Home » Uncategorized » Alun-Alun Kota Malang

Alun-Alun Kota Malang

31 October 2010


Saat ini memang belum ada standar luas lahan terbuka hijau bagi suatu daerah atau kota, kecuali luas taman. Itu pun tidak baku dan tidak bersifat universal. Menilik dari negara tetangga kita di Malaysia, ditetapkan bahwa standar pemenuhan kebutuhan tamannya adalah 1,9 m2/orang, sementara di Jepang minimal 5 m2/orang. Untuk di Indonesia berapa luasan taman kota yang ideal tampaknya belum ada patokan. Patokan luasan taman per orang inipun nampaknya sulit dipertahankan, mengingat jumlah penduduk semakin bertambah, sementara luasan kotanya tetap. Memang luas taman ideal sulit dalam penentuannya, karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti letak geografis dan topografis, tingkat kesejahteraan dan budaya masyarakatnya. Namun mengingat betapa pentingnya fungsi taman kota, maka tentunya harus selalu diupayakan.
Multi Fungsi taman kota ; Taman kota mempunyai fungsi yang banyak (multi fungsi ) baik berkaitan dengan fungsi hidroorologis, ekologi, kesehatan, estetika dan rekreasi.
(1 )Taman perkotaan yang merupakan lahan terbuka hijau, dapat berperan dalam membantu fungsi hidroorologi dalam hal penyerapan air dan mereduksi potensi banjir.( 2) Taman kota mempunyai fungsi kesehatan. Taman yang penuh dengan pohon sebagai jantungnya paru-paru kota merupakan produsen oksigen yang belum tergantikan fungsinya. (3) Taman kota mempunyai fungsi ekologis, yaitu sebagai penjaga kualitas lingkungan kota. Bahkan rindangnya taman dengan banyak buah dan biji-bijian merupakan habitat yang baik bagi burung-burung untuk tinggal, sehingga dapat mengundang burung-burung untuk berkembang. Kicauan burung dipagi dan sore akan terdengar lagi.(4) Taman dapat juga sebagai tempat berolah raga dan rekreasi yang mempunyai nilai sosial, ekonomi, dan edukatif. Tersedianya lahan yang teduh sejuk dan nyaman, mendorong warga kota dapat memanfaatkan sebagai sarana berjalan kaki setiap pagi, olah raga dan bermain, dalam lingkungan kota yang benar-benar asri, sejuk, dan segar sehingga dapat menghilangkan rasa capek. Taman kota yang rindang mampu mengurangi suhu lima sampai delapan derajat Celsius, sehingga terasa sejuk.(5) Memiliki nilai estetika. Dengan terpeliharanya dan tertatanya taman kota dengan baik akan meningkatkan kebersihan dan keindahan lingkungan, sehingga akan memiliki nilai estetika. Taman kota yang indah, dapat juga digunakan warga setempat untuk memperoleh sarana rekreasi dan tempat anak-anak bermain dan belajar. Bahkan taman kota indah dapat mempunyai daya tarik dan nilai jual bagi pengunjung.

Kota Malang memiliki kondisi alam yang indah, iklimnya yang sejuk dan kotanya yang bersih. Tidak heran jika kota Malang mendapat julukan kota Parisnya Jawa Timur. Salah satu taman yang terkenal di kota Malang adalah alun-alun kota dan alun-alun bundar atau yang sering disebut alun-alun tugu yang berada di depan Balaikota. Alun-alun kota Malang adalah pusat keramaian di kota Malang. Dahulu merupakan representasi dari sistem tatakota macapat peninggalan para wali sembilan yaitu sebuah tanah lapang milik kota yang di kelilingi oleh penjara (sekarang ramayana), pusat pemerintahan (kantor kabupaten), pasar / bisnis, dan ibadah (Masjid dan Gereja).
Letak alun-alun kota Malang ini sangat strategis karena berada tepat ditengah-tengah pusat kota. Taman alun-alun kota Malang ini didesain hampir sama dengan taman-taman yang ada di Eropa. Taman alun-alun kota ini didesain untuk publik bersifat umum sekali dan tidak tertutup. Maka dari itu alun-alun kota ini dapat dinikmati dan dikunjingi oleh siapa pun tanpa melihat derajat dan tingkat sosial seseorang. Adanya bundaran kecil atau air mancur di tengah-tengah alun-alun kota ini menjadi ciri khas setiap taman yang ada di kota Malang ini memiliki kemiripan dengan taman yang ada di Eropa. Terdapat air mancur di tengah-tengahnya yang mengalir dari berbagai sisi dan memperlihatkan kesejukan. Namun adanya pembatas dengan pagar yang cukup tinggi itu mempersulit untuk para pengunjung dapat menikmati air mancur yang ada. Selain itu air yang digunakan juga kurang terawatt hingga terlihat berwarna hijau dan dapat membuat peminat dari pengunjung kurang. Adanya banyak pepohan di alun-alun kota Malang ini menjadikan udara yang dinikmati oleh para pengunjung jadi lebih sejuk. Diantaranya ada pohon beringin yang tumbuh di setiap sudut alun-alun, pohon trembesi, pohon minyak kayu putih, pohon palem, serta bunga bougenville yang membuat keindahan serta taman alun-alun lebih berwarna. Pengunjung juga dapat dapat bersantai di atas rumput-rumput yang ada di alun-alun kota malang yang terawat dan terlihat indah. Tidak hanya itu saja, fasilitas yang ada di alun-alun kota malang ini adalah adanya toilet umu atau wc di sudut luar dari alun-alun kota malang, tempat-tempat duduk para pengunjung yang nyaman dan berada di bawah pohon-pohon yang memperlihatkan kesejukan, adanya kantor informasi, pos polisi, jalan tempat jogging, tempat sampah dan tempat parkir. Namun tempat parkir yang ada di alun-alun kota malang ini kurang memadai dikarenakan luasan area dari alun-alun itu sendiri yang kurang luas dan pada akhirnya memakan pinggiran jalanan menjadi tempat parkir yang seharusnya dapat digunakan untuk pejalan kaki berjalan mengitari alun-alun. Di dalam alun-alun juga terdapat banyak berbgai penjual dari yang menjual makanan, minuman,buku-buku mainan hingga hiburan biasanya adalah topeng monyet. Suasana di alun-alun kota malang dari pagi hingga malam selalu ada walau tak seramai dulu lagi. Akan tetapi minat pengunjung untuk sekedar jalan-jalan atau berrekreasi atau refreshing selalu ada dan memadati seluruh alun-alun kota malang. Kebersihan di alun-alun juga harus tetap terjaga agar keindahannya tetap terjaga.

Uncategorized