10 Kulier di Malang

December 27th, 2018

10 Wisata Kuliner yang Wajib dicoba di Malang

  1. Pecel Kawi

Warung pecel kawi berdiri  sejak tahun 1979 yang terletak di Jalan Kawi Atas. Pecel legendaris ini sangat terkenal dengan bumbu kacang yang gurih dan lebih kental dibanding dengan pecel lainya. Selain rasanya yang khas, menu tersebut juga sangat terjangkau sehingga tidak memperbesar biaya liburan kalian. Untuk menemani makan pecel, di restoran ini tersedia aneka lauk dan sayur seperti telur dadar, tempe mendol, bakwan jagung, rawon, dan aneka lauk lainnya.

  1. Bakso Bakar Pak Man

Tidak kalah terkenal dengan bakso malang, kuliner bakso bakar juga menjadi salah satu menu yang wajib dicoba apabila berkunjug ke Kota Malang. Bakso bakar Pak Man merupakan kegemaran masyarakat lokal maupun wisatawan.  Bakso bakar khas malang diciptakan oleh Pak Man atau Pak Soeparman pada tahun 1997.

  1. Toko Oen

Toko Oen merupakan kedai es krim yang sangat legendaris dengan cita rasa manis dan sangta lembut.Uniknya, di toko tersebut anda juga bisa mencoba berbagai menu berat seperti nasi goreng, steak dan berbagai kue kering. Dengan menggunakan konsep tempo dulu.

  1. Depot Hoklay

Ingin merasakan restoran dengan suasana jadul? Depot Hok Lay wajib dikunjungi. Depot yang terletak di Jalan KH Ahmad Dahlan Nomor 10 ini memiliki minuman andalan berupa es fosco yang legendaris. Terbuat dari susu sapi murni dicampur cokelat dan bahan lainnya. Selain es fosco, andalan lain dari Depot yang buka sejak 1946 adalah lumpia, cwie mie, dan nasi bakmoy. Seluruh makanan di Depot Hok Lay halal.

 

 

  1. Pos Ketan Legenda 1967

Resto ini menyajikan aneka olahan kuliner berbahan dasar ketan, yang ditaburi dengan topping yang beragam seperti bubuk kacang,  coklat, keju, sampai durian. Ketan ini sangat cocok apabila dikonsumsi pada malam hari sambil menikmati dinginnya Kota Malang.

  1. Rawon Nguling

wisata kuliner lainnya yag tidak kalah terkenal di Malang adalah Rawon Nguling. Rawon di depot Nguling ini memiliki kuah yang tidak terlalu pekat dan tidak berlemak. Potongan-potongan daging yang besar dan empuk menjadikan rawon Nguling menjadi tempat makan rawon favorit di kota Malang.

 

 

  1. Hot Cwie Mie Gloria

Hot Cwie mie Gloria merupakan kuliner khas malang yang wajib dicoba, Kedai makan ini sangat istimewa karena keunikan penyajiannya yang menggunakan mangkok pangsit sehingga bisa dimakan. Selain itu, taburan topping yang melengkapi cwi mie yang disajikan terasa sangat royal dan gurih.  Pelanggan bisa memilih jenis toppingnya seperti ayam, udang, daging sapi, jamur dan lainnya.

  1. Warung Ronde dan Angsle Titoni

Warung ronde yang paling digemari warga lokal dan juga wisatawan ketika malam hari. Ronde Titoni buka sejak 1948, berada di Jalan Zainul Arifin Nomor 17. Di sana tersedia ronde, angsle, dan ronde kering yang menyerupai moci. Saat musim liburan tiba Ronde Titoni diserbu wisatawan sehingga lebih cepat habis.

 

  1. Mie Kober

Mie kober atau yang biasa disebut dengan Mie setan ini merupakan tempat wisata kuliner yang bisa dibilang baru. Menyediakan berbagai macam varian mie pedas seperti Mie setan, Mie iblis, dan Mie angle. Bagi para penikmat makanan pedas, mie kober ini sangat cocok untuk dijadikan referensi tempat makan di Malang.

  1. Warung Lama Haji Ridwan

Tempat makan enak di Malang selanjtnya adalah warung lama dengan menu andalanya yaitu sate komoh. ate komoh merupakan sate daging bacem dengan bumbu rempah dan cabai yang sangat khas. Selain menu tersebut, anda juga bisa mencoba beberapa menu lain. Seperti ayam panggang bumbu rujak, nasi rawin, sate usus sapi dan berbagai menu lainya. Dengan cita rasanya yang khas, warung makan ini mampu bertahan sejak puluhan tahun yang lalu.

 

KERANGKA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN UNTUK ORGANISASI PUBLIK

December 27th, 2018
Elvita’s Blog

KERANGKA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN UNTUK ORGANISASI PUBLIK

Pada kondisi yang lain kekuatan keuangan nasional di negara sedang berkembang cenderung melemah. Kenyataan ini mau tidak mau mempengaruhi pergeseran pengelolaan organisasi publik. Kebanyakan literatur sistem informasi manajemen berakar pada ilmu ekonomi. Perkembangan organisasi publik dalam konteks administrasi negara telah demikian pesat, baik pada level:

  • perkembangan teoritis : Teori organisasi telah berkembang tidak hanya terbatas pada segi organisasi formal, dan juga yang sering dihubungkan dengan apa yang disebut dengan birokrasi, dengan mencakup beberapa variabel; sistem nilai, dan sudut pandang organisasi.
  • Konteks empiris : Dapat dilihat dari fenomena, seperti dikuasainya aset publik oleh organisasi swasta. Kecenderungan ini menguat selaras dengan tiupan kebijakan privatisasi yang ditandai dengan kebijakan ekonomi pasar dan blok-blok perdagangan. Pada pihak lain keuangan nasional negara sedang berkembang cenderung melemah.

Para ahli dapat menyimpulkan bahwa terdapat dua variabel pokok yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk membedakan organisasi publik dengan organisasi swasta yaitu : variabel struktur dan variabel proses.  Pada variable struktur dimana organisasi publik sangat dipengaruhi oleh lingkungan eksternal (kuatnya faktor-faktor politik dari lembaga terkait) yang berpengaruh terhadap lingkungan internal, dan berdampak pada proses pembuatan keputusan  Kemandirian organisasi publik sangat ditentukan oleh faktor kepemilikan dan pendanaan Struktur organisasi publik lebih birokratis dan sangat tersentralistis. Kepemilikan atau pendanaan pada organisasi publik tidak mungkin ditransfer pada tiap individu, sehingga dengan demikian maka resiko juga tidak bersifat individual, dan bahkan pada level ini lebih bersifat interorganisional. Kemandirian organisasi publik sangat ditentukan oleh factor kepemilikan dan pendanaan. Struktur organisasi publik lebih birokratis dan sangat tersentralistis. Hal ini dapat dilihat dari kewenangan pimpinan puncak yang sangat besar, sehingga alira informasi dalam rangka pembuatan keputusan juga tidak berjalan merata namun sering kenyataan ini ditutup dengan pendekatan pembuatan keputusan rasional.

Sistem informasi manajemen merupakan salah satu konsep yang penting dalam ilmu administrasi negara. Organisasi publik sebagai fokus dalam ilmu administrasi negara selalu mengkaitkan segala sumber daya dalam mencapai tujuannya. Salah satu sumber daya yang cukup penting adalah informasi. Komponen-komponen sistem informasi manajemen meliputi (F.F Land dan M. Kennedy-McGregor dalam Galliers, 1987: 86) :

  1. Sistem informal yang meliputi sistem interaksi antara individu dan kelompok kerja di dalam organisasi.
  2. Sistem formal meliputi sistem aturan, batasan-batasan organisasi dan batasan-batasan wewenang yang biasanya diorganisasikan secara hirarkis.
  3. Sistem komputer formal yang meliputi aktivitas-aktivitas organisasi melalui formalisasi dan pemrograman. Sistem komputer bukan merupakan sistem yang independen, melainkan merupakan sistem yang berinteraksi dengan faktor manusia dan dengan aturan-aturan kerja. Efektivitasnya sangat tergantung pada kecepatan, realibilitas, ketepatan, prediksi, dan efisiensi.
  4. Sistem komputer informal dikaitkan dengan penanganan komputer secara personal dan kemungkinan penggunaan sistem formal serta jaringan komputer sebagai sarana penyatuan informasi yang tidak terstruktur dan informasi-informasi informal. Sistem informal ini merupakan komponen dalam sistem informasi manajemen relatif yang baru dibandingkan dengan komponen-komponen lain, tetapi memberikan kemungkinan perbaikan penyesuaian antara sistem informal dengan organisasi dan sistem formal.
  5. Sistem eksternal, formal dan informal. Tidak ada organisasi yang hidup dalam isolasi dan keterkaitan antara organisasi dengan lingkungna eksternal harus terjadi.

Permasalahan yang muncul pada segi birokrasi biasanya terdapat pada sistem dan prosedur. Seperti diketahui organisasi publik diwarnai dengan sistem yang begitu tersentralistik dan seragam untuk semua departemen. Tingkat adaptasi organisasi publik terhadap perubahan sesungguhnya sangat rendah dikarenakan rendahnya tingkat adaptasi organisasi terhadap perubahan dibandingkan dengan cepatnya perkembangan tekonologi pada tahap selanjutnya akan menghambat peranan sistem informasi manajemen itu sendiri.

  1. Perspektif dalam Organisasi

Permasalahan organisasi tidak sekedar dikotomi antara organisasi publik dengan swasta, namun yang lebih penting adalah dipahaminya beberapa pandangan atau perspektif terhadap organisasi itu sendiri. Ada dua pandangan terhadap organisasi yang cukup dominan dalam teori organisasi, yaitu pandangan dari kalangan positivis dan pandangan dari kalangan interpretiv.

Pandangan dari kalangan positivis cenderung melihat organisasi sebagai sistem yang utuh. Peranan dari pimpinan adalah menjaga sistem supaya organisasi tetep terpelihara dalam keseimbangan  diantara susbsitem. Organisasi yang demikian memang mencerminkan suasana yang selalu utuh, namun selalu pasif terhadap perubahan lingkungan. Organisasi birokrasi yang besar dengan program-program yang luas adalah contoh yang dapat mewakili perspektif positivis.

Pandangan dari kalangan interpretiv melihat hirarki hanyalah sekedar garis batas penolong dalam kegiatan organisasi, sedang proses menejemen sama sekali tidak ditentukan oleh garis batas hirarki. Menurut pandangan interpretivis, studi organisasi publik yang cenderung membuat segala sesuatu dengan menekankan instrumentalisasi yang berlebihan, dikatan sebagai incomplete. Kelompok interpretivis melihat manusia sebagai concious being dimana tindakannya memiliki arti.

  1. Pendekatan dalam Pembuatan Keputusan

Ada dua trend dalam teori pembuatan keputusan modern, yakni : pembuatan keputusan normatif dan pembuatan keputusan yang menganut aliran behavior. Teori pembuatan keputusan normatif memiliki asumsi yang sejalan dengan organisasi yang mengikuti perspektif positiv. Pada teori normatif maksimisasi tujuan adalah konsentrasi yang harus dicapai. Teori normatif didasarkan pada beberapa asumsi : (1) pada hakekatnya makhluk ekonomis yang selalu berusaha mencapai sesuatu secara maksimal, seperti keuntungan, pendapatan, dan kepuasan. (2) pengambilan keputusan memiliki pengetahuan yang sempurna dan memahami tidak hanya pilihan-pilihannya melainkan juga konsekuensinya. (3) teori pembuatan keputusan mengasumsikan bahwa pengambilan keputusan memiliki skala prioritas yang memungkinkan mereka mengurutkan konsekuensinya relatif. Asumsi demikian hanya dapat diimplementasikan pada organiasi dengan garis hirarki yang begitu jelas.

Selanjutnya ada model pendekatan behavioral dimana model ini berkembang sebagai kritik langsung terhadap model keputusan normatif. Berdasarkan asumsi-asumsi yang telah dikembangkan oleh pengikut teori pembuatan keputusan behavioral, maka asumsi ini sangat tepat apabila diterapkan pada organisasi  yang menggunakan perspektif intrepretif. Realitas organisasi tidak hanya sekedar formal, namun juga informa, bahkan nilau-nilai dan simbol-simbol selalu dilihat sebagai sebagai realitas yang hidup. Model keputusan behavioral dengan proses-proses yang mengacu pada kepuasan melalui penerimaan semua dimensi dapat berjalan dengan baik. Model keputusan ini akan sangat tepat diterapkanpada keputusan yang strategis yang menuntut kemampuan prediksi yang tinggi, seperti pada tahap strategic planning, yang menuntut banyak informasi yang sifatnya tidak terstruktur.

Sistem Informasi Manajemen Publik

Pada kerangka sistem informasi manajemen sebenarnya dikenal dua konsep yang berhubungan langsung dengan pembuatan keputusan, yakni SDS (structured decision system) dengan DSS (decision support system). SDS lebih mencerminkan proses keputusan yang banyak diwarnai dengan informasi yang terprogram dan rutin, sedangkan DSS harus didukung dengan infromasi kualitatif. SDS dilukiskan sebagai rangkaian prosedur dan mekanisme dalam rangka akumulasi data, penyimpanan, pengambilan, yang didesain untuk mengkonversi data organisasi menjadi informasi yang sesuai dalam pembuatan keputusan manajerial. Data ini disimpan di dalam database yang digunakan unutk manajemen level operasional, menengah, dan atas begitu juga untuk mendukung staf. Sedangkan DSS dilukiskan sebagai sistem komputer yang interaktif yang memiliki posisi pada model keputusan analisis dan dispesialisasikan ke dalam database manajemen yang bisa langsung diakses oleh manajer/pimpinan, dan dapat digunakan untuk membantu manajemen didalam semua level organisasi dengan jenis keputusan yang tidak terstruktur dan problem-problem yang tidak rutin.

Antara SDS dan DSS terdapat perbedaan level yang sangat jelas. Perbedaan ini menghendaki dukungan software dan pola komunikasi yang berbea pula. Namun dalam kerangka sistem informasi manajemen yang tradisional kedua pola keputusan tersebut dikategorikan ke dalam sistem informasi yang didukung dengan software dan pola komunikasi yang sama dan ditetapkan pada organisasi baik publik maupun swasta. Untuk itu sebelum kerangka sistem informasi manajemen untukorganisasi publik disusun, langkah yang pertama adalah membuat analisa dan kritik terhadap model tradisional tersebut.

 

 

 

 

Pengembangan Sistem Informasi Nasional

Landasan dari Sistem Informasi Manajemen Nasional (SIMNAS) bermula dari konsep Tatanan Pengambilan Keputusan Berkewenangan (TPKB)  yang diterapkan secara nasional. Pengertian sederhana dari TPKB adalah suatu proses pengambilan keputusan yang dilaksanakan secara berjenjang berdasarkan lingkup kewenangan pembuat keputusan tersebut yang ditentukan landasan-landasan tertentu, baik yang bersifat politis, administratif maupun legal. Kata tatanan dalam konsep TPKB mengandung dimensi struktur organisasi, lingkup bidang permasalahan dan kewenangan, baik dalam hubungannya dengan “pengaturan” maupun dalam hubungannya dengan “pelaksanaan” aturan tersebut. Dengan demikian SIMNAS pada dasarnya diharapkan dapat menunjang pengambilan keputusan berdasarkan tatanan kewenangan dari pembuat keputusan pada jenjang-jenjang organisasi kenegaraan.

Sebagai sebuah sistem, SIMNAS pada dasarnya dapat dilihat juga dari unsur-unsur pokok penunjangnya, yaitu input, proses dan output. Batas-batas dari SIMNAS tentu saja adalah negara Indonesia yang berakar pada rasa kebangsaan dan ketertarikan pada suatu tanah air. Sebagai negara yang berdaulat, negara memiliki perangkat administrasi negara yang bertugas menjalankan tertib pemerintahan dan melaksanakan tugas-tugas pembangunan sesuai cita-cita seluruh rakyatnya. Keseluruhan perangkat administrasi negara inilah yang menjadi penunjang pokok terbentuknya SIMNAS, baik input, proses maupun output

Pengembangan SIM melalui komputerisasi sebenarnya hanya merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi tugas-tugas pemerintahan. Bagi para pembuat keputusan dalam organisasi-organisasi public ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Kebutuhan akan pelayanan publik yang modern mengakibatkan semakin kompleksnya system manajemen di dalam organisasi-organisasi publik. Faktor-faktor yang menyebababkan kompleksitas dalam organisasi publik pada hakekatnya dapat dikelompokkan dalam faktor-faktor berikut:

  • Revolusi Teknologi, perkembangan dan penemuan teknologi-teknologi baru memungkinkan ditingkatkannya prosedur dan tata-kerja dalam organisasi. Situasi beberapa dasawarsa terakhir menunjukkan bahwa perkembangan teknologi baru itu akan semakin cepat saja.
  • Meningkatnya peranan Penelitian dan Pengembangan (Research and Development), wilayah cakupan dan kelompok sasaran bagi pelayanan organisasi-organisasi public semakin luas dan system interaksinya pun semakin kompleks. Untuk itu administrasi pemerintahan yang baik menuntut peran yang lebih besar dari satuan-satuan penelitian dan pengembangan.
  • Perubahan teknik-teknik manajemen dan inovasi-inovasi baru, teknik-teknik manajemen dan gagasan-gagasan inovatif di bidang manajemen menuntut adanya perubahan sistem manajemen, tidak terkecuali pada organisasi-organisasi publik. Ini menuntut semakin banyaknya tenaga-tenaga professional di sektor publik.
  • Ledakan informasi (information explosion), masyarakat yang modern adalah masyarakat informasi. Seiring dengan berhasilnya proses industrialisasi, sektor-sektor agraris akan tergeser oleh sektor industry dan jasa yang memerlukan informasi sebagai tulang-punggung sektor-sektor modern itu.
  • Kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, factor inilah yang harus benar-benar diperhitungkan ileh organisasi-organisasi public mengingat bahwa semakin modern dan semakin majunya masyarakat akan semakin kompleks pulan kebutuhan masyarakat tersebut. Akselerasi pembangunan, tingkat ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat tidak akan terlepas dari daya tanggap sektor public terhadap kebutuhan masyarakat tersebut.

 

Masa Depan Sistem Informasi Manejemen Publik

SIM sangat erat dalam keterkaitannya pada organisasi-organisasi publik dengan pengembangan kerangka Sistem Informasi Manajemen Nasional (SIMNAS). Ketahanan dan dinamika masyarakat Indonesia di masa mendatang hanya akan dapat dipelihara apabila terdapat kerangka kuat bagi SIMNAS karena hanya dengan inilah arus informasi yang berdampak negatif dapat dibendung atau dinetralkan. Untuk itu perlu adanya peningkatan keandalan sistem informasi dalam organisasi-organisasi publik sebagai upaya strategis yang mutlak dilaksanakan.

Organisasi publik tidak lepas dari semangat pelayanan umum (public service) sebagai misi utama yang dalam banyak hal menentukan eksistensi organisasi sekaligus memberikan landasan bagi pengembangan SIM publik. Sistem informasi geografis yang dikembangkan pada Direktorat Jenderal Bina Marga adalah sistem yang tujuannya untuk mendukung perencanaan infrastruktur untuk kepentingan atau layanan umum. Demikian pula sistem informasi yang dikembangkan pada contoh kasus Lembaga Pemilihan Umum atau jajaran Pemerintah Daerah, tampak pula bahwa sebagian besar BUMN terkait langsung dengan misi layanan umum. Secara ideal, unsur layanan umum memang merupakan nilai yang harus dipertahankan di dalam semua organisasi publik. Namun, berkenaan dengan nilai hasil-guna atau efisiensi, perencanaan SIM publik sesungguhnya dapat belajar dari penerapan profesionalisme pada pengembangan SIM swasta, apabila SIM dalam organisasi publik mendapat dukungan yang memadai dari kelompok professional yang memiliki etos kerja yang baik serta pola berpikir yang terbuka terhadap gagasan-gagasan baru maka dapat diharakan bahwa kedua nilai di atas dapat dicapai dengan baik.

 

Hello world!

September 6th, 2018

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!