Metode Budgeting Marketing Communication dan Contoh Biaya

Posted: 25th March 2013 by Faidul Mannan in Uncategorized
Comments Off on Metode Budgeting Marketing Communication dan Contoh Biaya

NAMA                       : FAIDUL MANNAN

NIM                            : 105020207111073

MATA KULIAH      : MARKETING COMMUNICATION

JURUSAN                 : MANAJEMEN

FAKULTAS              : EKONOMI DAN BISNIS

 

METODE BUDGET MARKETING COMMUNICATION

 

NO

METODE

KELEBIHAN

KEKURANGAN

1 Affordable ( terjangkau )

Menetapkan anggaran promosipada level yang dianggap manajemen mampu dikeluarkan perusahaan

 

Hanya mengeluarkan sedikit dana, dari sisa dana operasional dan investasi Mengabaikan dampak promosi pada penjualan.

Hanya mengandalkan pemasangan iklan.

 

2 Percentage of sales

Menetapkan anggaran promosi pada persentase tertentu dari penjualan sekarang atau yang diperkirakan/ menetapkan anggran promosi sebagai sebuah persentase dari harga jual per unit

 

–         Mudah digunakan

–         Membantu manajemen memikirkan hubungan antara pengeluaran promosi, harga jual dan laba per unit

 

–      Memandang penjualan sebagai sebab dari promosi dan bukannya sebagai hasil.

–      Metode ini hanya didasarkan pada ketersediaan dana, bukannya pada peluang yang ada

 

3 Competitive parity

Menetapkan anggran promosi untuk menandingi anggran para pesaing

 

–         Membelanjakan sebesar belanja promosi pada pesaing sehingga membantu mencegah perang promosi.

–         Responsif terhdap kondisi pesaing

 

–       Tidak selamanya valid, karena tidak semua perusahaan memiliki kebijakan yang sama.

–       Kebutuhan promosi perusahaan kita belum tentu sama dengan kebutuhuan pesaing.

 

4

Objective and task

–         Membantu perusahaan secara focus menuju tujuan promosi perusahaan.

–         Menentukan tugas dan biaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan promosi

 

Perusahaan sering sulit menentukan tugas apa yang dapat mencapai tujuan promosi.

 

CONTOH BIAYA :

TELEVISI

Televisi memang menjadi media promosi yang bagus di era jaman sekarang ini, Mengiklan di tv juga sangat cepat dan bisa di lihat oleh jutaan orang per sekali tayangnya. Namun perlu di catat harga tarif pertayang dan menurut jam tayangnya harganya mahal dan berbeda-beda. Kali ini saya akan berbagi kepada anda tentang Harga Iklan Di Televisi . Pasti anda sudah bertanya-tanya seberapa mahal sih pasang iklan di televisi itu? Nah berikut adalah daftar dan kategori Harga Iklan Di Televisi.

  1. Karakteristik Stasiun Televisi

Stasiun televisi yang menyiarkan khusus berita, Olahraga, Musik, atau film akan lebih menguntungkan advertiser, karena mereka bisa memilih stasiun tv yang sesuai dengan market. Untuk stasiun yang ber-rating tinggi, maka mematok biaya iklan tv cukup besar, sekitar 10 juta hingga 15 juta rupiah per 15 hingga 30 detik penayangan. Beda lagi tarif untuk tv lokal, biaya iklan tv hanya berkisar 50 ribu hingga 300 ribu rupiah per spot atau sekali tayang dengan durasi sekitar 30 detik.

  1. Rating Program Acara

Semakin tinggi sebuah rating acara, maka semakin mahal biaya yang dibandrol untuk iklan tv, contohnya acara Termehek-mehek di Trans TV mematok harga iklan Rp 5,5 juta per slot durasi 30 detik

  1. Jenis Penyiaran Acara

Untuk acara yang disiarkan secara tunda atau langsung juga terdapat perbedaan dalam biaya iklan tv yang dipasang. Untuk siaran langsung, harga yang dipatok lebih mahal dibandingkan siaran tunda.

  1. Jam Penayangan

Pada trafik penonton yang ramai akan dipasang biaya iklan tv yang lebih mahal dibandingkan jam tayang yang diperkirakan tidak ramai penonton. Seputar Indonesia Pagi RCTI mematok Rp 8 juta, untuk Petang Rp 16 juta, sementara malam hanya Rp 5 juta.

  1. Peletakan Iklan

Letak antara iklan dan program acara juga mempengaruhi harga. Iklan yang diputar setelah program acara berlangsung akan dianggap sebagai posisi pasang iklan yang paling strategis sehingga dipasang harga lebih mahal dibandingkan iklan yang dipasang di antara iklan lain. Hal ini berkaitan dengan penonton yang suka mengganti chanel siaran ketika iklan berlangsung.

Apabila dikalkulasikan, maka rata-rata tarif iklan tv terbagi dalam dua jenis, tarif murah berkisar 50 ribu hingga 350 ribu rupiah per spot (durasi 15-30 detik) dan tarif mahal berkisar 6 juta hingga 16 juta rupiah per spot (durasi 15-30 detik).

KORAN

Media Cetak

 Tarif Perbaris 

 Min Baris 

 Max Baris 

 Karakter/Brs 

Berita Kota

Rp.13.200

3 baris

10 baris

35 krktr

Bisnis Indonesia

Rp.20.900

3 baris

10 baris

38 krktr

Harian Indonesia

Rp.16.500

3 baris

10 baris

19 krktr

Harian Terbit

Rp.8.800

3 baris

10 baris

35 krktr

Indopos

Rp.16.500

2 baris

10 baris

35 krkt

Jakarta Post

Rp.38.500

3 baris

7 baris

35 krktr

Kompas Nusantara

Rp.60.500

3 baris

12 baris

27 krktr

Kompas Batavia

Rp.49.500

3 baris

12 baris

27 krktr

Kompas Backgrd Warna Batavia

Rp.78.100

3 baris

12 baris

27 krktr

Kompas Backgrd Warna Nusantara

Rp.86.900

3 baris

12 baris

27 krktr

Kompas Mini Biru Batavia

Rp.67.100

3 baris

12 baris

27 krktr

Kompas Mini Biru Nusantara

Rp.75.900

3 baris

12 baris

27 krktr

Koran Tempo

Rp.30.250

3 baris

10 baris

33 krktr

Kontan

Rp.13.200

3 baris

8 baris

30 krktr

Lampu Hijau

Rp.16.500

3 baris

10 baris

38 krktr

Media Indonesia

Rp.25.575

3 baris

10 baris

36 krktr

Poskota

Rp.12.000

4 baris

10 baris

34 krktr

Poskota Khusus Mobil

Rp.14.000

4 baris

10 baris

34 krktr

Poskota Khusus Motor

Rp. 13.000

4 baris

10 baris

34 krktr

Poskota No. Cantik

Rp.15.400

4 baris

10 baris

39 krktr

Poskota Mini Kotak

Rp.88.000

125 krktr

Pikiran Rakyat Sabtu

Rp.33.000

3 Brs

7 Brs

26 Krktr

Pikiran Rakyat Hari Biasa

Rp.24.750

3 Brs

7 Brs

26 Krktr

Pikiran Rakyat Warna Sabtu

Rp.38.500

3 Brs

7 Brs

26 Krktrr

Pikiran Rakyat Warna Hari Biasa

Rp.30.250

3 Brs

7 Brs

26 Krktrr

Rakyat Merdeka

Rp.19.800

3 baris

5 baris

40 krktr

Republika

Rp.22.000

3 baris

8 baris

30 krktr

Seputar Indonesia Nusantara

Rp.42.900

3 baris

10 baris

37 krktr

Seputar Indonesia Batavia

Rp.36.300

3 baris

10 baris

37 krktr

Suara Pembaruan

Rp.28.050

3 baris

10 baris

39 krktr

Wartakota

Rp.18.000

3 baris

10 baris

39 krktr

 

 

SUMBER :

http://integrated-marketing-communications.blogspot.com/2008/02/menetapkan-anggaran-dan-bauran-promosi.html

http://kamerabaru.blogspot.com/2012/09/harga-iklan-di-televisi-tv.html

 

 

Comments Off on Analisis Segmentasi, Targeting, dan Positioning Terhadap Iklan

NAMA                       : FAIDUL MANNAN

NIM                            : 105020207111073

MATA KULIAH      : MARKETING COMMUNICATION

JURUSAN                 : MANAJEMEN

FAKULTAS              : EKONOMI DAN BISNIS

 

CONTOH IKLAN KARTU SIMPATI

 

  • SEMGEMNTASI

Segemntasi merupakan proses mengidentifikasi dan memilah–milah konsumen kedalan kelompok–kelompok pembeli yang dirasa memiliki kebutuhan atau keinginan atas produk atau jasa yang diberikan. Penetapan segmentasi pasar kartu simpati berdasarkan segi demografis, psikografis, dan perilaku berikut segmentasinya :

  1. Demografis

–          Gender                 : Pria dan wanita

–          Usia                      : 18-35 tahun

–          Kelas sosial          : atas, menengah atas, dan menegah

  1. Psikografis

Pengguna jasa telekomunikasi yang berkepribadian inovatif dan dinamis karena menyasar konsumen pada usia 18-35 tahun dimana pada usia tersebut dianggap pribadi muda yang berkepribadian inovatif dan dinamis.

  1. Perilaku

Pengguna jasa telekomunikasi yang sangat mengutamakan kualitas layanan karena jaringan telkomsel luas, kualitas jaringan yang tinggi, inovasi produk terus-menerus, pelayanan yang terus ditingkatkan dan tarif yang wajar.

  • TARGETTING

Targetting adalah proses penentuan segmen pasar yang mana akan dipilih sebagai target pasar, yang mana untuk target pasar tersebut perusahaan akan membangun sebuah market officer. Produk kartu simpati menyasar seluruh pengguna jasa telekomunikasi indonesia, baik pria maupun wanita, usia 18-35 tahun, yang mereka berkepribadian inovatif dan dinamis dan sangat mengutamakan kualitas layanan.

  • POSITIONING

Positioning merupakan proses merancang citra dan penawaran yang dilakukan perusahaan agar mendapatkan tempat tersendiri di target pasar. Ditentukan oleh kartu simpati sebagai kartu prabayar yang menghadirkan ekstra manfaat disamping kemanfaatan utama produk yang memenuhi parameter pokok (jaringan luas, kualitas jaringan, inovasi produk, pelayanan dan tarif yang wajar). Dan mempunyai keunggulan dibandingkan dengan produk sejenis adalah luas jaringannya yang dapat menjangkau wilayah-wilayah di seluruh nusantara.

 

 

 

Comments Off on Data Demografis JAwa Timur dan Metode Segmentasi Psikografis

NAMA                       : FAIDUL MANNAN

NIM                            : 105020207111073

MATA KULIAH  : MARKETING COMMUNICATION

JURUSAN                : MANAJEMEN

FAKULTAS            : EKONOMI DAN BISNIS

 

  1. A.      Berapa Jumlah Penduduk Jawa Timur ?

Jumlah Penduduk Jawa Timur : 37.476.757 Jiwa

  • Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin :
    • Laki – Laki        :  18.503.516 Jiwa
    • Perempuan         :  18.973.241 Jiwa

Kelompok Umur

Jenis Kelamin

Laki-laki

Perempuan

Laki-laki + Perempuan

0-4

1.498.239

1.425.671

2.923.910

5-9

1.595.931

1.512.068

3.107.999

10-14

1.634.120

1.549.091

3.183.211

15-19

1.519.736

1.490.804

3.010.540

20-24

1.362.425

1.409.361

2.771.786

25-29

1.537.732

1.591.284

3.129.016

30-34

1.465.879

1.515.454

2.981.333

35-39

1.491.393

1.531.820

3.023.213

40-44

1.427.306

1.489.709

2.917.015

45-49

1.271.139

1.339.772

2.610.911

50-54

1.114.596

1.114.987

2.229.583

55-59

873.437

817.769

1.691.206

60-64

588.666

657.955

1.246.621

65-69

464.700

547.935

1.012.635

70-74

319.297

448.662

767.959

75-79

180.912

275.701

456.613

80-84

99.824

155.417

255.241

85-89

38.503

61.309

99.812

90-94

12.200

23.028

35.228

95+

7.481

15.444

22.925

Jumlah

18.503.516

18.973.241

37.476.757

 

  • Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan :
    • SD                                  : 10.493.492 Jiwa
    • SMP                               : 6.371.048 Jiwa
    • SMA                              : 5.996.281 Jiwa
    • Universitas                     : 1.873.838 Jiwa

 

 

  • Jumlah Penduduk Menurut Pendapatan dan Pengeluaran :
    • Pendapatan Rata-rata per Kapita                         : Rp 1.730.833
    • Pengeluaran Rata-rata per Kapita            : Rp 486.426

 

  • Jumlah Penduduk Menururt Umur Dan Jenis Kelamin :
    • Balita                    : 1.873.837 jiwa
    • Anak                    : 5.621.514 jiwa
    • Remaja                 : 5.246.746 jiwa
    • Dewasa awal         : 6.371.048 jiwa
    • Dewasa                : 12.742.097 jiwa
    • Manula                 : 5.621.365 jiwa

 

  1. B.       Metode Segmentasi Psikografis

Variabel geografis dan demografi secara tradisional menjadi variabel utama dalam segmentasi pasar. Meskipun demikian, harus juga dipertimbangkan faktor psikografis (kelas sosial, personalitas, dan gaya hidup) yang membedakan setiap orang dalam kelompok geografis atau demografi . Dalam segmentasi psikografi, pasar dibagi dalam sejumlah kelas sosial, karakteristik personal, dan atau gaya hidup.

KELAS SOSIAL

Karakteristik yang berbeda dan keinginan orang-orang dalam kelas yang berbeda untuk membuat sebuah kelas sosial berbasiskan segmentasi pasar seperti untuk minuman, perabotan, layanan keuangan, mobil, pakaian, hotel, aktivitas hiburan, dll. Para penjual seringkali menggunakan kelas sosial dalam melakukan segmentasi pasar mereka. Departemen store yang mewah, misalnya, yang melayani kelas atas saat toko diskon yang murah melayani pasar keluarga dan kelas yang dibawahnya.

Pemasar yang menggunakan kelas sosial untuk membagi pasar mereka dalam membangin produk, mendesain iklan, menghias toko, mengembangkan elemen-elemen lain dalam pemasaran mereka sehingga terlihat berebda dalam kelas sosial sasaran mereka . Misalnya Perusahaan General Wine & Spirits menggunakan slogan “Apa yang diberikan orang kaya untuk kemakmurannya ” dalam mempromosikan Whiskey Royal Salute Scotch.

PERSONALITAS
Ketika para pemasar mencoba segmen pasar berdasarkan variabel personalitas, mereka mencoba untuk menawarkan brand yang menggambarkan (atau “personalitas brand”) yang akan terlihat khusus bagi konsumen . Hal ini bisa dijabarkan meliputi kompulsif, kompetitif, ektrovet, ramah, otoriter, ambisius, dan agresif . Bank yang mempromosikan dirinya sebagai “bersahabat” dan memerintahkan petugas pelayanan konsumen untuk memanggil mereka dengan nama pertamanya, berusaha untuk bersahabat dengan orang-orang. Beberapa pemasar kosmetik dan beberapa sasaran keuangan membidik individu yang agresif.

Meskipun beberapa studi telah menyarankan hubungan antara karakteristik kepribadian beberapa perilaku pembeli, hasil dari banyak penelitian belum konklusif. Namun demikian, beberapa pemasar, seperti ditunjukkan di atas, mencoba untuk membagi pasar berdasarkan kepribadian, percaya bahwa kepribadian mempengaruhi produk dan merek yang akan dibeli konsumen.

GAYA HIDUP

Segmentasi berdasarkan gaya hidup adalah metode terbaru dalam mengenali aspek dalam kehidupan orang-orang dalam melakukan pembelian. Hal ini melibatkan menanyai responden terhadap indikasi seberapa kuat mereka setuju atau tidak setuju terhadap serangkaian pernyataan (mungkin sebanyak dua puluh lima halaman pertanyaan) yang meliputi aktivitas mereka, minatnya, dan opini (yang disebut sebagai pertanyaan AIO /activities, interest, opinions ).

Dengan menganalisa tanggapan mereka, para pemasar dapat menentukan jika ada perbedaan antar kelompok konsumen. Jika pengelompokan tersebut ada, maka pemasar memiliki profil gaya hidup dari konsumen untuk setiap kelompok.

Para pemasar akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang gaya hidup, bagaimana pembelian suatu produk dalam gaya hidup mereka, produk lain apa yang mungkin mereka beli , dan jenis tema iklan apa yang akan menarik bagi mereka . Toko seperti Stuarts Department Stores yang memilih orang-orang dengan pendapatan di bawah sebagai sasaran mereka, memasukkan kebiasaan belanja mereka. Toko tersebut mengetahuiu, misalnya, bahwa orang-orang ini tidak akan membeli hadiah sesuai dengan musim sampai musim itu selesai.

SUMBER :

http://ahlimanajemenpemasaran.com/2011/08/apa-itu-segmentasi-psikografis-segmentasi-psikografi/

 

 

 

 

 

TUGAS KELOMPOK 5

Posted: 4th March 2013 by Faidul Mannan in Uncategorized
Comments Off on TUGAS KELOMPOK 5

Menilai Efektivitas Periklanan PENGANTAR PROMOSI PENJUALAN PENGANTAR PROMOSI PENJUALAN PERIKLANAN LANGSUNG DAN PERIKLANAN LANGSUNG DAN proses perencanaan media proses perencanaan media

Iklan Yang Tidak Etis

Posted: 4th March 2013 by Faidul Mannan in Uncategorized
Comments Off on Iklan Yang Tidak Etis

NAMA                       : FAIDUL MANNAN

NIM                            : 105020207111073

MATA KULIAH      : MARKETING COMMUNICATION

JURUSAN                 : MANAJEMEN

FAKULTAS              : EKONOMI DAN BISNIS

 

KLINIK TONG FANG : Contoh Iklan Tidak Beretika

 

Salah satu contoh iklan yang tidak beretika yang pernah muncul di telvisi adalah iklan produk TCM (Traditional Chinesse  Medicine) yaitu Klinik Tong Fang. Ramainya iklan klinik tong fang beberapa saat ini menjadi bahan lelucon di beberapa sosial media, bahkan dalam group bbm (Blackberry Messenger) teman-teman saya menjadi berlomba lomba menulis kelucuan iklan klinik tong fang yang sebenarnya bukti sinisme masyarakat untuk Stop Iklan Tong Fang.

Iklan tersebut berisi tentang testimoni para pasien yang mengaku pernah berobat di tempat tersebut. Jika diamati, iklan tersebut terlalu berlebihan bahkan seolah membandingkan pengobatan tradisional lebih hebat daripada pengobatan secara medis yang dilakukan oleh rumah sakit dimanapun.

Selain itu, para pemeran dalam iklan tersebut juga menyatakan bahwa biaya di tempat tersebut sangat murah. Padahal dalam Etika Pariwara hal tersebut tidak diperbolehkan.Iklan ini tidak beretika dikarenakan pernyataan yang diungkapkan oleh penderita kelihatan berbohong. Coba kita bayangkan saja, tidak mungkin penyakit sejenis diabetes, sinusitis, dan lain-lain sembuh dalam waktu yang cepat. Padahal penyakit tersebut sangat susah untuk disembuhkan total.

Iklan tersebut secara tidak langsung telah membodohi masyarakat dengan pernyataan – pernyataan dari orang yang mengaku pernah berobat ke tempat tersebut dan hasilnya penyakit merekapun sembuh total.

Oleh karena itu, jika memang produk / jasa tersebut masih menginginkan melakukan promosi melalui media televise, ada baiknya member contoh yang lebih nyata dan tidak mengada-ada akan khasiatnya. Hal ini tentunya akan lebih terlihat menarik daripada iklan sebelumnya.

Berikut adalah video dari Klinik Tong Fang:

[youtube]http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=RiDcPfsdGM8[/youtube]

Comments Off on Bagaimana Menentukan Marketing Communication Yang Efektif ?

NAMA                       : FAIDUL MANNAN

NIM                            : 105020207111073

MATA KULIAH   : MARKETING COMMUNICATION

JURUSAN                 : MANAJEMEN

FAKULTAS              : EKONOMI DAN BISNIS

 

BAGAIMANA MENENTUKAN MARKETING COMMUNICATION (KOMUNIKASI PEMASARAN) YANG EFEKTIF ?

1.        MENGIDENTIFIKASI AUDIENS YANG DITUJU 

Komunikator pemasaran harus memiliki target pendengar yang jelas. Pendengar (audience) dapat terdiri dari calon pembeli potensial dari produk perusahaan, pemakai produk, pengambil keputusan atau pemberi pengaruh. Audience bisa terdiri dari individu, kelompok, atau masyarakat khusus atau umum. Target audience ini akan berpengaruh terhadap keputusan yang diambil komunikator tentang apa , bagaimana, kapan, dimana dan kepada siapa harus bicara.

Komunikator harus mengetahui pula karakteristik dari audiencenya. Dengan melakukan audience analysis yang dikenal dengan Image analysis yaitu menilai image audience saat ini mengenai perusahaan, produknya dan para pesaingnya. Ini penting karena sikap tindakan seseorang terhadap suatu objek tergantung dari keyakinannya (belief) akan objek tersebut. Image adalah kesatuan keyakinan, ide, kesan yang dipegang seseorang terhadap suatu objek.

2.        MENENTUKAN TUJUAN KOMUNIKASI

Respon akhir yang diinginkan dari target audience tentunya “membeli” dan “puas”. Namun tindakan membeli adalah hasil akhir dari proses yang panjang dalam pengambilan keputusan oleh konsumen. Komunikator pemasaran perlu mengetahui bagaimana target audience bergerak dalam tahap-tahap menuju kesiapan untuk membeli.
Pemasar mungkin ingin menempatkan sesuatu dalam benak konsumen (cognitive), merubah sikap konsumen (affective) atau mendorong konsumen untuk bertindak (behavioral).

Terdapat 4 model berbeda mengenai tahap respon konsumen yaitu “AIDA Model”, “Hierarchy of effects model”, “Innovation adoption model”, dan “Communication model”.

Yang paling sering digunakan yaitu “Hierarchy of effect model” (learn-feel-do), terdiri dari tahap-tahap yang merupakan tujuan bertahap dari komunikasi, sebagai berikut :

  1. Awareness
    Jika sebagian besar dari target audience belum sadar akan objek , maka tugas komunikator adalah membangun kesadaran konsumen akan keberadaan produk , mungkin dapat dengan pengenalan nama.
  2. Knowledge
    Setelah audience sadar akan keberadaan produk, mungkin mereka tidak mempunyai pengetahuan yang lebih akan produk, sehingga komunikator harus memberikan pengetahuan akan produk kepada konsumen.
  3. Liking
    Ketika konsumen sudah mengetahui tentang produk tersebut, lalu bagaiman perasaan mereka? Komunikator pemasaran harus berusaha agar konsumen menyukai produk tersebut. Jika konsumen terlihat tidak menyukai produk tersebut, pemasar harus tahu mengapa dan berusaha memperbaiki dan mengkomunikasikannya lagi.
  4. Preference
    Konsumen mungkin menyukai produk itu tapi tidak lebih dari produk lain, sehingga pemasar harus membangkitkan preferensi konsumen akan produk yang ditawarkan. Pemasar akan mempromosikan kualitas produk, value, performance dan karakter lain.
  5. Conviction
    Konsumen mungkin sudah lebih menyukai produk yang ditawarkan tapi tidak membangun keyakinan untuk membelinya . Karena itu tugas pemasar adalah membangun keyakinan konsumen untuk melakukan tindakan yang terbaik, yaitu membeli.
  6. Purchase
    Terakhir, sebagian dari konsumen mungkin memiliki keyakinan tetapi belum juga membeli produk itu. Mungkin mereka menunggu informasi tambahan atau masih merencanakan tindakan selanjutnya. Pemasar harus mendorong konsumen untuk melakukan langkah akhir dengan cara menawarkan produk dengan harga yang lebih rendah, atau menawarkan hadiah.

3.        MERANCANG PESAN

Setelah merumuskan tanggapan yang diinginkan, komunikator tersebut selanjutnya mengembangkan pesan yang efektif. Idealnya pesan tersebut seharusnya mendapat perhatian (attention), menarik minat (interest), membangkitkan keinginan (desire), dan menyebabkan tindakan (action). Ada 4 hal yang harus diperhatikan yaitu Apa yang harus dikatakan (isi pesan), bagaimana mengatakannya secara logis (struktur pesan), bagaimana mengatakannya lewat simbol-simbol (bentuk pesan) dan siapa yang akan mengatakannya (sumber pesan).

  1. Isi Pesan

Isi pesan bisa terdiri dari 3 jenis yang berbeda, yaitu :

  • Rational
    Pesan berisi tentang keunggulan produk dalam memberikan manfaat tertentu. Misalnya pesan yang berisi demo tentang kualitas produk, kehematan, value atau performance.
  • Emotional
    Isi pesan berusaha membangkitkan emosi negatif atau positif yang akan memberikan dorongan untuk membeli. Emosi negatif seperti rasa bersalah, takut, dan malu akan mendorong orang untuk melakukan sesuatu (menggosok gigi, periksa gigi, check up) atau berhenti melakukan sesuatu, misalnya merokok dan minum minuman keras. Emosi yang positif seperti rasa humor, sayang , bangga dan nyaman untuk mendorong orang untuk membeli produk yang ditawarkan.
  • Moral
    Isi pesan mengarahkan pikiran para konsumen tentang apa yang benar dan apa yang patut. Pemasar dapat memberikan dorongan-dorongan agar konsumen peduli dan mendukung terhadap maslah-masalah sosial, seperti kebersihan lingkungan, persamaan hak untuk wanita dan bantuan untuk yang kurang mampu. Pesan yang bertemakan tentang moral sangat jarang digunakan untuk produk kebutuhan sehari-hari.
  1. Struktur Pesan

Efektifitas pesan juga tergantung dari strukturnya. Terdapat 3 jenis struktur pesan, yaitu : Conclusion Drawing

  • Berdasarkan riset yang mutakhir

Menunjukkan bahwa iklan yang terbaik adalah yang memberikan gambaran kesimpulan dengan memberi pertanyaan dan membiarkan penerima pesan membuat kesimpulannya masing-masing.

  • One-or two-sided arguments

Yaitu mengenai apakah pemasar harus memberikan pujian-pujian akan keunggulan produk tersebut saja (one sided) atau juga menyebutkan beberapa hal yang tidak memuaskan (two sided).

  • Order of presentation

Dalam hal penyajian, apakah argumen yang paling kuat akan diberikan di awal atau di akhir.

  1. Bentuk Pesan

Pemasar harus membuat bentuk pesan yang baik. Seperti dalam iklan (media cetak), harus diputuskan mengenai headline, ilustrasi, dan warna. Untuk pesan di radio, pemasar harus berhati-hati memilih kata-kata, kualitas suara dan vokal. Pesan yang disam[paikan lewat produk, yaitu melalui kemasannya, pemasar harus memperhatikan mengenai warna, tekstur, ukuran dan bentuk.

  1. Sumber Pesan

Pesan yang disampaikan melalui sumber-sumber yang menarik untuk mendapat perhatian dan berkesan. Pembuat iklan dapat menggunakan selebritis sebagai juru bicara seperti artis, olahragawan, atau model. Pesan yang disampaikan melalui sumber pesan yang terpercaya akan lebih bersifat persuasif. Faktor-faktor yang mendasari kredibilitas sumber pesan adalah keahliannya (expertise), kepercayaan (trustworthiness) dan mempunyai sifat menyenangkan (likability).

4.        MEMILIH SALURAN KOMUNIKASI

Komunikator pemasaran harus memilih saluran yang efektif untuk menyampaikan pesan. Saluran komunikasi terdiri dari 2 jenis yaitu :

  1. Personal
    Melibatkan 2 orang atau lebih yang saling berkomunikasi secara langsung. Komunikasi dapat dilakukan dengan tatap muka, berbicara di hadapan audience, lewat telepon atau lewat surat. Saluran pendukung (advocate channel); adalah wira niaga perusahaan yang menghubungi pembeli di pasar sasaran. Saluran pakar (expert channel); adalah pakar-pakar independent yang memberikan pernyataan kepada pembeli / sasaran.• Saluran social (social channel) terdiri atas tetangga, teman, anggota keluarga, yang berbicara kepada pembeli atau sasaran.
  2. Non personal

Pesan disampaikan tanpa kontak personal atau interaksi perorangan, tapi lewat media, suasana dan peristiwa. Media, terdiri dari media cetak (koran, majalah), media penyiaran (radio, TV), media elektronik (audiotape, video) dan media display (billboards, sign, dan poster). Suasana adalah lingkungan, keadaan sekitar yang membentuk kecenderungan konsumen untuk membeli produk.
Peristiwa adalah kejadian tertentu yang dirancang untuk menyampaikan pesan tertentu kepada target audience.

5.        MENENTUKAN TOTAL ANGGARAN PROMOSI

Tahapan ini adalah tahapan yang paling sulit. Terdapat 4 metode yang bisa dipakai dalam menyusun anggaran promosi :

  1. Affordable Method

Metode kesanggupan; Anggaran disusun berdasarkan kesanggupan perusahaan untuk mengeluarkan biayanya. Metode ini mengabaikan peran promosi sebagai investasi yang memiliki dampak meningkatkan volume penjualan dalam waktu dekat.

  1. Percentage of Sales Method

Metode persentasi penjualan; Anggaran promosi disusun berdasarkan persentase tertentu terhadap penjualan (sekarang atau masa datang) atau terhadap harga jual. Terdapat 3 keuntungan dari metode ini, yaitu : pengeluaran promosi akan bervariasi sesuai dengan kesanggupan perusahaan. Dua, manajemen dapat mengetahui hubungan antara biaya promosi, harga jual dan profit per unit. Tiga, dapat meningkatkan daya saing.

  1. Competitive-Parity Method

Metode keseimbangan persaingan; Anggaran disusun berdasarkan keinginan perusahaan untuk tetap mempertahankan market sharenya karena pengeluaran yang berdasarkan persentase sales sama seperti yang dilakukan pesaing lain.

  1. Objective and Task Method

Metode tujuan dan tugas: Anggaran disusun berdasarkan tujuan tertentu yang ingin dicapai, menentukan tugas-tugas yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan dan memperkirakan biaya untuk melakukan tugas-tugas tersebut. Jumlah dari biaya-biaya inilah yang akan dijadikan anggaran promosi.

6.        MEMBUAT KEPUTUSAN ATAS BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX)

Total anggaran promosi yang telah disusun, kemudian dialokasikan untuk penggunaan alat promosi seperti iklan, promosi penjualan, direct marketing, public relation dan sales force. Dalam industri yang sama, tiap perusahaan dapat mempunyai alokasi anggaran yang berbeda. Perusahaan selalu mencari cara untuk mendapatkan efisiensi dengan menggantikan alat yang satu dengan yang lain karena lebih hemat dan efektif.

  1. Advertising

Setiap bentuk presentasi yang bukan dilakukan orang dan promosi gagasan, barang, dan jasa oleh sponsor yang telah ditentukan. Presentasi untuk umum diserap dengan baik karena dapat diulang beberapa kali Kesempatan yang lebih baik untuk memberikan ‘arti’ produk dengan mendramatisir cetakan, suara, warna. Impersonality, hanya monolog bukan dialog.

  1. Sales Promotion

Berbagai jenis insentif jangka pendek untuk mendorong orang mencoba atau membeli produk atau jasa. Menyampaikan informasi lewat komunikasi Memberikan insentif untuk konsumen Mengundang/mengajak konsumen untuk melakukan transaksi saat itu juga.

  1. Direct Marketing

Penggunaan surat, telepon, faksimili, e-mail, atau internet untuk berkomunikasi lansung, meminta tanggapan atau berdialog dengan pelanggan tertentu dan calon pelanggan. Melalui surat langsung, telemarketing, electronic marketing dll. Non publik, untuk orang tertentu Mengikuti kebiasaan konsumen Up to date

  1. Public Relations & Publicity

Berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau masing-masing produknya Kepercayaan yang tinggi Off-guard, mencapai prospek yang lebih baik dari iklan dan salesman Dramatisasi

  1. Personal selling

Interaksi tatap muka dengan satu atau beberapa calon pembeli dengan maksud untuk melakukan presentasi, menjawab pertanyaan,dan memperoleh pemesanan. Paling efektif, terutama untuk membangun preferensi, memberi keyakinan dan tindakan Konfrontasi personal Menanamkan kesan yang dalam di hati konsumen Adanya respon langsung dari konsumen.

7.        MENGUKUR HASIL PROMOSI

Komunikator pemasaran harus mengukur dampak dari promosi. Kegiatan ini meliputi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada audience tentang pengenalan dan ingatan akan pesan yang disampaikan, berapa kali dilihat, apa yang diingat, bagaimana perasaannya tentang pesan tersebut, dan sikapnya terhadap produk tersebut dan perusahaan. Selain itu komunikator pemasaran juga melakukan pengukuran tentang perilaku dan respon dari audience, seperti berapa orang yang membeli, yang menyukai dan yang memberi tahu kepada yang lain akan pesan tersebut.

8.        MENGELOLA DAN MENGKOORDINASIKAN PROSES KOMUNIKASI PEMASARAN TERINTEGRASI

Komunikasi pemasaran yang terintegrasi (menyeluruh) akan menghasilkan pesan-pesan yang konsisten, penjadwalan yang tepat dan efektivitas biaya serta dampak yang lebih besar pada penjualan. IMC (Integrated Marketing Communication) akan mengembangkan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan pelanggan yang tepat, dengan pesan yang tepat dalam waktu yang tepat dan pada tempat yang tepat.

 

SUMBER :

  1. 1.      http://thedevil-erdi.blogspot.com/2010/09/pengembangan-komunikasi-pemasaran-yang.html

 

 

Alamat Blog Teman – Teman “Marketing Communication”

Posted: 23rd February 2013 by Faidul Mannan in Uncategorized
Comments Off on Alamat Blog Teman – Teman “Marketing Communication”

1. blog.ub.ac.id/dycaokkys/
2. blog.ub.ac.id/windaini/
3. blog.ub.ac.id/coniesya
4. blog.ub.ac.id/gedy/
5. blog.ub.ac.id/maskholida/
6. blog.ub.ac.id/rindya/
7. blog.ub.ac.id/bunho/
8. blog.ub.ac.id/iqbaljo/
9. blog.ub.ac.id/afifirahman/
10. blog.ub.ac.id/becakgoyang/
11. blog.ub.ac.id/agungmarreta/
12. blog.ub.ac.id/ariepratama/
13. blog.ub.ac.id/hatmadhita/
14. blog.ub.ac.id/rifkiagungp/
15. blog.ub.ac.id/faidulmannan/
16. blog.ub.ac.id/yunatakandhias/
17. blog.ub.ac.id/danielphewe/
18. blog.ub.ac.id/rosandiaji/
19. blog.ub.ac.id/riamaharani/
20. blog.ub.ac.id/farizpram/
21. blog.ub.ac.id/isafebrianti/
22. blog.ub.ac.id/farishuda/
23. blog.ub.ac.id/hermawanmw/
24. blog.ub.ac.id/danafitriana/
25. blog.ub.ac.id/esananda/

Bentuk – Bentuk Promosi

Posted: 18th February 2013 by Faidul Mannan in Uncategorized
Comments Off on Bentuk – Bentuk Promosi

NAMA                       : FAIDUL MANNAN

NIM                            : 105020207111073

MATA KULIAH      : MARKETING COMMUNICATION

JURUSAN                 : MANAJEMEN

FAKULTAS              : EKONOMI DAN BISNIS

                                                                 

Apa saja bentuk – bentuk promosi ?

Promosi adalah suatu usaha dari pemasar dalam menginformasikan dan mempengaruhi orang atau pihak lain sehingga tertarik untuk melakukan transaksi atau pertukaran produk barang atau jasa yang dipasarkannya.

Secara garis besar ada beberapa jenis kegiatan promosi, antara lain Periklanan (Advertising), Penjualan Tatap Muka (Personal Selling), Publisitas (Publisity), Promosi Penjualan (Sales promotion). Berikut penjabaran garis besar kegiatan promosi diatas :

  • Periklanan (Advertising), yaitu bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian. Periklanan menawarkan suatu produk kepada konsumen dengan cara mengemukakan alasan supaya membeli.
  • Penjualan Tatap Muka (Personal Selling), yaitu bentuk promosi secara personal dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pembeli yang ditujukan untuk merangsang pembelian atau  kegiatan mempromosikan suatu produk dengan cara mendatangi ke tempat konsumen berada, oleh seorang wiraniaga/salesperson. Dengan adanya kontak langsung antara wiraniaga dan konsumen, maka terjadilah komunikasi dua arah.
  • Publisitas (Publisity), yaitu suatu bentuk promosi non personal mengenai, pelayanan atau kesatuan usaha tertentu dengan jalan mengulas informasi/berita tentangnya (pada umumnya bersifat ilmiah) atau merupakan usaha untuk merangsang permintaan dari suatu produk secara non personal yang bersifat komersial. Tentang produk tersebut di media cetak dan media elektronik, maupun hasil wawancara yang ditampilkan dalam media tersebut. Cara ini sangat baik untuk memperkenalkan perusahaan atau produk yang dihasilkan, karena publisitas dapat mencapai pembeli yang potensial yang tidak dapat dicapai dengan advertensi dan personal selling.
  • Promosi Penjualan (Sales Promotion), yaitu suatu bentuk promosi diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian. Promosi penjualan menawarkan suatu produk dengan cara memberikan perangsang supaya membeli. Perangsang ini bisa berupa uang, barang atau pelayanan tambahan lainya yang biasanya tak disertakan bersama produk tersebut.

Sumber :

http://alrasyidonline.blogspot.com/2012/08/jenis-kegiatan-promosi.html

 

Mengapa Saya Memilih Mata Kuliah Marketing Communication ?

Posted: 18th February 2013 by Faidul Mannan in Uncategorized
Comments Off on Mengapa Saya Memilih Mata Kuliah Marketing Communication ?

NAMA                       : FAIDUL MANNAN

NIM                            : 105020207111073

MATA KULIAH      : MARKETING COMMUNICATION

JURUSAN                 : MANAJEMEN

FAKULTAS              : EKONOMI DAN BISNIS

 

Mengapa saya berminat mempelajari Marketing Communication ?

Marketing Communication (Komunikasi Pemasaran) adalah salah satu Mata Kuliah Pilihan. Alasan saya mempelajari mata kuliah ini karena dalam mata kuliah ini dapat mempelajari bagaimana berhubungan atau berkomunikasi yang baik dalam pemasaran. Mata kuliah ini sangat bermanfaat bggi mahasiswa khususnya mahasiswa yang mengambil konsentrasi pemasaran untuk memperdalam ilmu tentang pemasaran.

Marketing Communication (Komunikasi Pemasaran) adalah hubungan sistematis antara sebuah bisnis dan pasarnya, dimana pelaku pasar memasang beberapa ide – ide yang luas, desain – desain, pesan – pesan, media, potongan – potongan, bentuk – bentuk dan warna – warna, keduanya untuk mengkomunikasikan ide – ide dan untuk merangsang persepsi khusus tentang produk dan layanan – layanan oleh individual masyarakat yang telah dikumpulkan atau disatukan kedalam sebuah target pasar.

Pada intinya, Dalam memahami, mengikuti serta mempelajari Mata Kuliah Marketing Communication ini, saya dapat menambah atau meningkatkan wawasan serta pengetahuan saya tentang memahami apa dan bagaimana cara melakukan hubungan atau komunikasi yang baik dengan orang lain dalam pemasaran. Dan juga saya berharap bisa menyerap serta mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang saya dapat dalam Mata Kuliah Marketing Communication, sehingga saya bisa menjadi seorang manajer yang baik, serta handal. Dan juga ilmu Marketing Communication yang saya dapat semoga bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain.

 

 

Bentuk – Bentuk Promosi

Posted: 18th February 2013 by Faidul Mannan in Uncategorized
Comments Off on Bentuk – Bentuk Promosi

NAMA                       : FAIDUL MANNAN

NIM                            : 105020207111073

MATA KULIAH      : MARKETING COMMUNICATION

JURUSAN                 : MANAJEMEN

FAKULTAS              : EKONOMI DAN BISNIS

                                                                 

Apa saja bentuk – bentuk promosi ?

Promosi adalah suatu usaha dari pemasar dalam menginformasikan dan mempengaruhi orang atau pihak lain sehingga tertarik untuk melakukan transaksi atau pertukaran produk barang atau jasa yang dipasarkannya.

Secara garis besar ada beberapa jenis kegiatan promosi, antara lain Periklanan (Advertising), Penjualan Tatap Muka (Personal Selling), Publisitas (Publisity), Promosi Penjualan (Sales promotion). Berikut penjabaran garis besar kegiatan promosi diatas :

  • Periklanan (Advertising), yaitu bentuk promosi non personal dengan menggunakan berbagai media yang ditujukan untuk merangsang pembelian. Periklanan menawarkan suatu produk kepada konsumen dengan cara mengemukakan alasan supaya membeli.
  • Penjualan Tatap Muka (Personal Selling), yaitu bentuk promosi secara personal dengan presentasi lisan dalam suatu percakapan dengan calon pembeli yang ditujukan untuk merangsang pembelian atau  kegiatan mempromosikan suatu produk dengan cara mendatangi ke tempat konsumen berada, oleh seorang wiraniaga/salesperson. Dengan adanya kontak langsung antara wiraniaga dan konsumen, maka terjadilah komunikasi dua arah.
  • Publisitas (Publisity), yaitu suatu bentuk promosi non personal mengenai, pelayanan atau kesatuan usaha tertentu dengan jalan mengulas informasi/berita tentangnya (pada umumnya bersifat ilmiah) atau merupakan usaha untuk merangsang permintaan dari suatu produk secara non personal yang bersifat komersial. Tentang produk tersebut di media cetak dan media elektronik, maupun hasil wawancara yang ditampilkan dalam media tersebut. Cara ini sangat baik untuk memperkenalkan perusahaan atau produk yang dihasilkan, karena publisitas dapat mencapai pembeli yang potensial yang tidak dapat dicapai dengan advertensi dan personal selling.
  • Promosi Penjualan (Sales Promotion), yaitu suatu bentuk promosi diluar ketiga bentuk diatas yang ditujukan untuk merangsang pembelian. Promosi penjualan menawarkan suatu produk dengan cara memberikan perangsang supaya membeli. Perangsang ini bisa berupa uang, barang atau pelayanan tambahan lainya yang biasanya tak disertakan bersama produk tersebut.

Sumber :

http://alrasyidonline.blogspot.com/2012/08/jenis-kegiatan-promosi.html