RSS
 

Interaksi Komponen Biotik dan Abiotik di Area Wisata Alam Coban Rais

19 Jun

INTERAKSI KOMPONEN BIOTIK DAN ABIOTIK DI AREA WISATA ALAM COBAN RAIS

 

Interaksi adalah hubungan antara organisme yang satu dengan lainnya. Komponen biotik dengan abiotik yang saling berinteraksi membentuk ekosistem. Interaksi antarkomponen yang terjadi di dalam ekosistem menentukan pertumbuhan populasi setiap organisme dan berpengaruh terhadap perubahan serta perkembangan struktur komunitas biotik. Interaksi antarkomponen ekosistem dapat berupa interaksi antarorganisme, antarpopulasi, dan antarkomunitas. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai interaksi antarkomponen yang ada di area wisata alam Coban Rais.

Coban Rais merupakan salah satu wahana wisata alam yang terletak di dusun Dresel, desa Oro-oro Ombo, Batu, Malang. Coban Rais memiliki tinggi 20 Meter dan terletak di ketinggian sekitar 1025 meter dari permukaan laut di lereng Gunung Panderman. Dengan tinggi 1025 meter diatas permukaan laut, Coban Rais tentu memiliki udara yang dingin dan sejuk, alamnya pun juga masih asri.

Coban Rais juga merupakan bumi perkemahan. Jarak yang di tempuh dari bumi perkemahan ke air terjun sekitar 3,5 Km dengan waktu tempuh sekitar 1 sampai 1,5 jam. Akses menju air terjun terbilang cukup sulit karena berupa jalan setapak kecil, jalan berbatu, bahkan beberapa kali harus menyeberangi sungai. Di sebelah kiri terdapat jurang dengan kedalaman sekitar 50 s.d 75 meter. Jalan yang dilalui juga menanjak meskipun tidak terlalu terjal. Sepanjang perjalanan terdapat pohon-pohon dan terkadang harus menyingkirkan perdu yang merintangi jalan.

Komponen biotik yang ada di Coban Rais berupa seluruh makhluk hidup yang ada di dalamnya baik berupa hewan, mikroorganisme, tanaman dan serangga. Sedangkan komponen abiotiknya berupa tanah, air, temperatur, cahaya matahari, bebatuan, dll. Kedua komponen ini saling berinteraksi membentuk satu ekosistem yang di dalamnya terdpat beberapa pola interaksi. Pola interaksi yang terdapat di area wisata Coban Rais bermacam-macam yang dibedakan atas interaksi antar-organisme atau antar-individu, interaksi antar-populasi, dan interaksi antar-komunitas. Namun yang dijumpai di area tersebut kebanyakan berupa interaksi antar-organisme.

 

1)      Interaksi Antar-Organisme

Interaksi antar-individu atau antar-organisme adalah suatu hal yang mutlak sebab suatu individu tak akan pernah lepas dari individu lainnya. Interaksi antar-individu tersebut bisa dengan mudah dijumpai di dalam sebuah populasi atau suatu komunitas.

  1. a.    Netral

Merupakan hubungan yang tidak saling mengganggu antar organisme dalam habitat yang sama, hal ini bersifat netral yaitu tidak diuntungkan dan juga tidak dirugikan. Contoh yang berhasil dijumpai di area Coban Rais adalah hubungan antara lalat dengan tumbuhan. Lalat tidak mengambil makanan dari tumbuhan, begitu pun sebaliknya.

 

  1. b.   Simbiosis

Simbiosis adalah hubungan antar makhluk hidup dari spesies yang berbeda yang hidup bersama. Simbiosis dibedakan menjadi:

  • § Komensalisme

Secara sederhana, simbiosis komensalisme diartikan sebagai bentuk hubungan antara dua makhluk hidup yang berbeda jenis dimana makhluk hidup yang satu diuntungkan dan di lain pihak makhluk hidup lainnya tidak diuntungkan tetapi tidak pula dirugikan. Simbiosis komensialisme ini memang hanya menguntungkan salah satu pihak namun makhluk hidup yang ada di dalamnya tetap bisa berinteraksi satu sama lain dan hidup berdampingan. Adapun contoh simbiosis komensialisme yang paling mudah kita temukan di keseharian kita adalah bunga anggrek dan pohon di mana ia melekat dan hidup. Bunga anggrek tersebut, meski hidup menempel pada pohon, tetapi ia sanggup membentuk dan membuat makanannya sendiri. Oleh sebab itu, secara teknis, ia hanya hidup “menumpang” dan bukan menjadi parasit pada pohon. Dengan demikian, keberadaannya sama sekali tidak merugikan juga memberi keuntungan pada pohon tempat ia melekat.Dalam perjalanan menuju Coban Rais tidak berhasil ditemui contoh simbiosis ini.

 

  • § Mutualisme

Simbiosis mutualisme merupakan pola interaksi atau hubungan antara dua organisme dengan jenis yang berbeda dimana keduanya mendapatkan keuntungan dari hubungan tersebut. Contoh yang ber-hasil ditemui di kawasan Coban Rais adalah lumut kerak (lichenes). Lumut kerak yang umumnya hidup menempel pada kulit pohon atau batu-batuan sebenarnya merupakan dua organisme berbeda jenis yang hidup bersama. Dua organisme tersebut adalah ganggang dan jamur.

Ganggang dapat berfotosintesis sehingga dapat memberikan makanan dan oksigen kepada jamur karena jamur tidak mampu melakukan fotosintesis. Se-baliknya, jamur berperan memberikan air dan mi-neral-mineral yang akan di-serap melaui rizoid kepada ganggang. Air dan mineral-meneral tersebut digunakan oleh ganggang sebagai bahan untuk fotosintesis. Dengan demikian, kehidupan bersama keduanya saling menguntungkan.

Dalam kehidupan sehari-hari simbiosis mutualisme dapat dilihat pada hubungan antara kupu-kupu maupun lebah dengan bunga. Bunga akan terbantu dalam penyerbukan yang disebabkan terbawanya serbuk sari bunga oleh kaki kupu-kupu dengan tidak sengaja ke bunga yang lain. Kupu-kupu maupun lebah mendapat keuntugan berupa madu dari bunga yang dihisapnya.

  • § Parasitisme

Simbiosis parasitisme adalah hubungan antara dua makhluk hidup yang meng-akibatkan makhluk hidup yang satu mendapatkan ke-untungan, sedangkan ma-khluk hidup lainnya meng-alami kerugian. Di kawasan Coban Rais ditemui be-berapa tanaman yang daun-nya berlubang akibat dimakan ulat. Ini dapat dijadikan sebagai salah satu contoh parasitisme. Ulat memperoleh makan dari tanaman sedangkan tanaman dirugikan.

 

  1. c.    Predasi

Predasi merupakan interaksi antara pemangsa (predator) dengan mangsanya (prey). Hubungan antara pemangsa dan hewan yang dimangsanya sangatlah erat, pemangsa tidak akan dapat hidup jika tidak ada mangsa. Selain itu, pemangsa juga berperan sebagai pengontrol populasi mangsa. Dari pengamatan yang dilakukan di area dijumpai beberapa burung yang memakan serangga-serangga kecil. Burung disini berperan sebagai predator dan serangga kecil sebagai mangsa atau prey.

 

2)      Interaksi Antar-Populasi

Interaksi antar-populasi merupakan bentuk hubungan antara populasi organisme satu dengan organisme lainnya. Interaksi yang terjadi dapat secara langsung maupun tidak langsung. Yang termasuk dalam interaksi ini adalah kompetisi dan alelopati.

 

  1. a.    Alelopati

Alelopati adalah hu-bungan atau interaksi antar-organisme, yang mana ke-beradaan satu organisme dapat menghambat per-tumbuhan atau perkembang-an organisme lainya melalui pelepasan toksin atau racun. Contoh dari interaksi ini adalah Alang- alang menghasilkan senyawa fenol, asam valinik dan karbolik yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain. Contoh lain yang ditemui adalah tanaman pinus mensekresi zat yang menyebabkan tanah sekitarnya menjadi terlalu asam untuk pertumbuhan tanaman jenis lainya.

 

  1. b.   Kompetisi

Kompetisi adalah hubungan antara dua individu untuk memperebutkan satu macam sumberdaya, sehingga hubungan itu bersifat merugikan bagi salah satu pihak. Sumberdaya yang diperebutkan berupa makanan, energi dan tempat tinggal. Persaingan ini terjadi pada saat populasi meledak sehingga hewan akan berdesak-desakan di suatu tempat tertentu. Dalam kondisi demikian biasanya hewan yang kuat akan mengusir yang lemah dan akan menguasai tempat itu sedangkan yang lemah akan beremigrasi atau mati bahkan punah.

 

3)      Interaksi Antar-Komunitas

Interaksi antar-komunitas merupakan interaksi yang terjadi antara komunitas satu yang terdiri dari beberapa populasi yang berbeda dengan komunitas yang satunya di suatu daerah. Di kawasan Coban Rais terdapat komunitas sungai yaitu berupa sungai-sungai kecil yang ditemui di sepanjang rute menuju air terjun. Komunitas sungai tersebut berinteraksi dengan komunitas daratan yang ada didekatnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Alvia, Zakiya. 2013. Contoh Simbiosis Parasitisme, (online), http://www. zakapedia.com, diakses pada tanggal 17 Juni 2013 pukul  00.41 WIB

Aryulina, Diah dkk. 2004. Biologi 1. Jakarta : Esis

Dheny91. 2011. Pengertian Simbiosis Parasitisme dan Contohnya, (online), http://id.shvoong.com, diakses pada tanggal 17 Juni 2013 pukul 00.30 WIB

Gumitra, Gunadi. 2012. Pengertian Simbiosis Komensalisme, (online), http://www.kumpulanistilah.com, diakses pada 17 Juni 2013 pukul 01.11 WIB

Handayani, Nuri. 2009. Buku Kantong Biologi SMA. Yogyakarta:Pustaka Widyatama

Mukriadi. 2013. Ekosistem, (online), http://www.slideshare.net, diakses pada tanggal 17 Juni 2013 pukul 00:21 WIB

Putra, Saka Andrika. 2011. Simbiosis Mutualisme Beserta Contoh, (online), http://www.tituitbom.com, diakses pada tanggal 17 Juni 2013 pukul 01.01 WIB

Saktiyono. 2004. Bioogi 2. Jakarta:Esis

Santosa, Dwi. 2013. Komponen dan Interaksi dalam Ekosistem, (online), http://www.galeripustaka.com, diakses pada tanggal 17 Juni 2013 pukul 00.17 WIB

Wahadania, Wina. 2013. Jenis-Jenis Interaksi Antarorganisme, (online), http://www.pustakasekolah.com, diakses pada tanggal 17 Juni 2013 pukul 00.15 WIB

 

IMG_5185 IMG_5192 IMG_5206 IMG_5212 IMG_5213 IMG_5264 IMG_5281

IMG_5247 IMG_5255 IMG_5261 IMG_5262

 

 

 

 

Alamat Email dan Blog UB

 

NO NAMA BLOG UB
1 Nita Nuriawati
2 Eva Yesi Untari
3 Lalu Novan Satria Utama
4 Desca Larasati

 

 
 

Leave a Reply

 
CAPTCHA Image
*