MENGUKUR KELAYAKAN INVESTASI TERHADAP SUATU PROYEK

March 20th, 2017

MENGUKUR KELAYAKAN INVESTASI TERHADAP SUATU PROYEK
Tujuan artikel ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Evaluasi Proyek sekaligus memberikan informasi mengenai cara mengukur kelayakan investasi terhadap suatu proyek yang direncanakan.
Dalam mengukur atau menilai suatu proyek yang akan didirikan terdapat beberapa kriteria yang akan digunakan, yaitu :
1. NPV (Net Present Value)
2. Net B/C
3. Gross B/C
4. IRR ( Internal Rate of Return)
5. Payback Period
Berikut ini adalah data proyek yang akan dinilai apakah suatu proyek layak ataukah tidak.
Tabel 1. Contoh data sebuah Proyek
1489987770404

Dari data diatas menunjukkan bahwa suatu proyek diperkirakan selama 10 tahun. Proyek dihitung dari tahun ke 0. Pada tahun ke-0 belum terdapat cost maupun benefit. Hal ini dikarenakan tahun pertama biasanya masih dalam tahap pembangunan gedung. Pada tahun berikutnya cost dan benefit kemudian muncul. Sebaliknya jumlah capital setiap tahun mulai berkurang.

Dari data diatas kemudian dianalisis untuk mengetahui apakah proyek tersebut layak ataukah tidak untuk dilanjutkan. Berikut adalah masing-masing analisa deskriptifnya:
1. NPV (Net Present Value)

Tabel 2. Nilai NPV dari suatu proyek
1489988712459

Dari penghitungan data diatas menggunakan Discount Factor sebesar 10%, sehingga menghasilkan Net Present Value setelah 10 tahun sebesar 29,62. Hasil NPV menunjukkan nilai yang postif. Artinya proyek tersebut layak untuk dikerjakan dan diteruskan.

2. Net B/C
Tabel 3. Nilai Net B/C pada suatu proyek
1489989330042

Dari hasil diatas, dapat diketahui bahwa nilai Net B/C sebesar 1,344765. Dimana Net B/C ini didapat dari membandingkan jumlah PV postif dengan jumlah PV negatif. Yaitu jumlah Net B positif dibagi net benefit negative sehingga menghasilkan 1,344765. Net B/C sebesar 1,344765 berarti menunjukkan jumlah >1, artinya proyek tersebut layak untuk dilanjutkan.

3. Gross B/C

Tabel 4. Nilai Gross B/C suatu Proyek
1489989330042

Dari hasil diatas, dapat diketahui bahwa nilai Gross B/C sebesar 1,189425 yang diperoleh dari menjumlahkan total cost dan capital yang nanti sebagi penyebut dan pembilangnya adalah total benefit. Atau dengan kata lain Gross B/C bisa diperoleh dari pembagian total benefit dengan total cost dan capital. Gross B/C dengan Discount Factor 10% sebesar 1,189425, artinya proyek ini layak untuk dijalankan.

4. IRR (Internal Rate of Return)

Tabel 5. Net Benefit pada DF 10%
1489989330042

Tabel 6. Net Benefit pada DF 16%
1489991065146

IRR interpolasi dapat diketahui dengan membandingkan nilai pada dua NPV pada DF yang berbeda. Maksudnya IRR adalah merupakan batas dimana suatu proyek dikatakan layak dengan nilai NPV yang masih postif dan tidak layak ketika bernilai negatif. Hasil IRR dari data diatas adalah 0,15724 atau 15,72 %. Dengan demikian IRR lebih dari DF 10% masih layak untuk dikerjakan.
5. Payback Periode.

Tabel 7. Payback Periode dari suatu proyek
1489992112002

Dari hasil di atas, dapat diketahui bahwa total capital yang dikeluarkan adalah sebesar 100. Oleh karena itu untuk masa payback periode adalah masa dimana capital itu kembali. Menurut perhitungan di atas, payback periode terjadi pada tahun ke-9 dengan akumulasi benefit sebesar 110.
Untuk proses lebih detail bisa di dapatkan di link berikut ini
https://drive.google.com/open?id=1tjcm99jSWwTNQ_MEo-1K7xtzAEC8iN036CgHbo7NZEc

Ditulis Oleh:
Elly Rahmawati (155020500111006)

MENGUKUR KELAYAKAN SUATU PROYEK

March 20th, 2017

MENGUKUR KELAYAKAN SUATU PROYEK

March 20th, 2017

MENGUKUR KELAYAKAN INVESTASI TERHADAP SUATU PROYEK
Tujuan artikel ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Evaluasi Proyek sekaligus memberikan informasi mengenai cara mengukur kelayakan investasi terhadap suatu proyek yang direncanakan.
Dalam mengukur atau menilai suatu proyek yang akan didirikan terdapat beberapa kriteria yang akan digunakan, yaitu :
1. NPV (Net Present Value)
2. Net B/C
3. Gross B/C
4. IRR ( Internal Rate of Return)
5. Payback Period
Berikut ini adalah data proyek yang akan dinilai apakah suatu proyek layak ataukah tidak.
Tabel 1. Contoh data sebuah Proyek

Dari data diatas menunjukkan bahwa suatu proyek diperkirakan selama 10 tahun. Proyek dihitung dari tahun ke 0. Pada tahun ke-0 belum terdapat cost maupun benefit. Hal ini dikarenakan tahun pertama biasanya masih dalam tahap pembangunan gedung. Pada tahun berikutnya cost dan benefit kemudian muncul. Sebaliknya jumlah capital setiap tahun mulai berkurang.

Dari data diatas kemudian dianalisis untuk mengetahui apakah proyek tersebut layak ataukah tidak untuk dilanjutkan. Berikut adalah masing-masing analisa deskriptifnya:
1. NPV (Net Present Value)

Tabel 2. Nilai NPV dari suatu proyek

Dari penghitungan data diatas menggunakan Discount Factor sebesar 10%, sehingga menghasilkan Net Present Value setelah 10 tahun sebesar 29,62. Hasil NPV menunjukkan nilai yang postif. Artinya proyek tersebut layak untuk dikerjakan dan diteruskan.

2. Net B/C
Tabel 3. Nilai Net B/C pada suatu proyek

Dari hasil diatas, dapat diketahui bahwa nilai Net B/C sebesar 1,344765. Dimana Net B/C ini didapat dari membandingkan jumlah PV postif dengan jumlah PV negatif. Yaitu jumlah Net B positif dibagi net benefit negative sehingga menghasilkan 1,344765. Net B/C sebesar 1,344765 berarti menunjukkan jumlah >1, artinya proyek tersebut layak untuk dilanjutkan.

3. Gross B/C

Tabel 4. Nilai Gross B/C suatu Proyek

Dari hasil diatas, dapat diketahui bahwa nilai Gross B/C sebesar 1,189425 yang diperoleh dari menjumlahkan total cost dan capital yang nanti sebagi penyebut dan pembilangnya adalah total benefit. Atau dengan kata lain Gross B/C bisa diperoleh dari pembagian total benefit dengan total cost dan capital. Gross B/C dengan Discount Factor 10% sebesar 1,189425, artinya proyek ini layak untuk dijalankan.

4. IRR (Internal Rate of Return)

Tabel 5. Net Benefit pada DF 10%

Tabel 6. Net Benefit pada DF 16%

IRR interpolasi dapat diketahui dengan membandingkan nilai pada dua NPV pada DF yang berbeda. Maksudnya IRR adalah merupakan batas dimana suatu proyek dikatakan layak dengan nilai NPV yang masih postif dan tidak layak ketika bernilai negatif. Hasil IRR dari data diatas adalah 0,15724 atau 15,72 %. Dengan demikian IRR lebih dari DF 10% masih layak untuk dikerjakan.
5. Payback Periode.

Tabel 7. Payback Periode dari suatu proyek

Dari hasil di atas, dapat diketahui bahwa total capital yang dikeluarkan adalah sebesar 100. Oleh karena itu untuk masa payback periode adalah masa dimana capital itu kembali. Menurut perhitungan di atas, payback periode terjadi pada tahun ke-9 dengan akumulasi benefit sebesar 110.
Untuk proses lebih detail bisa di dapatkan di link berikut ini
https://drive.google.com/open?id=1tjcm99jSWwTNQ_MEo-1K7xtzAEC8iN036CgHbo7NZEc

untuk file bisa di download
https://drive.google.com/file/d/0B53s6X_sQof_cmYtUFM5cWhIcmc/view?usp=sharing

Ditulis Oleh:
Elly Rahmawati (155020500111006)

Ujian Tengah Semester Pengantar Manajemen

December 17th, 2015

uts pengantar manajemen 155020500111006 kelompok 1 Alia

Hello world!

November 27th, 2015

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!