Ekonomi Politik Pembangunan

Nama  : Evy Sampe

NIM    : 105030107111062

Kelas   : D / Ekonomi Politik Pembangunan

 

  1. 1.      PENGERTIAN EKONOMI, POLITIK DAN PEMBANGUNAN

PENGERTIAN EKONOMI

Secara umum, ekonomi adalah sebuah bidang kajian tentang pengurusan sumber daya material individu, masyarakat, dan negara untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia yang bervariasi dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi, konsumsi dan atau distribusi.

Berikut ini adalah definisi ekonomi menurut beberapa ahli:

  • Caporaso dan Levine ( 1992 )

Ekonomi memiliki lingkup makna yang terdiri dari (a) ekonomis , efisien dan tidak banyak upaya (b) upaya menyediakan barang-barang kebutuhan produksi dan (c) lembaga pasar.

  • Adam Smith

Ekonomi ialah penyelidikan tentang keadaan dan sebab adanya kekayaan negara

  • Abraham Maslow

Ekonomi adalah salah satu bidang pengkajian yang mencoba menyelesaikan masalah keperluan asas kehidupan manusia melalui penggemblengan segala sumber ekonomi yang ada dengan berasaskan prinsip serta teori tertentu dalam suatu sistem ekonomi yang dianggap efektif dan efisien

Ilmu ekonomi dibagi menjadi 2. yaitu ilmu ekonomi makro dan ilmu ekonomi mikro. Ilmu ekonomi makro mempelajari perilaku ekonomi sebagai keseluruhan tentang kehidupan ekonomi dan ilmu ekonomi mikro lebih

memfokuskan pada keputusan-keputusan individu baik sektor rumah tangga maupun perusahaan dalam mengalokasikan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

PENGERTIAN POLITIK

  • Secara etimologis, politik berasal dari kata polis (bahasa Yunani) yang artinya negara kota. Kemudian diturunkan kata lain seperti polities (warga negara), politikos (kewarganegaraan atau civics) dan politike tehne (kemahiran politik) dan politike episteme (ilmu politik)
  • Secara terminologi, politik (politics) dapat diartikan sebagai :

-          Miriam Budiardjo : “ politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu.

Politik sangat erat kaitannya dengan masalah kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan publik dan alokasi atau distribusi. Pemikiran mengenai politik di dunia barat banyak dipengaruhi oleh Filsuf Yunani Kuno seperti Plato dan Aristoteles yang beranggapan bahwa politik sebagai suatu usaha untuk mencapai masyarakat yang terbaik menyangkut bermacam macam kegiatan yaitu dari proses penentuan tujuan, sistem serta cara-cara melaksanakan tujuan itu. Caporaso dan Levine ( 1992 ) berpendapat bahwa politik memiliki tiga lingkup pengertian government, kebijakan publik dan alokasi nilai-nilai

PENGERTIAN PEMBANGUNAN

Pembangunan merupakan upaya untuk memenuhan kebutuhan dasar manusia, baik secara individual maupun kelompok, dengan cara-cara yang tidak menimbulkan kerusakan, baik terhadap kehidupan sosial maupun lingkungan alam (Johan Galtung). Pembangunan itu sendiri adalah sebuah discourse, suatu pendirian, atau paham bahkan merupakan suatu ideologi dan teori tertentu tentang perubahan sosial. Pada ‘dunia ke tiga’ pembangunan hadir bak penyelamat. Penyelamat untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia yang sedang di landa berbagai permasalahan yang komleks. Pembangunan hadir dengan membawa harapan baru untuk menyelesaikan masalah yang ada. Masalah yang paling mendesak untuk segera diselesaikan berupa kemiskinan dan keterbelakangan.

Jika dilihat secara lebih mendalam dari pengertian dasarnya, pembangunan merupakan suatau istiah yang dipakai dalam bermacam-macam konteks, dan seringkali digunakan dalam konotasi politik dan ideologi tertentu.

 

  1. 2.      PENDEKATAN EKONOMI

PENDEKATAN EKONOMI KLASIK

Latar belakang kemunculan ekonomi klasik, dimulai ketika terjadinya Revolusi Perancis yang menjadikan terjadinya peralihan kekuasaan dari pihak penguasa negara, yakni kerajaan dan gereja. Pihak kerajaan tidak lagi mendominasi, tetapi beralih ke kaum saudagar (merchant). Hal ini dikarenakan era perdagangan antar negara, dimana negara yang berhasil memiliki surplus emas maka dianggap sebagai negara yang kaya dan makmur. Kemudian dalam perkembangannya kaum saudagar ini yang bekerjasama dengan pihak pemerintah (negara) mengakibatkan terjadinya praktek-praktek kecurangan dan membuat saudagar dan penguasa semakin untung. Era ini seringkali disebut sebagai paham merkantilisme. Banyaknya kaum kecil seperti petani, nelayan, penambang yang tertindas akibat sistem yang menguntungkan kaum saudagar. Hal inilah yang mendasari munculnya ajaran liberalisme dimana setiap individu memiliki kebebasan untuk masuk kedalam pasar baik itu sebagai produsen maupun konsumen. Selain itu dibatasinya peran pemerintah dan politik kedalam pasar karena akan berakibat seperti era merkantilisme dimana hanya pihak-pihak tertentu dan yang memiliki kedekatan dengan penguasa saja yang diuntungkan. 5 Point penting dalam ekonomi klasik, diantaranya sebagai berikut :

 

ü  Pandangan tentang Kekayaan

-Kekayaan adalah kemakmuran atau kesejahteraan, kaum merkantilis biasa mengukur dengan uang.

-Untuk memproduksinya diperlukan sumberdaya manusia, kapital, dan alam.

-Distribusi ditentukan oleh tata nilai yang berlaku

ü  Teori pembagian kerja

-Pembagian kerja dilakukan agar memperoleh hasil (kekayaan) lebih efisien dan efektif (lebih baik)

-Keinginan pribadi sekalipun membutuhkan pembagian kerja

-Bisa diterapkan baik dalam tugas tertentu maupun antar sektor dan antar negara.

ü  Khuluk manusia

-Manusia adalah makhluk rasional

-Berusaha memilih alternatif terbaik dari sekian banyak alternatif untuk kepentingannya

-Dia berusaha memaksimalkan kepuasannya

-Homo economicus

ü  Mekanisme pasar

-Motor penggerak kesejahteraan

-Fungsinya mengalokasikan sumberdaya yang langka secara rasional

-Invisible hand

-Bertemunya supply and demand

-Koordinasi melalui mekanisme harga

ü  Liberalisme

-Agar pasar efektif dan efisien, mesti ada kebebasan

-Masing-masing idnividu mencari yang terbaik bagi dirinya, maka secara keseluruhan akan menjadi baik

-Minimal campur tangan negara

 

PENDEKATAN EKONOMI MARXIAN

Sistem ekonomi liberal yang berlandaskan pada ekonomi pasar ternyata mendapatkan kritikan dari kaum Sosialis. Ketika liberalisme berjalan di pasar, ternyata memunculkan sistem kapitalisme. Kapitalisme dianggap sebagai pemicu munculnya konflik antar kelas. Konflik yang terjadi antara pemilik modal (kapital) dengan pihak yang hanya memiliki modal fisik. Golongan Marxis melihat konflik antara kaum borjuis dan proletar inilah yang dianggap sebagai pemicu dari kehancuran liberalisme. Golongan marxis memberikan gambaran kronologis, ketika kaum buruh ditindas secara terus-menerus maka akan muncul gerakan besar-besaran yang dilakukan secara bersama-sama untuk menuntut dilakukannya penghapusannya sistem kapitalisme.

ü  Tokoh yang berpengaruh adalah Marxis dan Frederich Engel yang merupakan sahabat dekat Marx dalam mengembangkan konsep dan teori komunisme. Keduanya juga sempat membuat buku, yaitu The Holy Family (1845). Engel juga merupakan orang yang kembali menerbitkan tulisan-tulisan Marx, dalam beberapa edisi.

Marxisme melihat adanya pembagian kelas dalam masyarakat yang mengakibatkan terjadinya konflik antar individu. Sehingga diharapkan dengan adanya konsep sama rata tersebut maka setiap individu akan mendapatkan bagian yang sama dan adil sehinga tidak ada lagi kelas borjuis maupun proletar. Kekurangannya sistem Marxis adalah sulitnya diterapkan. Hal ini disebabkan, Marxis yang menggambarkan adanya pemberontakan kaum buruh secara kolektif sangat sulit terjadi.. Seperti kasus Uni Soviet sebagai salah satu negara komunis sebenarnya menggunakan konsep Sosialis-Stalinis. Pemberontakan terhadap kelas sosial dilakukan oleh kaum terdidik buka oleh kaum buruh. Sehingga yang terjadi malah sikap otoritarinisme negara yang mengekang kebebasan dan hak-hak individu.

PENDEKATAN EKONOMI NEOKLASIK

Neoklasik berkembangan manakalah mereka merasa ada cacat didalam pemikiran liberal klasik dan tidak bekerjanya ajaran masrxis dalam mekanisme pasar. Liberal klasik yang menggambarkan bahwa dengan adanya invisible handal maka secara otomatis pasar akan berjalan sesuai dengan mekanisme pasar padahal tidak bisa mekanisme sepenuhnya diserahkan kepada pasar. Sementara pandangan sosialis mengenai pasar yang dikuasai oleh pemerintah juga tidak disetujui oleh pandangan kaum neoklasik. Sehingga neoklasik berusaha untuk menyatukan, dimana pasar boleh bebas, namun ada kalanya ketika terjadi cacat atau mekanisme negatif dalam pasar maka intervensi pasar diperlukan untuk mengembalikan kepada fungsi pasar yang sesungguhnya.

Salah satu tokohnya adalah Alfred Marshall dengan beberapa karya utamanya antara lainThe Pure Theory of Foreign Trade (1829), The Principles of Economy (1890),Industry and Trade (1919) dan Money, Credit and Commerce (1923). Perbedaan dengan Neoklasik dengan klasik terletak pada cara pandang melihat mekanisme pasar. Bahwa dalam pasar ketika setiap individu bebas menjadi produsen maupun konsumen maka akan memunculkan adanya monopoli baik itu barang maupun individu secara kolektif, hal itulah yang dinamakan dengan kegagalan pasar. Maka peran pemerintah sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya praktek monopoli dalam pasar maupun tindakan birokrat didalam fungsi kekuasaan pemerintahan. Dengan intervensi pemerintah diharapkan bisa memperbaiki masalah yang tidak bisa diselesaikan dalam mekanisme pasar.

Dalam perkembangannya neoklasik kerapkali digambarkan sebagai perkembangan ekonomi-matematis dimana ekonomi ilmu sosial-humaniora harus melepaskan identitas humanisnya dan menghitung untung-ruginya secara rumus dan matematis. Intervensi pemerintah hanya dalam memperbaiki kegagalan pasar mengakibatkan kesejahteraan masyarakat bukanlah prioritas dalam perkembangan ilmu ekonomi. Ekonomi yang didefinisikan sama dengan konsep individualisnya membuat masing-masing individu akan mengejar keuntungannya semata. Sehingga neoklasik dikritik akibat menjauhkan keadilan dan kesejahteraan masyarakatnya.

 

PENDEKATAN EKONOMI KEYNESIAN

Gagasan Keynesian hampir sama dengan Neoklasik dimana perkembangannya muncul akibat kegagalan dari konsep Liberal dalam mekanisme pasarnya. Ketika itu terjadi Depresi Besar (Great Depression) dimana terjadi keruntuhan harga-harga saham di Wall Street yang membuat goncangnya perekonomian dunia. Keynes melihat bahwa ternyata tidak selamanya liberalisme bisa mengatasi mekanisme pasar. Tidak adanya regulasi yang dibuat Gagasan Keynesian hampir sama dengan Neoklasik dimana perkembngannya muncul oleh pemerintah memgakibatkan terjadinya eksploitasi pasar oleh pihak tertentu. Sehingga peran pemerintah diperlukan dalam mengatasi kegagalan pasar.

ü  Tokoh Keynes bukunya Teori Umum (1936), Hayek Risalah tentang Uang (salah satu tokoh yang juga mengembangkan Neoliberal).

Keynesian melihat individu sebagai sebuah kesatuan masyarakat yang keberadaannya perlu dilindungi oleh negara. Keynesian melihat didalam mekanisme pasar, bahwa liberalisme membuat produsen akan terus menciptakan dan memproduksi barang-barang secara terus-menerus. Hal ini mengakibatkan peningkatan penawaran yang tidak disertai peningkatan daya beli masyarakat dalam melakukan pembelian barang. Inilah yang mengakibatkan kegagalan pasar, dan ketidakstabilan pasar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>