RSS
 

Archive for the ‘Sistem Informasi Sumberdaya Lahan’ Category

Studi Kasus Bencana Alam di Malang Raya dan Metode Pemetaan

13 Feb

Kota Malang Terancam Banjir Akibat Degradasi Lahan Pertanian

Image result for Kota Malang Terancam Banjir

 

Kejadian banjir yang terjadi baik di Kota Malang maupun di lahan pertanian yang ada di Kota Malang terjadi akibat adanya perubahan atau alihfungsi dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) dimana RTH memiliki fungsi sebagai daerah resapan air (Oktavia, 2016). Sehingga ketika daerah resapan hilang akibat dari alihfungsi lahan maka tidak menutup kemungkinan beberapa tahun ke depan Kota Malang akan terancam banjir. Menurut Satriawan (2012), Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan tempat tumbuhnya vegetasi-vegetasi, apabila dialih fungsikan maka vegetasi yang merupakan penutup tanah untuk mengurangi dampak dari hujan akan menghilang sehingga akan mengakibatkan bencana seperti erosi dan banjir. Hal ini didukung pula oleh Irwan (2005) yang menyatakan bahwa faktor utama banjir adalah hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama, sehingga apabila tidak ada daerah resapan air maka volume air akan terus meningkat dan terjadi banjir.

Dalam upaya untuk mengantisipasi banjir, perlu adanya kajian mengenai kerentanan daerah sering terkena banjir. Pemetaan daerah rawan tergenang banjir perlu dilakukan pemerintah agar dapat mengambil kebijakan yang tepat dalam menanggulai banjir serta mengurangi kerugian yang dialami. Metode skoring adalah sebuah metode yang menggunakan skor terhadap masing-masing kategori untuk menentukan tingkat kemampuannya dalam kasus banjir adalah kemampuan merusak. Menurut Sholahuddin (2016), penggunaan metode soring mampu memberikan pilihan baik dalam hal pengambilan kebijakan maupun pengantisipasian wilayah rawan banjir.

Menurut Sholahuddin (2016), tahapan dalam pemetaan dengan menggunakan metode skoring dapat dilakukan dengan melakukan pengolahan data curah hujan dengan analisis keruangan berupa interpolasi terhadap data curah hujan dari setiap wilayah kecamatan. Kemudian pengolahan data ketinggian wilayah rata-rata per kecamatan. Pengolahan data sungai dan luas daerah resapan air. Setelah itu, dilakukan analisis atribut berupa pemberian nilai skor untuk masing-masing parameter banjir dan nilai bobot untuk tiap kelas kerawanan. Dari hasil analisis atribut, dilanjutkan dengan analisis keruangan berupa tumpang susun peta-peta hasil analisis atribut, dan analisis kelas kerawanan banjir. Setelah itu, didapatkan peta dengan skoring daerah rawan terkena banjir, diharapkan pemerintah dapat mengambil kebijakan dan melakukan antisipasi setelah didapatkannya peta derah rawan banjir.

 

Daftar Pustaka

Irwan, Djamal. 2005. Tantangan Lingkungan & Lansekap Hutan Kota. Jakarta. Bumi Aksara.

Satriawan, Halus dan F. Zahrul. 2012. Teknologi Konservasi Tanah dan Air. Yogyakarta. Deepublish Publisher.

Solahuddin, Muhamad. 2016. SIG Untuk Memetakan Daerah Banjir Dengan Metode Skoring dan Pembobotan (Studi Kasus Kabupaten Jepara). Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro. Semarang.

Oktavia Hanum. 2016. Degradasi Lahan Pertanian Kota Malang Terancam Banjir. Diakses Online pada 12 Februari 2018. http://www.rri.co.id/post/berita/242758/daerah/degradasi _lahan_pertanian_kota_malang_terancam_banjir.html