Dwi Christina Fauziyah DREAM, PRAY, ACTION

14Feb/18Off

Bencana Longsor di Bantaran Sungai Brantas Malang

Bencana alam seperti banjir dan longsor merupakan bencana yang sering kali melanda wilayah Indonesia. bencana banjir menjadi permasalahan setiap daerah di Indonesia. hal tersebut karena saat musim hujan bencana ini sering terjadi. Banyak faktor yang menyebabkan bencana banjir dan longsor terjadi, bukan hanya faktor alam namum faktor manusia juga kianmemperparah bencana ini. banjir dan longsor yang semakin meluas umumnya terjadi karena adanya kerusakan ekologis di daerah Aliran sungai (DAS) (Kementerian Kesehatan RI, 2016) . Bantaran sungai merupakan salah satu wilayah yang rawan tertimpa bencana baik banjir maupun tanah longsor. Hal ini dikarenakan bantaran sungai yang berbatasan langsung dengan sungai yang ditempatinya. Kerusakan ekologis yang terjadi di daerah aliran sungai yang biasanya terjadi karena banyak alih fungsi lahan di kawasan turut memperparah kondisi. Bencana longsor bisa terjadi kapanpun dan dipinggiran sungai manapun. Seperti longsor yang terjadi di bantaran Sungai Brantas, tepatnya Jl Brigjen Slamet Riadi Gang 3, RT 1/RW 6, Oro-Oro Dowo, Malang. Kejadian longsor terjadi pada Jumat, 19 Januari 2018 pukul 04.00 pagi dinihari. Longsor yang terjadi mengakibatan tiga rumah milik warga rusak, yaitu Idam Choliq, Budi Hari Permana dan Bu Jum. Ketiga warga mengalami kerugian sekitar 120 juta akibat hilangnya peralatan dapur yang jatuh ke sungai. Peristiwa longsor bermula ketika hujan turun dengan intensitas tinggi yang terjadi pada dini hari. Akibatnya, debit dan arus sungai meningkat. Menurut Kepala BPBD Kota Malang J Hartono(2018) dalam Surya Malang (2018), aliran air menggerus plengsengan yang menyebabkan plengsengan ambrol dan berdampak pada tiga rumah yang berada di atasnya. Mengantisipasi longsor susulan, warga yang mengalami musibah tanah longsor sudah di minta mengungsi. Sementara 15 Kepala Keluarga yang berada di lingkungan RT 01 di sepanjang bantaran sungai Brantas diminta tetap waspada. Kedepannya diharapakan warga dapat lebih mengutamakan keselamatan diri dan keluarganya. PP No 38/2011 menegaskan larangan untuk membangun rumah sepanjang pinggir sungai. Bupati Pesisir Selatan, Nasrul Abit di Painan menjelaskan jika masih ada masyarakat yang mau mendirikan rumah di pinggir sungai karena tidak ada lagi lokasi lain, maka berilah jarak minimal 50 meter dari bibir sungai.

 

Sumber:
Kementerian Kesehatan RI, 2016 Penyebab Terjadinya Longsor di Daerah Aliran Sungai (DAS).
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 38/2011 tentang Sungai.
Surya Malang (2018) Longsor di Bantaran Sungai Brantas Kota Malang Sejumlah Warga di Ungsikan. Dikutip di http://suryamalang.tribunnews.com/2018/01/19/longsor-di-bantaran-sungai-brantas-kota-malang-sejumlah-warga-diungsikan pada tanggal 9 Februari 2018.