Biar Hemat dengan Open Source, Presiden Perlu Turun Tangan?

“dikutip dari detikinet.com”

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta – Open source sukses menekan biaya komputasi Pemda Pekalongan hingga Rp 32 miliar. Jika bisa menghemat pengeluaran demikian besar, mengapa program go open source ini tak diikuti oleh seluruh instansi pemerintah lainnya?

Niat ini sejatinya sudah digaungkan sejak 2005 lalu. Bahkan, Kementerian Kominfo sempat bertekad untuk memigrasikan seluruh operating systemyang ada di semua departemen dan instansi pemerintah ke open source pada akhir 2011 kemarin.

“Sudah berlangsung migrasi di banyak instansi pemerintah, tetapi belumfull applicable,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto, kepada detikINET usai IOSA 2012, Selasa (13/3/2012).

“Misalnya, kementerian ‘A’ sudah ada yang gunakan open source, tetapi hanya minoritas. Karena yang mayoritas tetap yang proprietary,” lanjut Gatot.

‘Open Source Tak Menguntungkan, Tapi Memuaskan’

“dikutip dari detikinet.com”


Ilustrasi (Ist.)

Jakarta – Banyak alasan untuk bergelut mengembangkan software open source. Seperti developer Indonesia yang satu ini misalnya, meski open source dianggapnya sulit dikomersilkan, namun ia masih setia membidani aplikasi bersistem terbuka ini. Alasannya, demi sebuah kepuasan!

Ibnu Maksum, developer yang dimaksud, menyatakan bahwa bisnis open source sejatinya tidak begitu cemerlang di Indonesia. Ia tentu bukan asal berkomentar, namun berkaca pada pengalamannya sendiri.

Nah, pengalaman saya membuat open source adalah hanya menghasilkan kepuasan tanpa menghasilkan profit,” tukasnya dalam acara jumpa pers Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012 di Kementerian Kominfo, Selasa (13/3/2012).

“Seperti aplikasi web, saat kita memberikan source code ke perusahaan, banyak yang mengubah kodenya dan bahkan menjual kembali. Dan kadang mengakui sebagai hasil karyanya. Seperti waktu anak SMP bikin aplikasi antivirus dan social network salingsapa,” lanjut pria yang sehari-hari bekerja sebagai freelance coder, apps developer dan blogger itu.

Selain itu, Ibnu juga menyoroti soal ketergantungan developer open source terhadap donasi. Nah, inilah yang menjadi bumerang. Sebab ketika banyak yang cuma jadi pengguna gratisan tanpa mau memberi donasi, aplikasi open source itu justru bakal kian tenggelam.

Modal Pas-pasan, Open Source Kian Dilirik

“dikutip dari detikinet.com”


Logo Linux (Ist) 

Jakarta – Penggunaan open source saat ini sudah tidak lagi sekadar slogan. Buktinya, banyak perusahaan yang disebutkan mulai beralih ke aplikasi berbasis terbuka itu.

“Sekarang banyak perusahaan consulting yang tadinya menawarkan solusi berbasis proprietary sekarang mulai menawarkan solusi yang sama fungsinya, tapi berbasis open source,” jelas penggiat open source I Made Wiryana, kepada detikINET, di Gedung Kominfo, Jakarta, Selasa (13/3/2012).

Pria yang menjabat sebagai Ketua Committe Indonesia Open Source Award (IOSA) 2012 itu mengungkapkan, aplikasi berbasis open source pastinya akan memberikan banyak keuntungan berlipat bagi penggunanya.

Dengan menggunakan open source, profit atau keuntungan yang didapat akan jauh lebih besar. Karena harga solusi yang ditawarkan sama, tapi modalnya tidak terlalu banyak.

Pengguna Gak Pede Pakai Open Source?

“dikutip dari detikinet.com”


Ilustrasi (Ist)

Jakarta – Banyak manfaat didapatkan dari menggunakan open source, salah satunya efisiensi. Tapi itu belum cukup untuk menarik minat masyarakat untuk menggunakannya.

Salah satu hambatan yang dihadapi adalah rasa percaya diri untuk menggunakan peranti lunak berbasis terbuka tersebut. Apalagi selama ini sebagian masyarakat sudah lama terbiasa menggunakan softwareproprietary.

“Kadang yang jadi persoalan adalah ada semacam habitual dari sebagian masyarakat, kalau tidak pakai yang proprietary kurang percaya diri. Padahal sudah banyak kisah sukses dari open source seperti, sistem operasi komputer, handphone dan tablet, web browser, web server, office suite, database server,” terang Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Komunfo Gatot S Dewa Broto, kepada detikINET, di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (13/3/2012).

Gatot menambahkan kadang ada sejumlah hardware yang tidak didukung untuk penggunaan open source. Sedangkan sisi lain kadang masyarakat kita cenderung lebih senang cari yang mudah dan familiar yang ada.

Biasakan Menggunakan Open Source Program

d

 

Open source software dimulai dengan adanya kampanye untuk menyediakan dan menggunakan perangkat lunak yang gratis. Selain itu setiap perangkat lunak yang termasuk perangkat lunak sumber terbuka (open source) memiliki kode sumber (source code)yang bebas diunduh dan disebarluaskan dengan menganut kaidah dan etika tertentu. Pengembangannya dilakukan oleh suatu komunitas tertentu dan mereka akan saling bertukar informasi untuk mengembangkan perangkat lunak tersebut agar menjadi lebih baik.

 

Mengapa Menggunakan Open Source Software?

Mengapa harus menggunakan perangkat lunak open source? Dalam pekerjaan sehari-hari dengan komputer, kita mungkin sering menggunakan beberapa perangkat lunak komersial yang sudah terkenal seperti Microsoft Windows sebagai sistem operasi, Microsoft Office sebagai aplikasi perkantoran, Adobe Photoshop dan Corel Draw sebagai aplikasi untuk desain dan gambar, Microsoft Visio sebagai aplikasi untuk membuat diagram, Microsoft Outlook untuk membaca dan menerima e-mail ataupun Microsoft Project sebagai aplikasi untuk melakukan manajemen proyek. Namun tahukah Anda, bahwa perangkat lunak yang disebutkan tadi memiliki harga lisensi satuan dari ratusan hingga ribuan dolar AS per perangkat lunak? Jika Anda menginvestasikan uang Anda untuk membeli beberapa perangkat lunak asli tersebut ke dalam komputer, tentu Anda harus mengeluarkan biaya ribuan dolar AS untuk sebuah komputer. Tentu Anda juga tidak ingin melanggar hukum dengan menggunakan perangkat lunak ilegal bukan?

Karena itulah tersedia berbagai ragam perangkat lunak open source yang dapat diunduh secara gratis dan disebarluaskan dengan bebas. Selain itu, karena dibangun oleh suatu komunitas yang saling bertukar informasi di seluruh dunia, perangkat lunak jenis ini berkembang dengan cukup baik.

 

Apa saja Alternatif Open Source Software?

Berikut ini beberapa jenis perangkat lunak open source yang dapat dengan mudah Anda dapatkan sebagai pengganti perangkat lunak berbayar Anda yang mahal:

Baca Lanjutannya