Perbedaan adalah suatu rahmat Allah SWT

4 June 2010
Comments Off on Perbedaan adalah suatu rahmat Allah SWT

Maaf, agak panjang. Edisi Khutbah Jum’at ala Kyai Slamet nih…

Seperti tahun-tahun sebelumnya, penetapan 1 Ramadhan dan 1 Syawal di negara kita pasti menimbulkan sedikit keguncangan. Perbedaan dalam penetapan tanggal nan penting bagi umat Islam ini seolah sudah menjadi pola yang akan terus berulang. Terkadang dengan sedikit bumbu yang ditambahkan oleh media massa, seolah perbedaan ini begitu dahsyat. Padahal perbedaan ini seharusnya dapat disikapi sebagai suatu hal yang biasa dan wajar dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Bukan sesuatu yang perlu dirisaukan. Terlepas dari masih pro kontranya status hadits Ikhtilaafu ummatii rahmah, saya masih berkeyakinan bahwa perbedaan memang sebuah rahmat. Namun bukan berarti sebaliknya, persatuan atau persamaan adalah adzab. Bukan, bukan sama sekali!

Perbedaan akan membawa kita untuk saling menghargai. Perbedaan pendapat menjadi suatu hal yang lumrah ketika tiap-tiap manusia berpikir. Bukankah kita diperintahkan untuk selalu berpikir. Sesuatu yang masih “samar” dalam Qur’an dan hadits merupakan sebuah perintah rahasia dari Allah kepada hambaNya untuk senantiasa memutar otak.

Ide penyatuan kalender Islam masih menjadi suatu cita-cita nan mustahil diwujudkan. Kenapa? Masing-masing pendapat, baik hisab maupun rukyat mempunyai dasar masing-masing. Pengertian rukyat pun masih dapat diperdebatkan. Apakah mata telanjang atau dengan alat bantu? Batas “mungkin terlihat” juga masih dapat diperdebatkan. Wajar! Di jaman Nabi Muhammad, belum ada teleskop yang berkemampuan prima. Dan yang utama, belum ada google dan kawan-kawannya!

Saya pribadi tetap memegang teguh “perbedaan adalah rahmat” dalam kehidupan beragama keluarga saya. Saya bukan NU atau Muhammadiyah, bukan pula HTI atau Triple C (Club Celana Cingkrang)! Saya muslim biasa!

Sedikit gambaran tentang indahnya perbedaan dalam keluarga saya. Saya terbiasa tidak membaca doa qunut  (do’a yang dibaca selepas bangkit dari rukuk pada rakaat terakhir) ketika sholat shubuh, sedangkan istri saya terbiasa melafalkannya. Lalu sebagai imam sholat, apakah saya dengan serta merta menghilangkan kesempatan istri saya untuk membaca qunut? Tidak. Selalu ada jalan menuju Surga. Selepas i’tidal (bangkit dari rukuk) terakhir, saya memberi waktu kepada istri untuk melafalkan doa qunut. Lalu saya ngapain? Ya diam saja!

Bukan itu saja. Kami terbiasa berpuasa dan berhari raya tidak bersama-sama. Saya selalu berpatokan dengan siaran resmi PP Muhammadiyah, walaupun saya bukan fans Din Syamsudin. Sedangkan istri selalu bersandar pada “siaran resmi” masjid di lingkungan rumah kami. Jadi ketika saya sudah melakukan sholat idul fitri di kampus UMM, istri saya masih berpuasa dan santai di rumah. Sebaliknya keesokan hari, ketika istri berangkat sholat idul fitri di masjid perumahan, saya duduk manis berbalas SMS di rumah. Perbedaan adalah hal yang biasa. Lha pas coblosan pilgub kemarin saja, saya dan istri sama-sama tidak tahu pilihan masing-masing kok! Ya, pilgub kemarin saya menggunakan hak pilih. Saya tidak suka golput tapi lebih tidak suka fatwa haram golput. Kelihatannya pilihan kami beda sih, lha saya nyoblos Kaji ups… keceplosan! :D

Apakah saya gagal menjadi imam di keluarga? Tidak menurut saya. Justru saya gagal, apabila saya memaksa istri mengikuti pendapat saya. Ingatlah bahwa pendapat ulama-ulama besar itu pun “hanya” hasil ijtihad yang masih belum tentu benar salahnya bukan? Seperti yang dijanjikan Allah, benar salah dalam ijtihad bakal mendapatkan satu pahala. Namun kelak, ketika sidang pengadilan akhirat akan diumumkan siapa yang benar dan berhak mendapatkan bonus satu pahala lagi.

Jadi, kenapa harus bacok-bacokan untuk memperebutkan kebenaran?

Oh, ya sedikit cerita tentang indahnya perbedaan. Imam masjid agung Tuban terdiri dari beberapa orang yang berbeda versi tarawihnya. Ada imam versi 20 dan versi 8 rakaat. Apakah terjadi peperangan di Tuban? Tidak. Ketika shalat dipimpin oleh imam versi 20 rakaat, mereka yang lebih sreg versi 8 rakaat pun mengikuti jalannya shalat. Namun setelah rakaat yang kedelapan, mereka beranjak pulang atau duduk-duduk di serambi masjid menunggu shalat witir. Ketika shalat witir dilaksanakan, mereka kembali bergabung mengikuti shalat.

Sebaliknya ketika giliran imam versi 8 rakaat, mereka yang lebih suka shalat tarawih 20 rakaat akan keluar dari barisan pada saat shalat witir dilaksanakan. Kemudian mereka melanjutkan tarawih lagi selepas para jamaah versi 8 rakaat beranjak pulang. Oh, indahnya.

Terkadang para elitlah yang harus belajar dari lingkup yang lebih kecil, entah keluarga atau sekelompok wong cilik lainnya. Yah, semakin elit semakin tidak sempat untuk belajar. Terlalu sibuk rupanya.

Bagaimana saudaraku, masihkah engkau memaksakan pendapat kepada orang lain?

Sholat Jum’at yuk….!


Tips Memilih dan Membeli Kamera Digital SLR (DSLR) untuk Pemula

31 May 2010
Comments Off on Tips Memilih dan Membeli Kamera Digital SLR (DSLR) untuk Pemula

kamera-dslr

Memilih dan membeli kamera digital SLR (DSLR) merupakan hal yang gampang2 susah, apalagi untuk pemula yang berkantong pas2n seperti saya. Untuk anda yang berkantong tebal, anda tinggal memilih yang berharga mahal atau kelas high-end, karena di dunia fotografi, harga biasanya ga bo’ong, kalo mahal ya artinya emang bagus. Tapi untuk saya, Harganya yang bisa ngabisin jatah makan dua bulan,  membuat saya berpikir keras untuk memilih salah satu penawaran dari produsen yang semuanya menggiurkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih dan membeli kamera digital SLR (DSLR) ini. yuk kita bahas..

Apa Kebutuhan Anda

Ada sangat banyak pilihan di pasaran dengan berbagai macam varian harga dan fitur. sebelum menentukan, pikirkan dulu tujuan anda membeli kamera digital SLR, fitur apa yang penting untuk anda. Anda ingin kesederhanaan sebuah kamera DSLR atau anda tipe fotografer yg ingin mengeksplorasi semua kelebihan yang ditawarkan sebuah kamera SLR.

Perhatikan Ukuran sensor CCD atau CMOS yang digunakan untuk menangkap image. Walaupun banyak sekali variasi ukuran, namun umumnya terbagi dalam 3 kategori, yaitu FullFrame, APS-C dan Four-Thirds. Bagi sebagian orang, ukuran sensor (megapiksel) tidak terlalu penting, yang lebih penting adalah masuk kategori mana sensor2 tersebut.

sensor2-a

Yang membedakan ketiga macam sensor tersebut adalah Crop Factor, gambar diatas menunjukkan bahwa semakin kecil ukuran sensor, semakin kecil area tangkap layarnya. pada hasil image, terlihat sperti menggunakan focal length (1.5x or 1.6x lebih panjang untuk  APS-C, 2x untuk Four-Thirds).

Bagi sebagian pengguna DLSR pemula, crop factor bukan merupakan hal utama, tapi perlu dipertimbangkan jika anda ingin menggunakan DSLR sebagai pengganti kamera SLR lama anda, dan jika anda sudah memiliki koleksi lensa yang mahal2, ada baiknya anda mempertimbangkan untuk membeli DSLR Fullframe, karena jika tidak, gambar yg dihasilkan akan berbeda dengan SLR biasa.

Hal lain yg perlu diperhatikan memilih kamera digital SLR atau DSLR adalah antishake systems. karena gambar yang diambil pada pencahayaan kurang ataupun diambil dari jarak jauh akan rawan menjadi buram (blur) karena gerakan tangan atau kamera yg tidak disengaja. Image Stabilization ini dirancang untuk menghindari hal ini

speed

Hal berikutnya yg harus diperhatikan dalam membeli kamera digital SLR atau DSLR adalah kecepatan. baik kecepatan fokus ataupun kecepatan memotret. kamera DSLR entry level pun memiliki kecepatan yg lebih baik daripada kamera saku high-end. Semakin mahal semakin meningkat pula kecepatannya. hal ini diperlukan apabila anda sering memotret objek bergerak misal mobil yg sedang melaju atau burung yang sedang terbang.

what

Yang tidak kalah penting adalah ukuran dan berat body kamera, anda yg terbiasa dengan kamera saku tentu akan kagok atau sedikit kesulitan jika langsung menggunakan DSLR Nikon D3 misalnya. sebaiknya dimulai dari yg berukuran compact semacam Nikon D60 atau Canon EOS 400D

Kurang lebih begitulah hal2 yang perlu diperhatikan dalam memilih dan membeli kamera digital SLR atau DSLR untuk pemula. mudah2an bermanfaat

Rainbowed tomatoes….

11 May 2010

purple_tomato

Kabar terbaru dari dunia tanaman. Para ilmuwan telah berhasil mengembangkan tomat berwarna ungu untuk menggalakkan ketersediaan makanan lezat dan sehat. Tomat tersebut merupakan hasil perpaduan dua gen yang diambil dari tanaman bunga yang bernama snapdragon atau dengan nama latin “Antirrhinum Majus”

Tanaman tersebut menghasilkan enzim yang disebut anthocyanin yang berwarna ungu. Enzim tersebut serupa dengan yang dihasilkan oleh blackberry serta cranberry.

Sebuah penelitian menunjukan bahwa enzim tersebut dapat mencegah kanker, penyakit cardio vaskuler dan degenerative, serta mampu mengurangi resiko obesitas dan diabetes. Penelitian ini telah dipublikasikan oleh “London based Nature Publising Group” minggu lalu.

Cathie martin adalah seorang peneliti dari Norwich, menyatakan bahwa rahasia dari tomat ungu adalah kemampuan buah tersebut untuk menjadikan diet yang sehat.

20tahun yang lalu, institute kanker Amerika Serikat telah menganjurkan setiap orang amerika agar setidaknya makan 5 porsi buah dan sayur setiap hari. Namun program ini menemui kegagalan, dan hingga kini hanya seperempat orang dinegri paman sam yang melakukannya.

Menurut Martin penyebab kegagalannya adalah karena orang AS sebagian besar  lebih terbiasa menyantap makanan siap saji daripada sengaja mencari makanan yang sehat dan segar.

Guna mengatasi hal ini, para ilmuwan  telah memikirkan bagaimana cara agar para penikmat fasfood berkeingan untuk menyantap tomat ungu tersebut. Maka muncullah ide untuk mengolah tomat ungu tersebut menjadi berbagai makanan dan salah satunya Pizza.

Tentu saja dengan pengaruh enzim yang cukup tinggi maka pizza yang dihasilkan akan berwarna ungu. Makanan ini akan menjadi salah satu primadona bagi para penikmat makanan sehat. Selain memiliki gizi yang tinggi, pizza berwarna ungu ini juga cukup nikmat untuk disantap.

fiuhhh…mantaf banget dah tomat warna-warni milih sendiri tapi gimana klo tomat yang ini bisa dimakan gak—->

NAH LO….====================>

apple Inc.

blue yummy…..

6 May 2010

Blueberries are the most widely grown fruit crop in the U.S. Blueberries are well-suited to organic culture, and good markets exist for organically grown blueberries. This production guide addresses key aspects of organic blueberry production, including soils and fertility, cultural considerations, pests, and diseases, as well as marketing. Additional resources are provided for further investigation.

Blueberries adapt well to organic culture. Production costs may be somewhat higher using organic methods, but this can be effectively counterbalanced by premium prices. Many cultural practices, such as the use of deep mulching and sodded row-middles, work for both conventional and organic blueberry production systems, offering a more sustainable approach to commercial horticulture.

Blueberries are members of the genus Vaccinium and belong to the Rhododendron family (Ericaceae). The Vaccinium genus contains several species of economic importance. The highbush blueberry (Vaccinium corymbosum) is the most widely cultivated, grown from the Mid-Atlantic to California, Oregon, and Washington, and from the Upper Midwest to the Mid-South. The lowbush (wild) blueberry (V. angustifolium) is adapted to the far North and is commercially important in Maine, Eastern Canada, and parts of New Hampshire, Massachusetts, Michigan, and Wisconsin. Rabbiteye (V. ashei) is a large bush well-adapted to the South, in the region roughly south of Interstate 40. Southern highbush (V. corymbosum x V. darrowi), a new hybrid, is adapted to the southern rabbiteye zone as well as the coastal South. It has a lower chilling-hours requirement, and it flowers and fruits earlier than highbush or rabbiteye varieties.

hahaha–>i think everything that named blue is awesome for instance BLUE-OCEAN or BLUEBERRY yayy…….. !!

but don’t forget to throw the garbbage at the right place right?KEEP our EARTH healthy and dinginnn–> gila kali klo panas terus males banget zzzzzzzzzzzzzz

LET’s GO-GREEN and GO-BLOG