Data Base Manajement System

Data base sangat diperlukan di dalam perusahaan, institut maupun organisasi penggunaan teknologi  database guna untuk mencapai tujuan. Ada beberapa contoh yang membutuhkan database landasan antara lain : transaksi perbankan, pemesanan tiket, aplikasi pemprosesan penjualan dan pada perusahaan dagang.

Database dan DBMS

Database adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktifitas untuk memperoleh informasi. Untuk mengelola basis data diperlukan perangkat lunak yang secara umum disebut DBMS. DBMS adalah perangkat lunak system yang memungkinkan para pemakai membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses basis data dengan cara yang dengan cara yang praktis dan efisien. DBMS dapat digunakan untuk mengakomodasikan berbagai macam pemakai yang memiliki kebutuhan akses yang berbeda. Ada berbagai keunggulan di DBMS yaitu mengendalikan / mengurangi duplikasi data, menjaga konsistensi dan integritas data, memudahkan pemerolehan informasi yang lebih banyak dari data yang sama, meningkatkan keamanan data, memaksakan penerapan standar, menghemat biaya, menanggulangi konflik kebutuhan antar pemakai, meningkatkan tingkat respon dan kemudahan akses bagi pemakai akhir, meningkatkan produktifitas pemprograman, meningkatkan pemeliharaan, meningkatkan konkurensi tanpa menimbulkan masalah kehilangan informasi atau integritas, meningkatkan layanan backup dan recovery. Dan ada juga kelemahan dari DBMS yaitu kompleksitas yang tinggi membuat administrator dan pemakai akhir harus benar-benar memahami fungsi-fungsi dalam DBMS agar dapat memperoleh manfaat yang optimal, ukuran penyimpanan yang dibutuhkan oleh DBMS sangat besar dan memerlukan memori yang besar agar bisa bekerja secara efisien, harga DBMS yang handal sangat mahal, terkadang DBMS meminta kebutuhan perangkat keras dengan spesifikasi tertentu, biaya konversi system lama ke system baru yang memakai DBMS terkadang sangat mahal, kinerjanya terkadang kalah dengan system yang berbasis berkas, dampak kegagalan menjadi lebih tinggi karena semua pemakai bergantung pada ketersediaan DBMS.

Orang-orang yang terlibat dalam DBMS

  • Orang yang berperan langsung
  • Database administrator

Orang yang bertanggung jawab terhadap administrasi penggunaan sumber daya database. Tugasnya :

  • Mengatur otoritasi akses terhadap basis data
  • Memonitor penggunaan basis data
  • Melayani permintaan software dan hardware
  • Database desainer

Orang yang bertanggung jawab dalam perancangan basis data. Tugasnya :

  • Mengidentifikasikan data yang akan disimpan dalam basis data
  • Memilih struktur yang sesuai dalam menjanjikan dan menyimpan data
  • End user

Orang yang pekerjaannya memerlukan akses terhadap basis data untuk keperluan query, generate report.

End user dibagi menjadi 4 kelompok yaitu :

  • Casual end users :

Mengakses basis data secara kadang-kadang tetapi mungkin memerlukan informasi yang berbeda untuk setiap kalinya dan menggunakan bahasa query yang rumit dalam menspesifikasi query.

  • Naive/Parametric end users :

Biasanya secara berkala melakukan query dan update basis data dengan menggunakan jenis query dan update yang standar (transaksi yang telah deprogram dan dites).

  • Sophisticated end users :

Meliputi engineers, scientists dan business analysists yang telah mengenal dengan baik dan menyeluruh mengenai fasilitas-fasilitas DBMS untuk memenuhi kenutuhan-kebutuhan yang kompleks.

  • Stand-alone users :

Mereka yang memelihara basis data personal dengan menggunakan paket-paket program yang telah dibuat dan menyediakan menu-menu yang mudah untuk digunakan.

 

  • System analyst dan application programmers
  • System analyst

Bertugas mendefinisikan kebutuhan-kebutuhan end user (khususnya naive end user), dan mengembangkan spesifikasi untuk transaksi-transaksi yang memenuhi keinginannya.

  • Applications progammers

Bertugas mengimplementasikan spesifikasi menjadi progam (yang telah ditest secara intensif).

  • Ada juga orang-orang yang berada di belakang layar
  • DBMS Designers and Implementers

Orang-orang yang merancang dan mengimplementasikan modul-modul DBMS dan interfacenya sebagai satu paket software.

  • Tool Developers

Orang-orang yang mengembangkan paket-paket software yang memberikan fasilitas dalam perancangan dan penggunaan system basis data (misal : paket-paket untuk performance monitoring, GUI, prototyping, simulation, dll).

Di dalam DBMS ada 3 macam model data saat ini yaitu :

  • Model data hirarki

Model ini sering dijabarkan sebagai pohon terbaik karena dikenal dengan istilah parent and child, masing-masing berupa simpul dan terdapat hubungan setiap child hanya bisa memiliki satu parent, sedangkan satu parent bisa memiliki sejumlah chil. Simpul tertinggi disebut root. Model data hirarki tidak dapat merepresentasikan hubungan M:M (Many to Many data).

  • Model data jaringan

Model data jaringan menyerupai model hirarhi, tidak mengenal root, setiap child bisa memiliki lebih dari satu parent, dan mendukung hubungan M:M .

  • Model data relasional

Menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua dengan setiap tabel tersusun atas sejumlah baris dan kolom, kolom dapat didefinisikan sebagai satuan data terkecil dalam sebuah tabel yang mempunyai makna, baris adalah sekumpulan kolom yang menyatakan suatu data yang saling terkait

Pada model data relasional, kaitan atau asosiasi antara dua buah tabel disebut relasi. Relasi dapat berupa :

  • 1:1, satu data pada suatu tabel berpasangan dengan hanya satu data pada tabel lain.
  • 1:M, satu data pada suatu tabel berpasangan dengan banyak data pada tabel lain.

Model data relasional tidak mendukung relasi M:M. Relasi seperti ini perlu dibentuk dengan relasi M:1 dan 1:M. Setiap tabel harus memiliki primary key, primary key dapat tersusun dari sebuah atau beberapa field yang berperan sebagai identitas yang unik untuk setiap baris data. Foreign key  adalah sebuah kolom dalam sebuah tabel yang menjadi penghubung dengan primary key pada tabel lain. Indeks merupakan suatu mekanisme dalam database yang memungkinkan  pencarian data dapat dilakukan dengan cepat.