Peran Mahasiswa dalam Menyongsong SDGs untuk Meningkatkan Pendidikan Berkualitas Guna Menyejajarkan Indonesia dengan Negara-Negara Maju

Di zaman modern seperti sekarang ini, semangat juang dan energi positif dari mahasiswa tidak lagi  beradab jika hanya  turun ke jalan tanpa mengembangkan ide-ide inovatif dan karya nyata, baik dalam ilmu pengetahuan maupun pengabdian kepada masyarakat. Ini bisa menjadi modal sosial yang luar biasa jika digunakan untuk mengisi ruang-ruang pembangunan di negeri ini. Sebagai mahasiswa sekaligus warga negara Indonesia, kita harus mengetahui bahwa masyarakat Indonesia adalah bagian dari masyarakat global yang memiliki kewajiban yang sama untuk menjaga kemakmuran dan pembangunan berkelanjutan di dunia. Salah satu program pembangunan berkelanjutan global yang diselenggarakan PBB adalah SDGs (Sustainable Development Goals) atau Program Pembangunan Berkelanjutan.

SDGs diterbitkan pada tanggal 21 Oktober 2015 oleh negara-negara antar pemerintah PBB sebagai tujuan kelanjutan atau pengganti dari  MDGs (Millennium Development Goals) atau Tujuan Pembangunan Milenium hingga tahun 2030 di markas besar PBB pada tahun 2000 dan tidak berlaku sejak akhir tahun 2015. Pelaksanaan pembangunan berkelanjutan itu sendiri membutuhkan kesadaran yang mencakup semua masyarakat, baik pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan.

Pendidikan berkualitas berperan sangat penting dalam pengembangan SDGs. Pendidikan juga memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena manusia tidak dapat dipisahkan dari pendidikan. Penyelenggaraan dan pengembangan studi pendidikan juga harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi sosial masyarakat. Karena pendidikan ibarat sebuah eksperimen yang tidak akan pernah ada habisnya selama manusia masih hidup di dunia ini.

Perlu diakui bahwa masih terdapat banyak tantangan bagi Indonesia dalam pelaksanaan SDGs yang merupakan kelanjutan dari program MDGs tersebut.  Pendidikan rata-rata hanya berlangsung 7,5 tahun, kesempatan pendidikan dan penciptaan lapangan kerja tidak mencukupi. Menghadapi kenyataan ini, mahasiswa sebagai aktor yang memiliki keistimewaan lebih dari yang lain di hampir semua bidang, terutama dalam kesempatan pendidikan, harus lebih banyak berpartisipasi dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa.

Melalui proses pendidikan pemahaman tentang konsep pembangunan berkelanjutan dan urgensinya dapat ditransmisikan pendidikan langsung mempengaruhi dalam pembangunan berkelanjutan dalam bidang berikut:

  1. Implementasi :  Masyarakat dengan pendidikan tinggi  lebih  mudah dalam    menerima informasi dan menerapkan pembangunan berkelanjutan;
  2. Pengambilan : Keputusan masyarakat  yang  baik dalam   hal   sosial,   ekonomi,   dan   lingkungan bergantung   pada   tingkat pendidikan  masyarakat  tersebut;
  3. Kualitas hidup: Kualitas hidup manusia menjadi faktor yang menentukan pendidikan seseorang tersebut.

Dengan sumber daya manusia yang berkualitas baik dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat diharapkan dapat menikmati kemakmuran bangsanya. Lambatnya pertumbuhan pembangunan di Indonesia selama ini sebenarnya menandai masih rendahnya kualitas sumber daya manusia Indonesia, yang sekaligus mencerminkan masih lemahnya sistem pendidikan di negeri ini, sehingga diperlukan adanya peranan dari mahasiswa.

Mahasiswa berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa untuk meningkatkan mutu pendidikan. Secara umum, ada lima peran yang harus dimainkan mahasiswa. Kelima peran tersebut merupakan peran yang ideal dan harus dimiliki oleh mahasiswa. Kelima peran tersebut, yakni:

Peran pertama, generasi muda mahasiswa selalu mengidentifikasi diri sebagai agen perubahan. Mereka diharapkan mampu membawa perubahan dan pembaharuan yang positif bagi kemajuan bangsa. Isu nasional yang kompleks menjadi kendala dan tantangan bagi mahasiswa untuk mencapai perubahan positif.

Peran kedua, siswa sebagai penjaga nilai. Mahasiswa sebagai  intelektual harus memiliki nilai-nilai mutlak  seperti kejujuran, keadilan, gotong royong, integritas, empati, dll. Mahasiswa tidak hanya berperan dalam pemeliharaannya, tetapi juga sebagai pembawa, pengganda dan mediator nilai-nilai itu sendiri.

Peran ketiga, peran mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Tidak dapat dipungkiri bahwa semua organisasi memiliki transfer kekuasaan dari yang tua ke yang muda. Dari sana, siswa diharapkan memiliki keterampilan dan perilaku yang terpuji untuk  menggantikan generasi yang lebih tua.

Peran keempat: siswa bertindak sebagai kekuatan moral. Sebagai seorang mahasiswa, tingkat intelektualitas seorang mahasiswa disamakan dengan akhlaknya, karena di mata masyarakat seorang mahasiswa sudah pasti dianggap sebagai orang yang terpelajar, yaitu seseorang yang dapat menerima atau menyelesaikan pendidikan yang lebih tinggi. Seperti halnya Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa diwajibkan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat, baik melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun kegiatan sukarela lainnya. Siswa diharapkan dapat membantu pemerintah  meningkatkan kualitas pendidikan dan memenuhi komitmen sepenuhnya serta  menjadi panutan dan penggerak perbaikan moral di masyarakat.

Peran kelima, peran mahasiswa sebagai kontrol sosial. Mahasiswa diharapkan mampu mengontrol kehidupan sosial di lingkungannya dengan  memberikan saran, kritik, dan solusi atas permasalahan sosial yang disampaikan kepada masyarakat dan bangsa. Sebagai orang yang memiliki kapasitas intelektual dan sikap kritis yang tinggi, mahasiswa dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menghasilkan pembangunan yang lebih baik bagi negara ini.

Selain itu, sebagai mahasiswa juga kita harus menyadari bahwa bukan hanya kita saja yang perlu cerdas untuk membangun sebuah bangsa. Kita juga berkewajiban untuk berbagi ilmu dengan anak-anak sekolah yang berada di bawah usia kita yang tidak  memiliki kesempatan mengenyam Pendidikan. Anak-anak tersebut memiliki hak atas kesempatan yang sama untuk  pendidikan di negara ini. Mahasiswa sebagai intelektual muda diharapkan dapat berkembang sebagai agen atau pemimpin perubahan yang secara cerdas dan tepat memecahkan masalah  masyarakatnya sehingga dapat berpartisipasi dalam SDGs guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, sehingga pendidikan di Indonesia dapat sejajar dengan negara-negara maju.