Archive for the ‘Tugas Marketing Communication’ Category

Evaluasi Kemasan “”Shampo Lifebuoy” Dengan Menggunakan Model View Dan Contoh Gambar Iklan Poin-Pembelian (P-O-P)


2013
06.24

 

 

Evaluasi Kemasan Produk “Shampo Lifebuoy” Dengan Menggunakan Model View

 

 

a.   Visibilitas.

Kemasan dari shampo lifebuoy didesain sebagaimana gambar di atas dengan menggunakan warna-warna cerah pada desain kemasannya memunculkan point interest tersendiri sebagai daya tarik visual dari produk. Penggunaan warna yang cerah dengan menambahkan atribut-atribute variasi gambar visual seperti tribal-tribal, garis-garis diagonal dengan penambahan logo merek dari lifebuoy menambah daya tarik khas dari produk sehingga memudahkan konsumen mengenali dan membedakan dari produk sejenisnya.

Varians shampo yang di produksi oleh lifebuoy terdapat berbagai macam pilihan dengan spesifikasi manfaat yang berbeda-beda. Untuk memudahkan konsumen mendapatkan varians shampo yang sesuai dengan kebutuhannya, kemasan diberikan penggunaan warna yang berbeda seperti biru, hijau, kuning dst dengan berbagai macam manfaat dari shampo tersebut. Dengan kemasan yang unik yang sedikit memanipulasi konsumen dengan terliat kemasan shampo terliat besar dengan gambar yang disambung antara dua kemasan saset mendorong konsumen untuk membeli keduanya.

b.   Informasi.

Pada lookout pada kemasan shampo lifebuoy dapat dibilang memiliki informasi yang jelas yang dibutuhkan konsumen seperti halnya antara lain; pertama, spesifikasi yang jelas dari manfaat setiap shampo, seperti Anti-dandruft, rambut sehat dan lebat dst yang tertulis jelas dibagian depan kemasan setiap varians shampo lifebuoy. Kedua, berbagai informasi tambahan mengenai ingredients dan cara penggunaan dari shampo tersebut. Ketiga, penambahan gambar yang menvisualisasikan manfaat dari penggunaan shampo setelah konsumen menggunakannya secara teratur, ini yang berguna untuk  menstimulasi pembeli uji coba mendorong perilaku membeli ulang.

c.   Daya Tarik Emosional.

Kemasan shampo lifebuoy memiliki daya tarik emosional bagi konsumen, gambar yang tertera pada kemasan juga terlihat membangkitkan suasana yang segar dengan penggunaan warna yang cerah yang tidak terlalu mencolok. Dengan beberapa gambar seperti gambar dari beberapa anggota yang terliat sehat, segar dan bahagia menambahkan kesan manfaat dari shampo tersebut yang dapat menyegarkan dan meyehatkan serta sesuai untuk digunakan oleh semua anggota keluarga sehingga membuat konsumen tertarik untuk membelinya.

d.   Daya/kemampuan untuk Dikerjakan (Workability).

Kemasan shampo lifebuoy menggunakan bahan plastik yang kuat sehingga Kemasan tersebut mempunyai kemampuan untuk melingdungi isi produk dalam jangka waktu yang relatif lama, mudah disimpan dan mudah digunakan.

Promosi penjualan (sales promotion)


2013
06.24

Promosi penjualan merupakan fungsi dari marketing komunikasi yang  memperbesar aksi dengan menambahkan insentif dalam menawarkan merek. Promosi penjualan didesain untuk jangkapendek dan dikatakan berhasil apabila dalam waktu singkat berhasil untuk meningkatkan dan mempercepat jumlah penjualan produk. Promosi penjualan terbagi menjadi berorientasi pada konsumen dan berorientasi pada penjualan. Berorientasi pada konsumen adalah bentuk promosi penjualan yang didesain untuk memengaruhi pembeli atau pengguna. Berorientasi pada penjualan adalah bentuk promosi penjualan yang didesain untuk memengaruhi konsumen melalui pedagang besar (wholesaler), distributor, dan pedagang kecil (retailer). 

Contoh Sales Promotion:

IKLAN DI DALAM KORAN, RADIO, DAN TELEVISI ( DAYA PIKAT PESAN DALAM PERIKLANAN MEMANFAATKAN RASA HUMOR DAN RASA BERSALAH)


2013
06.24

Daya pikat pesan suatu iklan bisa jadi cocok untuk iklan merek produk tertentu, namun belum tentu cocok untuk merek lainnya, atau pada semua situasi, karena efektivitas suatu pesan tergantung (it-depends) pada keadaan, seperti sifat persaingan, lingkungan periklanan, dan sejauhmana keterlibatan konsumen (Shimp, 2003). Berikut ini akan diuraikan bahasan tentang daya pikat pesan dalam iklan yang berkaitan dengan peran para pendukung di dalam iklan, peran humor dalam iklan, pemakaian daya tarik rasa takut, pemakaian rasa bersalah sebagai pemikat, dan fungsi musik di dalam periklanan.

 

  • Peran Humor dalam Iklan

Para pengiklan juga banyak yang menggunakan humor untuk menciptakan reaksi yang diinginkan atas suatu iklan, diantaranya memperoleh perhatian, membimbing konsumen, mempengaruhi sikap, meningkatkan reliabilitas pernyataan iklan, dan menciptakan pembelian oleh pelanggan. Apakah humor efektif dan jenis humor yang bagaimana yang paling berhasil? Masih merupakan perdebatan. Shimp (2003) mengemukakan survei menunjukkan bahwa para eksekutif biro iklan menganggap pemakaian humor sangat efektif untuk membuat orang memperhatikan iklan dan menciptakan kesadaran merek.

Hasil penelitian yang mendalam tentang pengaruh humor menghasilkan kesimpulan:
– Humor efektif untuk menarik perhatian pada iklan.
– Humor menumbuhkan kesenangan (liking) pada iklan dan merek yang diiklankan.
– Humor tidak merusak pemahaman tentang produk.
– Humor tidak menawarkan sesuatu keuntungan yang lebih dari sekedar bujukan.
– Humor tidak menambah kredibelitas sumber.

– Sifat produk mempengaruhi penggunaan humor. Humor akan lebih berhasil digunakan pada produk yang sudah mapan daripada produk baru. Humor juga akan lebih layak digunakan pada produk yang berorientasi pada perasaan atau pengalaman, dan produk yang tidak sangat membutuhkan keterlibatan konsumen yang harganya murah.

Contoh:

  • Media Elektonik

Televisi

IKLAN lucu akibat pake SHAMPO CEWEK – YouTube

www.youtube.com/watch?v=TRpgwVuPNmE

 

Radio

Script:

( TERIAKAN KENEK ) : BURU / BURU / BURU ! / NAIK / NAIK / NAIK !//
SUPIR 1 : EH LAY ! //
SUPIR 2 : YA ? //
SUPIR 1 : MASA SEKARANG XL LEBIH MURAH DARI CDMA ? //
SUPIR 2 : ASIK LAH //
SUPIR 1 : BENER LAY , NELPON KESESAMA XL CUMA 72 RUPIAH PER MENIT //
SUPIR 2 : ASIK LAH //
SUPIR 1 : XL LEBIH MURAH 10 PERSEN DARI CDMA ! //
SUPIR 2 : ASIK LAH ! //
SUPIR 1 : CUMA PERLU TEKAN BINTANG LIMA RATUS PAGAR TERUS TEKAN OK LAY //
SUPIR 2 : ASIK LAH //
SUPIR 1 : OH / OI / OH / OI / OI LAY / CANTIK KALI TU CEWEK DI JALAN //
( TUKANG SIKAT ) : SIKAT/ SIKAT / SIKAT / SIKAT / SIKAT / SIKAT / SIKAT//
SUPIR 1 : EH / JANGAN MARUKLAH KAU ! / YANG KEMARIN SUDAH KAU SIKAT / MASIH PULA KAU MAU SIKAT YANG INI ! //
SUPIR 2 : LAH / BUKAN AKU ITU YANG NGOMONG / TUKANG SIKAT ITU ! //
JINGLE ( XL MAKIN SIKAT MURAHNYA / MAKIN UNTUNGNYA // )
( TING TUNG TING TUNG TUNG )
( TUKANG SIKAT ) : SIKAT / SIKAT / SIKAT //

 

  • Media Cetak

Koran

 

 

  • Pemakaian Rasa Bersalah sebagai Pemikat dalam Periklanan

Para pengiklan menyajikan rasa bersalah dalam iklannya untuk mencoba membujuk para calon pelanggan dan menegaskan bahwa rasa bersalah dapat dihapus dengan menggunakan produk yang diiklankan. Misalnya iklan baterai Energizer yang menyatakan tidak bertanggungjawab atas penggunaan baterai lain yang bermutu rendah pada telpon seluler kita. Ini menggambarkan bahwa bila kita menggunakan baterai Energizer merupakan perbuatan yang bertanggungjawab dan menghapuskan rasa bersalah kita atas kerusakan/kegagalan yang dialami. Pada umumnya daya tarik rasa bersalah difokuskan pada pelanggaran dan kegagalan di masa lalu/masa mendatang atau kegagalan dalam memperhatikan orang lain. Misalnya iklan vaksinasi hepatitis A yang menyuguhkan antisipasi terhadap rasa bersalah para membaca iklan dengan membiarkan anggota keluarganya tidak divaksinasi sebelum melakukan perjalanan ke daerah beresiko tinggi tertular hepatitis A.

Contoh:

  • Media Elektonik

Televisi

Clear Anti Dandruff Shampoo TVC – YouTube

Radio

Script:

KLAN beauty fresh (pewangi ruangan)
Fx : suara lalat
Anak Perempuan : mama kamar adik banyak lalat
Mama   : wah mungkin karena bau tak sedap dik
Anak Perempuan : iya ma tolong hilangkan bau tak sedapnya
Mama : tenang , mama punya antinya
Fx : suara semprotan nyamuk
Anak Perempuan : wah wangi sekali ma
Mama : jelas dunk,kan mama pakai beauty fresh pewangi ruangan bau tak sedaap langsung KO
Musik : gitar klasik bernuansa ceria UP-IN-DOWN
Narasi  : Ya,gunakan beauty fresh,bau tak sedap langsung ko
Musik : down-Out

 

  • Media Cetak

Koran

PROMOSI POIN-PEMBELIAN (P-O-P)


2013
06.23

Poin-pembelian atau lingkungan toko, memeberikan peluang akhir bagi para pemasar untuk mempengaruhi perilaku konsumen. Poin-pembelian adalah waktu yang ideal untuk berkomunikasi dengan para konsumen karena inilah saatnya berbagai keputusan pemilihan produk dan merek dibuat.

 

SPEKTRUM MATERIAL P-O-P

Material di poin-pembelian mencakup beragam tipe tanda, penunjuk bergerak, spanduk, gantungan di rak-rak dengan tulisan, boneka/manekin mekanis, lampu-lampu, cermin, repro produk dari plastik, unit pengecekan, pedagang yang berjajar, poster-poster dinding, beserta item-item lainnya. Jawatan industri mengklasifikasi material P-O-P tersebut ke dalam tiga kategori:

  • P-O-P Permanen,

Material P-O-P permanent mencakup display dan tanda tanda yang sengaja digunakan untuk jangka waktu enam bulan atau lebih.Namun, perhatian bahwan enam bulan waktu pembatas adalah konvensi sepihak yang ditetapkan oleh POPAI (Point – of – Purchase Advertising Institute)

maybelline-permanen

gosh

 

  • P-O-P Temporer

Material P-O-P temporer mencakup display dan tanda tanda yang sengaja digunakan kurang dari enam bulan.

http://blog.ub.ac.id/windaini/files/2013/04/Milo-hot-Bedok-A-NTUC-29072012-4-e1347522056207-225x300.jpg

bartons_combo_2_tier_candy___yogurt_bar_display_03gl

dt-6

Media In-Store

Media in store mencakup Mencakup material iklan dan promosi seperti radio P-O-P, iklan yang tertempel di kereta belanja,tulisan di rak pajangan,serta mesin penjual kupon. Juga perusahaan pihak ketiga (misalnya perusahaan lain selain produsen merek dan pengecer) menyelenggarakan media in-store tersebut.

 

MIS-2

 

 

Evaluasi Kemasan “”Shampo Lifebuoy” Dengan Menggunakan Model View


2013
03.18

kemasan Shampo Lifebuoy

Bagian Depan

Photo0509

Bagian Belakang 

 Photo0511

a.   Visibilitas.

Kemasan dari shampo lifebuoy didesain sebagaimana gambar di atas dengan menggunakan warna-warna cerah pada desain kemasannya memunculkan point interest tersendiri sebagai daya tarik visual dari produk. Penggunaan warna yang cerah dengan menambahkan atribut-atribute variasi gambar visual seperti tribal-tribal, garis-garis diagonal dengan penambahan logo merek dari lifebuoy menambah daya tarik khas dari produk sehingga memudahkan konsumen mengenali dan membedakan dari produk sejenisnya.

Varians shampo yang di produksi oleh lifebuoy terdapat berbagai macam pilihan dengan spesifikasi manfaat yang berbeda-beda. Untuk memudahkan konsumen mendapatkan varians shampo yang sesuai dengan kebutuhannya, kemasan diberikan penggunaan warna yang berbeda seperti biru, hijau, kuning dst dengan berbagai macam manfaat dari shampo tersebut. Dengan kemasan yang unik yang sedikit memanipulasi konsumen dengan terliat kemasan shampo terliat besar dengan gambar yang disambung antara dua kemasan saset mendorong konsumen untuk membeli keduanya.

b.   Informasi.

Pada lookout pada kemasan shampo lifebuoy dapat dibilang memiliki informasi yang jelas yang dibutuhkan konsumen seperti halnya antara lain; pertama, spesifikasi yang jelas dari manfaat setiap shampo, seperti Anti-dandruft, rambut sehat dan lebat dst yang tertulis jelas dibagian depan kemasan setiap varians shampo lifebuoy. Kedua, berbagai informasi tambahan mengenai ingredients dan cara penggunaan dari shampo tersebut. Ketiga, penambahan gambar yang menvisualisasikan manfaat dari penggunaan shampo setelah konsumen menggunakannya secara teratur, ini yang berguna untuk  menstimulasi pembeli uji coba mendorong perilaku membeli ulang.

c.   Daya Tarik Emosional.

Kemasan shampo lifebuoy memiliki daya tarik emosional bagi konsumen, gambar yang tertera pada kemasan juga terlihat membangkitkan suasana yang segar dengan penggunaan warna yang cerah yang tidak terlalu mencolok. Dengan beberapa gambar seperti gambar dari beberapa anggota yang terliat sehat, segar dan bahagia menambahkan kesan manfaat dari shampo tersebut yang dapat menyegarkan dan meyehatkan serta sesuai untuk digunakan oleh semua anggota keluarga sehingga membuat konsumen tertarik untuk membelinya.

d.   Daya/kemampuan untuk Dikerjakan (Workability).

Kemasan shampo lifebuoy menggunakan bahan plastik yang kuat sehingga Kemasan tersebut mempunyai kemampuan untuk melingdungi isi produk dalam jangka waktu yang relatif lama, mudah disimpan dan mudah digunakan.

Analisis Segmentation, Targeting, Dan Positioning(Stp) Dalam Produk Minuman “TOP COFEE”


2013
03.18

    download (1)

Segmetasi

Pengelompokan pasar secara homogen pada strategi segmentasi iklan TOP COFEE cenderung pada spsifikasi pada masyarakat Indonesia yang secara geografi indonesia terkenal dengan kopi robusta. Pada aspek psikografinya pada kalangan remaja dan dewasa yang cenderung menginginkan yang praktis dan yang suka akan kopi robusta dan arabika. Oleh karena itu untuk menggait kalangan tersebut TOP COFEE menggunakan brand ambassado seperti iwan flas, nikita wily, dan samuel yang mewakili setiap segment yaitu pada kalangan remaja dan dewasa.

download

Targetting

Penayangan iklan TOP COFEE sering kali kita liat pada jam-jam malam hari. Hal ini terkait dengan spesifikasi produk yaitu cofee yang banyak dinikmati oleh kalangan remaja dan dewasa yang pada dasarnya lebih banyak waktu melihat iklan di televisi pada malam hari lebih lama radi pada pagi atau siang hari. Hal ini yang sinergi dengan targeting dari produk TOP COFEE melingkup pada kalangan dewasa dan remaja yang suka dalam gaya hidup praktis.

download (2)

 

Positioning

TOP COFEE menempatkan produknya sebagai salah satu kopi dalam kemasan praktis yang menawarkan varians rasa baru yaitu cofee blend antara kopi robusta dan arabika. Ini yang mendorong kemasan iklan dengan menonjolkan beberapa slogan  “Bongkar Kebiasaan Lama!” yang secara langsung mengajak konsumen untuk beralih kepada TOP COFEE sebagai pilihan baru dari varians rasa kopi.

Metode Anggaran Marketing Communication dan Contohnya.


2013
03.18

Metode Anggaran Marketing Communication

 

No Metode Kelebihan Kekurangan
1 Affordable( terjangkau )Menetapkan anggaran promosi pada level yang dianggap manajemen mampu dikeluarkan perusahaan Hanya mengeluarkan sedikit dana, dari sisa dana operasional dan investasi Mengabaikan dampak promosi pada penjualan.Hanya mengandalkan pemasangan iklan.
2 Percentage of salesMenetapkan anggaran promosi pada persentase tertentu dari penjualan sekarang atau yang diperkirakan/ menetapkan anggran promosi sebagai sebuah persentase dari harga jual per unit · Mudah digunakan· Membantu manajemen memikirkan hubungan antara pengeluaran promosi, harga jual dan laba per unit · Memandang penjualan sebagai sebab dari promosi dan bukannya sebagai hasil.· Metode ini hanya didasarkan pada ketersediaan dana, bukannya pada peluang yang ada
3 Competitive parityMenetapkan anggran promosi untuk menandingi anggran para pesaing · Membelanjakan sebesar belanja promosi pada pesaing sehingga membantu mencegah perang promosi.· Responsif terhdap kondisi pesaing · Tidak selamanya valid, karena tidak semua perusahaan memiliki kebijakan yang sama· Kebutuhan promosi perusahaan kita belum tentu sama dengan kebutuhuan pesaing.
4 Objective and task ·Membantu zerusahaan secara focus menuju tujuan promosi perusahaan· Menentukan tugas dan biaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan promosi Perusahaan sering sulit menentukan tugas apa yang dapat mencapai tujuan promosi.

 

 

 

 

Biaya Iklan di Media Cetak

Media Cetak Tarif Perbaris Min Baris Max Baris Karakter/Brs
Berita Kota Rp.13.200 3 baris 10 baris 35 krktr
Bisnis Indonesia Rp.20.900 3 baris 10 baris 38 krktr
Harian Indonesia Rp.16.500 3 baris 10 baris 19 krktr
Harian Terbit Rp.8.800 3 baris 10 baris 35 krktr
Indopos Rp.16.500 2 baris 10 baris 35 krkt
Jakarta Post Rp.38.500 3 baris 7 baris 35 krktr
Kompas Nusantara Rp.60.500 3 baris 12 baris 27 krktr
Kompas Batavia Rp.49.500 3 baris 12 baris 27 krktr
Kompas Backgrd Warna Batavia Rp.78.100 3 baris 12 baris 27 krktr
Kompas Backgrd Warna Nusantara Rp.86.900 3 baris 12 baris 27 krktr
Kompas Mini Biru Batavia Rp.67.100 3 baris 12 baris 27 krktr
Kompas Mini Biru Nusantara Rp.75.900 3 baris 12 baris 27 krktr
Koran Tempo Rp.30.250 3 baris 10 baris 33 krktr
Kontan Rp.13.200 3 baris 8 baris 30 krktr
Lampu Hijau Rp.16.500 3 baris 10 baris 38 krktr
Media Indonesia Rp.25.575 3 baris 10 baris 36 krktr
Poskota Rp.12.000 4 baris 10 baris 34 krktr
Poskota Khusus Mobil Rp.14.000 4 baris 10 baris 34 krktr
Poskota Khusus Motor Rp. 13.000 4 baris 10 baris 34 krktr
Poskota No. Cantik Rp.15.400 4 baris 10 baris 39 krktr
Poskota Mini Kotak Rp.88.000 125 krktr
Pikiran Rakyat Sabtu Rp.33.000 3 Brs 7 Brs 26 Krktr
Pikiran Rakyat Hari Biasa Rp.24.750 3 Brs 7 Brs 26 Krktr
Pikiran Rakyat Warna Sabtu Rp.38.500 3 Brs 7 Brs 26 Krktrr
Pikiran Rakyat Warna Hari Biasa Rp.30.250 3 Brs 7 Brs 26 Krktrr
Rakyat Merdeka Rp.19.800 3 baris 5 baris 40 krktr
Republika Rp.22.000 3 baris 8 baris 30 krktr
Seputar Indonesia Nusantara Rp.42.900 3 baris 10 baris 37 krktr
Seputar Indonesia Batavia Rp.36.300 3 baris 10 baris 37 krktr
Suara Pembaruan Rp.28.050 3 baris 10 baris 39 krktr
Wartakota Rp.18.000 3 baris 10 baris 39 krktr

 

Media Cetak Tarif Perbaris Min/Baris Max/Baris Karakter/Baris
Top Skor Rp.44.000,- 2 Baris 10 Baris 36 Karakter
Nova Rp.33.000,- 2 Baris 10 Baris 45 Karakter
Nova Warna Rp.46.200,- 2 Baris 10 Baris 45 Karakter
Otomotif Rp.37.675,- 2 Baris 10 Baris 45 Karakter
Motor Plus Rp.27.500,- 3 Baris 10 Baris 45 Karakter

 

Biaya Iklan di Radio

Jenis Iklan Tarif Iklan Durasi
Spot / Ad lips 30-60 detik Rp. 200.000,- (PT)Rp.175.000,- (RT) per 1x siarPrime Time (PT) – 06.00-12.00, 16.00-20.00Regular Time (RT) 12.00-16.00, 20.00-24.00
Info Tanda Waktu Rp. 8.500.000,- Diputar 6x per hari selama 1 bulan
Talk Show/Educational Adv. Rp.2.000.000,- Durasi 60 menitDiudarakan hari Senin – Sabtu kecuali hari libur Nasional. Waktu pengudaraan sbb:pk.08.00-09.00, 09.00-10.00,16.00-17.00Bersifat Interaktif (Materi & Nara Sumber disiapkan sponsor)
Informasi Lalu Lintas Rp. 8.500.000,- Penyebutan nama produk di awal dan akhir laporan lalulintas, 10 kali perhari selama 1 bulan.
Informasi Peristiwa Rp. 8.500.000,- Penyebutan nama produk di awal dan akhir laporan, 10 kali perhari selama 1 bulan.
Informasi Valuta Asing Rp.8.500.000,- Penyebutan nama produk di awal atau akhir penyebutan Valuta Asing setiap 1/2 jam setiap hari mulai pk.07.00-18.00
Iklan Layanan Masyarakat Rp, 8.500.000,- 6 kali per hari per bulan durasi 60 detik
Bingkisan Hari Bahagia Menyediakan voucher atau produk setiap hari 3 pemenang sebesar senilai Rp. 100.000,-/bingkisan Penyebutyan produk pendukung di awal atau akhir setiap acara BHB pada pk.06.30-07.00, 07.00-08.00.
12.00-13.00, 18.00-19.00.

Kontrak minimum 3 bulan.

 

Biaya Iklan di Televisi

Televisi memang menjadi media promosi yang bagus di era jaman sekarang ini, Mengiklan di tv juga sangat cepat dan bisa di lihat oleh jutaan orang per sekali tayangnya. Namun perlu di catat harga tarif pertayang dan menurut jam tayangnya harganya mahal dan berbeda-beda. Kali ini saya akan berbagi kepada anda tentang Harga Iklan Di Televisi . Pasti anda sudah bertanya-tanya seberapa mahal sih pasang iklan di televisi itu? Nah berikut adalah daftar dan kategori Harga Iklan Di Televisi.

1. Karakteristik Stasiun Televisi

Stasiun televisi yang menyiarkan khusus berita, Olahraga, Musik, atau film akan lebih menguntungkan advertiser, karena mereka bisa memilih stasiun tv yang sesuai dengan market. Untuk stasiun yang ber-rating tinggi, maka mematok biaya iklan tv cukup besar, sekitar 10 juta hingga 15 juta rupiah per 15 hingga 30 detik penayangan. Beda lagi tarif untuk tv lokal, biaya iklan tv hanya berkisar 50 ribu hingga 300 ribu rupiah per spot atau sekali tayang dengan durasi sekitar 30 detik.

2. Rating Program Acara

Semakin tinggi sebuah rating acara, maka semakin mahal biaya yang dibandrol untuk iklan tv, contohnya acara Termehek-mehek di Trans TV mematok harga iklan Rp 5,5 juta per slot durasi 30 detik

3. Jenis Penyiaran Acara

Untuk acara yang disiarkan secara tunda atau langsung juga terdapat perbedaan dalam biaya iklan tv yang dipasang. Untuk siaran langsung, harga yang dipatok lebih mahal dibandingkan siaran tunda

4. Jam Penayangan

Pada trafik penonton yang ramai akan dipasang biaya iklan tv yang lebih mahal dibandingkan jam tayang yang diperkirakan tidak ramai penonton. Seputar Indonesia Pagi RCTI mematok Rp 8 juta, untuk Petang Rp 16 juta, sementara malam hanya Rp 5 juta.

5. Peletakan Iklan

Letak antara iklan dan program acara juga mempengaruhi harga. Iklan yang diputar setelah program acara berlangsung akan dianggap sebagai posisi pasang iklan yang paling strategis sehingga dipasang harga lebih mahal dibandingkan iklan yang dipasang di antara iklan lain. Hal ini berkaitan dengan penonton yang suka mengganti chanel siaran ketika iklan berlangsung.

Apabila dikalkulasikan, maka rata-rata tarif iklan tv terbagi dalam dua jenis, tarif murah berkisar 50 ribu hingga 350 ribu rupiah per spot (durasi 15-30 detik) dan tarif mahal berkisar 6 juta hingga 16 juta rupiah per spot (durasi 15-30 detik).

Data Statistik Kependudukan Provinsi Jawa Timur dan Metode Segmentasi Psikografis


2013
03.18

A.  Data Statistik Kependudukan Provinsi Jawa Timur

 Data Demografis di Jawa Timur

Jumlah Penduduk                     : 37.476.757 jiwa

Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

1. Laki-laki              : 18.532.256 jiwa

2. Perempuan          : 18.944.501 jiwa

Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan

1. SD              : 10.493.492 jiwa

2. SMP            : 6.371.048 jiwa

3. SMA           : 5.996.281 jiwa

4. PT               : 1.873.838 jiwa

Berdasarkan Tingkat Pendapatan

Pendapatan Rata-rata per Kapita Selama 1 bulan            : Rp 1.730.833

Berdasarkan Tingkat Pengeluaran

Pengeluaran Rata-rata per Kapita Selama 1 bulan           : Rp 486.426

Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Usia

1. Balita                      : 1.873.837 jiwa

2. Anak                       : 5.621.514 jiwa

3. Remaja                   : 5.246.746 jiwa

4. Dewasa awal            : 6.371.048 jiwa

5. Dewasa                   : 12.742.097 jiwa

6. Manula                    : 5.621.365 jiwa

 

B.  Metode Segmentasi Psikografis

Segmentasi Pasar adalah membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang terbedakan dengan kebutuhan, karakteristik atau tingkah laku berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran terpisah

Segmentasi Psikografis yaitu membagi pembeli menjadi kelompok berbeda berdasarkan pada karakteristik kelas sosial, gaya hidup, pendapat, minat atau kepribadian. Orang yang berada dalam kelompok demografis yang sama dapat mempunyai ciri psikografis berbeda. Segmentasi psikografi membagi-bagi konsumen ke dalam kelompok-kelompok yang didasarkan menurut status sosial, gaya hidup dan kepribadian. Misal produsen mobil yang mendesain mobil berdasarkan pada faktor gaya hidup dan kepribadian konsumen. Produsen mendesain mobil sport untuk konsumen bergaya sportif, mobil sedan lux untuk yang menginginkan kesan ekslusif dan mengutamakan kenyamanan.

Demikian juga untuk produk rokok, produsen mengembangkan merek-merek rokok bagi “perokok berat”, “perokok biasa”, dan “perokok yang berhati-hati/ringan”.

Contoh kasus di Indonesia:
– produk minuman energen ditujukkan bagi orang-orang yang memiliki gaya hidup serba ingin cepat dan instan di sela aktivitasnya.
– rokok gudang garam merah. Rokok ini ditujukkan bagi seseorang yang memiliki karakteristik muda, aktif, modern, tetapi tetap tegas dan mempunyai pendirian kuat karena Gudang Garam Merah memiliki cita rasa yang khas, perpaduan ringannya dan gurihnya kretek dengan rasa kretek Gudang Garam yang mantap.

Contoh Iklan yang Tidak Beretika


2013
03.04

Perang Iklan Pepsi Dan Coca cola

(Analisis Etika Pemasaran)

Untitled

Persaingan dua minuman ringan kelas dunia ini memang tidak ada habisnya.

Perang merek yang bikin semua orang di dunia pemasaran menahan nafas, mengerinyitkan dahi dan lalu garuk-garuk kepala, tentu saja antara dua merek raksasa yaitu Coca Cola dan Pepsi. Kedua-duanya berasaldariAmerikaSerikat.

untitledd

Semenjak dua merek tersebut ditahbiskan, masing-masing pada tahun 1886 dan 1903 antara keduanya sudah terjadi persaingan, saling sikut dan perang iklan, baik iklan cetak dan video. Mereka berambisi bisa meraih dominasi pasar minuman ringan berkarbonasi. Bisa dimaklumi kalau terkadang masalah etika sedikit terkesampingkan.


Kita ambil ilmunya saja lah. Nah, kini sambil tidak mempermasalahkan dulu masalah etika, mari kita lebih menyorot kreativitas Coca Cola dan Pepsi dalam upayanya memenangi simpati dan preferensi pelanggan.

untitwedggd

PERANG antara Coca-Cola (Coke) dan Pepsi memang merupakan salah satu perang klasik dalam dunia pemasaran. Kedua merek ini di zaman Legacy Marketing dulu saling menyerang lewat iklan.

 untitedduntitedggd


Pembahasan Dalam Segi Etika

Promosi adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk memperkenalkan barang dan jasa kepada konsumen, agar konsumen tertarik, sehingga membeli barang dan jasa tersebut. Tentu saja para perusahaan harus memperhatikan etika dalam promosi dan pemasaran. Etika dalam promosi dan pemasaran harus diperhatikan agar tidak merugikan pihak lain.

          Promosi dalam pemasaran dapat dilakukan melalui iklan. Melalui iklan perusahaan memperkenalkan atau menjelaskan suatu produk dengan tujuan membujuk orang membeli produk / jasanya. Iklan sering kita jumpai. Pada iklan, perusahaan menjelaskan tentang spesifikasi, kegunaan, dan nilai barang atau jasa tersebut. Promosi dapat dilihat dari berbagai konteks seperti produk, harga, tempat, dan produksi. Berikut etika-etika dalam konteks tersebut :

     1.      Etika pemasaran dalam konteks produk:

a.       Produk yang dibuat berguna dan dibutuhkan masyarakat.

b.      Produk yang dibuat berpotensi ekonomi atau benefit.

c.       Produk yang dibuat bernilai tambah tinggi.

d.      Produk yang dapat memuaskan masyarakat.

     2.      Etika pemasaran dalam konteks harga:

a.       Harga diukur dengan kemampuan daya beli masyarakat.

b.      Perusahaan mencari margin laba yang layak.

c.       Harga dibebani cost produksi yang layak.

3.      Etika pemasaran dalam konteks tempat / distribusi:

a.       Barang dijanin keamanan dan keutuhannya.

b.      Konsumen mendapat pelayanan cepat dan tepat

  4.      Etika Pemasaran dalam konteks promosi :

a.       Sebagai sarana menyampaikan informasi yang benar dan obyektif.

b.      Sabagai sarana untuk membangun image positif.

c.       Tidak ada unsur memanipulasi atau memberdaya konsumen.

d.      Selalu berpedoman pada prinsip2 kejujuran.

e.       Tidak mengecewakan konsumen.

Dalam uraian teori diatas dapat ditarik kesimpulan, bahwa yang dilakukan antara kedua belah pihak baik pada coca-cola naupun pepsi sama-sama melakukan tindakan yang tidak mencerminkan etika bisnis dalam lingkung pemasaran. Menggunakan media visual dengan mencitrakan karakteristik produk pesaingnya dengan kemasan iklan yang menjelekkan pesaingnya merupakan upaya yang buruk dalam implementasi strategi marketing. Tentu menjadi catatan evaluasi khusus ketika pemasaran sebagai sarana untuk membangun image positif dapat dibelokan sebagai cara untuk merendahkan image atau brand dari pesaingnya.

CARA MENGUKUR EFEKTIVITAS MARKETING COMMUNICATION


2013
03.04

CARA MENGUKUR EFEKTIVITAS MARKETING COMMUNICATION

Efektivitas Pemasaran adalah kualitas pemasar untuk mengoptimalkan upaya mereka dan mencapai hasil jangka pendek dan jangka panjang terbaik. Efektivitas Pemasaran terkait dengan Return on Investment Pemasaran (Romi) dan ROI Pemasaran yang membantu untuk menggambarkan hubungan antara Biaya dan hasil yang dicapai baik dalam bentuk keuntungan atau arahan.

Mengukur efektivitas dari proses komunikasi pemasaran merupakan kegiatan mengevaluasi hasil dari kegiatan pemasaran. Proses tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah proses promosi yang dilakukan sudah tepat atau tidak. Beberapa perusahaan memiliki metode dan batasan-batasan yang berbeda dalam melakukan pengukuran. Efektivitas.perbedaan pada batasan batasan ini sangat dittentukan oleh ukuran perusahaan. Untuk mengukur efektivitas komunikasi pemasaran dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu :

  1. Business outcomes (Penjualan)

  2. Communication outcomes (Di luar Penjualan)

Proses pengukuran yang paling sederhana adalah melalui business outcomes, yaitu dengan melihat tren penjualan dari perusahaan itu sendiri, di sana dapat dilihat peningkatan atau penurunan pembelian yang terjadi selama periode waktu tertentu saat program komunikasi pemasaran dijalankan. Namun, kita biasanya tidak dapat mengukur efektivitas komunikasi pemasaran dari penjualan saja. Sebab keseluruhan bauran pemasaran, memiliki pengaruh terhadap penjualan.

Pada pengukuran efektivitas marketing ini, perlu diperhatikan adalah penggunaan statistik. Statistik perlu sebagai bahan analisis dan evaluasi pada program marketing yang telah dijalankan. Misal pada tahun ini promosi yang dilakukan perusahaan mencapai Rp 5 miliar. Kemudian berapa penjualan yang telah dilakukan dapat dihitung dari berapa konsumen yang menggunakan produk perusahaan tersebut.

Selain itu ukuran lain yang digunakan adalah ukuran ukuran communication outcomes atau secara nonsales. Suatu ukuran komunikasi akan memperlihatkan target di luar penjualan. Artinya sasaran yang dituju adalah sebuah brand awareness, apakah pesan tersebut tersampaikan, sikap terhadap merek serta keinginan membeli adalah ukuran-ukuran komunikasi pemasaran pada umumnya.

Ada lima faktor yang bisa mengarahkan tingkat efektivitas pemasaran yang bisa dicapai oleh para pemasar:

1. Strategi Pemasaran

2. Kreativitas pemasaran

3. Menjalankan pemasaran

4. Infrastruktur Pemasaran (juga dikenal sebagai Marketing Management)

5. Faktor-faktor Exogenous. Ada banyak faktor yang ada diluar kemampuan pengendalian kita yang dapat memberikan dampak terhadap aktivitas pemasaran. Hal ini seperti cuaca, tingkat bunga, peraturan pemerintah dan banyak hal lainnya. Pemahaman terhadap dampak dari faktor-faktor ini yang mungkin terdapat di dalam konsumen kita, bisa membantu kita untuk merancang program yang bisa mendatangkan keuntungan dari berbagai faktor ini atau mengurangi resiko dari faktor ini jika mereka berada di tengah-tengah kampanye pemasaran kita.

Cara mengukur efektivitasan marketing communication juga bisa dengan menggunakan audit komunikasi. Konsep audit komunikasi sebagaimana ditawarkan Gerald Goldhaber adalah “pemeriksaan diagnosis yang dapat memberikan informasi dini untuk mencegah kehancuran dari kesehatan organisasi yang lebih besar” (Hardjana, 2000). Pemeriksaan diagnosis tersebut barupa kajian mendalam serta menyeluruh tentang sistem komunikasi keorganisasian yang terdiri dari dua bagian yang saling berkaitan, yakni komunikasi internal dan komunikasi eksternal. Karena itu, di samping audit komunikasi internal organisasi, audit Public Relations juga menyangkut audit corporate image, yaitu mengetahui persepsi masyarakat terhadap kinerja dan personaliti organisasi atau perusahaan

Ketika kita ingin mengukur efektivitas dari kampanye pemasaran, ada tiga hal yang penting untuk tahu. Salah satunya adalah biaya pemasaran, kedua adalah pendapatan atau lead yang dihasilkan dari kampanye dan nilai seumur hidup pelanggan. Pemasaran adalah suatu proses dimana organisasi menciptakan dan mendistribusikan produk yang tidak hanya diinginkan oleh pelanggan tetapi mereka bersedia untuk membeli pada harga yang diberikan.

Sumber:

Mengukur Efektivitas Komunikasi Pemasaran

http://id.prmob.net/pemasaran/bisnis/strategi-pemasaran-1074778.html

http://thekingbrembi-scorpio.blogspot.com/2012/10/tulisan6-cara-mengukur-efektivitas.html

http://gemaswadaya.blogspot.com/2011/12/mengukur-efektivitas-program-pemasaran.html

CARA MENGUKUR EFEKTIVITAS MARKETING COMMUNICATION CARA MENGUKUR EFEKTIVITAS MARKETING COMMUNICATION