Taman Kota Raya

Kota identik dengan banyaknya polusi, padatnya lalu lintas, dan sedikit vegetasi. Polusi yang dihasilkan dapt berupa polusi udara, air, suara, dan lain-lain. Polusi udara dapat di akibatkan dari adanya penggunaan bahan bakar yang tinggi dimana menghasilkan emisi gas karbon. Dengan semakin meningkatnya pertambahan jumlah penduduk, mengakibatkan ruang terbuka hijau di alihfungsikan menjadi areal pemukiman, gedung, jalan, dan sebagainya. Pertambahan penduduk juga mendorong masyarakat untuk memperoleh sarana transportasi. Sehingga lalu lintas semakin padat akan alat transportasi. Ha ini tentu menambah tingkat polusi udara yang disebabkan dari meningkatnya gas CO2.

Oleh karena hal di atas, maka diperlukan suatu taman bkan hana sbagai tempat masyarakat unuk melepaskan kejenuhan walau sesaat dari aktivitasnya, namun di satu sisi jugadiperlukan suatu taman untuk membantu dalam mengurangi emisi yang diakibatkan oeh beberapa hal di atas. Taman kota sangat berguna sekali karena unsur utama taman adalah tanaman, yang dalam proses fotosintesis akan mengeluarkan O2, O2 dipergunakan oleh makhuk hidup dengan bantuan sinar matahari.

Kebanyakan masyarakat yang hidup di dalam kota merupakan golongan orang yang memiliki rutinitas aktivitas tinggi setiap harinya. Terlepas dari segudang masalah yang menimpa mereka, rutinitas yang mereka jalani tentunya akan membuat merasa jenuh. Oleh karena itu, mereka pasti membutuhkan sarana hiburan. Hiburan yang sering ditemui di kota biasanya adalah bioskop, plasa, café dan sebagainya. Namun, tentunya dibutuhkan hiburan yang bersifat alami untuk menyegarkan otak dari kejenuhan. Oleh karena itu, adanya taman amat sangat membantu dalam hal ini. Taman mampu menyerap panas dari atmosfer yang dekat dengan permukaan tanah disekitar tanaman, sehingga daerah disekitarnya menjadi nyaman.

Ruang publik menjadi salah satu unsur terpenting dalam struktur ruang suatu kota seiring dengan proses pertumbuhannnya keberagaman budaya yang hidup di dalamnya. Dalam hal ini, ruang publik berfungsi sebagai tempat pertemuan antara individu dengan masyarakat sekitarnya, antara pemerintah dengan warga, antara penduduk setempat dengan pendatang. Semua peristiwa tersebut mejadi cara yang mampu mengakrabkan berbagai .

Ruang terbuka (open space) disebut juga sebagai natural space yang dapat mewakili alam di dalam dan sekitar kota. Ruang terbuka dapat dikatakan sebagai unsur ruang alam yang dibawa ke dalam kota atau lapangan terbuka yang dibiarkan seperti keadaaan aslinya. Penampilannya dicirikan oleh pemandangan tumbuh-tumbuhan alam segar daripada bangunan sekitar. Dimana tak ada tembok yang membatasi daerah tersebut.

Dinas Tata Kota, membagi Ruang Terbuka Hijau atas : a) Ruang Terbuka Hijau Makro, seperti kawasan pertanian, perikanan, hutan lindung, hutan kota dan landasan pengaman bandar udara. b) Ruang Terbuka Hijau Medium, seperti kawasan area pertamanan (city park), sarana olah raga, sarana pemakaman umum. c) Ruang Terbuka Hijau Mikro, lahan terbuka yang ada di setiap kawasan permukiman yang disediakan dalam bentuk fasilitas umum seperti taman bermain (play ground), taman lingkungan (community park), lapangan olah raga.

STANDAR TAMAN KOTA

Sedangkan, berdasarkan standar untuk perencanaan sarana lingkungan yang terdiri dari sarana olahraga dan daeah , taman untuk RTH dikelompokkan atas :

  • Taman untuk 250 penduduk, yaitu taman yang dibutuhkan oleh setiap 250 penduduk dimana fungsi taman tersebut sebagai tempat bermain anak-anak. Standar kebutuhan ruang 1 m2/penduduk. Lokasinya sebaiknya diusahakan sedemikian rupa sehingga merupakan faktor pengikat.
  • Taman untuk 2.500 penduduk, adalah taman yang diperlukan oleh sekurang-kurangnya 2.500 penduduk, disamping daerah-daerah terbuka yang telah ada pada setiap kelompok 250 penduduk. Daerah terbuka ini, sebaiknya merupakan taman yang dapat digunakan untuk aktivitas-aktivitas olahraga seperti volley ball, badminton dan sebagainya. Luas daerah terbuka yang diperlukan untuk ini sebesar 1.250 m2, dengan standar 0,5 m2/penduduk, lokasinya sebaiknya dapat disatukan dengan pusat kegiatan RW, yang terdapat TK, pertokoan, pos hansip, balai pertemuan dan lain-lain.
  • Taman dan Lapangan Olahraga untuk 30.000 penduduk, adalah ruang yang dapat melayani aktivitas-aktivitas kelompok di area terbuka, misalnya untuk pertandingan olahraga, upacara / apel dan lain-lain. Sebaiknya area ini taman yang dilengkapi dengan lapangan olahraga / sepakbola sehingga berfungsi serbaguna dan harus tetap terbuka. Peneduh dapat digunakan pohon-pohon yang ditanam disekelilingnya.Luas area yang dibutuhkan untuk sarana ini seluas 9.000 m2, dengan standar 0,3 m2/penduduk. Lokasi tidak harus di pusat lingkungan, tetapi sebaiknya digabung dengan sekolah, sehingga bermanfaat untuk murid-murid sekaligus berfungsi sebagai peredam bising atau kegaduhan (buffer)
  • Taman dan Lapangan Olahraga untuk 120.000 penduduk, dalam kelompok 120.000 penduduk setidak-tidaknya harus memiliki satu lapangan hijau yang terbuka, dengan fungsi yang hampir sama dengan hal diatas, lengkap dengan sarana olahraga yang permukaan lantainya diperkeras. Luas arae yang diperlukan untuk sarana tersebut adalah 24.000 m2 / 2,4 Ha atau dengan standar 0,2 m2/penduduk. Lokasi ini tidak harus dipusat kecamatan dan sebaiknya dikelompokkan dengan suatu sekolah.
  • Taman dan Lapangan Olahraga untuk 480.000 penduduk, sarana ini melayani penduduk sebanyak 480.000 penduduk. Bentuk taman dan lapangan olahraga ini dapat terdiri dari i) stadion, ii) taman-taman / tempat bermain, iii) area parkir dan iv) bangunan-bangunan fungsional lainnya. Luas area yanh dibutuhkan untuk aktifitas ini adalah sebesar 144.000 m2 (14,4 Ha) atau dengan standar 0,3 m2 / penduduk.
  • Jalur Hijau, selain taman-taman dan lapangan olahraga terbuka, masih harus disediakan jalur-jalur hijau sebagai cadangan / sumberdaya alam. Besaran jalur ini adalah 15 m2 / penduduk, lokasinya dapat menyebar dan sekaligus merupakan filter dari daerah-daerah indistri atau daerah-daerah yang menimbulkan polusi.
  • Kuburan, walaupun bukan taman namun kuburan juga berfungsi sebagai RTH, luasan sarana ini sangat bergantung dari sistem penyempurnaan yang dianut sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

PENGERTIAN TAMAN

Taman (Garden) diterjemahkan dari bahasa Ibrani, Gan berarti melindungi atau mempertahankan lahan yang ada dalam suatu lingkungan berpagar, Oden berarti kesenangan, kegembiraan, dan kenyamanan Secara lengkap dapat diartikan taman adalah sebidang lahan berpagar yang digunakan untuk mendapatkan kesenangan, kegembiraan, dan kenyamanan (Laurie, 1986 : 9).

Taman Kota Berdasarkan Rancangannya

Berdasarkan rancangannya taman kota terbagi atas :

a. Taman Alami (Natural).

Taman alami atau natural adalah suatu taman yang dibuat untuk memberikan kesan alami atau menyatu dengan alam. Taman alami sudah terbentuk sebelumnya, namun dalam penataannya disesuaikan dengan kondisi lahan kota, misalnya hutan kota, taman pengarah jalan, taman alami yang tumbuh dalam kota, dan sebagainya.

b. Taman Buatan (Artificial)

Taman buatan atau artificial merupakan sebuah taman yang elemen-elemennya lebih banyak didominasi dengan elemen buatan manusia. (Suharto, 1994 : 9).

Taman artificial dirancang untuk menyeimbangkan kondisi kota dan taman kota, antara lain bermanfaat untuk mengendalikan suhu, panas sinar matahari, pengendali angin, memperbaiki kualitas udara, untuk sarana bermain, rekreasi, memberikan kesenangan, kegembiraan, kenyamanan, sebagai pembatas fisik, pengontrol pandangan, dan lain sebagainya.

Taman Kota Berdasarkan Aktifitasnya

Ada tiga macam taman kota berdasarkan aktifitasnya :

a. Taman untuk rekreasi aktif.

Taman untuk rekreasi aktif adalah taman yang didalamnya dibangun suatu kegiatan pemakai taman, sehingga pemakai taman secara aktif menggunakan fasilitas didalamnya, sekaligus memperoleh kesenangan, kesegaran, dan kebugaran, misalnya taman olah raga, aerobic, fitness, camping ground, taman bermain anak, taman pramuka, taman jalur jalan, kebun binatang, danau, pemancingan, taman-taman kota dan sebagainya.

b. Taman untuk rekreasi pasif

Taman untuk rekreasi pasif adalah taman yanmg dibentuk agar dapat dinikmati keindahan dan kerindangannya, tanpa mengadakan aktivitas dan kegiatan apapun, misalnya waduk, hutan buatan, penghijauan tepi kali, jalur hijau, lapangan terbang, dan lainnya.

c. Taman untuk rekreasi aktif dan pasif.

Taman untuk rekreasi aktif dan pasif merupakan taman yang bisa dinikmati keindahan sekaligus ada fungsi lain dan dapat digunakan untuk mengadakan aktivitas, misalnya taman lingkungan. Taman lingkungan atau community park adalah suatu taman yang dibuat dan merupakan bagian dari suatu pemukiman, selain rumah ibadah, pasar, sekolah, dan lain-lainnya (Suharto, 1999 : 12-13)

ALUN-ALUN KOTA MALANG

Kota Malang memiliki 2 buah Alun – alun yang lokasi keduanya tidak terlalu berjauhan. Alun-alun tersebut  yaitu alun – alun balaikota yang berlokasi di Jl. Tugu.  Alun – alun ini lebih dikenal dengan sebutan Alun – alun Bundar yang merupakan salah satu bangunan tua yang ada di kota Malang.  sedangkan Alun – Alun yang satunya lagi  berada di Jl. Merdeka dan merupakan tempat berkumpulnya rakyat pada umumnya. Alun – Alun ini dikelilingi oleh beberapa bangunan tua seperti Masjid Jamii dan Gereja

Di beberapa tempat dari alun-alun kota Malang di kelilingi oleh beberapa bangunan. Antara lain adalah :

–       Dibagian Timur Alun-alun terdapat fasilitas perbelanjaan Ramayana Mall, Pertokoan ’Siswa’, Mitra Plasa, Gajah Mada Plasa.

–       Dibagian Utara Alun-alun, terdapat  Gramedia dan Mc Donald, dahulu terdapat Sarinah Plasa yang saat ini sedang direnovasi untuk dibangun  menjadi KFC, sedangkan bangunan lama ada Kantor BI, Kantor Pajak dan Gereja Katedral

–       Dibagian Barat Alun-alun, tidak ada bangunan baru tetapi masih berupa bangunan  lama seperti Gereja, Masjid dan Bank Mandiri

–       Dibagian Selatan juga tidak berubah namun hanya ada bangunan lama seperti Hotel Pelangi, SD. Kauman, Kantor Pos dan Kantor Dispenda.

Alun-alun kota Malang sendiri di desain dengan bentuk kotak persegi. Walaupun tidak sepenuhnya persegi, namun agak berbentuk trapesium. Di beberapa sudut alun-alun kota Malang terdapat pohon beringin. Fungsi dari pohon ini dapat menjadi peneduh bagi serta untuk keindahan taman. Di baian tengah alun-alun kota Malang terdapat kolam yang di tengahnya ada air mancur. Di sekeliling kolam air mancur ini terdapat lampu hias taman.

Di beberapa tempat dari alun-alun kota Malang disediakan kotak sampah berwarna kuning dan biru. Dimana fungsinya untuk membedakan sampah organik dan anorganik. Hal ini dapat membantu mempercepat proses daur ulang sapah. Tidak hanya itu, hal ini untuk mendorong masyarakat pengunjung alun-alun kota Malang untuk membuang sampah pada tempatnya dan sesauai jenisnya.

Di beberapa tempat dari alun-alun kota Malang juga disediakan tempat duduk bagi masyarakat pengunjung Di beberapa tempat dari alun-alun kota Malang disediakan. Tempat duduk ini dapat digunakan masyarakat melepas lelah setelah mengelilingi Di beberapa tempat dari alun-alun kota Malang disediakan, mengobrol, bahkan berpacaran.

Masjid agung jami’ terletak di seberang alun-alun kota Malang

AKTIVITAS

Sebagian orang memanfatkan alun-alun sebagai tempat mencari nafkah.

Aktifitas pengunjung pada pagi hari, sebagian dari pengunjung menikmati taman sambil mengobrol

aktivitas pengunjung sore hari, masyarakat dihibur dengan adanya pertunjukan topeng monyet

aktivitas pengunjung malam hari, masyarakat menikmati jagung bakar ditemani cahaya seadanya dari lamp taman

Beberapa pemandangan pepohonan dalam taman alun-alun Malang

DAFTAR PUSTAKA

Abdillah, Junaidy. 2005. Pola Penyebaran Taman Kota dan Peranannya Terhadap Ekologi di Kota Jepara.  Universitas Negeri Semarang : Semarang

Hello world!

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!