0

Analisis Evaluasi Kemasan Produk “Bliss“ dengan Menggunakan Model VIEW

 Analisis Evaluasi Kemasan Produk “Bliss“ dengan Menggunakan Model VIEW

 

1. Ditinjau dari aspek Visibility

Pada dasarnya kemasan bliss telah meiliki kemampuan untuk menarik perhatian konsumen dengan warnya yang mencolok serta gambar yang mengilustrasikan kesegaran buah asli dengan didukung oleh tulisan “Blissyang begitu jelas. Dengan kemasan yang berwarna cerah (mencolok) yang dimiliki bliss, membuat produk Bliss lebih  menonjol daripada produk lainnya  di atas rak, hingga ia memotong citra merek. Sehingga kemasan-kemasan berwarna cerah yang dimiliki bliss sangat efektif untuk memperoleh perhatian konsumen.  Selain itu, sebagian produk bliss dalam versi botol memiliki desain kemasan unik dan  praktis yang dapat  meningkatkan visitabilitas produk nutrisari itu sendiri.

2. Ditinjau dari aspek Information

Kemasan bliss memuat informasi yang memadai, pada kemasan nutrisari juga tertera komposisi produk, instruksi penggunaan (baik diminum secara dingin), kehalalan produk dari MUI, dan juga tanggal kadaluwarsa produk bliss tersebut. Hal terpenting adalah bahwasanya pemberian informasi pada kemasan bliss tidak berlebihan sehingga tidak mengurangi nilai estetika pada kemasan tersebut.

3. Ditinjau dari aspek Emotional Banding (Daya Tarik Emosional)

Daya tarik emosional juga dimunculkan pada kemasan bliss, karena ketika konsumen mengamati ilustrasi pada produk tersebut, maka mereka akan membayangkan kesegaran buah alamiah yang diproses secara langsung dan higienis.

4. Ditinjau dari aspek Workability

Kemasan bliss mempunyai kemampuan untuk melingdungi isi produk dalam jangka waktu yang relatif lama, mudah disimpan dan mudah digunakan. Kemasan bliss

juga mampu melindungi dari kerusakan dan ramah lingkungan.

IKLAN POIN-PEMBELIAN (P-O-P)

·       Mengarah pada poin-pembelian, menjadi penengah akhir efektivitas, yakni bagi konsumennya.

·       Poin-pembelian, atau lingkungan toko, memberikan peluang akhir bagi para pemasar untuk mempengaruhi perilaku konsumen.

·       Para pebelanja adalah para penjelajah. Mereka sedang bersafari, berburu untuk tawar-menawar, produk baru dan berbagai item yang berbeda menambah kegembiraan pada kehidupan mereka sehari-hari. Tiga dari empat pebelanja membuka diri bagi pengalaman-pengalaman baru begitu mereka memjelajahi lorong-lorong pasar swalayan dan menelusuri tawar-menawar di toko obat dan perdagangan umum.

Spektrum Material P-O-P

·       Material di poin-pembelian mencakup beragam tipe tanda, penunjuk bergerak, spanduk, gantungan di rak-rak dengan tulisan beserta item-item lainnya.

  1. P-O-P Permanen: Mencakup display dan tanda-tanda yang segaja digunakan untuk jangka waktu enam bulan atau lebih. Namun, perhatian bahwan enam bulan waktu pembatas adalah konvensi sepihak yang ditetapkan oleh POPAI (Point – of – Purchase Advertising Institute).

  2. P-O-P Temporer : Mencakup display dan tanda – tanda yang sengaja digunakan kurang dari enam bulan.

  3. Media in store (di dalam toko): Mencakup material iklan dan promosi seperti radio P-O-P, iklan yang tertempel di kereta belanja,tulisan di rak pajangan,serta mesin penjual kupon. Juga perusahaan pihak ketiga (misalnya perusahaan lain selain produsen merek dan pengecer) menyelenggarakan media in-store tersebut.

Apa yang hendak dicapai P-O-P?

1.     Hasil bagi Produsen : P-O-P menjaga nama perusahaan dan nama merek sebelum konsumen melakukan penguatan kembali citra merek yang telah dibangun sebelumnya melalui iklan. P-O-P juga mengundang perhatian promosi penjualan dan membantu menstimulus rangsangan pembelian.

2.     Layanan bagi para Pengecer : P-O-P melayani dengan menarik perhatian konsumen dan meningkatkan minat konsumen dalam berbelanja hingga memperpanjang waktu yang dihabiskan di toko-keseluruhan cara tersebut mengarahkan pada peningkatan pendapatan serta profit bagi pengecer.

3.     Nilai bagi Konsumen :

·       Para konsumen disuguhi unit-unit poin-pembelian yang mengantarkan informasi bermanfaat serta mempermudah proses berbelanja.

·       Unit-unit P-O-P yang permanent maupun temporer memberikan nilai ini bagi konsumen dengan mengatur merek-merek tertentu terpisah dari item-item yang sama serta menyederhanakan proses seleksi.

Fungsi Material P-O-P :

1.     Memberi Informasi : merupakan fungsi komunikasi P-O-P yang paling mendasar. Tanda-tanda, poster, display, serta material P-O-P lainnya memberi sinyal pada konsumen menuju item-item spesifik dan menyediakan informasi yang mungkin bermanfaat. Display bergerak secara khusus efektif untuk tujuan ini. Display bergerak meskipun biasanya lebih mahal daripada display statis, mewakili suara investasi bisnis karena display tersebut secara signifikan menarik level-level perhatian yang lebih tinggi dari orang-orang yang berbelanja.

2.     Mengingatkan : reminding konsumen atas merek-merek yang sebelumnya telah mereka pelajari melalui media elektronik, cetak, atau media iklan lainnya. Peran pengingat ini melengkapi tugas yang telah ditampilkan oleh iklan sebelum konsumen memasuki toko.

3.     Mendorong : (Encouraging konsumen untuk membeli barang atau merek tertentu adalah fungsi ketiga P-O-P. Material P-O-P cukup efektif mempengaruhi pemilihan produk serta merek pada poin pembelian dan mendorong rangsangan pembelian.

4.     Merchandising : Fungsi merchandising perencanaan program penjualan, termasuk riset, pengemasan, periklanan, dan promosi lainnya untuk menciptakan permintaan yang besar terhadap suatu produk disajikan saat display poin-pembelian memungkinkan pengecer untuk memanfaatkan lantai ruangan secara efektif serta memicu penjualan eceran dengan mendampingi konsumen dalam penyeleksian produk serta merek.

Display-display Interaktif :

·       unit-unit terkomputerisasi dengan display kristal cair yang memungkinkan konsumen menjawab pertanyaan yang terkait dengan kategori produk kebutuhan mereka serta membantu dalam membuat pilihan produk dengan pemberian informasi yang cukup baik.

Salah Satu Hasil P-O-P: Meningkatkan Pembuatan Keputusan di dalam Toko

·       Berbagai studi perilaku konsumen dalam berbelanja menunjukan bahwa persentase tertinggi dari seluruh pembelian di pasar swalayan, toko-toko obat, serta gerai-gerai retail lainnya, adalah tak terencana

·       Point-Of-Purchase Advertising Institute (POPAI) mengadakan penelitian pada tahun 1995, dengan membandingkan rencana pembelian konsumen yang berbelanja, yang diperoleh selama wawancara awal dan pembelian sesungguhnya selama wawancara akhir, adalah mungkin untuk mengklasifikasi setiap pembelian merek ke dalam salah satu dari empat tipe perilaku pembelian:

  1. Terencana secara spesifik : Kategori ini mewakili pembelian suatu merek yang memiliki indikasi hendak dibeli oleh konsumen.

  2. Terencana secara umum : Klasifikasi ini berlaku bagi pembelian dimana konsumen yang berbelanja mengindikasikan suatu maksud untuk membeli produk tertentu (katakanlah, minuman ringan), tetapi tidak memiliki merek spesifik dalam benaknya.

  3. Pembelian Substitusi: Adalah pembelian di mana konsumen yang berbelanja tidak membeli produk atau merek tertentu yang mereka indikasikan dalam wawancara awal pembelian Substitusi.

  4. Pembelian Tak Terencana: Termasuk dalam topik ini adalah pembelian di mana konsumen tidak bermaksud membeli sebelumnya.

Dampak dari Display terhadap Penjualan Merek

·       Para praktisi benar-benar tertarik untuk mengetahui apakah biaya berbagai display khusus disesuaikan. Akan tetapi, baru pada beberapa tahun belakangan ini saja bukti riset yang bauk telah tersedia untuk menyediakan jawaban bagi pertanyaan ini. Dia penelitian secara khusus telah menguji dampak dari berbagai display terhadap penjualan sementara dari merek.

Penggunaan dan Pengabaian Material P-O-P :

·       Meskipun material P-O-P bisa jadi sangat efektif bagi para produsen dan menampilkan beberapa fungsi yang diinginkan bagi pengecer (retailer), fakta mengingatkan bahwa kemungkinan sebanyak 40-50% dari seluruh material P-O-P yang dipasok oleh para produsen tidak pernah digunakan oleh pengecer.

Alasan Mengapa Material P-O-P Tidak Terpakai.

1.     Disana tidak ada insentif bagi pengecer untuk menggunakan material P-O-P tertentu, karena tidak sesuai dan tidak memuaskan kebutuhan pengecar.

2.     Sebagian display memakan terlalu banyak ruang bagi sejumlah penjualan yang mereka gerakan.

3.     Sebagian material terlalu berat, terlalu sulit dipasang, terlalu tipis sekali, atau memiliki dampak konstruksi lainnya.

4.     Banyak tanda-tanda dan display tidak terpakai karena kekurangan daya tarik mata.

5.     Akhirnya, para pengecer prihatin bahwa berbagai display serta material P-O-P lainnya hanya membantu peningkatan penjualan dari suatu merek khusus dari produsen selama periode display tersebut tetapi penjualan pengecer dan provit untuk keseluruhan kategori produk tidak berkembang.

Mempersuasi Pengecer agar Menggunakan Material P-O-P : Langkah mendorong para pengecer untuk menggunakan material P-O-P adalah suatu masalah pemasaran yang mendasar. Hal ini adalah esensi pemasaran, dan di aplikasikan untuk mendorong penggunaan material P-O-P sebanyak mempromosikan abseptansi/penerimaan produk-produk mereka.

Material P-O-P harus di desain sehingga:

1.     Berada pada ukuran dan format yang tepat.

2.     Sesuai dengan dekorasi toko.

3.     Ramah terhadap pengguna.

4.     Di kirim ke toko ketika di butuhkan.

5.     Di koordinasikan secara tepat dengan aspek program komunikasi pemasaran lainnya.

6.     Atraktif, nyaman, sesuai, dan berguna bagi konsumen.

 download dalam bentuk doc >>>>     doc

download dalam bentuk Pdf  >>>>       pdf

 

0

segmentasi demografis dan psikografis, iklan positioning, budgeting dan goals

METODE SEGMENTASI PSIKOGRAFIS

Gaya Hidup

Segmentasi berdasarkan gaya hidup adalah metode terbaru dalam mengenali aspek dalam kehidupan orang-orang dalam melakukan pembelian. Hal ini melibatkan menanyai responden terhadap indikasi seberapa kuat mereka setuju atau tidak setuju terhadap serangkaian pernyataan (mungkin sebanyak dua puluh lima halaman pertanyaan) yang meliputi aktivitas mereka, minatnya, dan opini (yang disebut sebagai pertanyaan AIO /activities, interest, opinions ).

Dengan menganalisa tanggapan mereka, para pemasar dapat menentukan jika ada perbedaan antar kelompok konsumen. Jika pengelompokan tersebut ada, maka pemasar memiliki profil gaya hidup dari konsumen untuk setiap kelompok.

Para pemasar akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang gaya hidup, bagaimana pembelian suatu produk dalam gaya hidup mereka, produk lain apa yang mungkin mereka beli , dan jenis tema iklan apa yang akan menarik bagi mereka . Toko seperti Stuarts Department Stores yang memilih orang-orang dengan pendapatan di bawah sebagai sasaran mereka, memasukkan kebiasaan belanja mereka. Toko tersebut mengetahuiu, misalnya, bahwa orang-orang ini tidak akan membeli hadiah sesuai dengan musim sampai musim itu selesai.

Sumber referensi:
Albert Loudon and David Della Britta, Consumer Behavior : Concepts and Applications, , McGraw Hill.

Segmentasi Demografis

Segmentasi demografis dapat ditinjau dari beberapa kriteria berikut:

Usia

Target yang dibidik oleh produk ‘Mie Setan Malang’ dapat mencakup usia 6 tahun hingga 64 tahun ke atas. Rentang usia yang dituju meliputi siklus hidup anak-anak, remaja, hingga dewasa yang menggemari kuliner mie, khususnya mie pedas.

 Jenis Kelamin

Berdasarkan jenis kelamin, pasar yang dibidik dapat dari kalangan pria maupun wanita. Dalam hal jenis kelamin, segmentasi pasar bersifat universal karena yang ditawarkan ialah produk makanan, yang dapat dikonsumsi baik oleh pria maupun wanita.

 Pendapatan

Pasar yang dituju diasumsikan orang-orang yang berpendapatan sekitar Rp 1.000.000,00/bulan ke atas. Meskipun demikian, kalangan mahasiswa yang pada umumnya belum memiliki pendapatan juga dapat dibidik untuk memenuhi segmentasi pasar.

 Kelas Sosial

Produk ‘Mie Setan Malang’ cenderung membidik kelas sosial menengah bawah, menengah, menengah atas, hingga kalangan kelas atas karena harga yang ditawarkan untuk makanan mie pada umumnya dapat dikategorikan diatas standar rata-rata, yakni Rp 8.000,00 per porsi, sedangkan untuk produk serupa lainnya sekitar Rp 6.000,00 tiap porsinya.

 DEMOGARFIS JAWA TIMUR

Penduduk

Data jumlah penduduk dari hasil proyeksi yaitu sebesar 37.687.622 jiwa pada tahun 2011. Kota Surabaya mempunyai jumlah penduduk yang paling besar, yaitu 2.781.047 jiwa, diikuti Kabupaten Malang 2.459.982 dan Kabupaten Jember 2.345.851 jiwa.

Kepadatan penduduk Jawa Timur tahun 2011 adalah 786 jiwa setiap 1 km2. Kepadatan penduduk di kota, umumnya lebih tinggi disbanding dengan kepadatan penduduk di Kabupaten. Kota Surabaya mempunyai kepadatan penduduk tertinggi yaitu 8.400 jiwa/km2.

Tenaga Kerja

Jumlah pencari pekerja pada tahun 2011 sebesar 778.468 orang, naik 59,02 persen dibading tahun 2010. Yang sudah ditempatkan sebanyak 327.612 orang. Pemegang izin bekerja bagi WNA pada tahun 2011 sebanyak 1.417 orang, turun 6,03 persen disbanding tahun sebelumnya.

Transmigrasi

Jumlah Kepala Keluarga (KK) transmigrasi dari Jawa Timur menurut daerah asal pada tahun 2011 sebanyak 851 KK. Daerah yang menjadi tujuan terbanyak transmigran adalah Maluku Utara dan Sumatera Selatan. Jumlah KK transmigrasi pada tahun 2011 naik sebesar 26,64 persen.

Sedangkan daerah asal transmigran terbanyak adalah Kabupaten Madiun, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Ngawi yaitu masing-masing sebanyak 75 KK, 70 KK dan 55 KK.

Organisasi Masyarakat dan Partai Politik

Organisasi masyarakat yang tercatat di Badan Kesatuan Bangsa Provinsi Jawa Timur pada tahun 2011 terbesar adalah Organisasi LSM (499 organisasi), Organisasi Profesi (74 organisasi) dan Organisasi Fungsi (70 organisasi).

Pegawai Negeri Sipil

Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jawa Timur tahun 2011 sebanyak 457.956 orang, yang terdiri dari laki-laki sebanyak 250.769 orang dan perempuan sebanyak 207.187.

 contoh-contoh mengenai positioning dari beberapa Merek.

1. Bolu Pisang Villa

Makanan yang dijual di Batam oleh pasangan suami-istri Denni dan Selvi ini memposisikan produknya sebagai “Makanan Khas Batam”. Dan ini kemudian direfleksikan pada slogan Bolu Pisang Villa, yaitu “Batam, ya kek pisang Villa”. Dengan positionig yang dipilih ini menyebabkan konsumen akan mengingat produk ini untuk dibawa sebagai oleh-oleh jika mereka ke Batam.

 2. Teh Botol Sosro

Minuman teh dalam botol ini tentunya sudah sangat legendaris di Indonesia, semua orang pasti tahu dan sudah pernah mencoba minuman ini. Sosro bisa dikatakan memiliki positioning sebagai “Ahlinya minuman teh siap saji dalam kemasan”, hal ini bisa dianggap wajar karena teh botol Sosro merupakan pionir di industri ini (mungkin juga di dunia lho). Coba saja tanyakan pada teman-teman Anda, merek teh botol yang mereka tahu apa, mungkin 90% lebih jawabannya adalah teh botol Sosro. Dan bagaimana dalam iklan-iklan teh botol digambarkan minuman ini cocok untuk makanan apapun, situasi apapun, dan terakhir tentang ahlinya teh.

  3. Kapal Api

Produk kopi bubuk dalam kemasan ini juga merupakan salah satu produk legendaris di Indonesia karena telah ada sejak 1927. Merek kopi yang memposisikan dirinya sebagai “Aroma dan rasa yang khas dari sang ahli” ini juga merupakan pemimpin pasar dikategorinya. Dan yang tidak bisa dilupakan, produk ini pun awalnya bermula dari industri rumah tangga lho. Kemampuan menjaga kualitas produk yang terbuat dari biji kopi pilihan, sehingga menghasilkan aroma dan rasa yang khas membuat positioning yang dipilih semakin menguatkan Merek Kapal Api dalam benak konsumen.

Ref:

http://tgif-consulting.blogspot.com/2011/11/pentingnya-positioning-produk.html

cerita tentang tujuan (goals)

Penentuan tujuan merupakan langkah pertama dalam membuat perencanaan sehingga dalam pelaksanaannya nanti terarah sesuai dengan tujuan dan hasil yang ingin dicapai. namun demikian, banyak individu / organisasi yang salah kaparah dalam menentukan tujuan dengan cara membuat beberapa tujuan dalam sebuah perencanaan. Hal ini tentu akan membingungkan dan berakibat kurang maksimalnya hasil yang bisa dicapai.

  cerita tentang anggaran (budgeting)

Budgeting merupakan suatu fungsi planning dalam manajemen keuangan. Kegunaan dari analisas finansial adalah melihat keadaaan kerugian perusahaan pada masa lampau, akan diperoleh suatu pengalaman yang berharga untuk menentukan tindakan di masa yang akan datang. Tindakan dan kebijaksanaan untuk masa yang akan datang tersebut dalam manajemen terdapat pada fungsi planning, sedangkan pada manajemen keuangan fungsi itu terdapat pada budgeting.

Budgeting menunjukkan suatu proses, dari tadi tahap persiapan yang diperlukan sebelum dimulainya penyusunan rencana, pengumpulan data, dan informasi yang diperlukan, pembagian tugas penyusunan perencanaan, penyusunana rencana itu sendiri, implementasi dari rencana tersebut, sampai pada akhirnya tahap pengawasan dan evaluasi dari hasil perencanaan itu.

halaman download

download pdf : tugas marcom

download doc : tugas marcom

0

bentuk-bentuk marketing communication

1.     Periklanan

Periklanan merupakan komunikasi atau pesan-pesan penjualan yang dilakukan oleh perusahaan melalui sponsor atau lembaga lain di luar perusahaan dengan mengeluarkan sejumlah biaya. Iklan dapat dikatakan sebagai nonpersonal selling, karena penjualan tidak dilakukan secara langsung oleh seorang penjual. Iklan atau advertensi merupakan cara penyajian cetakan, tulisan kata-kata, gambar atau menggunakan orang, produk atau jasa yang dilakukan oleh suatu lembaga (perusahaan iklan) dengan maksud untuk mempengaruhi dan meningkatkan penjualan, meningkatkan pemakaian atau memperoleh suara, dukungan atau pendapat.

Periklanan membutuhkan biaya yang amat mahal, tetapi di satu sisi dapat dipakai demi membangun citra jangka panjang untuk suatu produk. Di sisi lain, periklanan dapat mendongkrak penjualan dengan cepat. Periklanan juga mempunyaibeberapa kelemahan. Walaupun dapat menjangkau banyak orang dengan cepat,periklanan tidak menyertakan manusia dan tidak dapat membujuk seperti wiraniaga. Pada umumnya periklanan hanya dapat menyampaikan komunikasi satu arah dengan para pemirsanya, dan pemirsa tidak merasa harus memperhatikan atau memberi reaksi. Iklan memiliki ciri-ciri presentasi publik, daya serap tinggi, ungkapan yang diperbesar dan tidak pribadi.

 

2.     Personal Selling

  • Menurut Kotler (2000), personal selling adalah penyajian atau presentasi pribadi oleh tenaga penjual perusahaan dengan tujuan menjual dan membina hubungan dengan pelanggan”.
  • Menurut Tjiptono (2004), personal selling adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian mencoba membelinya.

Penjualan perorangan adalah alat paling efektif pada tahap proses penjualan tertentu, terutama dalam membangun pilihan, keyakinan, dan tindakan pembeli. Dibandingkan dengan periklanan, penjualan perorangan mempunyai beberapa sifat yang unik. Metode ini memungkinkan interaksi pribadi antara dua orang atau lebih, sehingga setiap orang dapat mengamati kebutuhan dan karakteristik yang lain serta menyesuaikan diri dengan cepat. Penjualan perorangan juga memungkinkan semua jenis hubungan muncul, mulai dari hubungan penjualan semata-mata sampai kehubungan persahabatan mendalam. Wiraniaga yang efektif memelihara rasa tertarik pelanggan untuk membina hubungan jangka panjang. Terhadap penjualan perorangan, pembeli biasanya merasa perlu untuk mendengarkan atau memberi reaksi (Kotler, 2000).

 

3.     Public Relation

  • Public relation adalah upaya perusahaan untuk mendukung, membina citra perusahaan yang baik, dan menangani atau menangkal isu, cerita dan peristiwa yang dapat merugikan perusahaan yang dilakukan melalui pembinaan hubungan dengan masyarakat (Kotler, 2000).
  • Public relation adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide, barang atau jasa secara non personal, yang mana orang atau organisasi yang diuntungkan tidak membayar untuk itu (Tjiptono,2004).

Public relation merupakan pemanfaatan nilai-nilai berita yang terkandung dalam suatu produk untuk membentuk citra produk yang bersangkutan. Dibandingkan dengan iklan, public relation mempunyai kredibilitas yang lebih baik, karena pembenaran (baik langsung maupun tidak langsung) dilakukan oleh pihak lain selain pemilik iklan. Di samping itu karena pesan public relation dimasukkan dalam berita atau artikel koran, tabloid, majalah, radio dan televisi, maka khalayak tidak memandangnya sebagai komunikasi promosi. Public relation juga dapat memberi informasi yang lebih banyak dan lebih terperinci dari pada iklan.

 

4.     Sales Promotion

  • Promosi penjualan (sales promotion) adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan.
  • Promosi penjualan (sales promotion), yaitu insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan dari suatu produk dan jasa. Promosi penjualan termasuk berbagai jenis peralatan yang mempunyai sifat unik seperti kupon,  perlombaan, pemotongan harga, hadiah dan lain-lain” (Kotler, 2000). Promosi penjualan menarik perhatian konsumen dan memberikan informasi yang mengarah pada pembelian. Semuanya memberikan insentif kuat untuk membeli dengan menyediakan dorongan atau kontribusi yang memberikan nilai tambah bagi konsumen.
  • Menurut Tjiptono (2004), promosi penjualan adalah “bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan atau meningkatkan jumlah barang yang dibelipelanggan”. Melalui promosi penjualan, perusahaan dapat menarik pelanggan baru,mempengaruhi pelanggannya untuk mencoba produk baru, mendorong pelanggan membeli lebih banyak, menyerang aktivitas promosi pesaing, meningkatkan impuls ebuying (pembelian tanpa rencana sebelumnya) atau mengupayakan kerjasama yang lebih erat dengan pengecer.

 

download pdf : 1

download doc : 1

 

0

Mengapa saya ingin mempelajari Marketing Communication

Tujuan mempelajari marketing komunikasi agar saya lebih bisa memahami bagaimana kita berkomunikasi yang baik dalam proses marketing. Dengan mempelajari marketing communications maka kita akan mengerti  peran komunikasi dalam sebuah proses pemasaran. komunikasi pemasaran tergantung pada produknya, namun dalam penerapannya bertujuan untuk menciptakan, memperkenalkan, menyerahkan segala hal yang memiliki value dari produsen kepada konsumen:

  • Barang (makanan, minuman, kebutuhan kantor dsb)
  • Jasa (bioskop, kantor pengacara, jasa pengiriman dll)
  • Experience (Wahana Rama-Shinta, Sarana Terjun Payung dll)
  • Event (Pekan Raya Jakarta, Ngaben, Olimpiade)
  • Person (artis, olahragawan, public figure)
  • Tempat (area wisata, museum, situs sejarah)
  • Property (real estate, saham obligasi),
  • Organisasi (YLKI, Parpol, Yayasan Pecinta Satwa),
  • Informasi (ensiklopedia, film dokumenter, guides book, peta)
  • Ide / gagasan (solusi terhadap pemecahan masalah, konsultansi)

Komunikasi pemasaran meliputi tiga tujuan utama, yaitu untuk menyebarkan informasi (komunikasi informatif), mempengaruhi untuk melakukan pembelian atau menarik konsumen (komunikasi persuasif), dan mengingatkan khalayak untuk melakukan pembelian ulang (komunikasi mengingatkan kembali)

file PDF : Tugas Marketing Communication“Mengapa saya ingin mempelajari Marketing Communication

File Doc :Tugas Marketing Communication“Mengapa saya ingin mempelajari Marketing Communication

 

link : http://nanangsuryadi.lecture.ub.ac.id/

link : http://marcom.lecture.ub.ac.id/

0

Perbedaan komunikasi pemasaran jasa dengan komunikasi pemasaran jasa yang terintegrasi

PEMASARAN JASA
Perbedaan komunikasi pemasaran jasa dengan komunikasi pemasaran jasa yang terintegrasi

Komunikasi Pemasaran adalah usaha perusahaan untuk menginformasikan, mempengaruhi, dan mengingatkan konsumen, secara langsung atau tidak langsung, tentang produk dan merek yang mereka jual. Dengan kata lain, komunikasi pemasaran merupakan “suara” dari merek dan dapat membangun dialog dan hubungan dengan konsumen.

Fungsi Komunikasi Pemasaran terhadap konsumen adalah :
•    Konsumen dapat diberitahu atau diperlihatkan bagaimana atau mengapa suatu produk digunakan, oleh siapa, serta dimana dan kapan.
•     Konsumen dapat mengetahui siapa yang membuat produk, serta tujuan dari perusahaan dan merek
•    Konsumen dapat memperoleh insentif atau reward dari menggunakan produk

Bagi perusahaan, komunikasi pemasaran dapat menghubungkan merek mereka dengan banyak orang, tempat, event, merek lain, pengalaman, perasaan, dan lain-lain. Komunikasi pemasaran dapat memberikan kontribusi kepada brand equity (ekuitas/modal/kekuatan merek) dengan mengokohkan merek ke dalam memori dan menciptakan suatu brand image.

KOMUNIKASI PEMASARAN DAN EKUITAS MEREK

Komunikasi pemasaran terdiri dari 6 jenis komunikasi :
1.    Advertising (iklan) : adalah bentuk presentasi dan promosi non personal dari ide-ide, barang dan jasa dari suatu sponsor tertentu.
2.    Sales Promotion (promosi penjualan) adalah aneka bentuk insentif jangka pendek untuk mendorong penjualan barang atau jasa.
3.    Events and experiencies adalah kegiatan-kegiatan yang disponsori oleh perusahaan yang dimaksudkan untuk terciptanya interaksi yang istimewa dengan merek.
4.    Public relations and publicity adalah aneka ragam kegiatan yang dimaksudkan untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau suatu produk.
5.    Direct marketing adalah penggunaan surat, telephone, fax, e-mail, atau internet untuk berkomunikasi secara langsung dengan konsumen
6.    Personal selling adalah interaksi face to face dengan satu atau lebih konsumen prospektif untuk presentasi, menjawab pertanyaan dan menerima pesanan

Komunikasi pemasaran yang terintegrasi atau IMC merupakan suatu strategi dimana perusahaan menentukan dan mengintegrasikan berbagai jenis bauran komunikasi pemasaran yang terdiri dari advertising, sales promotion, public relation, personal selling, direct and online marketing untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan kembali konsumen; memperkuat sikap dan persepsi konsumen; dan berinteraksi dengan konsumen akhir maupun konsumen bisnis. Namun, untuk menerapkan berbagai jenis bauran komunikasi tersebut, perusahaan jasa memiliki strategi yang berbeda dengan perusahaan manufaktur karena sifat- sifat yang melekat pada jasa yakni intangibility, perishability, simultaneous production and consumption, dan heterogeneity. Misalnya perusahaan Fedex, salah satu perusahaan yang menawarkan layanan pengantar barang, strategi yang digunakan Fedex dalam iklannya adalah dengan menonjolkan tangible cuesnya untuk menarik pelanggan. Fedex menonjolkan bahwa kendaraan yang dipakai dalam mengantarkan barang pelanggan adalah kendaraan dengan ramah lingkungan. Hal tersebut dapat menstimulasi pelanggan untuk menggunakan jasa Fedex.

Pada gambar di atas menjelaskan bahwa komunikasi pemasaran jasa terjadi 3 komunikasi dari perusahaan, karyawan dan pelanggan.
a)    External marketing communication merupakan komunikasi pemasaran yang terencana yang terjadi oleh perusahaan kepada pelanggan melalui periklanan, promosi penjualan, public relation, dan pemasaran langsung.
Misalnya perusahaan mengkomunikasikan informasi mengenai produknya melalui iklan seperti media cetak maupun online.
b)    Interactive marketing merupakan interaksi yang terjadi antara karyawan dan pelanggan melalui bauran komunikasi pemasaran yang meliputi personal selling, customer service center, service encounters dan servicescape.
Misalnya karyawan yang menangani kompalain dari pelanggan mengenai produk yang ditawarkan melalui customer service center.
c)    Internal marketing merupakan komunikasi yang terjadi antara perusahaan dan karyawannya melalui vertical communication (antara atasan dan bawahan) dan horizontal communication (antar sesama jabatan yang setingkat).
Misalnya pada horizontal communication, manajer departemen pemasaran , departemen operasi jasa, departemen keuangan berdiskusi untuk menambah fasilitas layanan dalam menawarkan jasa kepada pelanggan seperti wifi.

1

Hello world!

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!

Copyright © 2017 — DonaMargareta | Site design by Trevor Fitzgerald