Skip to content

Cara mengamati dan menghitung spora

2018 May 16
by Dina Farahdilla

Tugas Epidemi Penyakit Tumbuhan mengenai Cara mengamati dan menghitung spora jamur dan bakteri.


TUGAS KULIAH EPIDEMIOLOGI PENYAKIT TUMBUHAN

Cara mengamati dan menghitung spora jamur dan bakteri

 

 

Oleh:

                                                Dina Farahdilla                    145040207111029

                                                Dita Chairunnisa                145040201111036

                                                Fiereza Bayu Putra             145040201111042

                                                Rizky Nanda G.P                 145040200111110

 Kelas : A

 

 

 

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

JURUSAN HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2018

 


Mikrobiologi adalah sebuah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari mikroorganisme (organisme hidup yang ukurannya terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan mata biasa) atau mikroba. Oleh karena itu objek kajiannya biasanya adalah alga miskroskopik, protozoa, archaea dan virus. Virus dimasukkan dalam obyek kajian walaupun sebenarnya ia tidak sepenuhnya dapat dianggap sebagai mahluk hidup. (Black, 2005)

Mikroorganisme adalah mikroba atau organisme yang berukuran sangat kecil sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat pembesar. Mikroorganisme seringkali bersel tunggal meskipun beberapa protista bersel tunggal masih dapat terlihat oleh mata telanjang dan ada beberapa spesies multisel yang tidak dapat terlihat oleh mata telanjang. Mikroorganisme biasanya dianggap mencakup semua prokariota, protista dan alga renik. Fungi terutama yang berukuran kecil dan tidak membentuk hifa, dapat pula dianggap sebagai bagiannya meskipun banyak yang tidak menyepakatinya. Hemasitometer adalah alat untuk menghitung jumlah sel atau partikel dalam volume tertentu cairan, dan dengan demikian menghitung konsentrasi sel dalam cairan secara keseluruhan.

Hemasitometer adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk melakukan perhitungan sel secara cepat dan dapat digunakan untuk konsentrasi sel yang rendah Hemasitometer pada mulanya diperuntukkan untuk menghitung sel darah, yang ditemukan oleh Louis-Charles Malassez.Bentuknya terdiri dari 2 counting chamber dan tiap chamber-nya memiliki garis-garis mikroskopis pada permukaan kaca. Luas total dari chamber adalah 9 mm2.Chamber tersebut nantinya akan ditutup dengan coverslip dengan ketinggian 0.1 mm di atas chamber floor.

Hemasitometer adalah Berupa slide kaca tebal berbentuk empat persegi panjang. Pada bagian tengahnya terdapat kotak sebanyak 400 buah, yakni terdiri dari 25 kotak besar. 1 kotak besar terdiri dari 16 kotak kecil sehingga berjumlah 400 kotak. Alat ini sangat akurat untuk menghitung kepadatan plankton yang ada dengan meletakkan gelas penutup diatasnya, maka dapat diketahui kedalaman kotak yakni 0,1 mm, panjang 1 mm dan lebar 1 mm. (alat ini juga sering dipakai dalam ilmu kedokteran yaitu untuk menghitung jumlah eritrosit pada sel darah merah). Yang hemocytometer diciptakan oleh Louis-Charles Malassez dan terdiri dari tebal kaca mikroskop slide dengan lekukan persegi panjang yang menciptakan ruang. Ruangan ini diukir dengan menggunakan laser-tergores grid dari garis tegak lurus. Perangkat ini disusun dengan hati-hati sehingga daerah yang dibatasi oleh garis yang diketahui, dan kedalaman ruang juga dikenal. Oleh karena itu mungkin untuk menghitung jumlah sel-sel atau partikel dalam volume tertentu cairan, dan dengan demikian menghitung konsentrasi dalam cairan sel-sel secara keseluruhan.

Pertumbuhan mikroorganisme dapat diukur berdasarkan konsentrasi sel (jumlah sel per satuan isi kultur) ataupun destilasi sel (berat kering dari sel-sel persatuan isi kultur). Dua parameter ini tidak selalu sama karena berat kering sel rata-rata bervariasi pada tahap berlainan dalam pertumbuhan kultur, kedua para meter tersebut juga tidak bermakna sama dalam penelitian mengenai biokimia mikroorganisme atau gizi mikroorganisme. Densitas sel adalah kuantitas yang lebih bermakna, sedangkan dalam penelitian mengenai inaktivitas mikroorganisme, kosentrasi sel adalah kuantitas yang bermakna (Pratiwi, 2008). Dibawah ini merupakan cara kerja dari Haemocytometer dalam hal menghitung spora sebagai berikut :

  • Menghitung jumlah spora atau sel
  1. Sel atau spora dipanen dari biakan dengan cara menuang 5 ml aquades kedalam cawan biakan sambil digosokan batang gelas bentuk L kemudian suspensi sel dipipet dan daimsukkan dalam gelas erlenmeyer 50 ml.Pemanenan diulangi lagi sampai mendapatkan 20 ml suspensi atau sampai sesuai yang dibutuhkan.
  2. Haemocytometer dibersihkan dengan menggunakan alcohol sampai benar-benar bersih, kemudian dikeringkan. Perlu diingat bahwa kotak pada haemocitometer ukurannya sangat kecil sehingga kemasukan satu butir debu saja sudah cukup menyumbat kotak.
  3. Suspensi spora dikocok kemudian dipipet dan diteteskan pada haemoytometer tepat pada ruang hitungnya, sebanyak satu tetes.
  4. Tetesan suspensi ditutup menggunakan gelas penutup dan dijaga agar tidak menjadi gelembung udara dala kotak-kotak haemocytometer.
  5. Preparat diamati dengan menggunakan mikroskop dan dihitung jumlah sel dalam setiap kotak. Jika antar kotak jumlahnya tidak seragam, ulangi langkah ke 3(dikocok lagi)
  6. Pada praktikum dihitung dari 3-9(ganjil) kotak ruang hitung, kemudian dirata-rata dan dihitung jumlah sel setiap koloninya

 

  • Mengukur mikroorganisme
  1. Gelas objek dibersihkan menggunakan alkohol 70% sampai bebas debu dan lemak, kemudian ditetesi aquades.
  2. Sel dipanen dari biakan dengan cara menuang 5 ml aquades kedalam cawan biakan sambil digosokan batang gelas bentuk L kemudian suspensi sel dipipet dan daimsukkan dalam gelas erlenmeyer 50 ml.Pemanenan diulangi lagi sampai mendapatkan 20 ml suspensi atau sampai sesuai yang dibutuhkan.
  3. Massa sel diambil menggunakan jarum ose,kemudian diletakkan di atas gelas obyek kemudian ditutup dengan gelas penuup dan dijaga agar tidak timbul gelembung udara.
  4. Preparat diamati dengan menggunakan mikroskop pada pembesaran dimana obyek terlihat paling jelas.
  5. Micrometer okuler diasang dalam lensa okuler untuk mengukur obyek dengan menggunakan skala yang ada dalam micrometer okuler, dengan cara menggeser-geser meja benda pada mikroskop dam memutas lensa okuler sampai tepat pada obyek yang di ukur.
  6. Pada praktikan dilakukan pengukuran panjang 5 sel dan lebar 5 sel kemudian ukuran sekala dicatat pada table pengamat.
  7. Setelah selesai mengukur obyek denga sekala okuler, preparat diambil dari menja benda kemudian diganti dengan micrometer obyektif untuk kalibrasi skala micrometer. Harus diingat bahwa pembesaran lensa mikroskop yang digunakan hars sama antara pengukuran selnya.
  8. Skala micrometer okuler (SMOK) diatur supaya berimpit dengan skala micrometer obyektif (SMOB), dengan cara menggeser-geser mejabenda pada mikroskop dan memutar lensa okuler.
  9. Setelah garis skala masing-msing ada yang saling berimpit, dilakukan kalibrasi dengan cara membandingkan kesetaraan SMOK danSMOB, yaitu denganmenghitung jumlah SMOK dan jumlah SMOB.
  10. Dalam praktikum kalibrasi atau penyetaraan dilakukan sebanyak 5 kali,untuk mendapatkan ukuran 1SMOK: x smob
  11. Kemudian dihitung ukuran sel menurut ukuran mikrometer obyektif( 1SMOB= 10 µm).

(Suharjono, 2006)


DAFTAR PUSTAKA

Black, 2005.mikrobiologi dasar untuk universitas.triarga;semarang

Pratiwi, 2008. Seleksi dan Karakterisasi Mikroba Antagonis.Depok:UI

Suharjono, 2006. Karakteristik dan pertumbuhan sel.Jurusan Biologi FMIPA Universitas Brawijaya. Malang.