Padi Hibrida Picu Serangan Wereng

Posted: 26th May 2010 by dietdy in Uncategorized

Padi Hibrida Picu Serangan Wereng

SUMBER : REPUBLIKAONLINE.COM

Rabu, 19 Mei 2010, 12:16 WIB

Smaller Reset Larger
Anis Efizudin/Antara

Padi Hibrida Picu Serangan Wereng

Serangan wereng

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Serangan hama wereng batang coklat terhadap lahan-lahan persawahan kian mengkhawatirkan. Tidak hanya di Pulau Jawa, lahan-lahan persawahan di luar Jawa pun makin banyak yang terkena serangan hama.

Menurut laporan yang diterima Kementerian Pertanian, luas lahan sawah yang terkena serangan wereng melonjak drastis. Sampai akhir bulan April, luas sawah terserang wereng ada 22.700 hektare. Namun pada laporan per tanggal 18 Mei 2010, luas lahan yang terkena wereng melonjak menjadi 26.008 hektare.

Provinsi Jawa Barat merupakan daerah yang terkena serangan wereng paling parah, yaitu mencapai 15.223 hektare. Disusul Jawa Tengah 3.654 hektare, Jawa Timur, 2.091, dan Banten 855 hektare. Sisanya berada di luar Pulau Jawa.

Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurthi, menyatakan ada beberapa faktor yang diindikasikan menjadi penyebab serangan wereng tahun ini. Salah satu di antaranya adalah penggunaan padi hibrida dan kesalahan pemakaian pestisida.

”Ada dugaan benih padi hibrida yang memicu serangan wereng. Sifat hibrida yang tidak tahan hama ini harus kita antisipasi karena Indonesia punya pengalaman serangan wereng yang cukup besar,” ungkap Bayu dalam Workshop Nasional Wereng Batang Coklat di Jakarta, Rabu (19/5).

Adapun penyebab lain yang kini tengah dianalisis tim Kementerian Pertanian adalah perubahan iklim yang semakin tak menentu, penanaman padi yang tidak serentak, dan kelalaian petani lantaran lupa cara menangani serangan wereng. ”Soalnya ini sudah 10 tahun tidak terjadi serangan wereng yang masif,” sambung Bayu.

Hello world!

Posted: 28th February 2010 by dietdy in Uncategorized

ALLAH IS GREAT !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Kisah Air Masin & Air Tawar

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)

Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak
kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan
(surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan…”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.

Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih
untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.

Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”

Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat
sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.