Archive for the ‘Agriculture’ Category

D Great Punica Granatum


2010
06.03

Entah karena apa, saya sangat menyukai tanaman delima. Jadi, postingan saya kali i ni membahas tentang delima yang memiliki banyak manfaat…..

Pohon Delima termasuk dalam golongan tanaman semak dan bisa tumbuh hingga mencapai tinggi enam meter. Pohon Delima berasal dari daratan Asia, terutama kawasan Asia Barat. Bisa banyak dijumpai di Iran, Afghanistan, dan sekitar Himalaya. Jika menilik dari daerah asalnya, pohon Delima bisa tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki musim kemarau panjang. Khususnya pada daratan yang memiliki ketinggian hingga 1.600 meter dari permukaan laut.

Di daerah asalnya, umumnya Delima bisa tumbuh dengan baik pada tanah berpasir atau berbatu-batu. Kondisi seperti itu menjadi tempat yang ideal untuk membudidayakan pohon Delima seperti yang terlihat di wilayah Mediterania dan daerah tropis di benua Amerika. Sudah sejak cukup lama juga tumbuhan Delima menjadi budidaya yang menonjol di bagian Selatan Eropa, juga di wilayah bagian Selatan dan Barat Daya benua Amerika.

Hasil terbaik dari budidaya tumbuhan Delima bisa didapat pada daratan yang memiliki musim panas yang panjang dan musim dingin yang sejuk. Sedangkan di daerah yang memiliki iklim lembab, pohon Delima tidak bisa tumbuh dengan baik. Sehingga sangat tidak dianjurkan untuk membudidayakan tumbuhan Delima di daerah seperti itu.
Di daerah tropis, tumbuhan yang memiliki nama latin Punica Granatum ini telah menjadi komoditi perdagangan di daerah subtropis. Misalnya di kawasan Eropa. Sayang sekali, di Asia Tenggara pohon Delima lebih banyak hanya ditanam sebagai tanaman rumah. Jarang terlihat diperjual-belikan di pasar, kecuali di negara Thailand.

Seperti pada awal tulisan, disebutkan bahwa pohon Delima termasuk dalam tumbuhan semak. Pohon Delima memiliki daun yang berbentuk bulat telur dan kecil-kecil. Sedang buah Delima berbentuk bulat dengan posisi bergantung pada tangkainya. Di Indonesia, umumnya buah Delima berwarna merah mengkilat hingga ungu kehitaman. Daging buahnya berair dan memiliki biji bulat berwarna merah, merah jambu, atau putih kekuningan.

Ada empat kelompok tumbuhan Delima. Pengelompokan tumbuhan Delima ini didasarkan pada perbedaan warna buahnya. Yaitu merah tua, hinjau-kuning, ungu-hitam, dan putih. Tumbuhan Delima merah dan putih termasuk dalam suku Punicaceae (delima-delimaan).

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Myrtales
Famili: Punicaceae
Genus: Punica
Spesies: Punica granatum L.

Buah Delima bisa dimakan sebagai buah segar maupun olahan. Hasil olahan buah Delima umumnya digunakan untuk pembuatan minuman atau sari buah. Pengolahan buah Delima seperti itu sudah dilakukan oleh orang-orang Mesir sejak jaman dulu. Mereka membuat semacam minuman anggur, sirup, dan sari buah.

Selain digunakan sebagai olahan untuk bahan minuman, tumbuhan Delima juga dikenal memiliki khasiat sebagai obat tradisional. Untuk digunakan sebagai obat, orang lebih menyukai Delima putih. Air rebusan bunga Delima digunakan sebagai obat sakit gigi. Sedangkan kandungan alkaloid peltierin pada kulit akar dan batang memiliki khasiat sebagai obat cacing dan diare.

sumber : floridata.com

Comments Off on PEWARISAN SITOPLASMIK

PEWARISAN SITOPLASMIK


2010
06.03

1.PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

Kita telah banyak membicarakan materi tentang pewarisan sifat gen ataupun kromosom. Pada kenyataannya kenyataannya gen-gen kromosomal ini memang memegang peranan utama di dalam pewarisan sebagian besar sifat genetik. Meskipun demikian, sesekali pernah pula dilaporkan bahwa ada sejumlah sifat genetik pada eukariot yang pewarisannya diatur oleh unsur-unsur di luar nukleus. Pewarisan ekstranukleus, atau dikenal pula sebagai pewarisan sitoplasmik, ini tidak mengikuti pola Mendel.

Pewarisan sifat sitoplasmik diatur oleh materi genetik yang terdapat di dalam organel-organel seperti mitokondria, kloroplas (pada tumbuhan), dan beberapa komponen sitoplasmik lainnya. Begitu juga virus dan partikel mirip bakteri dapat bertindak sebagai pembawa sifat herediter sitoplasmik. Pada pembahasan kali ini akan dibahas berbagai contoh kasus yang termasuk dalam pewarisan sitoplasmik. Di bagian akhir dibicarakan pula suatu fenomena lain yang masih ada sangkut pautnya dengan pewarisan sitoplasmik.

1.2   Tujuan

  • Mengetahui definisi dari pewarisan sitoplasmik
  • Mengetahui kriteria pewarisan sitoplasmik
  • Organel sitoplasmik pembawa materi

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Pewarisan Sitoplasmik

Pewarisan Sitoplasmik adalah Pewarisan sifat yang disebabkan oleh bagian eksternal dari nukleus, yaitu dengan adanya protein Histon yang dipilin oleh DNA di dalam kromosom yang berada di daerah sitoplasma. Pewarisan sitoplasmik dapat juga merupakan pewarisan sifat di mana sifat-sifat tersebut tidak diatur oleh materi genetik di dalam kromosom melainkan di dalam sitoplasma.

2.2 Kriteria Pewarisan Sitoplasmik

Sebenarnya tidak terdapat kriteria secara umum yang membedakan pewarisan sitoplasmik dengan pewarisan gen-gen kromosom. Tetapi dapat digolongkan sebagai berikut :

a.    Perbedaan hasil perkawinan resiprok merupakan penyimpangan dari pola Mendel. Sebagai contoh, hasil persilangan antara betina A dan jantan B tidak sama dengan hasil persilangan antara betina B dan jantan A. Jika dalam hal ini pengaruh rangkai kelamin (Bab VI) dikesampingkan, maka perbedaan hasil perkawinan resiprok tersebut menunjukkan bahwa salah satu tetua (biasanya betina) memberikan pengaruh lebih besar daripada pengaruh tetua lainnya dalam pewarisan suatu sifat tertentu.

  1. Sel kelamin betina biasanya membawa sitoplasma dan organel sitoplasmik dalam jumlah lebih besar daripada sel kelamin jantan. Organel dan simbion di dalam sitoplasma dimungkinkan untuk diisolasi dan dianalisis untuk mendukung pembuktian tentang adanya transmisi maternal dalam pewarisan sifat. Jika materi sitoplasmik terbukti berkaitan dengan pewarisan sifat tertentu, maka dapat dipastikan bahwa pewarisan sifat tersebut merupakan pewarisan sitoplasmik.
  2. Gen-gen kromosomal menempati loki tertentu dengan jarak satu sama lain yang tertentu pula sehingga dapat membentuk kelompok berangkai (Bab V). Oleh karena itu, jika ada suatu materi penentu sifat tidak dapat dipetakan ke dalam kelompok-kelompok berangkai yang ada, sangat dimungkinkan bahwa materi genetik tersebut terdapat di dalam sitoplasma.
  3. Tidak adanya nisbah segregasi Mendel menunjukkan bahwa pewarisan sifat tidak diatur oleh gen-gen kromosomal tetapi oleh materi sitoplasmik.
  4. Substitusi nukleus dapat memperjelas pengaruh relatif nukleus dan sitoplasma. Jika pewarisan suatu sifat berlangsung tanpa adanya pewarisan gen-gen kromosomal, maka pewarisan tersebut terjadi karena pengaruh materi sitoplasmik.

2.2 Organel Sitoplasmik Pembawa Materi Genetik

Di dalam sitoplasma antara lain terdapat organel-organel seperti mitokondria dan kloroplas, yang memiliki molekul DNA dan dapat melakukan replikasi subseluler sendiri. Oleh karena itu, kedua organel ini sering kali disebut sebagai organel otonom. Beberapa hasil penelitian memberikan petunjuk bahwa mitokondria dan kloroplas pada awalnya masing-masing merupakan bakteri dan alga yang hidup bebas. Dalam kurun waktu yang sangat panjang mereka kemudian membangun simbiosis turun-temurun dengan sel inang eukariotnya dan akhirnya berkembang menjadi organel yang menetap di dalam sel.

Mitokondria, yang dijumpai pada semua jenis organisme eukariot, diduga membawa hingga lebih kurang 50 gen di dalam molekul DNAnya. Gen-gen ini di antaranya bertanggung jawab atas struktur mitokondria itu sendiri dan juga pengaturan berbagai bentuk metabolisme energi. Enzim-enzim untuk keperluan respirasi sel dan produksi energi terdapat di dalam mitokondria. Begitu juga bahan makanan akan dioksidasi di dalam organel ini untuk menghasilkan senyawa adenosin trifosfat (ATP), yang merupakan bahan bakar bagi berbagai reaksi biokomia.

Mutan Mitokondria

Dalam pengamatan terdapat koloni yang berukuran sangat kecil. Koloni-koloni ini dinamakan mutan petit (petite mutant). Hasil studi fisiologi menunjukkan bahwa sel-sel tersebut mengalami petumbuhan yang sangat lambat karena adanya kelainan dalam metabolisme senyawa karbon. Mutan petit melakukan metabolisme karbon bukan dengan respirasi menggunakan oksigen, melainkan melalui fermentasi glukosa secara anaerob yang jelas jauh kurang efisien bila dibandingkan dengan respirasi aerob. Dalam mutan petit terdapat tiga tipe, yaitu :

  1. a. petit segregasional, memperlihatkan segregasi Mendel seperti biasanya.
  2. b. petit netral,
  3. c. petit supresif
Comments Off on Pengertian Irigasi

Pengertian Irigasi


2010
05.14

Pengertian Irigasi

Irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi air permukaan, irigasi air bawahtanah, irigasi pompa dan irigasi rawa. Semua proses kehidupan dan kejadian di dalam tanah yang merupakan tempat media pertumbuhan tanaman hanya dapat terjadi apabila ada air, baik bertindak sebagai  pelaku (subjek) atau air sebagai media (objek).  Proses-proses utama yang menciptakan kesuburan tanah atau sebaliknya yang mendorong degradasi tanah hanya dapat berlangsung apabila terdapat kehadiran air.  Oleh karena itu, tepat kalau dikatakan air merupakan sumber kehidupan.

Irigasi berarti mengalirkan air secara buatan dari sumber air yang tersedia kepada sebidang lahan untuk memenuhi kebutuhan tanaman.  Dengan demikian tujuan irigasi adalah mengalirkan air secara teratur sesuai kebutuhan tanaman pada saat persediaan lengas tanah tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan tanaman, sehingga tanaman bisa tumbuh secara normal.  Pemberian air irigasi yang efisien selain  dipengaruhi oleh tatacara aplikasi, juga ditentukan oleh  kebutuhan air guna mencapai kondisi air tersedia yang dibutuhkan tanaman.

Fungsi Irigasi

  • memasok kebutuhan air tanaman
  • menjamin ketersediaan air apabila terjadi betatan
  • menurunkan suhu tanah
  • mengurangi kerusakan akibat frost
  • melunakkan lapis keras pada saat pengolahan tanah

Tujuan Irigasi

Irigasi bertujuan untuk membantu para petani dalam mengolah lahan pertaniannya, terutama bagi para petani di pedesaan yang sering kekurangan air.

  1. Meningkatkan Produksi Pangan terutama beras
  2. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemanfaatan air irigasi
  3. Meningkatkan intensitas tanam
  4. Meningkatkan dan memberdayakan masyarakat desa dalam pembangunan jaringan irigasi perdesaan

Manfaat Irigasi

Irigasi sangat bermanfaat bagi pertanian, terutama di pedesaan. Dengan irigasi, sawah dapat digarap tiap tahunnya, dapat dipergunakan untuk peternakan, dan keperluan lain yang bermanfaat.

Hello world!


2010
05.06

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!