RSS Feed

Menuju Indonesia Emas 2045

10 November 2016 by Dinda Aditama

jajal2Indonesia emas 2045 bukanlah sebuah wacana, namun sebuah tujuan dilahirkannya Bangsa Indonesia. 29 tahun lagi menuju sebuah tujuan emas dari bangsa ini, dan juga genap usia Indonesia 100 tahun merdeka. Di tahun 2045, para pemimpin bangsa dan presiden Indonesia akan berasal dari kita yang sedang berstatus sebagai mahasiswa sekarang. Dengan konsep inilah pemuda semestinya bergerak dan menyadari dirinya, lebih dari itu pemuda harus bergerak bersama rakyat dan pemerintah untuk membangun bangsa. Generasi muda memiliki kecenderungan untuk bersikap antusias dalam menghadapi berbagai isu, baik yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan kehidupan mereka sehari-hari. Selain itu, idealisme yang terkandung dalam jiwa dan pikiran generasi muda memungkinkan generasi muda untuk memainkan peranan penting dalam kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Karena sifatnya ini, generasi muda menjadi kelompok yang potensial untuk mendukung pembangunan. pemuda memiliki kemampuan yang signifikan dalam memajukan negaranya. Pemuda juga menentukan arah tujuan dan masa depan bangsa. Selain itu pemuda juga menjadi pelaku aktif dalam proses pembangunan nasional serta berperan dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Pemuda kita ditantang untuk membawa iklim perubahan untuk bangsa dan negara yang lebih baik. Negara ini membutuhkan aksi kongkrit, bukan hanya gerakan parlemen di jalan atau pun di ruang rapat diskusi.

Generasi yang cerdas dan berbudi itu adalah generasi yang kuat berpijak pada kepribadian sebagai jati dirinya dan menghormati kepribadian dan jati diri orang lain. Selanjutnya dengan cerdas mendayagunakan perbedaan itu untuk disinergikan menjadi kekuatan yang mampu melenyapkan berbagai keterikatan duniawi dan malapetaka rohani. Untuk membangun generasi muda yang cerdas dan berbudi itu diperlukan dua ilmu. Ilmu yang disebut Guna Vidya dan Tattwa Adyatmika. Guna Vidya itu untuk mencerdaskan generasi muda agar memiliki keterampilan bahkan keahlian untuk dijadikan bekal mencari nafkah memelihara hidupnya. Sedangkan Tatwa Adyatmika adalah ilmu untuk mencerahkan jiwanya, sehingga sukses dan gagal dalam kehidupan duniawi itu tidak menyebabkan gelap mata terjerumus dalam derita duniawi dan malapetaka rohani.

Masa depan bangsa dan dunia ini adalah milik generasi muda. Karena itu, suatu bangsa akan menjadi maju apabila ada kesungguhan generasi tua menyiapkan generasi muda yang lebih cerdas dan lebih berbudi dari generasi sebelumnya. Inilah sesungguhnya kewajiban kita semuanya. Sebab, hidup bersama tanpa persatuan dan kesatuan yang positif tidak mungkin manusia bisa mengatasi penderitaan hidupnya di dunia ini. Kesatuan dan persatuan tidak akan memberikan manfaat apabila tidak diselenggarakan dengan cerdas dan bijaksana. Keanekaragaman itu semakin menggejala dalam berbagai bentuknya. Tidak saja berbeda suku, agama, ras, budaya, aliran politik, tetapi juga berbeda dalam gaya hidup.

Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggung jawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat. Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan untuk mengembangkan potensi generasi muda untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia dan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama.

Pada titik temu ini, pendidikan juga harus bisa membangun pola pikir (mindset) positif-optimistis dan landasan akademis yang kukuh sekaligus secara paralel menyiapkan kemampuan dan keterampilan teknis yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan dan persoalan. Modalitas tersebut kita harapkan bisa mengantarkan generasi yang cerdas, yaitu generasi yang memiliki pola pikir biaya sosial, politik, dan ekonomi dalam menyelesaikan berbagai tantangan dan persoalan, serta selalu berpegang pada pentingnya menjunjung tinggi harkat dan martabat. Menyiapkan generasi yang cerdas merupakan langkah awal dari ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana amanat pembukaan UUD 1945.

Kita semua menyadari, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, mobilitas barang maupun nonbarang (termasuk peradaban) sangatlah tinggi. Karena itu, sangat wajar dan dimungkinkan terjadinya dominasi peradaban tertentu atau konvergensi peradaban, bahkan bisa jadi benturan antar peradaban.
Sebagai bangsa besar, dengan modalitas yang sangat luar biasa, baik sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya kultural, maupun pengalaman dan kesempatan, sudah saatnya kita kepakkan sayap Garuda kita, lambang negara kita. Bangsa ini telah bersepakat menjadikan burung Garuda, burung yang gagah dan perkasa yang mampu terbang jauh dan tinggi melanglang angkasa, sebagai lambang negara kita, bukan burung cipret atau emprit.

Pendidikan merupakan sebuah proses untuk membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, mampu berpikir secara saintifik dan filosofis tetapi mampu mengembangkan potensi spiritualnya. Pendidikan seharusnya bukan semata-mata mengajarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan namun juga mampu mengembangkan nilai-nilai religius pada peserta didik sehingga secara terus-menerus dapat melakukan pencerahan di dalam qalbunya.

Oleh karena itu, tujuan pendidikan adalah membentuk karakter manusia seutuhnya agar menjadi manusia yang bertaqwa, menjadi individu-individu yang muttaqin dalam rangka melaksanakan tugas dari Allah swt menjadi khalifah di muka bumi sehingga mampu mengemban amanah ibadah dan amanah risalah dengan sebaik-baiknya. Pendidikan tanpa Guru, ibarat kebun tanpa pemiliknya. Guru, memiliki peran yang sangat strategis bagi dunia pendidikan. Karena dari semua komponen pendidikan yang ada seperti kurikulum, sarana prasarana, metode pengajaran, guru, siswa, orangtua dan lingkungan, yang paling menentukan adalah Guru. Ada sebuah ungkapan bahwa have good teachers, will have good nations. Guru memiliki kedudukan yang sangat mulia, dari merekalah tercipta generasi emas dengan peradaban manusia yang gemilang. Terlebih ia mengemban amanat untuk mewujudkan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Tantangan pendidikan di era informasi saat ini, mengharuskan Guru untuk lebih kreatif, inovatif dan inspiratif dalam mendesain kegiatan pembelajaran yang bermutu untuk menyongsong generasi emas Indonesia Tahun 2045. Dengan jumlah penduduk lebih dari 240 juta jiwa, Guru menjadi kunci utama keberhasilan sumber daya manusia yang tidak hanya produktif tetapi juga unggul dan religius. Ini juga tidak terlepas dari upaya pemerintah untuk bersinergi mencerdaskan anak bangsa. Karenanya pendidikan yang bermutu harus terus diupayakan oleh sang guru. Mereka adalah mutiaranya agent of change, pelaku perubahan agar menghasilkan manusia Indonesia yang religius, cerdas, produktif, andal dan komprehensif melalui layanan pembelajaran yang prima terhadap peserta didiknya, sehingga terwujud generasi emas tahun 2045.

Beberapa langkah strategis dan urgen bisa dilakukan untuk menyambut peluang kemajuan Indonesia di masa depan.Pertama adalah menata kualitas pendidikan melalui peningkatan kualitas guru dan pemberian beasiswa untuk kuliah di luar negeri. Penyelesaian masalah dan peningkatan kualitas pembangunan dimulai dari peningkatan kualitas SDM yang dapat dilakukan dengan menata pendidikan. Faktor krusial dalam pendidikan Indonesia adalah kualitas guru, sebab dalam segi anggaran pendidikan Indonesia sudah cukup tinggi. Kedua adalah membangun infrastuktur yang menunjang petumbuhan ekonomi di daerah-daerah. Dengan ini rakyat di semua pelosok negeri dapat secara mandiri terlibat dalam aktifitas perekonomian. Partisipasi kegiatan ekonomi ini akan memajukan kesejahteraan dan pada gilirannya akan memajukan aspek-aspek lain seperti pendidikan hingga politik. Ketiga adalah membangun pusat-pusat R&D di berbagai wilayah Indonesia untuk memicu industrialisasi. Hal ini strategis karena industrialisasi sangat penting untuk menciptakan lapangan kerja dan ditengah deindustrialisasi yang terjadi sekarang. Keempat adalah menegakkan hukum. Ini penting sebab dengan penegakan hukum yang adil maka biaya ekonomi akan ditekan, kerugian-kerugian ekologis, sosial dan politik bisa ditekan, stabilitas keamanan pun dapat dijaga.

Saya sendiri sebagai bagian dari generasi muda Indonesia bercita-cita ingin mendirikan perusahaan dibidang teknologi. Dengannya saya bisa menciptakan lapangan kerja sembari mentransfer pengetahuan yang saya peroleh melalui pendidikan tinggi, dan juga peran ini sangat strategis untuk memperbaiki berbagai masalah bangsa. Hal ini disebabkan masih banyaknya ditemui kelemahan dalam hal lapangan pekerjaan yang sering kita temui yaitu kita sebagai warga pribumi bangsa yang menjadi pegawai di perusahaan warga negara asing. Sehubungan dengan MEA yang mulai merasuk di bangasa ini, Kita sebagai pribumi tidak boleh tertindas oleh warga negara asing yang masuk ke Indonesia. Kita harus siap menghalau mereka dan menjadi bangsa emas 2045.