berkelanjutan atau Rio+20 yang akan diselenggarakan di Rio de Janeiro, Brasil, pada 20-22 Juni nanti.

Dua puluh tahun setelah Rio menggelar “Earth Summit” pada 1992, Perserikatan Bangsa-Bangsa kembali mengorganisir forum global yang akan membahas strategi yang harus diterapkan jika dunia ingin mewariskan bumi yang layak ditinggali untuk generasi mendatang. Di tengah perang dan perebutan sumber daya alam yang saat ini masih berlangsung di sejumlah negara, dunia harus menyelesaikan dua masalah penting yaitu masalah kemiskinan dan kerusakan lingkungan guna menciptakan masa depan yang berkelanjutan.

Jumlah penduduk dunia tahun ini telah mencapai 7 miliar. Jumlah ini akan melonjak menjadi 9 miliar penduduk pada 2050. Dan seperlima penduduk dunia – 1,4 miliar jiwa – saat ini masih hidup dengan pendapatan US$1,25 (Rp11.000) setiap hari bahkan kurang. (more…)

Comments Off on 10 Aksi Hijau yang Membawa Perubahan

10 Aksi Hijau yang Membawa Perubahan


2012
04.17

Walaupun terlihat sederhana, beberapa aksi hijau ini mampu membawa perubahan besar bagi lingkungan. Saatnya bagi Anda untuk beraksi. (more…)

Comments Off on Pertanian Organik Menghijaukan Indonesia dan Dunia

Pertanian Organik Menghijaukan Indonesia dan Dunia


2012
04.17

Dari Indonesia hingga ke seluruh dunia, pertanian organik mulai mengisi celah produk yang sehat dan ramah lingkungan. Pertanian organik adalah pertanian yang berusaha mengurangi atau menghindari penggunaan pupuk dan pembasmi hama kimia. Sistem ini juga berupaya menggabungkan sistem pertanian dan peternakan, sehingga petani bisa mendaur ulang nutrisi – seperti memanfaatkan limbah peternakan sebagai pupuk – dan mendiversifikasi produk-produknya.

(more…)

Comments Off on 3 Sektor Strategis Ekonomi Ramah Alam

3 Sektor Strategis Ekonomi Ramah Alam


2012
04.17

Ekonomi yang ramah alam berpotensi besar untuk memenuhi kebutuhan penduduk pada saat yang sama melestarikan lingkungan. Sistem ekonomi ini sangat penting terutama bagi negara-negara berkembang yang menghadapi ancaman eksploitasi dan kerusakan sumber daya alam. Ada tiga sektor yang menjadi kunci peralihan ke sistem ekonomi yang ramah alam di negara berkembang yaitu sektor pertanian, pengelolaan air dan kehutanan.

Tiga pendekatan ini sangat cocok diterapkan di negara tropis seperti Indonesia yang menjadikan pertanian, perairan dan kehutanan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. Berikut manfaat yang diperoleh suatu negara jika menerapkan pendekatan ramah lingkungan di ketiga sektor tersebut.

1. Sektor Pertanian dan Makanan

Menurut data Program Lingkungan PBB (UNEP), praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah alam bisa meningkatkan produksi pertanian antara 54% dan 179%, sehingga menambah nilai industri pertanian dalam perekonomi global sebesar US$1,5 trilyun hingga US$ 6,4 trilyun. Peningkatan produksi pertanian tidak hanya bisa memasok pangan yang cukup bagi petani dan keluarganya, namun juga bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Dan ada korelasi yang kuat antara peningkatan produksi pertanian dengan upaya mengurangi kemiskinan. Menurut UNEP, jika produksi pertanian naik sebesar 10%, tingkat kemiskinan di Afrika akan bisa dikurangi hingga 7% sementara di negara-negara Asia bisa dikurangi hingga 5%. Potensi ini akan lebih besar jika industri pertanian mampu mengurangi jumlah produk pertanian dan makanan yang terbuang baik dalam proses produksi, distribusi dan konsumsinya.

2. Sektor Kehutanan

Jika dunia mampu mengurangi kerusakan hutan dan sumber daya alam hingga separuh pada 2030, dunia akan mampu memangkas emisi gas rumah kaca sebesar 1,5- 2,7 gigaton CO2 per tahun. Nilai ini setara dengan memangkas 50% emisi CO2 Amerika Serikat pada 2008. Dan nilai manfaat dari upaya mencegah kerusakan perubahan iklim ini mencapai lebih dari US$3,7 trilyun.

3. Sumber Daya Air

Diperlukan investasi sebesar US$100-300 miliar per tahun untuk menjamin pasokan air yang berkelanjutan selama periode 2010-2050. Jika dilakukan, investasi ini akan bisa mengurangi permintaan air sebesar 20% pada 2050. Investasi ini juga bisa mengurangi eksploitasi air tanah (ground water) dan air permukaan (surface water) sekaligus menjamin pasokan air untuk kebutuhan rumah tangga maupun bisnis dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

India memanfaatkan strategi konservasi ini untuk melakukan reformasi pengelolaan sumber daya air sekaligus untuk membuka lapangan kerja. Melalui National Rural Employment Guarantee Act, India menjamin lapangan kerja selama 100 hari per tahun bagi penduduk di pedesaan untuk mengerjakan proyek konservasi air, irigasi dan pengolahan lahan. Proyek senilai US$6,4 miliar tersebut berhasil menyediakan lebih dari 3 miliar jam lapangan kerja dan bermanfaat bagi 60 juta keluarga.

Keberhasilan semua strategi di atas sangat tergantung pada regulasi dan komitmen dari pemerintah. Dukungan teknologi dan kemauan industri untuk berinovasi juga diperlukan, untuk menghemat sumber daya, meningkatkan ekonomi, sekaligus melestarikan lingkungan.

Sumber : http://www.hijauku.com/2012/02/03/3-sektor-strategis-ekonomi-ramah-alam/