Contoh Program Assembly Edsim51 50 baris

Dibawah ini adalah source code edsim51

Fungsi program adalah untukmenampilkan output 7-segment mulai angka 1 sampai huruf F

Catatan: Logika 0 Adalah Led Menyala Dan Logika 1 Adalah Led Mati.

 

 

SATU:

SETB P3.3

SETB P3.4                                ; Mengijinkan tampilan layar 3

MOV P1, #11111001B                 ; menampilkan angka 1 pada layar(addressing mode : immediate)

MOV P1, #0FFH                         ; menghapus layar(addressing mode: immediate)

Klik untuk melanjutkan …..

Tugas Probabilitas dan Statistika : Peluang

1.  Contoh berupa empat komponen elektronik diambil dari keluaran produksi. Probabilitas dari beragam produk, dihitung sbb : P(0 cacat) = 0,6561, P(1 cacat) = 0,2916, P(2 cacat) = 0,0486,  P(3 cacat) = 0,0036, P(4cacat) = 0,0001. Berapa probabilitas paling sedikit 1 cacat ?

2.  Seseorang harus mengerjakan 6 soaldari 9 soal yang tersedia. Berapa kemungkinan 3 soal pertama dikerjakan ?

3.  Jika angka 1,2,3,4,5 diurutkan dengan seluruh kemungkinan yang ada, berapa kemungkinan muncul angka yang 2 digit pertama adalah genap ?

4. Kelas XIIA terdiri dari 10 murid laki-laki dan 20 murid
perempuan. Setengah dari jumlah murid laki-laki dan setengah dari jumlah murid
perempuan berambut keriting. Apabila seorang murid dipilih secara acak untuk
mengerjakan soal, maka peluang bahwa murid yang terpilih itu laki-laki atau
berambut keriting adalah
Baca Lanjutannya…(wajib)

Daftar Set Instruksi 8051 dan Contoh Program Kelompok Instruksi (addressing mode)

Bahasa pemrograman assembly untuk mikrokontroler berasitektur 8051 memiliki 8 jenis mode pengalamatan.
a. Register addressing
Adalah pengalamatan yang melibatkan register.
Contoh : `MOV A,R1  ; isi register R1 dikopi ke akumulator
b. Direct addressing
Adalah pengalamatan dengan menuliskan langsung nomor alamat memory (biasanya dalam format heksadesimal).
Contoh : MOV A, 90H  ; isi alamat 90H dikopi ke akumulator
c. Indirect addressing
Adalah pengalamatan dengan cara menaruh alamat yang dimaksud ke suatu register dalam hal ini khususnya register R0 dan R1.
Contoh : MOV A, @R1  ; isi memory yang alamatnya ditunjukan oleh
; isi register R1 dikopi ke akumulator
d. Immediate addressing
Adalah pengalamatan dengan cara langsung menuliskan data yang diinginkan .
Contoh : MOV A, #12  ; data angka 12 dimasukkan ke akumulator
e. Relative addressing
Adalah pengalamatan secara relatife terhadap alamat yang ada di program counter.
Contoh : SJMP DEKAT
f. Absolute addressing
Adalah pengalamatan dengan menggunakan 11 bit alamat pasti dari tujuan, sehingga dapat menjangkau sampai 2 Kbytes memori program.
Contoh : AJMP SEDANG
g. Long addressing
Adalah pengalamatan dengan menggunakan 16 bit alamat pasti dari tujuan, sehingga dapat menjangkau sampai 64 Kbytes memori program.
Contoh : LJMP JAUH
h. Indexed addressing
Adalah pengalamatan dengan menggunakan offset dan base register tertentu.
Contoh : MOVC A, @A+R1

set intruksi 8051 dibagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu :
1. Intruksi-intruksi transfer data
2. Intruksi-intruksi pemrosesan data
3. Intruksi-intruksi lompatan
1. Intruksi-intruksi transfer data
1.1. Daftar Intruksi Transfer data


1.2. Instruksi Transfer Data
a) RAM Internal
Perintah perpindahan data (MOV, XCH, POP, PUSH) pada RAM internal membutuhkan 1 sampai 2 cycle. Format instruksi :
MOV (tujuan), (asal)
Memungkinkan data untuk berpindah diantara 2 lokasi RAM internal atau SFR tanpa harus melalui akumulator terlebih dahulu.
b) RAM EKternal
Perintah MOV 16-bit digunakan untuk inisialisasi DPTR atau untuk akses data 16-bit pada memori ekternal.perpindahan data antera memori internal dan ekternal menggunakan indirect addressing dengan menggunakan alamat 1-byte (@R1) atau 2-byte (@DPTR).
c) Look Up Tables
Ada dua perintah untuk membaca look-up tables pada ROM. MOVC (move constant) menggunakan program counter sebagai base register dan akumulator sebagai offsetnya.
MOVC A, @A+DPTR
Perintah tersebut dapat mengakses 256 entri. Nomor entri dimasukkan ke akumulator dan awal tabelnya pada DPTR.
MOVC A, @A+PC

Contoh Implemetasi Mikroprosesor Pada Lampu Lalu Lintas

ATCS

ATCS (Automatic Traffic Light Control System) adalah salah satu contoh yang menggunakan prosesor Omron CQM1H-CPU51 yang merupakan salah satu jenis PLC (Programmable Logic Controller).

Sistem ATCS dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian hardware dan software.

Bagian perangkat keras untuk sistem ini adalah model empat jalur persimpangan lampu lalu lintas. Setiap jalurmemiliki dua saklar batas (input) fungsi sebagai sensor. Tiga indikator lampu dengan berbagai warna (Merah,Kuning dan Hijau) dipasang pada setiap jalur untuk mewakili sebagai sinyal lampu lalu lintas. Batasan iniberubah dan lampu indikator yang terhubung ke PLC Omron CQM1H-CPU51 menyala. PLC mengontrol setiapsinyal yang datang dari input (Limit Switch) ke perangkat lunak dan menampilkan ke output (lampu indikator).

Baca Lanjutannya …(WAJIB)

Merancang Sistem Mikroprosesor Z-80

Merancang Sistem Mikroprosesor Z-80 dengan ROM 4kB mulai alamat 3000H dan RAM 6kB mulai alamat 4000H.

Input / output dengan alamat 70H dan 90H.
  1. Peta  Memory
Alamat 8-bit
3000h – 3FFFh ROM 4kb
4000h – 47FFh RAM 2kb
4800h – 57FFh RAM 4kb


   2. Peta I/O
70h Port Input
90h Port Output

Process Switching atau Pengalihan Proses

process switching

 

I. Pengertian Process Switching

Process Switching atau Pengalihan Proses terjadi jika proses yang running beralih menjadi state lain (ready, blocked, dan sebagainya) kemudian sistem operasi membuat perubahan-perubahan berarti  terhadap lingkungan.

 

II. Proses dan Langkah-langkah Process Switching
Kejadian yang berperan menyebabkan terjadinya alih proses adalah:

1. Interupsi Sistem

Disebabkan kejadian eksternal dan tak bergantung proses yang saat itu sedang running. Contoh : selesainya operasi masukan/keluaran. Pada kejadian interupsi, kendali lebih dulu ditransfer ke interrupt handler yang melakukan penyimpanan data-data dan kemudian beralih ke rutin sistem operasi yang berkaitan dengan tipe interupsi itu.

Baca Lanjutannya …(WAJIB)

Sejarah dan Perkembangan Sistem Operasi

windows vs linux

“Tulisan lebih lengkap bisa di-download disini  “

Sistem operasi adalah inti dari pemrograman computer terutama yang berkaitan dengan arsitektur computer. Sistem operasi pada dasarnya adalah sebuah aplikasi program yang berfungsi sebagai interface untuk mengkoordinasikan sumber daya yang berbeda dari komputer. Weizer (1981) telah mencatat, sistem operasi telah berevolusi sejak tahun 1940-an melalui sejumlah generasi yang berbeda, yang secara kasar sesuai dengan decade.

Sejarah Awal; tahun 1940-an dan 1950-an :

Pada tahun1940-an awal sistem elektronik digital tidak memiliki sistem operasi. Computer pada waktu itu begitu primitive dibandingkan dengan hari ini dimana bahwa program-program dimasukan ke dalam computer 1 bit dalam satu waktu pada baris mechanical switches. Akhirnya, bahasa mesin ( terdiri dari string dari digit biner 0 dan 1) diperkenalkan dapat mempercepat proses pemrograman (Stern, 1981). Ssitem dari tahun 1950-an pada umumnya run hanya satu pekerjaan pada satu waktu. Pada era ini dikenal Input Output Control System (IOCS). Hal ini dapat menyederhanakan dan mempercepat proses pengkodean.
Baca Lanjutannya …(WAJIB)

Implementasi Mikrokontroller dan Prinsip Kerjanya

mikrokontroller ATCS

Contoh implementasi Mikrokontroller :

ATCS (Automatic Traffic Light Control System) telah digunakan pada kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya untuk mencegah terjadinya kemacetan. Tetapi meningkatnya jumlah kendaran menyebabkan ATCS berfungsi kurang optimal. Untuk itu dibuat sistem ATCS yang dapat bekerja menentukan lama penyalaan lampu hijau secara otomatis berdasarkan distribusi kepadatan. Sistem ini mengontrol lampu Lalu Lintas otomatis dengan menggunakan kamera berbasis mikrokontroller.

Prinsip kerjanya dan proses kerjanya mikrokontroler terhadap sistem tersebut :

Kamera digunakan sebagai pengamat kepadatan kendaraan pada suatu persimpangan. Hasil pengamatan diolah PC sehingga diperoleh persentase kepadatan pada tiap-tiap jalur. Mikrokontroller bekerja menyalakan lampu lalu lintas secara default kontrol yaitu searah dengan arah jarum jam. Jika PC terkoneksi dengan mikrokontroller maka mikrokontroller mengirimkan informasi jalur mana yang lampu hijaunya akan menyala. Kemudian PC mengolah gambar persimpangan dan menentukan besarnya persentase kepadatan serta lama penyalaan lampu hijau untuk jalur yang telah ditentukan. Apabila tidak ada koneksi antara PC dan mikrokontroller maka lama penyalaan lampu hijau adalah 6 detik. 😆

BACA LANJUTANNYA …(WAJIB)