Anonymous OS: Fake and Full of Trojans, Members Say

anonymous distro linux

Anonymous this week warned against downloading the new “Anonymous OS,” suggesting it was full of malware that could harm your system and steal your personal information.

“The Anon OS is fake it is wrapped in trojans,” the @AnonOps feed tweeted.

“#Protip – Don’t use Anonymous OS, we don’t know anything about it and can’t vouch for it,” the @YourAnonNews account chimed in.

As PCMag’s sister site, Geek.com, pointed out this week, an Ubuntu-based live CD called Anonymous-OS cropped up online recently, suggesting that the hacker collective was moving from DDoS attacks and social networks to more involved software efforts.

But Geek’s Lee Mathews said “it’s much more likely that this is the work of one individual who wanted to see what he or she could do with the Ubuntu Live CD Creator.”

News of the OS comes several weeks after a report from Symantec indicated that some Anonymous members were tricked into downloading and running a fairly unpleasant Trojan alongside one of their DDoS tools.

Read More Guys …

Biar Hemat dengan Open Source, Presiden Perlu Turun Tangan?

“dikutip dari detikinet.com”

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta – Open source sukses menekan biaya komputasi Pemda Pekalongan hingga Rp 32 miliar. Jika bisa menghemat pengeluaran demikian besar, mengapa program go open source ini tak diikuti oleh seluruh instansi pemerintah lainnya?

Niat ini sejatinya sudah digaungkan sejak 2005 lalu. Bahkan, Kementerian Kominfo sempat bertekad untuk memigrasikan seluruh operating systemyang ada di semua departemen dan instansi pemerintah ke open source pada akhir 2011 kemarin.

“Sudah berlangsung migrasi di banyak instansi pemerintah, tetapi belumfull applicable,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto, kepada detikINET usai IOSA 2012, Selasa (13/3/2012).

“Misalnya, kementerian ‘A’ sudah ada yang gunakan open source, tetapi hanya minoritas. Karena yang mayoritas tetap yang proprietary,” lanjut Gatot.

‘Open Source Tak Menguntungkan, Tapi Memuaskan’

“dikutip dari detikinet.com”


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta – Banyak alasan untuk bergelut mengembangkan software open source. Seperti developer Indonesia yang satu ini misalnya, meski open source dianggapnya sulit dikomersilkan, namun ia masih setia membidani aplikasi bersistem terbuka ini. Alasannya, demi sebuah kepuasan!

Ibnu Maksum, developer yang dimaksud, menyatakan bahwa bisnis open source sejatinya tidak begitu cemerlang di Indonesia. Ia tentu bukan asal berkomentar, namun berkaca pada pengalamannya sendiri.

Nah, pengalaman saya membuat open source adalah hanya menghasilkan kepuasan tanpa menghasilkan profit,” tukasnya dalam acara jumpa pers Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012 di Kementerian Kominfo, Selasa (13/3/2012).

“Seperti aplikasi web, saat kita memberikan source code ke perusahaan, banyak yang mengubah kodenya dan bahkan menjual kembali. Dan kadang mengakui sebagai hasil karyanya. Seperti waktu anak SMP bikin aplikasi antivirus dan social network salingsapa,” lanjut pria yang sehari-hari bekerja sebagai freelance coder, apps developer dan blogger itu.

Selain itu, Ibnu juga menyoroti soal ketergantungan developer open source terhadap donasi. Nah, inilah yang menjadi bumerang. Sebab ketika banyak yang cuma jadi pengguna gratisan tanpa mau memberi donasi, aplikasi open source itu justru bakal kian tenggelam.

Modal Pas-pasan, Open Source Kian Dilirik

“dikutip dari detikinet.com”


Logo Linux (Ist) 

Jakarta – Penggunaan open source saat ini sudah tidak lagi sekadar slogan. Buktinya, banyak perusahaan yang disebutkan mulai beralih ke aplikasi berbasis terbuka itu.

“Sekarang banyak perusahaan consulting yang tadinya menawarkan solusi berbasis proprietary sekarang mulai menawarkan solusi yang sama fungsinya, tapi berbasis open source,” jelas penggiat open source I Made Wiryana, kepada detikINET, di Gedung Kominfo, Jakarta, Selasa (13/3/2012).

Pria yang menjabat sebagai Ketua Committe Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012 itu mengungkapkan, aplikasi berbasis open source pastinya akan memberikan banyak keuntungan berlipat bagi penggunanya.

Dengan menggunakan open source, profit atau keuntungan yang didapat akan jauh lebih besar. Karena harga solusi yang ditawarkan sama, tapi modalnya tidak terlalu banyak.

Pengguna Gak Pede Pakai Open Source?

“dikutip dari detikinet.com”


Ilustrasi (Ist)

Jakarta – Banyak manfaat didapatkan dari menggunakan open source, salah satunya efisiensi. Tapi itu belum cukup untuk menarik minat masyarakat untuk menggunakannya.

Salah satu hambatan yang dihadapi adalah rasa percaya diri untuk menggunakan peranti lunak berbasis terbuka tersebut. Apalagi selama ini sebagian masyarakat sudah lama terbiasa menggunakan softwareproprietary.

“Kadang yang jadi persoalan adalah ada semacam habitual dari sebagian masyarakat, kalau tidak pakai yang proprietary kurang percaya diri. Padahal sudah banyak kisah sukses dari open source seperti, sistem operasi komputer, handphone dan tablet, web browser, web server, office suite, database server,” terang Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunfo Gatot S Dewa Broto, kepada detikINET, di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (13/3/2012).

Gatot menambahkan kadang ada sejumlah hardware yang tidak didukung untuk penggunaan open source. Sedangkan sisi lain kadang masyarakat kita cenderung lebih senang cari yang mudah dan familiar yang ada.

Process Switching atau Pengalihan Proses

process switching

 

I. Pengertian Process Switching

Process Switching atau Pengalihan Proses terjadi jika proses yang running beralih menjadi state lain (ready, blocked, dan sebagainya) kemudian sistem operasi membuat perubahan-perubahan berarti  terhadap lingkungan.

 

II. Proses dan Langkah-langkah Process Switching
Kejadian yang berperan menyebabkan terjadinya alih proses adalah:

1. Interupsi Sistem

Disebabkan kejadian eksternal dan tak bergantung proses yang saat itu sedang running. Contoh : selesainya operasi masukan/keluaran. Pada kejadian interupsi, kendali lebih dulu ditransfer ke interrupt handler yang melakukan penyimpanan data-data dan kemudian beralih ke rutin sistem operasi yang berkaitan dengan tipe interupsi itu.

Baca Lanjutannya …(WAJIB)

Sejarah dan Perkembangan Sistem Operasi

windows vs linux

“Tulisan lebih lengkap bisa di-download disini  “

Sistem operasi adalah inti dari pemrograman computer terutama yang berkaitan dengan arsitektur computer. Sistem operasi pada dasarnya adalah sebuah aplikasi program yang berfungsi sebagai interface untuk mengkoordinasikan sumber daya yang berbeda dari komputer. Weizer (1981) telah mencatat, sistem operasi telah berevolusi sejak tahun 1940-an melalui sejumlah generasi yang berbeda, yang secara kasar sesuai dengan decade.

Sejarah Awal; tahun 1940-an dan 1950-an :

Pada tahun1940-an awal sistem elektronik digital tidak memiliki sistem operasi. Computer pada waktu itu begitu primitive dibandingkan dengan hari ini dimana bahwa program-program dimasukan ke dalam computer 1 bit dalam satu waktu pada baris mechanical switches. Akhirnya, bahasa mesin ( terdiri dari string dari digit biner 0 dan 1) diperkenalkan dapat mempercepat proses pemrograman (Stern, 1981). Ssitem dari tahun 1950-an pada umumnya run hanya satu pekerjaan pada satu waktu. Pada era ini dikenal Input Output Control System (IOCS). Hal ini dapat menyederhanakan dan mempercepat proses pengkodean.
Baca Lanjutannya …(WAJIB)

2

Install/Uninstall File dot Deb di Ubuntu

aplikasi deb packages

Install (pilih salah satu cara):
1) Dengan langsung double klik pada file .deb dimaksud
2) Melalui command line pada terminal:

sudo dpkg -i <nama_file_.deb_nya>

Uninstall (pilih salah satu cara):
1) Melalui Synaptic:

System > Administration > Synaptic Package Manager
kemudian cari file dimaksud untuk kemudian di-uninstall

Baca Lanjutannya …(WAJIB)

Cara Instal Aplikasi di Ubuntu 11.04 Natty Narwhal

aplikasi ubuntu

Bagian artikel kali ini adalah membahas aplikasi pengganti dari aplikasi-aplikasi yang biasa digunakan di Windows. Gunakan Ubuntu Software Center (USC), Synaptic Package
Manager atau Terminal untuk menginstall aplikas-aplikasi di bawah ini.
1. Anti Virus
Di Windows ada AVG, Kaspersky sedang di Ubuntu ada ClamAV dan avast!. Install ClamAV
(di USC bernama Virus Scanner).
Install ClamAV
sudo apt-get install clamav clamtk
Jalankan melalui Application – Accessories – Virus Scanner.
Install Avast
wget http://files.avast.com/files/linux/avast4workstation_1.3.0-2_i386.deb && sudo dpkg -i
avast4workstation_1.3.0-2_i386.deb
Jalankan Avast melalui Application – Accessories – avast! Antivirus.
2. Java
Java sangat penting untuk membuka aplikasi yang membutuhkan Java di browser. Misalnya bila
kita akan upload foto di situs Facebook.
Install Java
sudo apt-get install sun-java6-jre sun-java6-plugin equivs
3. Multimedia
Di Windows ada Windows Media Player, Real Player. Dengan Ubuntu multimedia dapat
menggunakan VLC, MPlayer. Agar aplikasi multimedia dapat berjalan di Ubuntu, maka
dibutuhkan banyak codec multimedia. Menginstall VLC dan MPlayer akan menginstall banyak
codec multimedia.
Install VLC dan MPlayer
sudo apt-get install vlc mplayer
Install Paket Yang Umum Digunakan
sudo apt-get install libxine1-ffmpeg gxine mencoder mpeg2dec vorbis-tools id3v2 mpg321
mpg123 libflac++6 ffmpeg libmp4v2-0 totem-mozilla icedax tagtool easytag id3tool lame
nautilus-script-audio-convert libmad0 libjpeg-progs libquicktime1 flac faac faad sox
ffmpeg2theora libmpeg2-4 uudeview flac libmpeg3-1 mpeg3-utils mpegdemux liba52-0.7.4-dev
Install Gstreamer
sudo apt-get install gstreamer0.10-ffmpeg gstreamer0.10-fluendo-mp3 gstreamer0.10-gnonlin
gstreamer0.10-pitfdll gstreamer0.10-sdl gstreamer0.10-plugins-bad-multiverse gstreamer0.10-
schroedinger gstreamer0.10-plugins-ugly-multiverse totem-gstreamer
Lebih Banyak Codec Multimedia
sudo apt-get install gstreamer-dbus-media-service gstreamer-tools ubuntu-restricted-extras
DVD Support
sudo apt-get install libdvdread4 && sudo /usr/share/doc/libdvdread4/./install-css.sh
Flash
sudo apt-get install gsfonts gsfonts-x11 flashplugin-nonfree

Baca Lanjutannya … (WAJIB)