TUGAS PANEN DASAR PEMULIAAN TANAMAN

NAMA            : ERVIANI MARLITASARI

KELOMPOK : B2

 

TUGAS DBT PRAKTIKUM

1.)   Berikan contoh indeks panen tanaman sayur-sayuran, buah-buahan, pangan, palawija, perkebuhan. masing-masing 2!

2.)    Sebutkan macam-macam teknik panen pada tanaman! jelaskan!

3.)    Sebutkan kegiatan-kegiatan pasca panen!

4.)    Jelaskan kegiatan-kegiatan pasca panen tersebut!

5.)    Sebutkan dan jelaskan macam-macam tingkatan sortir!

6.)   Sebutkan dan jelaskan standart tingkatan mutu untuk komoditas asparagus, brokoli dan jagung!

 

Jawaban

1.)   a.) Tanaman Sayur

  • `Tanaman Wortel

1. Tanaman wortel yang telah berumur ± 3 bulan sejak sebar benih atau tergantung varietasnya. Varietas Ideal dipanen pada umur 100-120 hari setelah tanam (hst). Varietas Caroline 95 hst., Varietas All Season Cross 120 hst., Varietas Royal Cross 110 hst., Kultivar lokal Lembang 100-110 hst.
2. Ukuran umbi telah maksimal dan tidak terlalu tua. Panen yang terlalu tua (terlambat) dapat menyebabkan umbi menjadi keras dan berkatu, sehingga kualitasnya rendah atau tidak laku dipasarkan. Demikian pula panen terlalu awal hanya akan menghasilkan umbi berukuran kecil-kecil, sehingga produksinya menurun (rendah).

Khusus bila dipanen umur muda atau “Baby Carrot” dapat dilakukan dengan kriteria sebagai berikut:

1. umur panen sekitar 50-60 hari setelah tanam.

2. ukuran umbi sebesar ibu jari tangan, panjangnya antara 6-10 cm dan diameternya sekitar 1-2 cm.

 

  • Tanaman Kubis

Umur panen tanaman kubis merah tergantung pada varietasnya, ada yang berumur genjah dan ada yang berumur dalam.

b.) Tanaman Buah

  • Tanaman Mangga

Jenis bibit yang digunakan pada budi daya mangga berpengaruh pada waktu panen buah mangga. Pada umumnya, pada budi daya mangga dari bibit cangkokan mulai berbuah pada umur 4 tahun, sedangkan mangga dengan penggunaan bibit secara okulasi mulai berbuah umur 5-6 tahun. Banyaknya buah panen pertama hanya 10-15 buah, pada tahun ke 10 jumlah buah dapat mencapai 300-500 buah/pohon. Panen besar biasanya jatuh di bulan September-Oktober. Tanda buah sudah siap dipanen adalah adanya buah yang jatuh karena matang sedikitnya 1 buah/pohon, warna buah arumanis/manalagi berubah menjadi hijau tua kebiruan, warna buah mangga golek/gedok berubah menjadi kuning/merah Buah yang dipetik harus masih keras.

 

  • Tanaman Strawberry

1. Buah sudah agak kenyal dan agak empuk.

2. Kulit buah didominasi warna merah: hijau kemerahan hingga kuning kemerahan.

3. Buah berumur 2 minggu sejak pembungaan atau 10 hari setelah awal pembentukan buah.

c.) Tanaman Palawija

  • Tanaman Ketela Pohon

Ketela pohon dapat dipanen pada saat pertumbuhan daun bawah mulai berkurang. Warna daun mulai menguning dan banyak yang rontok. Umur panen tanaman ketela pohon telah mencapai 6–8 bulan untuk varietas Genjah dan 9–12 bulan untuk varietas Dalam.

  • Tanaman Jagung

Umur panen + 86-96 hari setelah tanam. Jagung untuk sayur (jagung muda, baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh (diameter tongkol 1-2 cm), jagung rebus/bakar, dipanen ketika matang susu dan jagung untuk beras jagung, pakan ternak, benih, tepung dll dipanen jika sudah matang fisiologis.

d.) Tanaman Pangan

  • Tanaman Padi

Padi siap panen: 95 % butir sudah menguning (33-36 hari setelah berbunga), bagian bawah malai masih terdapat sedikit gabah hijau, kadar air gabah 21-26 %, butir hijau rendah.

  • Tanaman Gandum

v  Sekam yang menutupi biji gandum yang mongering

v  Jika biji gandum digigit sudah terasa keras

v  Kadar air biji gandum antara 20-30%. Panen sebaiknya dilakukan pada keadaan cuaca cerah karena akan sangat membantu dalam perontokan biji.

e.)  Tanaman Perkebunan

  • Tanaman Teh

Pada tanaman teh, panen berarti memetik pucuk/daun teh muda yang berkualitas dalam jumlah sebesar-besarnya dengan memperhatikan kestabilan produksi dan kesehatan tanaman. Tanaman memasuki saat dipetik setelah berumur 3 tahun.

Daun yang dipetik adalah:

  1. Peko: Pucuk/tunas yang sedang tumbuh aktif
  2. Burung: Pucuk/tunas yang sedang istirahat
  3. Kepel: Daun kecil yang terletak di ketiak daun tempat ranting tumbuh.

 

  • Tanaman Kelapa Sawit

Sedikitnya ada 5 buah yang lepas/jatuh (brondolan) dari tandan yang beratnya
kurang dari 10 kg atau sedikitnya ada 10 buah yang lepas dari tandan yang beratnya 10 kg atau lebih. Disamping itu ada kriteria lain tandan buah yang dapat dipanen apabila tanaman berumur kurang dari 10 tahun, jumlah brondolan yang jatuh kurang lebih 10 butir, jika tanaman berumur lebih dari 10 tahun, jumlah brondolan yang jatuh sekitar 15-20 butir.

 

2.)   Teknik panen:

a)      Teknik mekanis : panen dapat dilaksanakan dengan menggunakan alat agar memudahkan petani untuk ngambil hasil produksi dan menimalkan tenaga kerja tetapi untuk harga alatnya relatif mahal.

b)      Teknik manual : panen yang dilakukan dengan menggunakan tenaga kerja manusia yang relative banyak dengan biaya yang relative murah.

3.)   Kegiatan pascapanen secara umum meliputi: pemungutan hasil (pemanenan), perawatan, pengawetan, pengangkutan, penyimpanan, pengolahan, penggundangan dan standardisasi mutu ditingkat produsen

4.)   Kegiatan pasca panen secara umum meliputi:

  • Pemungutan hasil (pemanenan) : proses mengambil hasil tanam yang sudah siap panen
  • Pengeringan : jika hasil produksi tersebut masih basah seperti terkena embuh dipagi hari sebaiknya dikeringkan dahulu agar tidak membusuk.
  • Pengemasan : dalam kegiatan pasca panen ini betujuan untuk menjaga hasil produksi agar tetap berkualitas.
  • Pengangkutan : dalam kegiatan ini hasil produksi dipindahkan untuk langsung dijual atau disimpan.
  • Penyimpanan : dalam kegiatan ini hasil produksi simpan bertujuan untuk memperpanjang kegunaan hasil produksi.
  • Pengolahan : hasil yang sudah di panen dan di keringkan dapat diolah menjadi produk yang dapat langsung dikonsumsi.
  • Standardisasi mutu ditingkat produsen : kegiatan yang dilakukan adalah untuk menentukan tingkat kualitas pada hasil produksi.

5.)   Ada dua macam proses sortasi, yaitu sortasi basah dan sortasi kering.

  • Sortasi basah dilakukan pada saat bahan masih segar. Proses ini untuk memisahkan kotoran-kotoran atau bahan-bahan asing lainnya dari bahan simplisia. Misalnya dari simplisia yang dibuat dari akar suatu tanaman obat, maka bahan-bahan asing seperti tanah, kerikil, rumput, batang, daun, akar yang telah rusak, serta pengotoran lainnya harus dibuang. Hal tersebut dikarenakan tanah merupakan salah satu sumber mikroba yang potensial. Sehingga, pembersihan tanah dapat mengurangi kontaminasi mikroba pada bahan obat.
  • Sortasi kering pada dasarnya merupakan tahap akhir pembuatan simplisia. Tujuannya untuk memisahkan benda-benda asing seperti bagian-bagian tanaman yang tidak diinginkan dan pengotoran lain yang masih tertinggal pada simplisia kering. Sortasi dapat dilakukan dengan atau secara mekanik.

6.)   Tingkatan mutu tanaman:

  • Asparagus

Ada tiga mutu asparagus yang sering ditemukan di pasaran, yaitu mutu I, mutu II, dan mutu III. Untuk memperoleh asparagus mutu I, perlu ketelitian dan ketekunan mengamati ujung rebung yang akan muncul di atas tanah pada pagi hari. Pengamatan sebaiknya dilakukan sejak sore hari dengan jalan membuka-buka tanaman dan memberinya tanda bila terlihat ada rebung yang akan muncul. Kemudian tanah di sekitarnya ditimbuni tanah kembali sampai saat pemetikan dilakukan. Apabila panen terlambat satu atau dua hari, maka yang dihasilkan adalah rebung mutu II. Sedangkan rebung mutu III adalah rebung yang dipanen setelah dibiarkan lebih dari tiga hari dari saat muncul di permukaan tanah. Di samping tiga mutu rebung di atas, ada juga rebung asparagus afkiran. Biasanya rebung yang demikian dipanen setelah tumbuh 15 cm di atas permukaan tanah. Panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum matahari bersinar terik. Panen saat matahari terik akan menurunkan mutu rebung. Sedangkan rebung yang dipanen pada sore hari direndam dulu dengan air dingin agar pada pagi hari mutunya masih bisa bertahan.

 

  • Brokoli

Untuk tanaman yang diberi lindungan atau naungan plastik, panen dapat dilakukan tanpa perlu memperhatikan jatuhnya embun.

 

 

  • Jagung

Berdasarkan warnanya, jagung kering dibedakan menjadi :

-       Jagung kuning adalah jagung yang sekurang-kurangnya 90% bijinya berwarna kuning),

-       Jagung putih adalah jagung yang sekurang-kurangnya 90% bijinya berwarna putih

-       Jagung campuran adalah jagung yang tidak memenuhi kedua syarat tersebut.

a) Syarat Umum

-       Bebas hama dan penyakit.

-       Bebas bau busuk, asam, atau bau asing lainnya.

-       Bebas dari bahan kimia, seperti: insektisida dan fungisida.

-       Memiliki suhu normal.

b) Syarat Khusus

Jagung berkualitas harus memenuhi syarat khusus seperti terlihat pada tabel 5.

 

Tabel 5. Standar Mutu Jagung

 

Komponen mutu Mutu
I II III IV
Kadar air maksimum (%) 14 14 15 17
Butir rusak maksimum (%) 2 4 6 8
Butir warna lain maksimum (%) 1 3 7 10
Butir pecah maksimum (%) 1 2 3 3
Kotoran maksimum (%) 1 1 2 2

 

Untuk mendapatkan standar mutu yang disyaratkan maka dilakukan beberapa pengujian diantaranya:

-       Penentuan adanya hama dan penyakit, dilakukan secara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera pengelihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperbolehkan.

-       Penentuan adanya butir rusak, warna lain, kotoran dan butir pecah dilakukan secara manual dengan pinset. Contoh uji 100 gram/sampel. Persentase butir-butir warna lain, butir rusak, butir pecah, kotoran ditetapkan berdasarkan berat tiap komponen dibandingkan berat contoh analisa x 100 %

-       Penentuan kadar air biji ditentukan dengan Moisture Tester Electronic atau ”Air Oven Methode” (ISO/r939-1969E atau OACE 930.15). Penentuan kadar aflatoxin adalah racun hasil metabolisme cendawan Aspergilus flavus, Aflatoxin disini adalah jumlah semua jenis aflatoxin yang terkandung dalam biji-biji kacang tanah.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>