Comments Off on jawaban UTS

jawaban UTS

2010
04.23

1. Jelaskan bagaimana hubungan E-Commerce terhadap Supply Chain Management
Berkat kecanggihan teknologi, E-commerce memberikan informasi yang menyeluruh tentang, karakteristik produk, karakteristik industri, karakteristik penjual dan karakteristik pembeli. Sehingga dapat mempermudah dalam melakukan perancangan rantai pasokan. Dalam hal ini, perusahaan bisa melakukan penghematan baik waktu dan biaya yang akan dihabiskan dalam hal rantai pasokan. Peningkatan intensitas produksi perusahaan tentu harus didukung oleh manajemen rantai pasokan yang baik pula. Pasokan yang akan di atur untuk masuk dalam produksi harus bisa di atur dengan mudah. Manajemen rantai pasokan tersebut bisa diatur dengan mudah melalui direktori online yang tentunya sangat membantu perusahaan untuk melakukan pengawasan dengan baik. Sehingga menghindari adanya kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi karena human error. Supply chain management selalu mempunyai masalah mengenai idle time waktu pemesanan dengan waktu pengiriman dan waktu kedatangan waktu barang yang telah dibutuhkan dalam kegiatan operasionalnya. Hal ini bisa diatasi dengan sistem yang canggih dan terintegrasi dengan otomatisasi database. Dengan hal ini sistem yang akan bekerja secara otomatis untuk mengaturnya.  Para pemesan dapat memesan barang yang menjadi bahan baku dalam aktivitas produksinya dengan melalui direktori online yang disediakan oleh perusahaan vendor mereka. Sehingga dengan E-commerce ini tentunya dengan mudah melakukan berbagai hal mengenai Supply Chain Management yang tentunya dapat meningkatkan tingkat efisiensi dan efektivitas perusahaan baik dalam hal waktu maupun biaya yang dikeluarkan.

2. Jelaskan bagaimana E-Commerce dapat mengurangi siklus waktu, meningkatkan kinerja karyawan dan memberikan dukungan terhadap memfasilitasi pelanggan.

E-commerce hal ini dapat mengurangi siklus waktu, meningkatkan kinerja karyawan, dan memberikan dukungan terhadap memfasilitasi pelanggan. Hal ini tercermin di perusahaan-perusahaan yang telah melakukan atau mengaplikasikan e-commerce secara konsisten dan sudah terintegrasi melalui sistem yang modern. Sehingga sistem tersebut tertata rapi di database perusahaan. Dalam hal mengurangi siklus waktu sudah dibicarakan mengenai supply chain management di atas. Dimana perusahaan bisa menghemat idle time mereka dengan baik dan konsisten dengan e-commerce.
Dalam hal meningkatkan kinerja karyawan, perusahaan menggunakan e-commerce untuk melakukan koordinasi alur kinerja mengenai melalui direktori online. Peningkatan kinerja tersebut dapat terlihat dari pemberian tugas dengan lebih terstruktur dan kemudahan akses bagi karyawan mengenai apa yang harus mereka lakukan besok di pagi hari di kantor mereka. Sehingga karyawan dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya secara dini untuk pekerjaan yang ttelah menanti esok hari. Sehingga perusahaan dapat meningkatkan kinerja karyawan melalui e-commerce.
Dalam hal e-commerce memfasilitasi pelanggan tentu saja hal ini sangat benar. Ditinjau dari kegunaan e-commerce itu sendiri, e-commerce dapat memanjakan pelanggan dengan direktori online melalui official website perusahaan yang telah dirancang untuk memudahkan calon pelanggan mereka. Kemudahan akses dan pemberian layanan secara baik, akan mempunyai nilai lebih di mata konsumen yang telah melakukan aktivitas di direktori online perusahaan. Maka dari itu e-commerce sangatlah membantu pelanggan.

3. Bandingkan antara “Marketplaces” dengan “Marketspaces”. Apa keunggulan dan keterbatasan masing-masing!

Marketplaces merupakan suatu lokasi di internet, di mana suatu  perusahaan dapat memperoleh atau memberikan informasi, mulai  transaksi pekerjaan, atau bekerja sama dalam pekerjaan apapun.
• Keunggulan marketplaces:
1. Mempunyai akses penjualan dan pembelian secara jelas dan nyata.
2.Mempunyai tingkat kepercayaan yang lebih jelas dan tinggi diantara penjual dan pembeli.
3. Barang yang dijual atau dibeli dapat diamati dengan mudah mengenai kualitas dan kondisi barang.
4. Tidak ada pihak manapun yang merasa tertipu dalam aktivitas pembelian maupun penjualan.
.• Kelemahan Marketplaces:
1. Informasi yang harus dibeli untuk mendapatkan barang oleh pembeli lebih terkesan mahal.
2. Tingkat aksesibilitas yang lebih rendah.
3. Tidak terjadinya proses jual beli bila pembeli dan penjual tidak dalam satu lokasi.
4. Informasi mengenai harga, mutu, dan kualitas barang yang rendah.
Marketspace adalah pasar di mana para penjual dan para pembeli menukar jasa dan barang-barang untuk uang atau untuk jasa dan barang-barang lainnya, yang dilakukan secara elektronik.
• Keunggulan marketspace:
1. Dapat mempunyai informasi yang lebih mengenai barang yang diperdagangkan.
2. Pembeli lebih murah dalam mencari nformasi mengenai barang yang akan dibelinya.
3. Memungkinkannya pembeli dan penjual untuk melakukan aktivitas perdagangannya walaupun tidak dalam satu lokasi.
4. Pembeli mempunyai aksesibilitas yang baik dalam melakukan pembelian barang yang diinginkannya.
• Kelemahan Marketspaces:
1. Rentan terhadap penipuan.
2. Kualitas barang yang tidak terjamin 100% dengan kualitas sebenarnya.
3. Adanya idle time untuk mendapatkan barang yang telah dibeli oleh seorang pembeli.
4. Tingkat kepercayaan yang relatif rendah.

4. Bandingkan harga Sony digital Camera pada: shopping.com, mysimon.com, bottomdollar.com, bizrate.com, dan pricescan.com. Situs mana yang memberikan harga terbaik? Dimana anda mendapatkan informasi terbaik?

Situs yang memberikan harga terbaiknya tergantung pada seri Sony digital camera dan specifikasinya adalah shopping.com, walaupun situs-situs yang lain memberikan selisih harga yang tidak jauh berbeda, bahkan hanya dalam sen akan tetapi shopping.com-lah yang memberikan harga terendah. Perbandingan yang saya lakukan adalah terhadap harga Sony Cyber-shot W330 dimasing-masing situs diatas.
Informasi terbaik juga berikan oleh shopping.com mengenai harga dan karakteristik dari Sony Cyber-shot W330 jika dibandingkan dengan situs-situs lainnya.

5. Jelaskan bagaimana trust, kepuasan, loyalitas konsumen pada E-Commerce.

Trust (Kepercayaan)

Kepercayaan

Dalam hal ini dalam arti dimana sebuah perasaan dimana seorang pelanggan akan merasa percaya untuk melakukan aktivitas dengan vendor yang dikehendakinya. Kepercayaan yang didapat konsumen didapat dari jaminan rasa aman yang diberikan pada layanan E-commerce. Berikut ini cara meningkatkan kepercayaan di e-commerce.
Bundel merk yang berkualitas dan terjamin.
Pengaturan sistem keamanan vendor yang terjamin. Sehingga pelanggan merasa aman dan nyaman ketika melakukan transaksi.
Meningkatkan interaksi antara penjual dan pembeli dengan harapan dapat meningkatkan kepercayaan diantara keduanya.
Kepuasan
Kepuasan konsumen selalu menjadi tujuan dari dalam setiap bisnis, termasuk dalam E-Commerce. Berdasarkan hasil penelitian, reaksi konsumen (tingkat kepuasan) ketika bertransaksi secara on-line adalah sebagai berikut  :
80% dari kepuasan tertinggi konsumen online menginginkan untuk berbelanja kembali dalam 2 bulan.
90% menginginkan untuk memberikan rekomendasi vendor kepada yang lain.
Bagaimanapun, 87% pelanggan yang tidak puas akan meninggalkan vendor mereka secara permanen tanpa memberikan komplain mereka.
Loyalitas
Loyalitas yaitu suatu tingkat kepercayaan dimana seorang pelanggan akan setia dengan suatu penyedia atau vendor dan merk tertentu dan pelanggan tersebut melakukan pembelian kembali dan secara berulang.  Loyalitas pelanggan tidak hanya  akan meningkatkan penjualan dan meningkatkan keuntungan perusahaan, juga menguatkan image vendor tersebut dipasar. Sehingga apabila dihubungkan dengan e-commerce, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa bagaimana pelanggan yang telah menggunakan fasilitas e-commerce pada vendor tertentu akan setia melakukan aktivitas online mereka pada vendor tertentu. Loyalitas konsumen menjadi sulit dipertahankan karena semakin

6. Jelaskan bagaimana penerapan segmentasi pada E-Commerce.
Dalam segmentasi bila diterapkan melalui e-commerce meliputi beberapa hal baik segmentasi produk,segmentasi pasar, segmentasi pelanggan dan lainnya. Proses segmentasi yang disain oleh vendor online pada pinsipnya sama dengan vendor offline yang telah ada. Tetapi dalam e-commerce ini dituntut untuk melakukan inovasi layanan mengenai kemudahan online yang ditawarkan oleh vendor online tersebut. Segmentasi pada e-commerce akan memudahkan para vendor online untuk bisa melakukan bidikan secara tepat dalam aktivitas B2B dan B2C yang telah mereka terapkan. Sehingga vendor tersebut bisa mempertahankan bisnis mereka secara terus menerus.

7. Cari contoh 3 situs yang menerapkan B2B menggunakan E-Commerce. Berikan gambaran tentang situs-situs tersebut.
www.alibaba.com
Dalam situs tersebut memberikan penawaran baik untuk aktivitas sell or buy, serta untuk supplier yang akan bergabung. Kita bisa melakukan join secara free dan bisa melakukan cek barang yang tersedia dengan memasukkan barang yang akan kita cari dengan juga menentukan tempat barang tersebut tersedia. Baik secara region maupun semua negara. Dalam situs ini menawarkan berbagai keperluan, mulai keperluan agriculture, teknologi dan sebagainya.
www.eceurope.com
ECeurope dalam profilnya menyatakan bahwa mereka adalah sumber terbesar the international trade lead. Dimana lebih dari 560.000 bisnis telah terdaftar untuk meningkatkan penjualan mereka, menurunkan biaya supplier, dan menemukan kontak bisnis baru. Kategori Trade lead yang mereka tawarkan mulai aerospace sampai utilities. Berbeda dengan www.alibaba.com, situs ini dalam search engine mereka juga bisa mencari berdasarkan rating, public atau private sectore dan lain sebagainya. Sehingga informasi yang kita dapatkan lebih fokus dan terarah.
www.ecplaza.net
Dalam situs ini dasarnya sama dengan kedua situs diatas. Mereka menawarkan konsep B2B di site mereka. Tetapi dalam disain dan fitur webnya cukup sederhana dibandingkan dengan kedua site diatas. Akan tetapi dalam site ini memperlihatkan history dalam kegiatan B2B yang telah dilakukan dan dilengkapi dengan hot keywords yang tentunya memudahkan para pengunjung site ini. Kategori yang ditawarkan yaitu mulai dari animal&vegetables sampai services.

Hello world!

2010
03.30

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!

Comments Off on tugas 2

tugas 2

2010
03.28

Seiring dengan perkembangan jaman, kita diuntungkan dengan adalah perdagangan online. Tidak perlu lagi memikirkan jarak, waktu atau uang ekstra yang harus dikeluarkan demi emndapatkan suatu barang yang kita inginkan.
Berbagai toko online muali berkembang, mereka menjual barang dengan kelebihan-kelebihannya masing-masing. Sebagai bahan pertimbangannya kita dapat membaca artikel berikut yangakan menggambarkan sedikit tentang toko-toko online tersebut.

General Store

Adalah toko yang menjual berbagai produk barang secara bersamaan. Toko-toko seperti ini paling atau umum ditemukan, mereka menawarkan keanekaragaman produk. Contoh general store adalah .

Specialized Store
Berbeda dengan general store, specialized store hanya menjual satu produk barang, yang menjadi ciri khas dari toko tersebut. Contohnya, toko alat-alat musik, mereka hanya menjual alat musik dan perlengkapan yang mungkin menjadi kesatuan dari alat musik yang mereka jual.

Regional Versus Global store
Berdasarkan definisinya dapat diartikan bahwa regional store hanya melayani penjualan suatu barang hanya pada suatu wilayah tertentu. Ini bukan berarti mereka tidak melayani wilayah-wilayah lainnya, akan tetapi toko-toko mereka mungkin dibagi menjadi beberapa wilayah yang kemudian melayani penjualan produknya pada daerah tersebut. Sistemnya terdesentralisasi.
Sedangkan global store adalah kebalikan dari regional store. Mereka memasarkan atau menjual produknya secara global dengan standard mutu yang sama untuk setiap produknya (produk massal), menerapkan sistem sentralisai.

Pure online organizations merupakan jenis stores yang hanya fokus pada aktivitas online saja tanpa menggabungkannya dengan aktivitas offline contoh dari store ini adalah softpedia.com yang merupakan situs yang menjual bermcam-macam software, contoh lain adalah sciencedirect.com yang merupakan situs yang menjual bermacam-macam jurnal secara online.Clik and mortar stores merupakan salah satu dari bentuk toko yang menggabungkan antara system online dan offline. Contoh dari jenis toko ini adalah wal-mart. Cara kerja toko ini sebagai berikut, konsumen dapat memesan barang yang dibutuhkan melalui media online yaitu internet. Kemudian konsumen mengambil barang tersebut langsung ke toko tersebut ataupun dapat melalui system delivery order. Salah satu keunggulan dari toko ini adalah konsumen dapat melihat barang-barang yang dijual beserta harganya.

DAFTAR PUSTAKA

General Store, [online], (http://en.wikipedia.org/wiki/General_store, diakses tanggal 28 Maret 2010)

Merysta veny, 2009, Generalized dan Spesialized E-Mall, [online], (http://venymerysta.wordpress.com/tag/e-commerce/, diakses tanggal 28 Maret 2010)

Brick and mortar business, [online], (http://en.wikipedia.org/wiki/Brick_and_mortar_business, diakses tanggal 28 Maret 2010)

Comments Off on

2010
03.11

Definisi e commerce

E-commerce atau Perdagangan elektronik adalah kegiatan penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-commerce ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.

e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas,
tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.

Sejarah e-commerce
E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.

Bentuk-bentuk e-commerce
E-Commerce (electronic commerce) merupakan salah satu teknologi yang berkembang pesat seiring dengan kehadiran internet dalam kehidupan kita. Ecommerce sendiri berasal dari layanan EDI (Electronic Data Interchange), layanan EDI ini telah berkembang sedemikian pesatnya di negara-negara yang mempunyai jaringan komputer dan telepon. Jika sebelumnya kita telah sering menggunakan media elektronik seperti telepon, fax, hingga handphone untuk melakukan perniagaan / perdagangan, sekarang ini, kita dapat menggunakan internet untuk melakukan perniagaan. E-Commerce memiliki beberapa jenis, yaitu:
Business to business (B2B):Bisnis antara perusahaan dengan perusahaan lain
Business to consumer (B2C):Retail, sifatnya melayani pelanggan yang bervariasi
Consumer to consumer (C2C):Sifarnya lelang (auction)
Government: G2G, G2B, G2C, yang melakukan layanan terhadap perusahaan untuk keperluan bisnis hingga melayani masyarakat

Manfaat E-Commerce :
Revenue stream baru
Market exposure, melebarkan jangkauan
Menurunkan biaya
Memperpendek waktu product cycle
Meningkatkan customer loyality
Meningkatkan value chain
Perkembangan e-commerce di Indonesia sendiri telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D-Net (www.dnet.net.id) sebagai perintis transaksi online. Wahana transaksi berupa mal online yang disebut D-Mall (diakses lewat D-Net) ini telah menampung sekitar 33 toko online/merchant. Produk yang dijual bermacam-macam, mulai dari makanan, aksesori, pakaian, produk perkantoran sampai furniture. Selain itu, berdiri pula http://www.ecommerce-indonesia.com/, tempat penjualan online berbasis internet yang memiliki fasilitas lengkap seperti adanya bagian depan toko (storefront) dan shopping cart (keranjang belanja). Selain itu, ada juga Commerce Net Indonesia – yang beralamat di http://isp.commerce.net.id/. Sebagai Commerce Service Provider (CSP) pertama di Indonesia, Commerce Net Indonesia menawarkan kemudahan dalam melakukan jual beli di internet. Commerce Net

Indonesia sendiri telah bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang membutuhkan e-commerce, untuk melayani konsumen seperti PT Telkom dan Bank International Indonesia. Selain itu, terdapat pula tujuh situs yang menjadi anggota Commerce Net Indonesia, yaitu Plasa.com, Interactive Mall 2000, Officeland, Kompas Cyber Media, Mizan Online Telecommunication Mall dan Trikomsel.
Kehadiran e-commerce sebagai media transaksi baru ini tentunya menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjual (retailer). Dengan menggunakan internet, proses perniagaan dapat dilakukan dengan menghemat biaya dan waktu.

Perkembangan e-Commerce di Indonesia pada tahun-tahun mendatang.

Seiring dengan perkembangan teknologi E-commerce sebetulnya dapat menjadi suatu bisnis yang menjanjikan di Indonesia. Hal ini tak lepas dari potensi berupa jumlah masyarakat yang besar dan adanya jarak fisik yang jauh sehingga e-commerce dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Dengan memperhatikan kondisi perekonomian Indonesia, terutama daya beli masyarakat yang masih rendah dan infrastruktur telekomunikasi yang tidak merata di daerah-daerah lainnya, membuat e-commerce tidak begitu populer. Hal ini tak lepas dari jumlah pengguna internet di Indonesia yang hanya sekitar 8 juta orang dari 215 juta penduduk. Namun, jika kita teliti lebih lanjut dapat kita sadari bahwa e-commerce mulai berkembang dikalangan masyarakat muda Indonesia yang menggunakan jaring sosial, seperti facebook,untuk melakukan transaksi jual-beli.
Dengan menggunakan teknologi informasi, e-commerce dapat dijadikan sebagai solusi untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan perusahaan dan menghadapi tekanan bisnis. Penggunaan e-commerce dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktivitas perusahaan, sehingga dapat meningkatkan daya saing perusahaan. Meskipun relatif banyak perusahaan yang sudah memasang homepage, hanya sedikit yang memfungsikannya sebagai sarana perniagaan/perdagangan online. Sebagian besar homepage itu lebih difungsikan sebagai media informasi dan pengenalan produk. Menurut Adji Gunawan, Associate Partner dan Technology Competency Group Head Andersen Consulting, secara umum ada tiga tahapan menuju e-commerce, yakni: presence (kehadiran), interaktivitas dan transaksi. Saat ini, kebanyakan homepage yang dimiliki perusahaan Indonesia hanya mencapai tahap presence, belum pada tahap transaksi. Pada akhirnya, perkembangan teknologi dan peningkatan pengguna internet di Indonesia akan membuat e-commerce menjadi suatu bisnis yang menjanjikan.
Referensi http://www.sentralweb.com/
www.cert.or.id/~budi/presentations/e-commerce-indonesia.ppt
http://www.baliorange.web.id/pengertian-ecommerce/