Comments Off on TUGAS 7 (Pengaruh Kelas Sosial Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Dan World Class Entrepreneurial University)

NAMA                       : FAIDUL MANNAN

NIM                            : 105020207111073

KELAS                      : BB

MATA KULIAH      : PERILAKU KONSUMEN

 

  1. 1.        Artikel Pengaruh Kelas Sosial terhadap Pembelian

Perilaku pembelian konsumen pada dasarnya merupakan proses memilih, membeli dan menggunakan prodak untuk memenuhi kebutuhan. Perusahaan dalam menjalankan usahanya harus selalu memantau perubahan perilaku konsumen sehingga dapat mengantisipasi perubahan perilaku konsumen tersebut untuk memperbaiki strategi pemasarannya, karena pada hakekatnya tujuan dari pemasaran adalah untuk mengetahui dan memahami sifat konsumen dengan baik sehingga produk yang ditawarkan dapat laku terjual dan konsumen loyal terhadap produk yang dihasilkan.

Konsumen hidup dalam sebuah lingkungan yang kompleks. Keputusan konsumen dalam membeli sebuah produk dipengaruhi oleh banyak faktor, baik dari dalam diri sendiri, maupun dari luar diri atau lingkungannya. Faktor utama mempengaruhi perilaku konsumen adalah faktor kebutuhan seperti budaya dan kelas sosial. Faktor sosial seperti kelompok refensi, keluarga, peran dan status sosial konsumen, faktor pribadi seperti usia, tahap siklus hidup, kepribadiaan dan konsep diri serta faktor psikologis seperti motivasi, persepsi, belajar kepercayaan dan sikap.

Menurut Susan A. Friedmann, setidaknya perlu memahami “10 ayat-ayat” berikut agar dapat menajamkan fokus dalam melayani konsumen. Ketahui siapa bos sebenarnya. Anda berbisnis untuk melayani konsumen, dan Anda hanya dapat melakukan itu apabila mengetahui keinginan mereka. Jika Anda sungguh-sungguh mendengarkan konsumen, mereka akan menjelaskan apa yang dikehendaki dan bagaimana sebaiknya Anda memberikan pelayanan terbaik untuk mereka. Jangan lupa bahwa yang “membayar” gaji kita dan memungkin bisnis ini berjalan adalah konsumen.

Kelas-kelas sosial adalah masyarakat yang relatif permanen dan bertahan lama dalam suatu masyarakat, yang tersusun secara hierarki dan keanggotaannya mempunyai nilai, minat dan perilaku yang serupa. Kelas sosial bukan ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti pendapatan, tetapi diukur dari kombinasi pendapatan, pekerjaan, pendidikan, kekayaan dan variable lain.

Di dalam kehidupan masyarakat terdapat banyak perbedaan status sosial dan kelas sosial. Perbedaan status sosial dan kelas sosial tersebut menyebabkan adanya diferensiasi dan stratifikasi sosial . Telah dijelaskan sebelumnya bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, yaitu : Faktor utama mempengaruhi perilaku konsumen adalah faktor kebutuhan seperti budaya dan kelas sosial. Faktor sosial seperti kelompok refensi, keluarga, peran dan status sosial konsumen, faktor pribadi seperti usia, tahap siklus hidup, kepribadiaan dan konsep diri serta faktor psikologis seperti motivasi, persepsi, belajar kepercayaan dan sikap. Kelas-kelas sosial adalah masyarakat yang relatif permanen dan bertahan lama dalam suatu masyarakat, yang tersusun secara hierarki dan keanggotaannya mempunyai nilai, minat dan perilaku yang serupa. Kelas sosial bukan ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti pendapatan, tetapi diukur dari kombinasi pendapatan, pekerjaan, pendidikan, kekayaan dan variable lain. Jadi status sosial dan kelas sosial dapat mempengaruhi perilaku konsumen untuk menentukan jenis barang tersebut, sesuai dengan pendapatan dan tahap siklus hidup.

 

  1. 2.        Artikel Universitas Brawijaya Sebagai World Class Entrepreneur University

World Class Entrepreneurial University menjadi kata kunci untuk pengembangan Universitas Brawijaya saat ini dan ke depan. Dengan diselenggarakannya Blogmetrics UB Award 2012 memberikan kesempatan kepada semua warga Universitas Brawijaya untuk berbicara tentang kampus tercintanya ke seluruh dunia dengan keywords “WORLD CLASS ENTREPRENEURIAL UNIVERSITY.

“Share knowledge and be a part of UB World Class Entrepreneurial UniversityCampaign through your blog” demikian tagline yang diberikan oleh panitia blogmetrics UB 2012. Dengan mengusung tema ““Meningkatkan Peran Sivitas Akademika Dalam Mewujudkan World Class Enterpreneurial University” mendorong para dosen, staff dan mahasiswa untuk berkontribusi bagi kemajuan Universitas Brawijaya.

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh para sivitas akademika untuk bisa mewujudkan Universitas Brawijaya sebagai “World Class Entrepreneurial University” yaitu dengan penyelenggaraaan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan standar-satandar internasional dan mendapatkan pengakuan secara internasional.

Pengakuan dari lembaga akreditasi internasional yang diraih oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari ABEST 21 serta Fakultas Teknologi Pertanian dari Institute of Food Technologists (IFT), USA adalah salah satu upaya Universitas Brawijaya untuk menjadi perguruan tinggi yang betul-betul bertaraf internasional. Pengakuan-pengakuan dari masyarakat nasional dan internasional terhadap institusi Universitas Brawijaya ini harus diupayakan sesuai dengan harapan mereka, diwujudkan menjadi sebuah kenyataan.

 

 

Akreditasi Internasional FEB UB diperoleh dari ABEST21 (The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow, a 21st century Organisation) – Lembaga Akreditasi Internasional yang berpusat di Tokyo, Jepang.  FEB UB mencatatkan diri sebagai yang pertama di Indonesia yang memperoleh akreditasi Internasional ini. Selain itu FEB UB juga sedang berproses untuk mendapatkan akreditasi internasional dari AACSB sebuah lembaga akreditasi internasional yang berpusat di Amerika Serikat.

Akreditasi internasional yang diraih oleh FTP UB dari  Institute of Food Technologists (IFT), USA   menempatkan UB sebagai universitas kedua di Indonesia yang mendapatkan akreditasi internasional setelah IPB.

Saat ini dosen dan mahasiswa Universitas Brawijaya telah banyak berkiprah dalam forum-forum ilmiah nasional dan juga internasional, dengan prestasi yang membanggakan. Di ajang resmi yang diadakan oleh Dirjen Dikti (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) antara lain: Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional, Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional dan Pekan Seni Mahasiswa Nasional para mahasiswa UB telah menunjukkan prestasinya. Dosen-dosen juga telah banyak menghasilkan penelitian yang dipublikasi di jurnal nasional serta menerbitkan buku-buku yang menjadi buku acuan.

Minat dosen dan mahasiswa untuk berkiprah di forum-forum ilmiah, olahraga dan seni di tingkat nasional dan internasional ini harus didukung oleh penyediaan dana yang tentu saja tidak sedikit.  Harus disadari bahwa dosen dan mahasiswa serta staff yang berkiprah di forum-forum tersebut akan membawa nama baik Universitas Brawijaya ke pentas dunia. Maka harus ada upaya keras memfasilitasi dosen, mahasiswa dan staff yang memiliki keinginan untuk berprestasi.

Secara tampilan fisik Universitas Brawijaya telah memiliki ciri khas yang membedakan dengan perguruan tinggi lain, dengan kualitas fisik yang mengagumkan. Tapi itu saja itu cukup, banyak hal yang mendasar untuk penyediaan proses belajar mengajar, pengabdian masyarakat serta penelitian yang memiliki standar internasional.

Beberapa kriteria harus dipenuhi universitas, seperti unggul dalam riset, kebebasan suasana intelektual akademis yang sangat menarik, kemandirian tata pamong, fasilitas dan dana yang memadai, diversitas; internasionalisasi (mahasiswa, pakar, dan dosen asing), kepemimpinan yang demokratis, jenjang sarjana yang berbakat; penggunaan ICT, manajemen yang efisien, dan perpustakaan yang memadai; pembelajaran yang berkualitas, keterikatan dengan masyarakat yang berkepentingan, serta berada pada jejaring kerja sama.

 

 

SUMBER :

  1. http://lydiarahmi.blogspot.com/2011/10/pengaruh-kelas-sosial-dan-status-sosial.html
  2. http://nanangsuryadi.lecture.ub.ac.id/2012/11/world-class-entrepreneurial-university/
  3. http://iainjambi.ac.id/component/content/article/1-latest-news/564-sekilas-tentang-world-class-university.html