IDENTIFIKASI STRUKTUR ORGANISASI PADA INDUSTRI MAKANAN

DAN ANALISIS STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN KONGLOMERASI

DI INDONESIA

Struktur organisasi adalah suatu kesatuan yang teratur antara beberapa kelompok orang yang saling bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Dalam organisasi diperlukan adanya bentuk dan susunan struktur organisasi untuk menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan–hubungan diantara fungsi–fungsi, bagian–bagian atau posisi–posisi, maupun orang–orang yang menunjukkan kedudukan, tugas dan wewenang serta tanggung jawab yang berbeda dalam organisasi (Grifiifn, 2006).

Dibawah ini akan dipaparkan beberapa tipe struktur organisasi pada beberapa perusahaan makanan di Indonesia.

  1. 1.    PT UNILEVER INDONESIA

PT Unilever Indonesia didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever. Pada 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Lever Brothers Indonesia dan pada 30 Juni 1997 kemudian nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia Tbk. PT Unilever di Indonesia bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen, margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh, produk-produk kosmetik, dan produk rumah tangga.

Unilever memiliki beberapa perusahaan lain di Indonesia (Wikipedia.com/ unilever):

  • PT Anugrah Lever - bergerak di bidang pembuatan, pengembangan, pemasaran dan penjualan kecap, saus cabe dan saus-saus lain dengan merk dagang Bango, Parkiet dan Sakura dan merek-merek lain
  • PT Technopia Lever - bergerak di bidang distribusi, ekspor dan impor barang-barang dengan menggunakan merk dagang Domestos Nomos
  • PT Knorr Indonesia - diakuisisi pada 21 Januari 2004

Hal ini menunjukkan bahwa PT Unilever Indonesia merupakan perusahaan makanan besar yang telah mempunyai pangsa pasar besar di Indonesia.

Struktur Organisasi PT Unilever Indonesia

1 (tipe struktur organisais PT Unilever diatas) termasuk dalam kategori tipe struktur organisasi lini dan staff, karena sesuai dengan cirri-ciri bagan diatas dan karakteristik perusahaan sebagai berikut (Ikasari, 2011):

  • Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung
  • Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff
  • Terdapat dua kelompok wewenang yaitu lini dan staff
  • Jumlah karyawan banyak
  • Organisasi besar, bersifat komplek
  • Adanya Spesialisasi.

Keuntungan Struktur Organisasi yang digunakan PT Unilever diatas adalah (Grifiifn, 2006):

  • Adanya pembagian tugas yang jelas antara kelompok lini yang melaksanakan tugas pokok dan kelompok staf yang melaksanakan tugas penunjang.
  • Bakat yang berbeda-beda dari para anggota organisasi dapat dikembangkan menjadi satu spesialisasi.
  • Koordinasi mudah dijalankan dalam setiap kelompok kerja golongan karyawan.
  • Disiplin serta biasanya memiliki moral yang cukup tinggi karena tugas yang dilaksanakan oleh seseorang biasanya sesuai dengan bakat, pendidikan dan pengalamannya.
  • Penerapan prinsip the right man in the right place doing the right job at right time lebih mudah dijalankan.
  • Bentuk organisasi ini dapat dipergunakan oleh organisasi yang bagaimanapun besarnya, apapun tujuannya dan betapapun kompleksnya struktur organisasinya
  • Manajer hanya perlu keahlian khusus di bidangnya
  • Efektivitas tinggi karena fungsi staff ada ahlinya

 

Kelemahan Struktur Organisasi yang digunakan PT Unilever diatas adalah (Ikasari, 2011):

  • Tidak ada kejelasan antara sebuah perintah dan nasihat
  • Perintah dari satu atau lebih hierarki belum tentu sama, menurut kacamata objektif individu
  • Sering terjadi persaingan yang tidak sehat, karena masing-masing menganggap tugas yang dilakukannyalah yang penting
  • Pimpinan lini mengabaikan saran dari staf

 

Versi lain Tipe Struktur Organisasi PT Unilever Indonesia Berdasarkan Fungsional

Tipe struktur organisasi diatas adalah bentuk struktur organisasi Fungsional, hal itu diperlihatakan dari bagan yang dibagi berdasar spesifik kerja sesuai fungsi tertentu, misal Director Ice Cream yang berfungsi utuk melakukan kegiatan produksi maupun komersialisasi yang berhubungan dengan Es krim dan membawahi pekerja di lingkup perusahaan Ws krim Unilever.

Pembagian struktur organisasi PT Unilever Indonesia di atas berdasarkan fungsional per bagian fungsi tertentu, berikut adalah perinciannya:

•  Director Food adalah pengatur segala kegiatan berkaitan dengan produk makanan yang dihasilkan Unilever.

•   Director Ice Cream adalah pengatur segala kegiatan berkaitan dengan produk ice cream yang dihasilkan Unilever.

  • Chief financial officer adalah pengatur segala kegiatan berkaitan dengan semua keuangan yang ada pada Unilever.

•  Home dan personal care adalah bagian yang mengurusi semua yang ada di dalam perusahaan , berkaitan dengan individu kepegawaian.

•  Supplay chain adalah bagian untuk mengatasi permasalahan bahan baku.

•  Customer development adalah bagian yang mengurus masalah customer dan menarik konsumen  sebanyak-banyaknya.

•  Human Resources dan corporate relation adalah bagian untuk human resource dan hubungan antar perusahaan atau yang bekerjasama dengan perusahaan (pbisnis.com, 2006)

 

Gambar bagan struktur organisasi di atas juga memperlihatkan bahwa setiap pembagian director mempunyai sub divisi yang berada di bawahnya. Contohnya director home dan personal care mempunyai sub divisi comercial HPC dan Marketing HPC , setiap kegiatan yang dilakukan oleh dua divisi yang ada di bawah director ada dibawah pengawasan director, begitupula pada marketing HPC ada home care dan personal care, home care dan personal care akan berada di bawah pengawasan marketing HPC sehingga segala pengaduan kerja harus melalui marketing HPC dan tidak boleh langsung ke director.

Walaupun demikian, karena Unilever adalah learning organitation, maka sharing antar divisi boleh dilakukan, tidak mengenal struktur organisasi. Akan tetapi permasalahan interen di dalam divisi ini harus diselesaikan per divisi secara urutan struktur organisasi.

 

2. PT FRISION FLAG INDONESIA

PT Frisian Flag Indonesia adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang produsen susu terbesar di Indonesia bahkan didunia yang memproduksi produk-produk bernutrisi yang dijamin kualitasnya, serta mempunyai komitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh pelanggan di Indonesia.

PT Frisian Flag Indonesia mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 1971 dengan susu kental manis sebagai produk pertamanya. PT Frisian Flag Indonesia memimpin industry susu nasional selama 90 tahun dan memiliki dua buah pabrik berteknologi canggih yaitu di Pasar Rebo dan di Ciracas, Jakarta. PT Frisian Flag Indonesia juga mempunyai 1700 karyawan yang bekerja di seluruh Indonesia.

 

Struktur Organisasi PT Frisian Flag Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3

Struktur Organisasi PT Frisian Flag Indonesia

Sumber: (Anonim,2001)

  1. 3.      PT INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR Tbk

 

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. merupakan salah satu perusahaan mie instant dan makanan olahan terkemuka di Indonesia yang menjadi salah satu cabang perusahaan yang dimiliki oleh Salim Group.

Struktur PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

 

 

 

Gambar 3

Struktur organisasi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

Sumber: (Anonim, 2004)

Bentuk struktur organisasi yang digunakan di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. adalah struktur organisasi garis dan staf. Dalam organisasi ini terdapat dua kelompok orang-orang yang berpengaruh dalam menjalani organisasi, yaitu: (1) orang yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam rangka pencapaian tujuan, yang digambarkan dengan garis, dimana bawahan hanya mengenal satu atasan sebagai sumber kewenangan yang memberikan komando dan hubungan antara atasan dan bawahan bersifat langsung melalui garis wewenang; dan (2) orang yang melaksanakan tugasnya berdasarkan keahlian yang dimiliknya, orang ini berfungsi untuk memberikan saran-saran kepada unit operasional, karyawan ini di sebut staf.

Kedudukan tertinggi di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. adalah seorang Manajer Umum (General Manager) dan dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Sekertaris Manajer, Manajer Umum ini membawahi: (1) Manajer Pabrik (Factory Manager); (2) BPDQC (Branch Process Development and Quality Control); (3) Manajer Keuangan (Finance and Accounting Manager); (4) Manajer Pemasaran (Area Sales and Promotion Manager); (5) Manajer Personalia (Branch Personnel Manager); dan (6) Purchasing Officer.

Manajer Pabrik (Factory Manager) membawahi: (1) Supervisor Produksi (Production Supervisor); (2) Manajer Teknik (Technical Manager); (3) Manajer Gudang (Warehouse Manager); dan (4) Supervisor PPIC (Production Planning and Inventory Control).

Manajer Pengembangan dan Pengawasan Mutu Produk (Branch Process Development and Quality Control Manager) membawahi: (1) Supervisor Pengawasan Mutu Proses (Quality Control Process Supervisor); dan (2) Supervisor Pengawasan Mutu Bahan Baku/ Produk Jadi (Quality Control Raw Material/ Finished Gd Supervisor).

Manajer Keuangan (Finance and Accounting Manager) membawahi: (1) Supervisor Keuangan (Finance Supervisor); (2) Supervisor Pengontrol Pembiayaan (Cots Control Supervisor); dan (3) Supervisor Akunting (Accounting Supervisor).

Manajer Personalia (Branch Personnel Manager) membawahi: (1) Supervisor Hubungan Industri (Industrial Relations Supervisor); (2) Supervisor Administrasi dan Gaji (Administration and Wages Supervisor); (3) Supervisor Jasa dan Layanan Umum (General Affair and Service Supervisor); (4) Supervisor Keamanan (Security Supervisor); dan (5) Supervisor Hubungan Publik (Pubic Relations Supervisor).

Dan Manajer Pemasaran (Area Sales Promotion Manager) terbagi kedalam 2 wilayah yang membawahi ASPS (Area Sales Promotion Supervisor).

Struktur Organisasi PT Indofood (Secara Umum)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 4

Struktur organisasi PT Indofood (secara umum)

Sumber:http://diemazoriordanism.blogspot.com/2011/11/struktur-organisasi perusahaan.html

 

Struktur organisasi perusahaan PT Indofood Tbk diatas masuk kedalam jenis departementalisasi FUNGSIONAL. Struktur organisasi PT Indofood Tbk. merupakan suatu garis lurus dari atas ke bawah atau sebaliknya.

Dalam pengelolaan kegiatan perusahaan dilaksanakan oleh dewan direksi. Dewan direksi dipimpin oleh seorang direktur utama dengan dibantu tiga orang wakil direktur, serta enam direktur. Fungsi dari direktur utama adalah sebagai pimpinan umum dalam mengelola perusahaan, memegang kekuasaan secara penuh dan bertanggung jawab terhadap pengembangan perusahaan secara keseluruhan, menentukan kebijakan yang dilaksanakan perusahaan, melakukan penjadwalan seluruh kegiatan perusahaan (Robbins.2008).

Job Description

1. RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)

RUPS berada paling atas pada struktur organisasi perusahaan, biasanya diadakan setiap satu tahun sekali. Didalam rapat tersebut dewan direksi berkewajiban memberikan laporan perihal jalannya perusahaan mulai dari tata usaha keuangan dari tahun buku yang lalu yang harus ditentukan dan disetujui.

 

2. Dewan Komisaris

Tugas utama dewan direksi adalah mengawasi direksi dalam menjalankan kegiatan dan mengelola perusahaan. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, dewan direksi memiliki sepuluh anggota dewan direksi yang terdiri dari satu orang sebagai komisaris utama, enam anggota komisaris yang terdiri dari satu orang sebagai komisaris utama, enam anggota komisaris dan tiga anggota komisaris independent yang tidak terafiliasi dengan direksi dan dewan komisaris atau pemegang saham pengendali.

 

3. Dewan Direksi

Dewan direksi terdiri dari satu orang direktur utama, tiga orang wakil direktur utama dan enam orang direktur. Tugas utama dari direksi adalah menentukan usaha sebagai pimpinan umum dalam mengelola perusahaan, memegang kekuasaan secara penuh dan bertanggung jawab terhadap pengembangan perusahaan secara keseluruhan, menentukan kebijakan yang dilaksanakan perusahaan, melakukan penjadwalan seluruh kegiatan perusahaan. Tanggung jawab dari direksi adalah untuk mengelola usaha perseroan sesuai anggaran dasar. Pada tahun 2006 secara formal direksi mengadakan tiga kali rapat direksi untuk mengevaluasi kinerja operasional dan keuangan perseroan, serta meninjau strategi dan hal-hal penting lainnya. Selain itu beberapa pertemuan informal juga dilaksanakan untuk membahas dan menyetujui hal-hal yang membutuhkan perhatian dengan segera.

4. Komite Audit

Dalam rangka memenuhi peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) dan sejalan dengan semangat tata kelola perusahaan yang baik, dewan komisaris membentuk komite audit, komite audit dipimpin oleh seorang komisaris independen dan mempunyai tiga orang anggota yang terdiri dari satu komisaris independen dan dua professional independent yang memiliki kualifikasi dan pengalaman dalam bidang keuangan. Komite audit bertanggung jawab langsung kepada dewan komisaris. Fungsi utama dari komite audit adalah membantu dewan komisaris untuk menjalankan peran pengendalian yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

  • Memberikan saran kepada dewan komisaris atas laporan dan hal-hal yang disampaikan direksi.
  • Mengidentifikasi hal-hal yang harus ditindak lanjuti oleh dewan komisaris.
  • Melakukan tugas-tugas yang diberikan dan yang terkait dengan peran dewan komisaris dalam hal pengendalian.

Disamping itu, komite audit memberikan opini yang independen dan profesional atas aspek-aspek kepatuhan, kontrol, manajemen resiko serta aktifitas audit internal dan eksternal. Komite audit juga terlibat dalam pemilihan dan penunjukkan akuntan publik dengan mempertimbangkan independensi dan objektifitas dari para auditor.

5. Sekretaris Perusahaan

Sekretaris perusahaan berfungsi sebagai penghubung antara perseroan dengan institusi pasar modal, para pemegang saham, dan masyarakat. Sekretaris bertanggung jawab untuk memonitor kepatuhan terhadap peraturan dan ketentuan pasar modal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANALISA STRUKTUR ORGANISASI KONGLOMERASI DI INDONESIA

 

Struktur konglomerasi adalah varian struktur divisional yang diatur menurut produknya. Biasanya terdiri dari perusahaan (firm) terpisah yang memiliki produk yang berbeda dalam pasar yang juga berbeda tapi beroperasi bersama-sama dibawah satu payung perusahaan (korporasi). Divisinya masing-masing independen tetapi berkontribusi dan tergantung kepada kantor pusat dalam hal sumber finansial dan perencanaan korporasinya (Grifiifn, 2006).

Beberapa Perusahaan Konglomerasi di Indonesia, diantaranya:

  • Salim Group

Salim Group  merupakan perusahaan konglomerat terbesar di Indonesia yang didirikan oleh Sudono Salim. Perusahaan ini memiliki beberapa anak perusahaan, termasuk Indofood, produsen mi instan terbesar dunia dan Bogasari, perusahaan operasi tepung terbesar. Selain itu Salim Group juga memiliki perkebunan kelapa sawit (sekitar 1,000 kilometer persegi) dan konsesi penebangan.

Salim Grup mempunyai ratusan anak perusahaan yang terjun di industry pangan diberbagai bidang pangan. Anak perusahaan Salim Group diantaranya Salim Palm Plantation, Yakult, Indofood, Indo AgriIndolife, Bogasari, BCA, Djarum, Nestlé dan masih banyak lagi.

  • PT Bimantara Citra Tbk

PT Global Mediacom Tbk sebelumnya bernama PT Bimantara Citra Tbk, merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang investasi pada perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha media dan telekomunikasi. Global Mediacom berpusat di Jakarta, Indonesia, didirikan pada tahun 1981 dengan nama PT Bimantara Citra Tbk oleh Bambang Trihatmojo dan Indra Rukmana. Sejak tahun 2006, Perusahaan ini tercatat sebagai perusahaan yang paling banyak di Bursa Efek Indonesia). Direktur Utama Global Mediacom saat ini adalah Hary Tanoesoedibjo.

Seperti halnya perusahaan besar umumnya di Indonesia, Bimantara bertumbuh berdasarkan model penangkapan peluang. Apapun peluang yang muncul disabet, yang penting menguntungkan. Dan rasanya semua orang cenderung yakin, apapun yang disabet Bimantara cenderung menguntungkan. Apalagi kedekatannya dengan pusat kekuasaan bisa merupakan leverage tersendiri. Jadilah sebuah konglomerasi, yaitu perusahaan yang memiliki usaha yang bergerak di seluruh sektor.

Sebagai perusahaan konlomerasi PT Bimantara mempunyai banyak anak perusahaan, diantaranya: perusahaan ini mendirikan Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) pada 1988 dan meresmikan sebagai stasiun televisi swasta pertama.Menghimpun MTV Asia dan Nickelodeon Indonesia pada tahun yang sama mulai merintis berdirinya PT Sindo Citra Media (sekarang bernama PT Surya Citra Media), dan mendirikan Radio Trijaya FM (sekarang bernamaSindo Trijaya FM) dan Surya Citra Televisi (SCTV). Pada tahun 2002, Perusahaan ini mendirikan PT Global Informasi bermutu (Global TV). Satu tahun kemudian, Perusahaan ini mengambil alih TPI (sekarang bernama MNCTV) Pada tahun 2005, Perusahaan ini mendirikan Radio Dangdut TPI (sekarang bernama Radio Dangdut Indonesia), Global Radio (sebelumnya bernama Radio ARH) dan Women Radio (sekarang bernama V Radio), dan mencetak Harian Seputar Indonesia, Majalah TRUST (sekarang bernama Sindo Weekly), Tabloid Genie, Realita, Mom and Kiddie, serta membuat situs BeritaOkezone.com.

 

PT. Humpuss (Humpuss Group)

Merupakan Pabrik manufaktur yang didirikan pada tahun 1984, PT. Humpuss adalah induk perusahaan (holding company) untuk beberapa unit usahanya selain menangani lini bisnis sendiri. PT. Humpuss memiliki pengalaman bisnis yang panjang di berbagai bidang mencakup energi, petrokimia dan transportasi. Bersama dengan anak-anak perusahaannya, Grup Humpuss mempekerjakan sekitar 2000 karyawan yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Papua (Anonim.2004).

Anak perusahaan Humpuss Group diantaranya:

PT. Humpuss Intermoda Transportasi

PT. Humpuss Trading
PT. Humpuss Patragas
PT. Humpuss Aromatik
 PT. Humpuss Pengolahan Minyak
 PT. Humpuss Karbometil Selulosa
 PT. Gatari Air Service
 PT. Usaha Gemilang Utama
 PT. Kaltim Methanol Industri
 PT. Sekar Artha Sentosa

Keuntungan Struktur Organisasi Konglomerasi (Robbins.2008), antara lain:

  1. Pembatasan liability,
    1. Menghindari pajak ganda

Bila saham di tiap perusahaan milik pribadi, keuntungan yang diperoleh akan kena pajak dua kali sehingga akan terkena PPh badan pasal 25 dan PPh pasal 23 kalau perusahaan itu membagi dividen. Beda kalau perusahaan itu sahamnya dimiliki perusahaan lain. Pajak yang dikenakan cuma PPh badan pasal 25, sebab dividen yang diterima perusahaan tidak terkena PPh pasal 23 lagi.

  1. Adanya otonomi untuk divisi yang beragam

Meski anak perusahaan banyak, namun tiap perusahaan memberikan otonomi untuk menjalankan sendiri usahanya.

  1. Resiko disebar dibanyak segmen pasar.

Sehingga jika satu pasar mengalami kegagalan, maka dapat ditunjang oleh pasar lain yang prospek penjualannya bagus.

  1. Mempunyai perusahaan yang bidang usahanya dari hilir
    sampe hulu, sehingga  bahan yang diperlukan sebagai bahan untuk produk lain biasanya tidak perlu membeli dari perusahaan lain karena telah mempunyai pabrik produksi sendiri, sehingga menjamin pasokan bahan baku dan  lebih memperkecil pengeluaran perusahaan.

    1. Dengan banyaknya jumlah anak perusahaan, maka aliran uang (cashflow) lebih cepat dan sebagian besar perusahaan konglomerasi mempunyai bank tersendiri yang menjamin keamanan dan kemudahan transaksi keuangan.
    2. Pengumpulan saham/modal dari investor lain diperlukan untuk membangun oligopoli, yaitu semacam monopoli terselubung yang dibentuk oleh beberapa perusahaan yang menguasai pasar sehingga perusahaan konglomerasi punya pangsa pasar yang besar dan dapat mematikan perusahaan dengan produk sejenis pasar.
    3. Untuk mengurangi pembayaran  pajak. Jika perusahaannya banyak ( Perusahaan Konglomerasi mempunyai banyak anak perusahaan )  bisa diatur laba di perusahaan yang satu dialihkan keperusahaan lain yang (dijadikan) rugi agar nilai pajaknya kecil. Sebab aturannya, kalau ada orang punya 2 perusahaan, yang satu rugi Rp.10 m sedangkan yang lain untung Rp.10 m tetap membayar pajak dari perusahaan yang
      untung, padahal kalau digabung sebenernya tidak untung apa-apa.
    4. Perusahaan konglomerasi sebagai sarana pengembalian modal. Perusahaan jenis ini mendapatkan modal dari bank / kreditor / investor. Kalau direktur membawahi puluhan bahkan ratusan perusahaan, dan ditiap perusahaan bisa menghasilkan keuntungan ratusan juta per bulan, maka dapat diestimasi banyaknya keuntungan dari modal yang ditanamkan untuk perusahaan anakannya. belum lagi dari gaji sebagai komisaris / CEO / CFO di banyak perusahaan.

 

Kelemahan Struktur Organisasi Konglomerasi (Robbins.2008), antara lain:

  1. Struktur konglomerasi diturunkan dari beratnya bobot legal dan orientasi finansial.
  2. Untuk menjaga keuntungan dari sisi legal korporasi tidak dapat dengan mudah membangun divisi untuk membangun operasi atau sinergi pemasaran.
  3. Orientasi invesmen pada level korporasi dapat dengan mudah mencegah manajemen puncak dari pemahaman/pengetahuan masalah ditingkat divisi selain dari urusan finansial.
  4. Adanya kemungkinan untuk menjual divisi bermasalah mendorong berlangsungnya orientasi  strategik jangka pendek yang hanya tertarik dengan siklus finansial tahunan.
  5. Peluang tidak dapat diraih dengan cepat karena harus mendapat persetujuan dari pimpinan pusat korporasi terlebih dahulu.
  6. Struktur organisasi Konglomerasi dapat merupakan gabungan dari struktur organisasi lini, lini dan staff, divisional, matrik, sehingga berbentuk campuran dan susah dipahami oleh sebagian besar orang. Hierarki dalam 1 perusahaandapat mencapai sekitar 10-12 tingkat jabatan. Yang paling tinggi CEO, dibawahnya ada
    Direktur Utama, Direktur, General Manager dan baru Manager. Dibawah manager
    ini ada 5-7 tingkat hingga bagian kru dari tiap unit
  7. Struktur organisasi yang terkadang bertumpuk antara jabatan satu dengan jabatan lain. misal CEO di PT.A, bisa jadi Dirut di PT.B Direktur di PT.C.,
    PT.D, PT.E dst. CEO di PT.B, merangkap jadi Dirut di PT.A, Direktur di
    PT.C, PT.D, PT.E, dst.
  8. Urusan pemodalan rumit dan bercampur baur.
  1. Jika struktur tidak sesuai dengan strategi yang dipakai dan potensi strategi yang ada ini merupakan kelemahan dan akan menjadi hambatan dalam memformulasikan strategi.

Missal saham di PT. A sebagian besar ,ilik PT. B, PT C dan PT. D. Biasanya saham milik direktur tidak lebih dari 10% di tiap anak perusahaan.

Sedangkan saham di PT. B sendiri sebagian besar milik PT.E, PT. F, dan PT. G, saham direktur pun disini juga terbilang kecil.

Sedangkan saham di PT. C dimiliki olef PT. H, PT. K, dan PT. N

Jadi kepemilikan saham dalam perusahaan seolah seperti siklus yang terus berputar.

Partner –partner perusahaan biasanya merupakan sanak saudara dari petinggi perusahaan / petinggi pemerintahan seperti anak Jendral, Menteri, Deputi, atau adiknya Gubernur  sehingga kurang dapat mengembangkan potensi Sumber daya manusia, namun hanya berfokus pada modal para kaum konglomerta.

  1. Mematikan perusahaan kecil yang sedang berkembang

Perusahaan konglomerasi yang mempunyai banyak anak perusahaan yang terjun diberbagai industry yang telah meraih pangsa pasar yang besar karena didukung modal dan kualitas akan membentuk pasar monopoli (secara semu) sehingga dalam industry tertentu seolah telah ada raja perusahaan yang tidak memberikan kesempatan perusahaan kecil yang sedang tumbuh karena kalah persaingan.

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim.2004. http://groups.yahoo.com/group/tionghoa-net/message/5115 diakses pada

tanggal 10 maret 2013 pukul 15.35 WIB

Anonim.2005.http://id.wikipedia.org/wiki/Unilever diakses pada tanggal 10 maret 2013 pukul

14.50 WIB

Anonim.2005.http://stmanis.files.com/2009/11/pt-unilever3.jpg diakses pada

tanggal 10  Maret 2013 pukul 15.12 WIB

Anonim. 2006. http://id.wikipedia.org/wiki/GrupSalim diakses pada tanggal 11 maret 2013

pukul 15.27 WIB

Anonim. 2006.(http://pbisnis.com/5e8MbTIlADc/s1600/struktur+unilever.jpg) diakses pada

tanggal 11 maret 2013 pukul 1530 WIB

Anonim. 2007.http://www.docstoc.com/docs/103422384/Struktur-organisasi–perusahaan.pdf

diakses pada tanggal 11 maret pukul 15.34 WIB

Grifiifn, Ricky and Ronald J. Ebert. 2006.Bussiness 8th.New York: Publishin as Prentice

Ikasari, Dhita M. 2011. Modul 4 Manajemen Agroindustri:Pengorganisasian. Malang

Robbins, Stephen T.2008. Perilaku Organisasi. Jakarta: Penerbit PT Salemba Empat