FINAL PROJECT ENGLISH EXAM

  AGICULTURE

Cultivation of mushroom (Volvariella volvacea) on banana leaves

 Summary :

The major problem associated with the transfer of technology for mushroom cultivation is the lack of technical know-how for its cultivation. During an investigation of the cultivation of mushroom on agricultural residues, it was found that rice husk sorghum stover, saw dust, cotton waste, cocoa bean shell, and sawdust – Gliricidia mixture are suitable substrates for the cultivation of edible mushroom. While, rice straw, water lilly and banana leaves are equally implicated. The thrust of the study herein reported was to evolve a method for the cultivation of the mushroom, Volvariella volvacea, using banana leaves and determine their effect on the chemical composition of the spent substrate (banana leaves). The methods is collecting banana leaves and inoculation, production of spawn, and  the last is Fruiting and harvesting. solid state fermentation of banana leaves by lignin degrading mushroom (Volvariella volvacea), yield of fruiting bodies and compositional changes of the substrate were evaluated using a student parametric “T” test model. The biological efficiency was 5.21 while the total weight of fruit yield was 2.5 kg. The percentage biomass loss was 18.20%. The banana leaves treated with V. volvacea exhibited losses primarily in the polysaccharide components and with a greater percentage of the fibre components being degraded. The crude protein content was enhanced by the incubation of the mushroom due probably to the addition of microbial protein. The acid detergent lignin (ADL) was significantly reduced in the fungus treated sample. The acid detergent fibre (ADF) and neutral detergent fibre (NDF) followed similar trend but, the cellulose and hemicellulose increased. The development of this simple technology is expected to improve the yield of mushroom as well as provide sustainable feed (spent substrate) for ruminant animals.

 

 

Analysis :

 

Mushrooms are fruiting bodies that produce spores, growing from the hyphae of fungi concealed in soil or wood. Proverbial for rapid growth, many varieties are edible and cultivated. But, The major problem associated with technology for mushroom cultivation is the lack of technical cultivation. Because that’s the basis of scientific work is made so that those who have read this work can be applied technical cultivation of mushrooms in a suitable planting medium for the growth of the fungus, is a banana leaves.  This research is to develop a method for the cultivation of mushroom, Volvariella volvacea, using banana leaves and determine its effect on the chemical composition of the spent substrate (banana leaves).

In this journal the authors explain that the planting medium banana leaves which is a growing media simple and easy to find but it can be a good impact for the growth of fungi that can be cultivated and can also be used as ruminant animals feed. In the results and discussion we can see that the higher hemicellulose content recorded for the fungus treated banana leaves indicates that it is a valuable product for the lignin degrading fungus (for it provides the organism with energy source for better functioning). Also, the higher cellulose content recorded for the fungus treated sample will provide more glucose for ruminant animals since the gut of the animal is well equipped with microbes that can convert the cellulose to glucose. Conclusively, the study revealed the potential of banana leaves as a good substrate for the cultivation of V. volvacea and the spent substrate as a viable ingredient in ruminant feed

In the cultivation of mushrooms in a banana leaves is indeed necessary exactitude, ranging from preparing the raw material, the process of inoculation, production of spawn, and Fruiting and harvesting. Due to an error on one of them it will be fatal. Yes, because a failure in one process will cause the fungus does not grow or die. Therefore, the required accuracy in the cultivation process in order to achieve maximum results

Categories: Uncategorized | Leave a comment

“Bangga Menjadi Maperta” Film Pendek Mahasiswa FPUB

Film ini menceritakan tentang kebanggaan menjadi seorang maperta. Untuk lebih jelasnya langsung aja liat video ini n jangan lupa “LIKE” ya 😀

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=WAxt9loUuhU[/youtube]

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Informasi Diri :D

Pada kesempatan kali ini saya akan memposting  informasi tentang diri saya mengenai aktivitas di kampus terutama minat dan bakat yang saya miliki baik terkait terkait dengan hobby saya juga yaitu bernyanyi dan bermain musik.

Nama saya Hendra Elias Mosse, nama yang bagus bukan haha 😀 Nama “Hendra” diambil dari gabungan nama kedua orang tua saya, sedangkan “Elias” diambil dari nama petinju legendaris Indonesia yang tak terkalahkan yaitu Elias Pikal, dan “Mosse” adalah marga saya. Tentunya orang tua saya memberikan nama ini agar kelak saya menjadi anak yang berbakti kepada orangtua dan menjadi anak yang kuat seperti petinju walaupun terkena pukulan apapun dapat tetap berdiri dengan kuat. Saya lahir di Balikpapan 18 tahun silam yaitu pada 14 April 1995. Seperti kebanyakan orang lainnya saya juga menempuh pendidikan SD,SMP,SMA dan sekarang saya berkuliah di Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Untuk kedepannya saya berminat sekali dengan jurusan HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) karna saya sangat ingin menjadi Dokter Tumbuhan karna menurut saya kan dokter untuk manusia sudah banyak namun dokter tumbuhan stoknya masih sedikit dan saya juga tidak ingin melihat tumbuhan-tumbuhan terutama tumbuhan asli Indonesia itu menjadi punah.

Selain kegiatan perkuliahan, untuk aktivitas dikampus sendiri saya mengikuti Paduan suara Fakultas Pertanian dan UKM Home Band. Bagi saya musik itu sangat penting Menurut saya melalui kedua kegiatan tersebut bakat yang saya miliki dapat tersalurkan dengan baik dimana disini saya banyak belajar tentang sesuatu yang baru dan juga saya mendapat banyak teman baru yang juga memiliki minat yang sama dengan saya yaitu Menyanyi dan Bermain Musik. Pada saat di kampus, terutama ketika masih menjadi maba banyak serangkaian acara dimana pada acara tersebut saya dan juga teman-teman bisa menghibur orang lain dengan bernyanyi. Saya sangat senang sekali dapat bermain music bersama untuk menghibur orang lain.

Untuk kedepannya saya ingin sekali menjadi seorang musisi yang hebat dan dapat dikenal baik dikalangan masyarakat namun ini bukan prioritas utama saya, karna prioritas utama saya saat ini adalah menjadi Sarjana Pertanian yang dapat membawa Pertanian Indonesia menjadi lebih maju dari keadaan sekarang. Disamping itu saya kan tetap bisa berkarya di bidang musik hahaha 😀

Ok, sekian dulu perkenalan tentang informasi dan hobby saya. Saya cuma ingin mengatakan kalau kita ingin meraih suatu keajaiban itu tidak dapat diperoleh dengan sekejap ataupun dengan berdiam diri saja melainkan dengan usaha dan kerja keras.

“If there is a miracle, it’s just another name for effort,”

[youtube]https://www.youtube.com/watch?v=k3Mm4kWMj1Y[/youtube]

156909_513461738673034_1876858179_n hendraa kelas hh hendra elyas HND17

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Penyediaan Jasa Pembuatan Gitar & Bass “SLASH COLLECTION”

Produk Tidak Nyata

Hey Guyssssss !!!  Bagi loe Gitaris dan Bassis sejati disini kami menyediakan Jasa pembuatan gitar dan bass yang berbentuk dan bercorak unik untuk loe semua 😀

slash

Memperkenalkan jasa pembuatan Gitar dan Bass bermerk “Slash Collection”. Walaupun bentuk-bentuknya yang mungil namun kualitas suara dari gitar-gitar ini dapat dijamin tinggi. Terbuat dari material yang kuat sehingga sangat tahan lama. Gitar & Bass buatan kami ini sangat mudah untuk dibawa kemana pun. Bentuknya sangat solid dan bertahan sepanjang masa. Gitar dan Bass kami terbuat dari solid Spruce untuk bagian atas gitar sehingga menghasilkan suara yang lebih bagus. Sedangkan sisi samping dan belakang terbuat dari mahogany UTF (lapisan sangat tipis) sehingga tampil lebih cantik dan juga dilengkapi dengan case yang tahan lama.

Untuk lebih jelasnya, “KLIK” gambar dibawah ini !!!

IKLAN copy

Untuk Harga kami buka mulai dari Rp 299.000 ,

Buruaaan diburu Guyss !!!

jne

CP : 087715521404

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Google Glasses, Kacamata Berfungsi Smartphone

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=OLn0cSZfl6c[/youtube]

Raksasa Google kini sedang melakukan langkah besar. Perusahaan itu mengumumkan sebuah proyek mengagumkan yang belum pernah ada sebelumnya; Project Glass. Menciptakan sepasang kacamata Augmented Reality(AR) yang fungsinya sangat menakjubkan.

Proyek baru ini dirintis oleh Google[x], perusahaan pengujian teknologi rahasia Google di Mountain View, California. Kabar tentang adanya proyek ini sudah santer semenjak Febuari lalu. Kian ramai dibicarakan sesudah pengumuman itu, Rabu,4 April kemarin.

Video demonstrasi Google Glasses di YouTube

“Kelompok kami dari Google[x] memulai Project Glass untuk membangun teknologi ini. Salah satunya yang akan membantu Anda menjelajahi dan berbagi dunia Anda,” tulis perusahaan itu dalam posting di Google+ seperti dilansir DigitalTrends.

Bersamaan dengan pengumuman itu, Google juga merilis sebuah video konsep yang menunjukkan beberapa cara kacamata AR yang dapat digunakan. Kacamata ini juga berfungsi seperti yang ada pada smartphone. Misalnya seperti pengingat (reminder), menulis dan mengirim pesan suara melalui layanan perintah berbasis suara seperti Siri, peta dan arah, pengambilan foto, hingga video call.

Bagian yang terbaik dari semuanya ini adalah informasi ini muncul pada lensa. Bahkan, jika Google benar-benar dapat menciptakan produk yang sebagus di video demonstrasi itu, kacamata ini juga bisa berfungsi sebagai telepon.

Namun belum ada keterangan kapan proyek baru ini akan dirilis. Apa saja jenis fitur maupun harganya. Para ahli di Google masih mencoba mengkaji seperti apa nantinya wujud dan fungsi produk ini.

Itu sebabnya Google mengundang siapa pun di dunia ini yang tertarik dengan proyek itu untuk memberikan penilaian tentang kacamata itu. Masukan publik itu akan sangat membantu Google dalam memutuskan apa yang akan dilakukan.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Fiksasi Nitrogen

Fiksasi Nitrogen

2012
10.23

Daur Nitrogen

Fiksasi nitrogen adalah proses biologis, abiotik, atau sintetis dimana nitrogen (N 2) di atmosfer diubah menjadi amonia (NH 3). [1] nitrogen Atmosfer atau nitrogen unsur (N 2)adalah relatif inert: itu tidak mudah bereaksi dengan bahan kimia lain untuk membentuk senyawa baru. Proses fiksasi membebaskan atom nitrogen dari bentuk diatomik mereka (N2) yang akan digunakan dengan cara lain.

Fiksasi nitrogen, alami dan sintetis, sangat penting bagi semua bentuk kehidupan karena nitrogen diperlukan untuk biosynthesize blok bangunan dasar dari tanaman, hewan dan bentuk kehidupan lain, misalnya, nukleotida untuk DNA dan RNA dan asam amino untuk protein . Oleh karena fiksasi nitrogen adalah penting untuk pertanian dan pembuatan pupuk. Ini juga merupakan proses penting dalam pembuatan bahan peledak (misalnya mesiu, dinamit, TNT, dll) fiksasi nitrogen terjadi secara alami di udara dengan cara kilat. [2] [3]dead link ]

Fiksasi nitrogen juga mengacu pada konversi biologis lainnya nitrogen, seperti konversi kepada nitrogen dioksida . Mikroorganisme yang memperbaiki nitrogen adalah bakteri yang disebut diazotrophs . Beberapa tanaman yang lebih tinggi, dan beberapa binatang ( rayap ), telah membentuk asosiasi ( simbiosis ) dengan diazotrophs. Fiksasi nitrogen biologis ditemukan oleh ahli agronomi Jerman Hermann Hellriegel dan Belanda mikrobiologi Martinus Beijerinck .

Pada umumnya derivat nitrogen sangat penting bagi kebutuhan dasar nutrisi, tetapi dalam kenyataannya substansi nitrogen adalah hal yang menarik sebagai polutan di lingkungan. Terjadinya perubahan global di lingkungan oleh adanya interaksi antara nitrogen oksida dengan ozon di zona atmosfir. Juga adanya perlakuan pemupukan (fertilization treatment) yang berlebihan dapat mempengaruhi air tanah (soil water), sehingga dapat mempengaruhi kondisi air minum bagi manusia.

Bentuk atau komponen N di atmosfir dapat berbentuk ammonia (NH3), molekul nitrogen (N2), dinitrit oksida (N2O), nitrogen oksida (NO), nitrogen dioksida (NO2), asam nitrit (HNO2), asam nitrat (HNO3), basa amino (R3-N) dan lain-lain dalam bentuk proksisilnitri (Soderlund dan Rosswall, 1980). Dalam telaah kesuburan tanah proses pengubahan nitrogen dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu mineralisasi senyawa nitrogen komplek, amonifikasi, nitrifikasi, denitrifikasi, dan volatilisasi ammonium (Mas’ud, 1992).

Nitrogen organic diubah menjadi mineral N-amonium oleh mikroorganisasi dan beberapa hewan yang dapat memproduksi mineral tersebut seperti : protozoa, nematoda, dan cacing tanah. Serangga tanah, cacing tanah, jamur, bakteri dan aktinbimesetes merupakan biang penting tahap pertama penguraian senyawa N-organik dalam bahan organic dan senyawa N-kompleks lainnya (Mas’ud, 1993).

Semua mikroorganisme mampu melakukan fiksasi nitrogen, dan berasosiasi dengan N-bebas yang berasal dari tumbuhan. Nitrogen dari proses fiksasi merupakan sesuatu yang penting dan ekonomis yang dilakukan oleh bakteri genus Rhizobium dengan tumbuhan Leguminosa termasukTrifollum spp, Gylicene max  (soybean), Viciafaba (brand bean), Vigna sinensis (cow-pea), Piscera sativam (chick-pea), danMedicago sativa (lucerna) (Rompas,1998).

Menurut Maier , dkk (2000) bakteri dalam genus Rhizobium merupakan bakteri gram negatif, berbentuk bulat memanjang, yang secara normal mampu memfiksasi nitrogen dari atmosfer. Umumnya bakteri ini ditemukan pada nodul akar tanaman leguminosae.

Morfologi Rhizobium dikenal sebagai bakteroid. Rhizobium menginfeksi akar leguminoceae melalui ujung-ujung bulu akar yang tidak berselulose, karena bakteri Rhizobium tidak dapat menghidrolisis selulose.

Rhizobium yang tumbuh dalam bintil akar leguminoceae mengambil nitrogen langsung dari udara dengan aktifitas bersama sel tanaman dan bakteri, nitrogen itu disusun menjadi senyawaan nitrogen seperti asam-asam amino dan polipeptida yang ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan, bakteri dan tanak disekitarnya. Baik bakteri maupun legum tidak dapat menambat nitrogen swcara mandiri, bila Rhizobium tidak ada dan nitrogen tidak terdapat dalam tanah legum tersebut akan mati.

Bakteri Rhizobium hidup dengan menginfeksi akar tanaman legum dan berasosiasi dengan tanaman tersebut, dengan menambat nitrogen. Suatu sistem berdasar pada infeksi spesifik pada jenis inang Legum digunakan untuk menggolongkan Rhizobium secara tepat lebih dari 50 tahun. Kekhususan infeksi mempunyai banyak atraksi praktis yang memperhatikan aplikasi Teknologi Rhizobium, sungguhpun tidak sempurna sebab banyak strains rhizobia bisa menginfeksi ke kelompok spesifik lain dan sebab ada bukti persamaan baru dari taxonomic kimia dan data taxonomic kwantitatip. Tinggal suatu ukuran penting untuk spesiasi genus pada Manual Bergey Systematic Bacteriology, dengan modifikasi bersama data taxonomic baru (Jordan 1984).

Tidak hanya bakteri Rhizobium, Azotobacter di dalam tanah berperan dalam pengaturan siklus nitrogen, yaitu melakukan fiksasi nitrogen dan mengubahnya menjadi Ammonia (NH3). Dalam sel bakteri ini terdapat sebuah alat yang berperan dalam biokatalis, yaitu enzim nitrogenase. Enzim inilah yang berperan dalam mengubah N2 menjadi NH3.

Bakteri ini memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan bakteri lain. Jika kita melihat bentuk koloninya, misalnya; bentuknya bulat, bening, keruh atau opaque, dan putih, permukaannya halus mengkilap, tepi rata,dan berlendir. Bentuk sel Azotobacter bermacam-macam, dari bentuk batang pendek, batang, dan oval serta bentuk yang bermacam-macam, sehingga bakteri ini dikenal sebagai bakteri dengan bentuk sel pleomorfik. Bakteri ini umumnya Gram negative, namun spesies tertentu dari bakteri ini Gram variabel. Artinya, pada saat berumur muda bakteri ini Gram negatif, namun setelah berumur tua akan berubah menjadi Gram positif.

Akhir-akhir ini ditemukan simbiosis asosiasi antara bakteri Azospirillum lipoferum dan akar tumbuhan termasuk rumput tropikal Digitaria decumbens, juga jenis rumput tropikalPaspalum notatum mampu melakukan fiksasi N bersama-sama bakteri Azotobacter paspalli di dalam akar (Dobereiner, 1978, dalam Rompas, 1998).

Hasil penelitian tentang fiksasi N ini menunjukkan bahwa ada cukup banyak genera bakteri yang dapat mem-fiksasi N termasuk spesies dari Bacillus, Clostridium, dan Vibrio. Pada habitat perairan, cyanobacteria adalah kelompok utama yang melakukan fiksasi N (Anabaena, Nostoc, Gloeotrichia, Oscillatoria, Lyngbya, dll) Komponen yang berperan dalam fiksasi N di habitat perairan adalah heterocyst, tapi ada cyanobacteria yg tidak memiliki heterocyst yg juga dpt fiksasi N. Fiksasi N memerlukan cukup banyak energi dalam bentuk ATP dan koenzim.

 

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Siklus_nitrogen

http://aldipatty.blogspot.com/2010/12/fiksasi-nitrogen-oleh-bakteri.html

http://riyn.multiply.com/journal/item/43?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

http://en.wikipedia.org.id.mk.gd/wiki/Nitrogen_fixation

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Laporan DBT Pupuk Dan Pemupukan

Laporan DBT pupuk dan pemupukan

2012
06.23

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Dalam proses pertanian untuk membantu menyuburkan tanah dan tanaman diperlukan adanya pemupukan. Pupuk yang digunakan terdiri dari dua macam pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik adalah pupuk yang memanfaatkan sampah daun, kotoran hewan dan seresah. Sedangkan pupuk organik seperti KCL, phospat, dll. Pemupukan dilakukan sesuai kondisi tanaman dan tanah. Ketika tanamn kekurangan suatu unsur, maka dilakukan pemupukan. Selain pupuk tanamn juga memerlukan perawatan intensif seperti pengairan, pembajakan untuk menunjang pertumbuhan tanaman.
1.2 Tujuan
Mengetahui definisi pupuk dan pemupukan
Mengetahui macam – macam pupuk
Mengetahui bentuk – bentuk pupuk
Mengetahui teknik aplikasi pupuk
Mengetahui kelebihan dan kekurangan pupuk

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi pupuk
Pupuk didefinisikan sebagai suatu bahan yang diberikan ke dalam tanah untuk menaikkan produksi tanaman dan keadaan lingkungan yang baik.
(Adisarwanto, 2005)
Pupuk adalah bahan kimia atau organisme yang menyediakan unsur hara bagi kebutuhan untuk melengkapi ketersediaan unsur hara.
(Endrizal, dkk, 2004)
Fertilizer is material chemist or organism to supply material to need to completed mineral of soil.
Pupuk adalah material yang ditambahkan ke tanah atau tajuk tanaman dengan tujuan untuk melengkapi ketersediaan unsur hara.
(Handayani, 2009)

2.2 Definisi pemupukan
Pemupukan adalah tindakan memberikan tambahan unsur – unsur hara pada komplek tanah, baik langsung maupun tak langsung dapat menyumbangkan bahan makanan pada tanaman.
(Hardjowigeno, 2003)
Pemupukan adalah pemberian bahan yang dimaksudkan untuk menyediakanj hara bagi tanaman.
(Suryantini, 2005)
Fertilization is activity give fertilizerto plant or soil and material of soils.
Pemupukan adalah pemberian pupuk kepada tanah dan substratnya.
(Endrizal, dkk, 2004)

2.3 Macam – macam pupuk
2.3.1 Pupuk organik
Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari sisa – sisa makhluk hidup yang diolah melalui proses pembusukan (dekomposisi) oleh bakteri pengurai, contoh:
Pupuk kompos
Pupuk kompos berasal dari sisa – sisa tanaman. Sisa tanaman dihancurkan oleh organisme dan unsur – unsur yang sudah terurai diikat menjadi senyawa. Senyawa tersebut harusd larut dalam air sehingga mudah diadsorpsi oleh akar tanaman.
Pupuk kandang
Merupakan pupuk organik dari hasil fermentasi kotoran padat dan cair (urine) hewan ternak pada umumnya berupa mamalia dan unggas. Disamping mengandung unsur hara makro seperti N,P, K pupuk kandang juga mengandung unsur makro seperti Ca, Mg, dan S.
2.3.2 Pupuk anorganik
Pupuk anorganik adalah jenis pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan cara meramu berbagai bahan kimia sehingga memiliki presentase kandungan hara yang tinggi, contoh:
2.3.2.1 Pupuk tunggal
Jenis unsur hara yang dikandung hanya satu macam. Biasanya berupa unsur hara makro primer seprti urea hanya mengandung unsur hara nitrogen.
2.3.2.2 pupuk majemuk
Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis unsur hara. Penggunaan pupuk ini lebih praktis karena hanya dengan satu kali penebaran, beberapa jenis unsur hara dapat diberikan. Namun dari sisi harga pupuk lebih mahal. Contoh pupuk majemuk antara lain diamonium phospat yang mengandung unsur nitrogfen dan phospor.
(Hardjowigeno, 2003)
2.4 Bentuk pupuk
Berdasarkan bentuk fisiknya, pupuk dibedakan menjadi:
2.4.1 Pupuk padat
Pupuk padat adalah pupuk yang berbentuk padatan. Pupuk dapat diperdagangkan dalam bentuk onggokan, remahan, butiran, atau kristal. Pupuk padatan biasanya diaplikasi ke tanah atau media tanam.
2.4.2 Pupuk cair
Pupuk cair adalah pupuk yang berbentuk cair atau berupa cairan. Pupuk cair diperdagangkan dalam bentuki konsentrat atau cairan. Pupuk cair diberikan secara disemprotkan ke tubuh tanaman.
(Guntoro, 2003)
2.5 Teknik aplikasi pupuk
Larikan
Caranya, buat parit kecil disamping bansan tanaman sedalam 6 – 10 cm. Tempatkan pupuk di dalam larikan tersebut, kemudian tutp kembali. Cara ini dapat dilakukan pada satu atau kedua sisi baris tanaman. Pada jenis pepohonan, larikan dapat dibuat melingkar disekeliling pohin dengan jari – jari 0,5 – 1 kali jari – jari tajuk. Pupuk yang tidak mudah menguap dan dapat langsung ditempatkan di atas tanah.
Penebaran secara merata di atas permukaan tanah.
Cara ini biasanya dilakukan sebelum penanaman. Setelah penebaran pupuk, lanjut dengan pengolahan tanah, seperti aplikasi kapur dan pupuk organik. Cara ini menyebabkan distribusi unsur hara dapat merata sehingga perkembangan akarpuyn lebih seimbang. Tidak disarankan untuk menebar pupuk urea karena sangat mudah untuk menguap.
Penugalan
Caranya, ditempatkan pupuk ke dalam lubang di samping tanaman sedalam 10 – 15 cm, lubang tersebut dibuat dengan alat tugal. Kemudian setelah pupuki dimasukkan tutup kembali lubang dengan tanahy untuk menghindari penguapan. Cara ini dapat dilakukan di samping kiri dan kanan baris tanaman atau sekeliling pohon. Jenis pupuk yang dapat diapliksaikan adalah pupuk slow release dan pupuk tablet.
Fertigasi
Pupuk dilarutkan dalam air dan disiramkan pada tanaman melalui air irigasi. Cara ini dilakukan untuk tanaman yang pengairannya menggunakan sistem sprinkle.
(Adisarwanto, 2005)
2.6 Kelebihan dan kekurangan pupuk organik dan anorganik.
2.6.1 Kelebihan pupuk organik
Memperbaiki dan menjaga unsur tanah
Menjadi penyangga pH tanah
Membantu menjaga kelembaban tanah
Tidak merusak lingkungan
Aman dipakai dalam jumlah besar
Pupuk organik mengandung asam organik, antara lain asam hunic, asam fulfic, hormon dan enzim yang tidak terdapat pada pupuk buatan.
Pupuk organik mengandung unsur yang lengkap baik mikro maupun makro.
Kekurangan pupuk organik
Karena jumlahnya banyak, memerlukan tambahan biaya operasional untuk pengangkutan dan implementasinya
Respon tanaman terhadap pemberian pupuk organik tidak se spektakuler pupuk buatan
Dalam jangka pendek, tanah yang miskin unsur hara pemberian pupuk membutuhkan jumlah besar
Kandungan unsur hara jumlahnya kecil, sehingga jumlah pupuk yang diberikan harus relatif banyak.
2.6.2 Kelebihan pupuk anorganik
Pemberian dapat terukur dengan tepat
Pupuk anorganik tersedia dalam jumlah cukup besar
Kebutuhan tanaman akan hara dapat dipenuhi dengan perbandingan yang tepat
Kekurangan pupuk anorganik
Meninggalkan residu ke dalam tanah
Dalam jangka panjang akan merusak sifat fisik, kimia dan biologi tanah
Degradasi unsur hara
(Guntoro, 2003)

BAB III
METODOLOGI

3.1 Alat dan bahan
Alat :
Tugal : untuk membuat lubang
Bahan :
Pupuk padat : sebagai bahan pemupukan

3.2 Cara kerja

Buatkan lubang di samping kiri dan kanan
baris tanaman dengan alat tugal

pupuk dimasukkan ke dalam lubang

tutup kembali lubang agar tidak terjadi penguapan
3.3 Teknis aplikasi di lapangan
Buatlah lubang – lubang di sekitar tanaman baik kiri maupun kanan baris tanaman. Kedalaman lubang 6 – 10 cm. Kemudian masukkan pupuk ke dalam lubang. Tutup lubang tersebut dengan tanagn atau dengan alat yang lain agar tidak terjadi penguapan. Pupuk bisa langsung di tempatkan di atas tanah.

DAFTAR PUSTAKA

Adisarwanto, T. 2005. Budidaya dengan Pemupukan yang Efektif dan Pengoptimalan Peran Bintil Akar Kedelai. Penebar Swadaya : Bogor.

Endrizal, dkk. 2004. Efisiensi Penggunaan Pupuk Nitrogen dengan Penggunaan Pupuk Organik pada Tanaman Padi Sawah. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol. 7 No. 2 Hal : 118 – 124.

Guntoro, Dwi Purwono dan Sarwono. 2003. Pengaruh Pemberian Kompos Bagase Terhadap Serapan Hara dan Pertumbuhan Tanaman Tebu. Dalam Buletin Agronomi Institut Pertanian Bogor.

Handayani, Mutia. 2009. Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Kompos Terhadap Pertumbuhan Bibit Salam. Sebuah Skripsi IPB Repository.

Handayanto dan Hairlah, k. 2007. Biologi Tanah. Pustaka Adipura : Yogyakarta.

Hardjowigeno. S. 2003. Ilmu Tanah. Penerbit Akademika Pressindo. Jakarta.

Suryantini. 2005. Serapan N, P, K Tanaman Petsai dengan Pemberian Lumpur Laut dan Pupuk Kandang pada Tanah Gambut

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Contoh Resensi Buku Pertanian

Contoh Resensi Buku Pertanian Lengkap Pembuatan Kompos

Judul buku : Pembuatan Kompos
Nama Pengarang : Ir. Matia Centia Murni
Penerbit : PT Balai Pustaka ( Persero )
Tahun Penerbit : 2001 ( Cetakan Ke 3 )
Tebal Buku : 37 Halanan
Peresensi : Kelompok Rumpun
(Kelompok 6)

Dalam buku seri pengetahuan ini yang terdiri dari 37 halaman terdapat pengetahuam tentanag seputar cara pembuatan kompos, syarat – syarat pembuatan koompos, cara pembuatannya, cara penggunaanya, cara penyimpananya, cara pengemasan pupuk kompos, dan cara penjualan pupuk kompos hingga berhasil, sehingga buku seri pengetahuan ini bermanfaat bagi penggunanya terutama bagi pekerja kebun atau petani yang sudah membacanya.

Buku ini sangat membantu bagi masyarakat desa terutama bagi para petani dan pekerja kebun. Karena buku ini merupakan wujud rangsangan dan bantuan kita terhadap masyarakat desa sehingga mereka tetap memiliki motivasi untuk berkiprah di dalam bidang pertanian.

Selain itu, semua tulisan yang terdapat dalam buku ini mempunyai banyak manfaat yang akan kita peroleh jika kita mebacanya. Akan terlihat buku ini sanga kaya cangkupnya. Bahasanya mudah di mengeti dan mudah untuk di pahami. Dalam buku ini banyak manfaat yang akan kita peroleh, seperti kompos yang bermafaat bagi penyuburan tanah, pengemburan tanah, pengisian pot tanaman, mengurangi pencemaran lingkungan dan menambah pendapatan.

Namun dalam buku ini tidak terdapat atau tidak memberikan cara pemsaran pupuk kompos yang baik dan juga cara penyaluran pupuk kompos ini kepada masyarakat. Serta di buku ini tidak menjelaskan cara pengemsaan pupuk dalam keadaan baik, sehingga pupuk kompos ini di terima oleh masyarakat dalam keadaan yang sangat baik dan tidak buruk saat dalam proses pemasaran di masyarakat.

Di dalam buku ini terdapat berbagai keterampilan dasar dalam bercocok tanam. Seharusnya anak – anak itu sendiri harus di bekali keteranpilan yang akan bermanfaaat jika anak itu sendri sering membaca buku ini dan berbagai buku pengetahuan lainnya. Sehingga mereka akan memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan yang akan membekali mereka kelak nanti. Dan mereka juga dapat memanfaatkan buku ini sebagai peluang usaha yang sangat menguntungkan kelak di kumudian hari.

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Cara Membuat Blog UB untuk Mahasiswa

Buatlah MAIL-UB di alamat http://students.ub.ac.id
Isi username dengan NIM masing-masing
Isi password dengan password di SIAKAD UB
Setelah itu coba kirim sesuatu dari link Compose ke alamat email Anda yang lain di ymail atau gmail
Dari inbox di ymail atau gmail Anda akan tertera alamat email yang akan kita gunakan untuk membuat BLOG UB
Kemudian kita masuk ke website UB dan temukan link Blog Mahasiswa https://blog.ub.ac.id
Isi username dengan nama pendek Anda
Isi email address dari MAIL-UB tadi misalnya 1050301001111@students.ub.ac.id atau 125040201111001@mail.ub.ac.id
Isi password sesuai password di SIakad UB
Pada blog details centang YES
Setelah itu ikuti langkah selanjutnya dengan mengisi kolom-kolom seperti Name,Afiliasi,NIM,Tentang saya terserah Anda
Yang terakhir masukkan kode aktivasi dan tekan Completed sign up

Categories: Uncategorized | Leave a comment

PROPAGASI PEMULIAAN TANAMAN

  1. A.      Latihan dan Diskusi (Propagasi vertical dan Horizontal)
  2. Pada tanaman menyerbuk sendiri, keturunannya tidak pernah berubah secara genetic. Sebaliknya pada tanaman menyerbuk silang keturunannya selalu beragam secara genetik.  Dengan menggunakan diagram persilangan, tunjukkan perbedaan genetic tanaman menyerbuk sendiri dan menyerbuk silang!

Jawab :  Tanaman menyerbuk sendiri:

P     :                                                           Aa >< Aa

S1      :          25% AA                                                                        25% aa

                                                                    50% Aa

 
   

S2       :         25% AA      12,5% AA       25% Aa         12,5% aa      25% aa

S3        :       37,5% AA    6,25% AA       12,5% Aa    6,25% aa      37,5% aa

S4         :      43,7% AA   3,125% AA    6,25% Aa   3,125% aa     43,7% aa

S5         :   46,875% AA   1,562% AA    3,125% Aa   1,562% aa   46,875% aa

Pasangan gen homosigot akan tetap homosigot dan apabila terjadi penyerbukan sendiri secara terus menerus maka genotipe yang terbentuk adalah cenderung homosigot atau genotip homosigot makin lama makin besar proporsinya.

Tanaman menyerbuk silang :

        Gamet

Gamet

GW

Gw

gW

gw

GW

GGWW

(kuning,halus)

GGWw

(kuning,halus)

GgWW

(kuning,halus)

GgWw

(kuning,halus)

Gw

GGWw

(kuning,halus)

GGww

(kuning, keriput)

GgWw

(kuning,halus)

Ggww

(kuning,keriput)

gW

GgWW

(kuning,halus)

GgWw

(kuning,halus)

ggWW

(hijau,halus)

ggWw

(hijau,halus)

gw

GgWw

(kuning,halus)

Ggww

(kuning,keriput)

ggWw

(hijau,halus)

Ggww

(hijau,keriput)

Dari diagram persilangan dihibrid tersebut di atas merupakan contoh tanaman yang meyerbuk silang dimana dapat dilihat bahwa fenotipe F2 memiliki nisbah 9 : 3 : 3 : 1 sebagai akibat terjadinya segregasi gen G dan W secara independen. Dengan demikian, gamet-gamet yang terbentuk dapat mengandung kombinasi gen dominan dengan gen dominan (GW), gen dominan dengan gen resesif (Gw dan gW), serta gen resesif dengan gen resesif (gw).

  1. Pada suatu populasi jagung diketahui ada 40 tanaman yang terserang penyakit bulai dari total 1000 tanaman. Penyakit bulai dikendalikan oleh gen resesif b, tentukan frekuensi fenotip tanaman tahan dan peka, frekuensi genotip tanaman tahan dan peka serta frekuensi gen B dan b dari populasi jagung tersebut!

Diketahui : * peka          : 40

       * populasi   : 1000

                      * tahan         : 960

Ditanya : * frekuensi fenotip tanaman tahan dan peka

   * frekuensi genotip tanaman tahan dan peka

                  * frekuensi gen B dan b

Dijawab :

 * Frekuensi fenotip tanaman tahan dan peka

Frekuensi fenotip tanaman tahan = 960/1000 = 0,96

Frekuensi fenotip tanaman peka = 40/1000 = 0,04

Jadi frekuensi fenotip tanaman tahan yaitu 0,96 dan tanaman peka yaitu 0,0

 * Frekuensi genotip tanaman tahan dan peka

BB = tahan                  Bb  = tahan                                 bb  = peka

Frekuensi genotip BB = p2 = (0,8)2 = 0,64

Frekuensi genotip Bb = 2pq = 2(0,8)(0,2) = 0,32

Frekuensi genotip bb = q2 = (0,2)2 = 0,04

Jadi frekuensi genotip tanaman tahan yaitu BB + Bb = 0,64 + 0,32 = 0,96 dan frekuensi genotip tanaman peka yaitu 0,04

* Frekuensi gen B dan b

Resesif = b = q

q2 = jumlah populasi peka/populasi total = 40/1000 = 0,04

q = 0,2

p + q = 1

p = 1 – q = 1 – 0,2 = 0,8

Jadi frekuensi alel B = 0,8 dan frekuensi alel b = 0,2

B. Pertanyaan (Evaluasi mandiri)

  1. What do you know about inbreeding?

Jawab :  Inbreeding (silang dalam) adalah perkawinan antara individu yang mempunyai hubungan kekerabatan atau dapat dikatakan perkawinan antara saudara/kerabat dekat. Silang dalam memberikan akibat buruk dari individu – individu dalam suatu populasi. Efek silang dalam lebih dikenal dengan istilah depresi silang dalam. Istilah ini diperuntukkan pula pada penyerbukan sendiri (selfing) untuk tanaman menyerbuk silang seperti jagung maka akibat silang dalam (yakni dipresi = tekanan silang-dalam) sangat nyata sekali. Tanaman menjadi lebih rendah, ketegapan fekunditas yang menjadi turun serta bertambahnya sifat – sifat yang mengakibatkan kelemahan tanaman secara keseluruhan. Dengan demikian silang dalam sebaiknya dihindari, kecuali kalau prosesnya terkontrol dengan tujuan penciptaan hibrida, dengan memanfaatkan heterosis sebesar – besarnya.

  1. Please explain the advantages of inbreeding in cross pollination plant!

Jawab  : Keuntungan inbreeding dalam menyerbuk silang yaitu bisa mendapatkan galur penghasil benih hibrida melalui persilangan diantara galur tangkar dalam (disebut galur murni atau inbred) dan juga dapat memperoleh tanaman yang digunakan sebagai tanaman penguji terhadap tanaman yang lain yang dievaluasi kemampuannya. Untuk iu, perlu dilakukan inbreeding terus-menerus agar homozigot pada semua pasangan alel karena tanaman homozigot akan lebih mudah mempertahankan genotipenya.keuntungan lain inbreeding yaitu memberikan jaminan dalam terjadinya penyerbukan, kemampuan dalam memngembangkan kolonisasi, dan merupakan salah satu fenomena evolusi yang paling luas pada tanaman. Tanaman yang memiliki tingkat inbreeding yang tinggi akan menyediakan polennya sendiri, sehingga ia mampu berkembang dengan baik.

  1. Mention the advantages of heterosis in cross pollination plant breeding?

Jawab  : Heterosis merupakan keunggulan hibrida atau hasil persilangan (F1) yang melebihi nilai atau kisaran kedua tetuanya. Keuntungannya yaitu dapat digunakan untuk memperoleh keuntungan komersial dari tanaman yang diusahakan petani.

  1. Apa hubungan antara hukum Hardy-Weinberg dengan pemuliaan tanaman menyerbuk silang?

Jawab   :  Berdasarkan hukum Hardy-Weinberg yaitu frekuensi gen dan genotipa akan konstan dari generasi ke generasi pada populasi kawin acak apabila tidak terjadi seleksi, mutasi, dan migrasi. Sehingga dapat dikatakan bahwa di dalam memperbaiki varietas suatu tanaman menyerbuk silang berkaitan dengan hukum Hardy-Weinberg tersebut yang merupakan  usaha merubah frekuensi gen yakni ke arah peningkatan frekuensi gen yang dikehendaki. Perubahan ini biasanya dilakukan melalui seleksi. Oleh karena itu, pemuliaan pada tanaman menyerbuk silang dapat didefinisikan sebagai pengetrapan seleksi terhadap populasi dengan tujuan untuk menciptakan populasi dengan frekuensi gen yang baru dan unik

Categories: Uncategorized | Leave a comment