Aksi Lilin Bentuk Simpati Meninggalnya Fikri

Aksi lilin yang digelar malam (10/12) di depan perpustakaan Universitas Brawijaya (UB) merupakan aksi lanjutan dari Aliansi Mahasiswa Anti Kekerasan (AMAK). Menurut kordinator, aksi damai tersebut merupakan aksi yang bertujuan untuk melakukan penyadaran kepada khalayak ,khususnya mahasiswa dan umumnya semua Warga malang serta Indonesia. Selain itu karena pada hari ini telah meninggal dunia Fikri Dola Semantya atas kekerasan yang dilakukan seniornya pada saat ospek 12 oktober 2013.

Konsep acara yang dilakukan pada malam itu diantaranya aksi lilin, teatrikal, baca puisi tentang aksi kekerasan dan aksi meninggalnya Fikri. Menurut Salah satu Mahasiswa Universitas Brawijaya selaku kordinator aksi, aksi damai ini adalah aksi lanjutan dari aksi pertama (turun ke jalan) yang merupakan sebuah bentuk perlawanan kita dengan cara yang damai. “Karena kita cinta damai,” tegas mahasiswa berbaju kotak-kotak saat kami mintai keterangan saat aksi berlangsung. Aksi ini dilakukan di lingkungan UB karena lingkungan UB terutama perpus ramai akan pengunjung dan kampus UB merupakan kampus terdekat dengan Kampus ITN.

Menurut salah satu mahasiswi yang mengikuti aksi damai Ayu Setya Zulfika Mahasiswa Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya, sebelumnya ia mengetahui informasi kematian Fikri ini dari teman – temannya yang berasal dari Sumbawa. Terutama teman satu fakultasnya dari FMIPA.” Saya mengetahui aksi ini dari Agni, anak mataram sahabat dekat dari Fikri. Dia cerita bahawa anak ITN ada yg meninggal karena OSPEK. Sirka dari anak Nusa Tenggara Barat (NTB) bercerita ada masalah di ITN dan Fikri yang ternyata kena. Terus dari media internet juga,” jelas Mahasiswa jurusan Fisika angkatan 2013. Menurutnya simpati itu timbul tidak hanya satu kota saja dan itu merupakan hak semua mahasiswa untuk turut bersimpati atas tragedi ini.

(sumber : kavling10)