Data Statistik Kependudukan Provinsi Jawa Timur dan Metode Segmentasi Psikografis

2013
03.18

A.  Data Statistik Kependudukan Provinsi Jawa Timur

 Data Demografis di Jawa Timur

Jumlah Penduduk                     : 37.476.757 jiwa

Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

1. Laki-laki              : 18.532.256 jiwa

2. Perempuan          : 18.944.501 jiwa

Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan

1. SD              : 10.493.492 jiwa

2. SMP            : 6.371.048 jiwa

3. SMA           : 5.996.281 jiwa

4. PT               : 1.873.838 jiwa

Berdasarkan Tingkat Pendapatan

Pendapatan Rata-rata per Kapita Selama 1 bulan            : Rp 1.730.833

Berdasarkan Tingkat Pengeluaran

Pengeluaran Rata-rata per Kapita Selama 1 bulan           : Rp 486.426

Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Usia

1. Balita                      : 1.873.837 jiwa

2. Anak                       : 5.621.514 jiwa

3. Remaja                   : 5.246.746 jiwa

4. Dewasa awal            : 6.371.048 jiwa

5. Dewasa                   : 12.742.097 jiwa

6. Manula                    : 5.621.365 jiwa

 

B.  Metode Segmentasi Psikografis

Segmentasi Pasar adalah membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang terbedakan dengan kebutuhan, karakteristik atau tingkah laku berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran terpisah

Segmentasi Psikografis yaitu membagi pembeli menjadi kelompok berbeda berdasarkan pada karakteristik kelas sosial, gaya hidup, pendapat, minat atau kepribadian. Orang yang berada dalam kelompok demografis yang sama dapat mempunyai ciri psikografis berbeda. Segmentasi psikografi membagi-bagi konsumen ke dalam kelompok-kelompok yang didasarkan menurut status sosial, gaya hidup dan kepribadian. Misal produsen mobil yang mendesain mobil berdasarkan pada faktor gaya hidup dan kepribadian konsumen. Produsen mendesain mobil sport untuk konsumen bergaya sportif, mobil sedan lux untuk yang menginginkan kesan ekslusif dan mengutamakan kenyamanan.

Demikian juga untuk produk rokok, produsen mengembangkan merek-merek rokok bagi “perokok berat”, “perokok biasa”, dan “perokok yang berhati-hati/ringan”.

Contoh kasus di Indonesia:
– produk minuman energen ditujukkan bagi orang-orang yang memiliki gaya hidup serba ingin cepat dan instan di sela aktivitasnya.
– rokok gudang garam merah. Rokok ini ditujukkan bagi seseorang yang memiliki karakteristik muda, aktif, modern, tetapi tetap tegas dan mempunyai pendirian kuat karena Gudang Garam Merah memiliki cita rasa yang khas, perpaduan ringannya dan gurihnya kretek dengan rasa kretek Gudang Garam yang mantap.

Your Reply

CAPTCHA Image
*