Teori Ekonomi Politik

September 15th, 2019

Teori Ekonomi Politik

  • Sejarah Ekonomi Politik

Ekonomi Politik pertama kali dikemukakan oleh penulis Perancis, Antonyne de Montche`tien tahun 1575 – 1621. Selain itu, dalam bahasa Inggris ekonomi politik dipublikasikan oleh Sir James Steuart tahun 1712 – 1789. Dalam perdebatan para ahli ekonomi politik memunculkan aliran dalam tradisi pemikiran ekonomi politik, yang dipecah menjadi tiga kategori yakni :

  1. Aliran ekonomi politik konservatif yang dimotori oleh Edmund Burke
  2. Aliran ekonomi politik klasik yang dipelopori oleh Adam Smith, Thomas Malthus, David Ricardo, Nassau Senior, dan Jean Baptise` Say
  3. Aliran ekonomi politik radikal yang dipropaganda oleh William Godwin, Thomas Paine, Marquis de Condorcet, Karl Max

Pendekatan ekonomi politik dimaknai sebagai interrelasi di antara aspek, proses dan institusi politik dengan kegiatan ekonomi. Maka, pemdekatan ekonomi dapat dikaitkan dengan seluruh penyelenggaraan politik, baik yang menyangkut proses maupun kelembagaan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat maupun diintrodusir oleh pemerintah. Dalam hal ini pendekatan ekonomi tediri dari dua bagian diantaranya :

  1. Kekuatan produksi material
  2. Relasi produksi

Pendekatan yang berdasarkan pada asumsi ekonomi politik biasa disebut dengan “ekonomi politik baru” dimana terdapat lima hal yang memperkuat pemakaiannya diantaranya yaitu :

  1. Penggunaan kerangka kerja ekonomi politik berupaya untuk menerima eksistensi dan validitas dari perbedaan budaya politik formal mauoun informal
  2. Analisis kebijakan akan memperkuat efektifitas sebuah rekomendasi karena mencegah pemikiran yang deterministic
  3. Analisis kebijakan mencegah pengambilan kesimpulan terhadap beberapa alternative tindakan berdasarkan prespektif waktu yang sempit
  4. Analisis kebijakan berfokus pada negara berkembang
  5. Analisis kebijakan lebih mampu menjelaskan interaksi antar manusia

 

  • Teori pilihan public

Mendeskripsikan bahwa secara tipikal ahli ekonomi politik melihat politik dalam wujud demokrasi yang memberi ruang untuk saling melakukan pertukaran diantara masyarakat, politik, pemerintah dan birokrat. Asumsi umum yang dipakai diantaranya :

  1. Kecukupan kepentingan material individu memotivasi adanya perilaku ekonomi
  2. Motif kecukupan tersebut lebih mudah dipahami dengan menggunakan teori ekonomi neo klasik
  3. Kecukupan kepentingan material individu yang sama memotivasi adanya perilaku politik
  4. Asumsi kcukupan lebih mudah dipahami dengan teori neoklasik

 

  • Teori Rent – Seeking

Rent – seeking bisa didefinisikan sebagai upaya individual atau kelompok untuk meningkatkan pendapatan melalui pemanfaatan regulasi pemerintah. Dalam hal ini adanya perilaku dalam mencari rent – seeking diantaranya yaitu :

  1. Masyarakat akan mengalokasikan sumber daya untuk menangkap peluang hak milik yang ditawarkan oleh pemerintah
  2. Setiap kelompok atau individu pasti akan berupaya memeprtahankan posisi mereka yang menguntungkan
  3. Dalam pemerintah sendiri terdapat kepentingan – kepentingan berbeda

 

  • Teori Redistributive Combines dan Keadilan

Terdapat keterkaitan antara teori redistributive combine dan teori keadilan diantaranya sebagai berikut :

  1. Teori redistributive combines mengandaikan adanya otoritas penuh dari pemerintah untuk mengalokasikan kebijakan kepada kelompok – kelompok ekonomi yang berkepentingan terhadap kebijakan tersebut
  2. Kelompok kepentingan yang eksis tidak selamanya mengandaikan tingkat kemerataan seperti yang diharapkan, khususnya masalah kekuatan ekonomi

Maka, dengan pemahmana tersebut Rawls (pemikir teori keadilan) mengonseptualisasikan keadilan yang bertolak dari dua prinsip :

  1. Setiap orang harus mempunyai hak yang sama terhadap skema kebebasan dasar yang sejajar
  2. Ketimpangan social dan ekonomi harus ditangani