Surat-surat Rosulullah SAW kepada Para Pemimpin Dunia

Posted: 24th July 2012 by Eka Yudha Asmara in Kisah Islami

Butir-butir perjanjian Hudaibiyah pada bulan Zulkaedah Tahun Keenam Hijriyah (628 M) sangat merugikan kaum Muslimin.

Sebagian umat merasa sedikit sedih dengan adanya perjanjian ini. Namun justru inilah yang akan menguji keimanan mereka, apakah mereka benar-benar taat kepada Allah dan Rosul-Nya.

Umar ibn Khaththab dengan perasaan sedih mendatangi Rasulullah SAW, dan berkata: “Bukankah engkau utusan Allah?” Nabi SAW menjawab, “Benar”. Umar bertanya lagi, “Bukankah kita berada di pihak yang benar sedangkan pihak musuh kita berada di pihak yang salah?” Nabi SAW menjawab, “Benar”. Umar melanjutkan pertanyaannya lagi, “Lalu, mengapa engkau memberikan kehinaan pada agama kita?”

Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya aku adalah Rasulullah. Aku tidak akan melanggar (aturan/perintah) Allah, karena Allah adalah pelindungku”. Umar bertanya lagi, “Bukankah engkau telah mengatakan bahwa aku akan melakukan tawaf pada tahun ini?” Nabi SAW menjawab, “Tidak”. Kemudian Rasulullah SAW melanjutkan kata-katanya, “Umar, engkau pasti akan sampai juga di Kakbah dan melakukan tawaf”.

 

Salah satu point dalam perjanjian tersebut adalah gencatan senjata selama sepuluh tahun. Walaupun secara umum perjanjian tersebut merugikan, namun point yang pertama ini bisa menjadi boomerang bagi kaum Kafir Mekah itu sendiri.

Rosulullah SAW memanfaatkan masa gencatan senjata selama sepuluh tahun ini untuk mengirimkan delegasi dakwah yang membawa surat langsung dari Rosulullah ke beberapa pemimpin dunia. Diantara para pemimpin dunia tersebut adalah Heraklius dari Romawi, Kisra dari Persia, dan Muqauqis Raja Yamamah.

Bukhori meriwayatkan dari Ibnu Abbas hadist Abu Sufyan dengan Heraklius, di dalamnya ada surat Rosulullah SAW kepada Heraklius yang isinya:

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad hamba Allah dan utusan-Nya untuk Heraklius pemimpin Romawi! Keselamatan bagi orang yang mengikuti petunju. Amma Ba’du. Aku mengajakmu dengan ajakan Islam, masuklah Islam maka kau akan diselamatkan> Allah akan memberimu pahala dua kali, jika kau berpaling maka kau menanggung dosa rakyatmu,

Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan anatar kami dan kamu, bahwa tidak kami sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka, “Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (Kepada Allah).”(Ali Imron : 64 )

Ibnu Jabir mengeluarkan surat Rosulullah SAW. kepada Kisra, melalui jalan Ibnu Ishaq yang isinya :

Dengan Menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Kisra Penguasa Persia! Keselamatan bagi orang yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah dan Rosul-Nya, bersaksi tiada Tuhan kecuali Allah semata yang tida sekutu bagi-Nya dan Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Aku ajak kamu dengan ajakan Allah, aku utusan Allah untuk seluruh manusia, supaya aku memberi peringatan orang yang hidup dan berkata benar kepada orang-orang kafir. Jika mau masuk Islam kau selamat, dan jika enggan maka kau menaggung dosa orang-orang Majusi.

Demikianlah Rosulullah SAW memanfaatkan sesuatu yang sebenarnya merugikan sebagai langkah untuk menyampaikan risalah Allah ke setiap penjuru dunia. Jaminan terhadap adanya gencatan senjata memperlebar ruang gerak dakwah beliau. Beliau berani mengambil langkah mundur untuk mempersiapkan sesuatu yang lebih besar.

Laqodkaana lakum fii Rosulillahi Uswatun Khasanah.

*