tugas consumer behaviour artikel 2

May 31st, 2012

Dhto Dharmesta 0910223008

dosen: Nanang Suryadi

 

Menentukan Kelas Sosial di Indonesia untuk Menjadi Target Pasar

 

Kelas sosial dapat dianggap sebagai suatu rangkaian kesatuan yaitu serangkaian posisi sosial dimana setiap anggota masyarakatdapat ditempatkan, para peneliti membagi rangkaian kesatuan itu menjadi sejumlah kecil kelas sosial yang khusus atau strata. Konsep kelas sosial digunakan untuk menempatkan individu atau keluarga dalam suatu kategori sosial. Kelas sosial didefinisikan sebagai pembagian anggota masyarakat ke dalam suatu hierarki status kelas yang berbeda, sehingga para anggota setiap kelas secara relative mempunyai status yang sama dan para anggota kelas lainnya mempunyai status yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Kelas sosial dan status sosial

Mengukur kelas sosial dari sudut status sosial yaitu dengan membatasi setiap kelas sosial dengan banyaknya status yang dipunyai para anggota dibandingkan dengan anggota kelas sosial lainnya. Dalam penelitian kelas sosial (terkadang disebut stratifikasi sosial), status sering dinggap sebagai penggolongan relative para anggota setiap kelas sosial dari segi faktor-faktor tertentu.

Sebagai contoh, kekayaan relative (banyaknya asset ekonomi), kekuasaan (tingkat pilihan atau pengaruh pribadi terhadap orang lain) dan martabat (tingkat pengakuan yang diperoleh dari orang lain) merupakan tiga faktor yang sering digunakan ketika menilai kelas sosial.

Kelas sosial merupakan bentuk segmentasi hierarki dan lmiah

Kategori kelas sosial biasanya disusun dalam hierarki, yang berkisar dari status yang rendah sampai yang tinggi. Penggolongan kelas sosial berarti bahwa orang lain sama dengan mereka (dalam kelas sosial yang sama), superior dibandingkan mereka (kelas sosial yang lebih tinggi), maupun inferior dibandingkan mereka (kelas sosial yang lebih rendah. Keanggotaaan kelas sosial dipakai konsumen sebagai suatu kerangka rujukan (kelompok rujukan) untuk pengembangan sikap dan perilaku.

Kategori kelas sosial
Belum ada kesepakatan diantara para sosiolog berapa banyak pembagian kelas yang diperlukan untuk dapat menggambarkan dengan cukup jelas struktur kelas di Amerika Serikat.

Ukuran kelas sosial
Pendekatan yang sistematis untuk mengukur kelas sosial tercakup dalam berbagai kategori yang luas, meliputi ukuran subyektif, ukuran reputasi, ukuran obyektif dari kelas sosial.

Ukuran subyektif
Untuk mengukur kelas sosial dengan pendekatan ini, para individu diminta untuk menaksir kedudukan kelas sosial mereka masing-masing. Klasifikasi keanggotaan kelas sosial yang dihasilkan didasarkan pada persepsi partisipan terhadap dirinya atau citra diri partisipan. Kelas sosial dianggap sebagai fenomena “pribadi” yaitu fenomena yang menggambarkan rasa memiliki seseorang atau identifikasi dengan orang lain. Rasa keanggotaan kelompok sosial ini sering disebut kesadaran sosial.

Ukuran reputasi
Pendekatan reputasi untuk mengukur kelas sosial memerlukan informan mengenai masyarakat yang dipilih untuk membuat pertimbangan awal mengenai keanggotaan kelas sosial orang lain dalam masyarakat.

Ukuran obyektif
Ukuran obyektif terdiri dari berbagai variabell demografis atau sosioekonomisyang dipilih mengenai individu yang sedang dipelajari. Ukuran obyektif kelas sosial terbagi menjadi dua kategori pokok yaitu indeks variabel tunggal dan indeks variabel gabungan.

Indeks Variabel Tunggal
Indeks variabel tunggal hanya menggunakan satu variabel sosial ekonomi untuk menilai keanggotaan kelas sosial. Beberapa variabel digunakan untuk tujuan sebagai berikut:

  • Pekerjaan, merupakan ukuran sosial yang diterima secara luas dan mungkin merupakan ukuran kelas sosial terbaik yang dapat didokumentasikan karena menggambarkan status yang berhubungan dengan pekerjaan.
  • Pendidikan, tingkat pendidikan formal seseorang merupakan perkiraan lain bagi kedudukan kelas sosial yang umum diterima. Semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin besar kemungkinan orang tersebut memiliki penghasilan yang tinggi dan juga kedudukan yang dikagumi atau dihormati.
  • Penghasilan, yaitu perorangan atau keluarga merupakan variabel sosial ekonomi lain yang sering digunakan untuk memperkirakan kedudukan kelas sosial.
  • Variabel Lain, yang digunakan sebagai sebuah indeks kelas sosial adalah barang yang dimiliki. Skema yang paling terkenal dan merupakan alat penilai yang paling rumit untuk mengevaluasi barang yang dimiliki adalah skala status sosial chapin.

Indeks Variabel Gabungan
Indeks gabungan secara sistematis menggabungkan sejumlah faktor sosial ekonomi untuk membentuk satu ukuran kedudukan kelas sosial yang menyeluruh. Indeks ini sangat menarik untuk diteliti karena dapat menggambarkan dengan lebih baik, kompleknya kelas sosial dibandingkan indeks variabel tungggal.
Dua indeks gabungan yang paling penting adalah:

  1. Indeks karakteristik status, ukuran gabungan kelas sosial yang klasik adalah Warner’s Index of Status Characteristics (ISC). ISC merupakan ukuran tertimbang dari berbagai variabel sosial ekonomi pekerjaan, penghasilan (jumlah penghasilan), model rumah dan daerah tempat tinggal (kualitas lingkungan)
  2. Skor status sosial ekonomi, sosioekonomic Status Score (SES) menggabungkan tiga variabel pekerjaan, penghasilan keluarga dan tingkat pendidikan. SES ini dikembangkan oleh United States Bureau of The Census

Profil gaya hidup kelas sosal
Telah ditemukan bukti bahwa di setiap kelas sosial ada faktor-faktor gaya hidup tertentu (kepercayaan, sikap, kegiatan dan perilaku bersama) yang cenderung membedakan anggota setiap kelas dari anggota kelas sosial lainnya. Profil kelas sosial disajikan sebagai sebuah potret gabungan berikut ini: kelas atas-atas, kelas atas-bawah, kelas menengah-atas, kelas menengah-bawah, kelas bawah-atas dan kelas bawah-bawah.

Gerakan kelas sosial

  1. Gerakan naik disebabkan karena tersedianya pendidikan bebas dan berbagai peluang untuk mengembangkan dan memajukan diri
  2. Gerakan turun

Pengelompokan geodemografis
Pada tahun-tahun belakangan ini ukuran kelas sosial tradisional telah diperbaiki oleh hunbungan antara data geografis dan sosial ekonomi konsumen guna menciptakan pengelompokan geodemografi yang lebih kuat. Dasar pemikiran yang melandasi ini adalah “orang yang memiliki persamaan dalam suatu hal biasanya berkumpul bersama-sama.

Konsumen yang kaya
Rumah tangga yang kaya merupakan segmen target yang sangat menarik karena anggotanya memiliki penghasilan yang dapat memberikan bagian yang lebih besar dari semua penghasilan mereka yang bebas untuk dipergunakan menurut kemampuan mereka sendiri.

Pengungkapan media pada konsumen kaya
Kebiasaan-kebiasaan media orang kaya berbeda dengan kebiasaan-kebiasaan media penduduk biasa. Sebagai contoh, orang memiliki penghasilan lebih tinggi menonton TV lebih sedikit dibandingkan dengan orang yang yang berpenghasilan lebih rendah.

Membagi pasar kaya
Karena tidak semua konsumen kaya memiliki gaya hidup yang sama, pemasar telah berusaha memisahkan berbagai segmen yang penting dalam pasar kaya ini seperti yang telah dilakukan oleh Mediamark Research, Inc (MRI) yang telah membagi segmen pasar kaya menjadi:

  1. Well-Feathered Nests, rumah tangga dengan paling sedikit satu orang yang memperoleh penghasilan tinggi dan ada anak-anak (37% dari Upper Deck)
  2. No String Attached, rumah tangga dengan paling sedikit satu orang yang memperoleh penghasilan tinggi dan tidak ada anak-anak (32% dari Upper Deck).
  3. Nanny’s in Charge, rumah tangga dengan dua orang atau lebih yang mempunyai penghasilan, tidak ada yang mempunyai penghasilan tinggi dan ada anak (11% dari Upper Deck).
  4. Two Careers, rumah tangga dengan dua orang atau lebih yang mempunyai penghasilan, tidak ada yang mempunyai penghasilan tinggi tetapi tidak ada anak (14% dari Upper Deck).
  5. The Good Life, rumah tangga dengan tingkat kemakmuran tinggi, tanpa adanya orang bekerja dan kepala rumah tangga yang tidak bekerja (6% dari Upper Deck).

Sedikitnya pesaing pasar local, orang kaya pedesaan merupakan segmen bagian pasar kaya yang belum dijangkau. Orang kaya pedesaan biasa dibagi menjadi empat kategori:

  1. Sub-urban Transplants, orang-orang yang pindah keluar kota tetapi masih pulang pergi ke tempat pekerjaan di kota dengan gaji yang tinggi.
  2. Equity-rich Sub-urban Expatriates, penduduk kota yang menjual rumah mereka untuk memperoleh keuntungan yang sangat besar, kemudian membeli rumah yang jauh lebih murah di kota kecil dan hidup jauh berbeda.
  3. City Folks with Country Homes, orang kaya yang suka liburan yang melewatkan musim dingin atau musim panas di daerah-daerah pedesaan yang indah pemandangannya, terutama di gunung dan pantai.
  4. Welthy Landowners, para petani dan penduduk asli lain yang kaya yang menjalani hidup senang dari tanahnya.

Konsumen yang tidak kaya
Orang yang berpenghasilan rendah atau konsumen kelas bawah (penghasilan kurang dari $30,000) mungkin merupakan orang-orang yang setia kepada merk daripada para konsumen yang lebih kayak arena mereka khawatir akan membuat kesalahan dengan beralih ke merk yang belum mereka kenal.

Mun culnya kelas techno
Kelas ini muncul karena adanya kemajuan tehnologi. Orang-orang yang yang tidak biasa dengan atau kurang mempunyai keterampilan computer disebut “ketinggalan teknologi”. Adanya anggapan bahwa ketidakmampuan dalam menggunakan teknologi secara memadai berdampak negative terhadap gaya dan kualitas hidup. Hal ini berdampak pada terbentuknya “struktur kelas teknologi” yang berpusat disekitar tingginya keterampilan computer yang dimiliki seseorang.

Pencarian waktu senggang
Keanggotaan kelas sosial erat hubungannya dengan kegiatan rekreasi dan waktu senggang.

Simpanan, pengeluaran, dan kredit
Simpanan, pengeluaran dan pemakaian kartu kredit memiliki hubungan dengan kedudukan kelas sosial.

Kelas sosial dan komunikasi
Pengelompokan kelas sosial berbeda dari sudut kebiasaan media mereka dan bagaimana menyampaikan dan menerima komunikasi. Pengetahuan mengenai perbedaan ini penting bagi para pemasar yang membagi pasar mereka atas dasar kelas-sosial.

Sumber referensi:
Schiffman, L.G., & Kanuk, L.L. 2007. Consumer Behaviour, 9th ed. New Jersey, Pearson Prentice Hall.

tugas consumer behaviour artikel 1

May 31st, 2012

Dhito Dharmesta 0910223008

dosen: Nanang Suryadi

 

Pengaruh Kelompok Rujukan atau Acuan Terhadap Minat Beli

 

Kelompok Acuan(reference group) adalah seorang individu atau sekelompok orang yang secara nyata mempengaruhi perilaku seseorang. Dari sudut pandang pemasar, kelompok acuan adalah kelompok yang di anggap sebagai kerangka acuan bagi para individu dalam pengambilan keputusan pembelian. Kelompok acuan digunakan oleh seseorang sebagai dasar untuk perbandingan atau sebuah referensi dalam membentuk respon afektif, kognitif, dan perilaku. Sehingga dapat memberikan standar (norma atau nilai) yang dapat menjadi perspektif penentu mengenai bagaimana seseorang berfikir atau berperilaku.

 

Kelompok-kelompok acuan tersebut memberikan pengaruh :

  1. Pengaruh informasional (informational influence) 
    Kelompok acuan akan mempengaruhi pilihan produk atau merk dari seorang konsumen karena kelompok acuan tersebut sangat dipercaya sarannya karena memiliki pengetahuan dan informasi yang lebih baik Hal ini terjadi ketika seseorang meniru perilaku dan pendapat dari anggota suatu kelompok acuan yang memberikan informasi yang berguna. Informasi ini dapat disajikan secara verbal maupun melalui demonstrasi langsung. Pengaruh tersebut antara lain :
    • Individu-individu mencari informasi tentang beragam merek dari kelompok experts professional atau independen.
    • Individu-individu mencari informasi dari orang yang bekerja dengan produk, sebagai seorang profesional.
    • Individu-individu mencari merek sehubungan dengan pengetahuan dan pengalaman (seperti bagaimana performan merek A dibandingkan dengan merek B) dari teman, tetangga atau asosiasi pekerja yang mempunyai informasi yang realibel tentang merek.
    • Memilih merek individual yang dipengaruhi oleh observasi sebuah persetujuan tertutup dari sebuah agen testing indipenden.
    • Observasi individu-individu yang ahli dalam memberikan pengaruh terhadap pilihan merek seseorang.

     

  2. Pengaruh normatif (normative influence)
    Pengaruh Normatif adalah pengaruh dari kelompok acuan terhadap seseorang melalui norma-norma sosial yang harus dipatuhi dan diikuti. Pengaruh ini terjadi jika individu mengikuti ketentuan acuan kelompok dengan tujuan untuk memperoleh imbalan atau menghindari hukuman.
    Pengaruh tersebut di antaranya :
    • Supaya dia memuaskan harapan asosiasi teman sekerja, keputusan individu membeli sebuah merek khusus yang dipengaruhi oleh referensi mereka.
    • Keputusan individu membeli sebuah merek khusus dipengaruhi preferensi masyarakat dimana dia berinteraksi.
    • Keputusan individu membeli sebuah merek khusus dipengaruhi oleh preferensi anggota keluarga.
    • Hasrat untuk memuaskan harapan orang lain yang mempunyai pengaruh yang kuat pada pilihan merek individu.


  3. Pengaruh ekspresi-nilai (value expressive influence)
    Kelompok acuan akan mempengaruhi seseorang melalui fungsinya sebagai pembawa ekspresi nilai. Hal ini terjadi ketika individu merasa turut memiliki dan membentuk nilai dan norma dari suatu kelompok.
    Pengaruh tersebut di antaranya :
    • Perasaan individu yang membeli atau menggunakan sebuah merek khusus akan meningkatkan kepercayaan dirinya.
    • Individu merasakan bahwa orang membeli atau menggunakan sebuah merek khusus yang mempunyai karakteristik sesuai keinginannya memiliki.
    • Kadang-kadang individu merasakan bahwa bagus juga menyukai iklan orang yang menunjukkan penggunaan sebuah merek khusus.
    • Individu merasakan bahwa masyarakat yang membeli sebuah merek khusus dikagumi atau mewakili yang lainnya.
    • Individu merasakan bahwa membeli sebuah merek khusus akan membantu menunjukkan kepada orang lain apa yang disukainya.


Kelompok mempengaruhi proses pembelian dengan dua cara:

  • Kelompok mempengaruhi pembelian yang dibuat oleh seorang konsumen
  • Anggota-anggota kelompok seringkali membuat keputusan bersama-sama.

Seorang konsumen akan meminta pendapat dari seseorang jika salah satu kondisi berikut terpenuhi :

  1. Konsumen tidak memiliki informasi yang cukup untuk mengambil keputusan
  2. Produk adalah rumit dan sulit dievaluasi dengan kriteria yang objektif
  3. Konsumen tidak mempunyai kemampuan untuk mengevaluasi produk atau jasa walaupun telah diberikan informasi yang cukup
  4. Sumber informasi lain dianggap memiliki kredibilitas rendah
  5. Orang yang berpengaruh lebih mudah dihubungi daripada sumber lainnya. Sehingga konsumen bisa menghemat waktu untuk berkonsultasi dengannya
  6. Adanya hubungan sosial yang kuat antara pemberi pengaruh dan konsumen
  7. Konsumen tersebut membutuhkan persetujuan sosial

Agar kelompok acuan dapat mempengaruhi perilaku individu dalam proses pembelian, kelompok acuan tersebut melakukan hal-hal berikut:

  • Memberitahukan dan mengusahakan agar individu menyadari adanya suatu produk/merek khusus.
  • Memberikan kesempatan pada individu untuk membandingkan pemikirannya sendiri dengan sikap dan perilaku kelompok.
  • Mempengaruhi individu untuk mengambil sikap dan perilaku yang sesuai dengan norma-norma kelompok.
  • Membenarkan keputusan untuk memakai produk-produk yang sama dengan kelompok.

 

Sumber:

Schiffman Leon G., Kanuk Leslie Lazar : 2007, ” Consumer Behavior”, 9th Edition, Pearson Educational International, New Jersey – USA.

tugas 5 Marketing Communication

April 10th, 2012

Dhito Dharmesta 0910223008

dosen: Nanang Suryadi

 

Segmentasi Iklan di Media Elektronik

 

3 Iklan dengan frekuensi terbanyak di stasiun radio

Prambors FM

IM3

Segmentasi dan targeting dari iklan ini adalah para pendengar Prambors FM yang mayoritas adalah anak muda yang menginginkan tarif murah dari sebuah kartu selular prabayar

Nokia (music phone)

Segmentasi dan targeting dari iklan ini adalah para pendengar Prambors FM yang mayoritas adalah anak muda yang menginginkan handphone yang dapat memutar musik dan browsing internet dengan harga terjangkau

HAI Magazine

Segmentasi dan targeting dari iklan ini adalah para pendengar Prambors FM yang mayoritas adalah anak muda yang menginginkan info-info terbaru mengenai dunia anak muda dan intertainment yang sedang booming dan hangat dibicarakan

Mustang FM

Indovision

Segmentasi dan targeting dari iklan ini adalah para pendengar Mustang FM yang mayoritas adalah anak muda yang meninginkan layanan tv cable yang bagus dan tanpa gangguan dalam cuaca apapun

Disk Tarra

Segmentasi dan targeting dari iklan ini adalah para pendengar Mustang FM yang mayoritas adalah anak muda yang meninginkan untuk membeli CD asli dengan kualitas baik

IM3

Segmentasi dan targeting dari iklan ini adalah para pendengar Mustang FM yang mayoritas adalah anak muda yang menginginkan tarif murah dari sebuah kartu selular prabaya

Tidar sakti FM

Toko bagus.com

Segmentasi dan targeting dari iklan ini adalah masyarakat luas khususnya bagi warga Malang yang membutuhkan kendaraan baik motor atau mobil dengan kemudahan dalam bertransaksi

Iklan layanan masyarakat (Dirjen pajak)

Segmentasi dan targeting dari iklan ini adalah seluruh masyarakat luas dengan tujuan untuk mengingatkan untuk membayar SPT tepat waktu

Kopi ABC

Segmentasi dan targeting iklan ini adalah seluruh kalangan masyarakat luas pendengar radio terutama yang berada di kota Malang

Iklan banner

detik.com

Master Card, HTC, Chevron, : targeting dan positioning dari iklan ini adalah semua pengguna internet yang mencari berita di detik.com. menurut saya iklan ini cukup efektif mengingat banyak pembaca detik.com yang sudah berumur dewasa

Kompas.com

Indosat, Chevron, HSBC, Djarum MILD: targeting dan positioning dari iklan ini adalah semua pengguna internet yang mencari berita di detik.com. menurut saya iklan ini cukup efektif mengingat banyak pembaca detik.com yang sudah berumur dewasa

Iklan TV

TRANS 7 pada pukul 06.00 – 07.00 :

Fatigon Spirit, Ekstra joss, Pop Mie, Teh botol Sosro

TRANS 7 pada pukul 18.00 – 20.00 :

IM3, Honda Vario 125 PGM-FI, Yamaha Mio J, Garnier Facial cleanser, Vaselin Man Srub

Pukul 06.00 – 08.00

pertimbangan yang melandasi penayangan iklan pada pukul tersebut adalah pada jam tersebut merupakan waktu para pemirsa yang akan melakukan aktivitas keseharian mereka, sehingga penayangan iklan pada pukul tersebut lebih banyak iklan produk yang bersifat mendukung para penonton didalam melaksanakan kegiatan mereka, dan digunakan sebagai refrensi produk yang akan digunakan dan produk tersebut sebagai pendukung bagi penonton dalam menjalani aktivitas kesehariannya.

Pukul 18.00 – 20.00

pertimbangan yang melandasi penayangan iklan pada pukul tersebut yaitu rating para penonton TV pada jam tersebut mencapai puncaknya dengan jumlah terbanyak dan berasal dari semua kalangan, hal ini dikarenakan jam istirahat dan jam berkumpul orang Indonesia baik bersama keluarga atau teman adalah pada jam tersebut sehingga memiliki segmentasi untuk semua kalangan, anak-anak remaja, hingga orang tua, dan hal inilah yang dirasa tepat bagi perusahaan untuk mempromosikan iklan produknya pada jam tersebut karena dinilai akan lebih tepat sasaran dalam periklanan untuk mempromosikan produknya ke konsumen.

tugas 4 Consumer Behavior

March 28th, 2012

Dhito Dharmesta 0910223008

dosen: Nanang Suryadi

 

Jenis-jenis kepribadian manusia

 

Tipe Koleris

Mereka-mereka ini adalah manusia dengan bakat pembawaan sebagai seorang pemimpin (walaupun tidak semuanya jadi pemimpin). Mereka menyukai tantangan dan senang memerintah, penuh pertimbangan, cenderung berpikir negatif, pendendam yang kronik, hidup berdasarkan definisinya tentang hal-hal disekitarnya, dan selalu menilai sesuatu menurut logika. Memang secara umum kepribadian yang satu ini kedengaraanya buruk, tapi mereka sebenarnya adalah pengabdi yang setia kepada persahabatan, peduli dengan keadaan orang lain, punya bakat dalam menyelesaikan masalah dengan kreatif, bergerak dengan rencana dan teriorientasi pada jadwal, dan bisa diandalkan untuk mengemban tanggung jawab.
Tipe Sanguin

Manusia tipe Sanguin adalah mereka-mereka yang humoris, supel, easy going, ekspresif, punya rasa ingin tahu yang besar, dan selalu mengikuti perkembangan jaman. Dalam pergaulan, mereka tidak kesulitan dalam mencari pertemanan karena pembawaannya yang memang disukai banyak orang, walaupun cenderung menguasai pembicaraan dan sering membesar-besarkan. Tapi kepribadian Sanguin terlalu cepat merasa bosan, termasuk dalam hal pekerjaan. Cepat kehilangan antusiasme, tempramen, egois, dan gampang lupa adalah kekurangan orang-orang bertipe Sanguin. Konon katanya, seseorang dengan kombinasi antara kepribadian Koleris dan Sanguin sangat berpotensi menjadi penguasa/orang yang berhasil.
Tipe Melankolis

Manusia tipe ini lebih sering menyendiri dan punya perasaan yang sangat peka. Berbakat menjadi musisi (khususnya musik melankolis) karena kepekaannya yang terkadang berlebihan terhadap apapun yang menyangkut perasaan. Tipe manusia ini kurang cepat tanggap kepada hal-hal yang berbau humor sehingga memiliki kesulitan dalam pergaulan yang informal. Selalu ragu-ragu dalam mengambil keputusan dan membutuhkan persetujuan orang lain sebelum bertindak.

Tipe Plegmatis

Kepribadian yang satu ini memang bukan penyediri seperti kepribadian Melankolis. Mereka adalah orang-orang yang senang dan mudah bergaul, namun dalam pergaulannya lebih sering diam dan berada di posisi pendengar. Kepribadian Plegmatis berwatak sabar, cenderung menyembunyikan emosi, dan bijaksana dalam pergaulannya sehingga seringkali menjadi penengah yang baik. Pada dasarnya, mereka adalah kepribadian dengan pembawaan yang bersifat dewasa. Namun mereka cenderung kurang memiliki antusias terhadap perubahan dan kegiatan baru sehingga mereka jugalah manusia-manusia paling membosankan di muka bumi. Mereka tidak cakap ketika diharuskan untuk memimpin sehingga lebih sering menghindari tanggung jawab. Konon katanya, kesabaran dan kebijaksanaan kepribadian ini memang digilai oleh lawan-lawan jenisnya namun mereka tidak dibekali bakat memimpin, atau kasarnya, terlahir untuk jadi bawahan.

Teori Kepribadian Tsikodinamika
Teori psikodinamika berfokus pada pergerakan energi psikologis di dalam manusia, dalam bentuk kelekatan, konflik, dan motivasi.

Teori Freud
Sigmund Freud berpendapat bahwa kepribadian terdiri dari tiga sistem utama: id, ego, dan superego. Setiap tindakan kita merupakan hasil interaksi dan keseimbangan antara ketiga sistem tersebut.

Teori Jung
Carl Jung pada awalnya adalah salah satu sahabat terdekat Freud dan anggota lingkaran koleganya, tetapi pertemanan mereka berakhir dalam pertengkaran tentang ketidaksadaran. Menurut Jung, di samping ketidaksadaran individual, manusia memiliki ketidaksadaran kolektif yang mencakup ingatan universal, simbol-simbol, gambaran tertentu, dan tema-tema yang disebutya sebagai arketipe.

 

Faktor-Faktor Pembentuk Kepribadian
Faktor Keturunan
Keturunan merujuk pada faktor genetis seorang individu. Tinggi fisik, bentuk wajah, gender, temperamen, komposisi otot dan refleks, tingkat energi dan irama biologis adalah karakteristik yang pada umumnya dianggap, entah sepenuhnya atau secara substansial, dipengaruhi oleh siapa orang tua dari individu tersebut, yaitu komposisi biologis, psikologis, dan psikologis bawaan dari individu.

Terdapat tiga dasar penelitian yang berbeda yang memberikan sejumlah kredibilitas terhadap argumen bahwa faktor keturunan memiliki peran penting dalam menentukan kepribadian seseorang. Dasar pertama berfokus pada penyokong genetis dari perilaku dan temperamen anak-anak. Dasar kedua berfokus pada anak-anak kembar yang dipisahkan sejak lahir. Dasar ketiga meneliti konsistensi kepuasan kerja dari waktu ke waktu dan dalam berbagai situasi.

Penelitian terhadap anak-anak memberikan dukungan yang kuat terhadap pengaruh dari faktor keturunan. Bukti menunjukkan bahwa sifat-sifat seperti perasaan malu, rasa takut, dan agresif dapat dikaitkan dengan karakteristik genetis bawaan. Temuan ini mengemukakan bahwa beberapa sifat kepribadian mungkin dihasilkan dari kode genetis sama yang memperanguhi faktor-faktor seperti tinggi badan dan warna rambut.

Para peneliti telah mempelajari lebih dari 100 pasangan kembar identik yang dipisahkan sejak lahir dan dibesarkan secara terpisah. Ternyata peneliti menemukan kesamaan untuk hampir setiap ciri perilaku, ini menandakan bahwa bagian variasi yang signifikan di antara anak-anak kembar ternyata terkait dengan faktor genetis. Penelitian ini juga memberi kesan bahwa lingkungan pengasuhan tidak begitu memengaruhi perkembangan kepribadian atau dengan kata lain, kepribadian dari seorang kembar identik yang dibesarkan di keluarga yang berbeda ternyata lebih mirip dengan pasangan kembarnya dibandingkan kepribadian seorang kembar identik dengan saudara-saudara kandungnya yang dibesarkan bersama-sama.

Faktor Lingkungan
Faktor lain yang memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah lingkungan di mana seseorang tumbuh dan dibesarkan; norma dalam keluarga, teman, dan kelompok sosial; dan pengaruh-pengaruh lain yang seorang manusia dapat alami. Faktor lingkungan ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian seseorang. Sebagai contoh, budaya membentuk norma, sikap, dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menghasilkan konsistensi seiring berjalannya waktu sehingga ideologi yang secara intens berakar di suatu kultur mungkin hanya memiliki sedikit pengaruh pada kultur yang lain. Misalnya, orang-orang Amerika Utara memiliki semangat ketekunan, keberhasilan, kompetisi, kebebasan, dan etika kerja Protestan yang terus tertanam dalam diri mereka melalui buku, sistem sekolah, keluarga, dan teman, sehingga orang-orang tersebut cenderung ambisius dan agresif bila dibandingkan dengan individu yang dibesarkan dalam budaya yang menekankan hidup bersama individu lain, kerja sama, serta memprioritaskan keluarga daripada pekerjaan dan karier.

sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kepribadian

 

Jurnal-jurnal pengaruh kepribadian terhadap perilaku konsumen

 

Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen

Faktor Sosial
a. Group
Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak grup-grup kecil. Kelompok dimana orang tersebut berada yang mempunyai pengaruh langsung disebut membership group. Membership group terdiri dari dua, meliputi primary groups (keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja) dan secondary groups yang lebih formal dan memiliki interaksi rutin yang sedikit (kelompok keagamaan, perkumpulan profesional dan serikat dagang). (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp. 203-204).
b. Family Influence
Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian. Para pelaku pasar telah memeriksa peran dan pengaruh suami, istri, dan anak dalam pembelian produk dan servis yang berbeda. Anak-anak sebagai contoh, memberikan pengaruh yang besar dalam keputusan yang melibatkan restoran fast food. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.204).
c. Roles and Status
Seseorang memiliki beberapa kelompok seperti keluarga, perkumpulan-perkumpulan, organisasi. Sebuah role terdiri dari aktivitas yang diharapkan pada seseorang untuk dilakukan sesuai dengan orang-orang di sekitarnya. Tiap peran membawa sebuah status yang merefleksikan penghargaan umum yang diberikan oleh masyarakat (Kotler, Amstrong, 2006, p.135).

Faktor Personal
a. Economic Situation
Keadaan ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk, contohnya rolex diposisikan konsumen kelas atas sedangkan timex dimaksudkan untuk konsumen menengah. Situasi ekonomi seseorang amat sangat mempengaruhi pemilihan produk dan keputusan pembelian pada suatu produk tertentu (Kotler, Amstrong, 2006, p.137).
b. Lifestyle
Pola kehidupan seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas, ketertarikan, dan opini orang tersebut. Orang-orang yang datang dari kebudayaan, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama mungkin saja mempunyai gaya hidup yang berbeda (Kotler, Amstrong, 2006, p.138)
c. Personality and Self Concept
Personality adalah karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada kestabilan dan respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu sendiri, contohnya orang yang percaya diri, dominan, suka bersosialisasi, otonomi, defensif, mudah beradaptasi, agresif (Kotler, Amstrong, 2006, p.140). Tiap orang memiliki gambaran diri yang kompleks, dan perilaku seseorang cenderung konsisten dengan konsep diri tersebut (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.212).
d. Age and Life Cycle Stage
Orang-orang merubah barang dan jasa yang dibeli seiring dengan siklus kehidupannya. Rasa makanan, baju-baju, perabot, dan rekreasi seringkali berhubungan dengan umur, membeli juga dibentuk oleh family life cycle. Faktor-faktor penting yang berhubungan dengan umur sering diperhatikan oleh para pelaku pasar. Ini mungkin dikarenakan oleh perbedaan yang besar dalam umur antara orang-orang yang menentukan strategi marketing dan orang-orang yang membeli produk atau servis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.205-206)
e. Occupation
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli. Contohnya, pekerja konstruksi sering membeli makan siang dari catering yang datang ke tempat kerja. Bisnis eksekutif, membeli makan siang dari full service restoran, sedangkan pekerja kantor membawa makan siangnya dari rumah atau membeli dari restoran cepat saji terdekat (Kotler, Bowen,Makens, 2003, p. 207).

Faktor Psychological
a. Motivation
Kebutuhan yang mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari kepuasan dari kebutuhan. Berdasarkan teori Maslow, seseorang dikendalikan oleh suatu kebutuhan pada suatu waktu. Kebutuhan manusia diatur menurut sebuah hierarki, dari yang paling mendesak sampai paling tidak mendesak (kebutuhan psikologikal, keamanan, sosial, harga diri, pengaktualisasian diri). Ketika kebutuhan yang paling mendesak itu sudah terpuaskan, kebutuhan tersebut berhenti menjadi motivator, dan orang tersebut akan kemudian mencoba untuk memuaskan kebutuhan paling penting berikutnya (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.214).
b. Perception
Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasi, dan menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang berarti dari dunia. Orang dapat membentuk berbagai macam persepsi yang berbeda dari rangsangan yang sama (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.215).
c. Learning
Pembelajaran adalah suatu proses, yang selalu berkembang dan berubah sebagai hasil dari informasi terbaru yang diterima (mungkin didapatkan dari membaca, diskusi, observasi, berpikir) atau dari pengalaman sesungguhnya, baik informasi terbaru yang diterima maupun pengalaman pribadi bertindak sebagai feedback bagi individu dan menyediakan dasar bagi perilaku masa depan dalam situasi yang sama (Schiffman, Kanuk, 2004, p.207).
d. Beliefs and Attitude
Beliefs adalah pemikiran deskriptif bahwa seseorang mempercayai sesuatu. Beliefs dapat didasarkan pada pengetahuan asli, opini, dan iman (Kotler, Amstrong, 2006, p.144). Sedangkan attitudes adalah evaluasi, perasaan suka atau tidak suka, dan kecenderungan yang relatif konsisten dari seseorang pada sebuah obyek atau ide (Kotler, Amstrong, 2006, p.145).

Faktor Cultural
Nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang melalui keluarga dan lembaga penting lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.129). Penentu paling dasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Culture, mengkompromikan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang secara terus-menerus dalam sebuah lingkungan. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.201-202).
a. Subculture
Sekelompok orang yang berbagi sistem nilai berdasarkan persamaan pengalaman hidup dan keadaan, seperti kebangsaan, agama, dan daerah (Kotler, Amstrong, 2006, p.130). Meskipun konsumen pada negara yang berbeda mempunyai suatu kesamaan, nilai, sikap, dan perilakunya seringkali berbeda secara dramatis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.202).
b. Social Class
Pengelompokkan individu berdasarkan kesamaan nilai, minat, dan perilaku. Kelompok sosial tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja misalnya pendapatan, tetapi ditentukan juga oleh pekerjaan, pendidikan, kekayaan, dan lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.132).

sumber: http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html

 

Faktor karakteristik individu seorang konsumen

Berkaitan dengan aspek konsumsi khususnya bersamaan dengan berkembangnya dinamika permintaan pasar, baik pasar individu atau rumah tangga, perilaku konsumen menjadi sangat penting bersamaan dengan perubahan yang besar pada preferensi konsumen terhadap berbagai produk.

Perilaku keputusan pembelian konsumen salah satunya dipengaruhi oleh faktor karakteristik individu. Karakteristik tersebut meliputi usia dan tahap dalam siklus hidup; pekerjaan, keadaan ekonomi; kepribadian dan konsep diri; serta nilai dan gaya hidup pembeli. Karena banyak karakteristik ini memiliki dampak sangat langsung pada perilaku konsumen, penting bagi pemasar untuk mengikuti mereka secara dekat.

Usia dan Tahap Siklus Hidup

Orang membeli barang dan jasa yang berbeda-beda sepanjang hidupnya. Selera orang terhadap pakaian, perabot, dan rekreasi juga berhubungan dengan usia. Konsumsi juga dibentuk oleh siklus hidup keluarga dan jumlah, usia, dan gender orang dalam rumah tangga pada satu saat.

Para pemasar juga harus memberi perhatian yang besar pada peristiwa-peristiwa penting dalam hidup atau masa peralihan (menikah, kelahiran bayi, sakit, relokasi, bercerai, beralih kerja, menduda/menjanda) karena peristiwa-peristiwa tersebut memunculkan kebutuhan baru. Ini harus menyiagakan penyedia layanan untuk menemukan cara-cara yang dapat mereka tempuh untuk membantu.

Pekerjaan dan Lingkungan Ekonomi

Pekerjaan seseorang juga mempengaruhi pola konsumsinya. Para pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok pekerjaan yang memiliki minat di atas rata-rata terhadap produk dan jasa mereka. Perusahaan bahkan dapat mengkhususkan produknya pada kelompok pekerjaan tertentu.

Pilihan produk sangat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi seseorang: penghasilan yang dapat dibelanjakan, tabungan, utang, kemampuan untuk meminjam, dan sikap terhadap kegiatan berbelanja atau menabung. Para pemasar barang yang peka terhadap harga terus-menerus memperhatikan kecenderungan penghasilan pribadi, tabungan, dan tingkat suku bunga. Jika indikator ekonomi menandakan adanya resesi, para pemasar dapat mengambil langkah-langkah untuk merancang ulang, melakukan penempatan ulang, dan menetapkan kembali harga produk mereka sehingga mereka dapat terus menawarkan nilai kepada para pelanggan sasaran.

Kepribadian dan Konsep Diri

Masing-masing orang memiliki karakteristik kepribadian yang berbeda yang mempengaruhi perilaku pembeliannya. Yang dimaksud kepribadian adalah ciri bawaan psikologis manusia (human psychological traits) yang khas yang menghasilkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap rangsangan lingkungannya. Kepribadian biasa digambarkan dengan menggunakan ciri bawaan seperti kepercayaan diri, dan kemampuan beradaptasi.

Para konsumen sering memilih dan menggunakan merek yang memiliki kepribadian merek yang konsisten dengan konsep diri aktual mereka sendiri (bagaimana seseorang memandang dirinya), walaupun dalam kasus yang sama pencocokan mungkin didasarkan pada konsep diri ideal (memandang dirinya ingin seperti apa) atau bahkan konsep diri orang lain (menganggap orang lain memandang dirinya seperti apa) dan bukannya citra diri aktual. Efek-efek ini mungkin juga lebih dimaklumkan untuk produk-produk yang dikonsumsi publik sebanding dengan barang-barang yang dikonsumsi secara pribadi. Di pihak lain melihat mereka, lebih mungkin memilih merek yang kepribadiannya cocok dengan situasi konsumsi.

Gaya Hidup dan Nilai

Orang-orang yang berasal dari sub budaya, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama dapat memilikin gaya hidup yang berbeda. Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang terungkap pada aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan ”keseluruhan diri seseorang” yang berinteraksi dengan lingkungannya. Para pemasar mencari hubungan antara produk mereka dan kelompok gaya hidup. Para pemasar selalu menyingkapkan tren baru dalam gaya hidup konsumen.

Gaya hidup sebagian dibentuk oleh apakah konsumen itu dibatasi uang atau dibatasi waktu. Perusahaan bertujuan untuk melayani konsumen yang dibatasi uang akan menciptakan produk dan jasa berbiaya rendah.

Para konsumen yang mengalami kekurangan waktu cenderung melakukan lintas tugas, yakni melakukan dua atau lebih tugas pada saat yang sama. Perusahaan-perusahaan yang bertujuan melayani mereka akan menciptakan layanan yang nyaman untuk kelompok itu.

Keputusan konsumen juga dipengaruhi oleh nilai inti, yaitu sistem kepercayaan yang melandasi sikap dan perilaku konsumen. Nilai inti itu jauh lebih dalam daripada perilaku atau sikap, dan pada dasarnya menentukan pilihan dan keinginan orang dalam jangka panjang. Pemasar yang menargetkan konsumen berdasarkan pada keyakinan nilai mereka dengan menarik bagi inner-selves orang sendiri, adalah mungkin untuk mempengaruhi outer-selves mereka (perilaku pembelian mereka).

sumber: http://noerdblog.wordpress.com/2011/06/12/faktor-karakteristik-individu-seorang-konsumen/

 

Pengaruh perbedaan individu terhadap pengambilan keputusan konsumen

 

Perbedaan individu

Faktor internal yang dapat mempengaruhi konsumen adalah Sumber daya Konsumen,Motivasi dan Keterlibatan, Pengetahuan,Sikap serta kepribadian, gaya hidup dan demografi.

Sumber daya Konsumen

Konsumen mempunyai tiga sumber daya dalam setiap pengambilan keputusan, yaitu:

a. Waktu

b. Uang

c. Perhatian (penerimaan informasi dan kemampuan pengolahan).

Misalnya wanita karier yang sibuk kerja, dimana dia sebagai seorang istri dan seorang ibu,akan memiliki pendapatan yang cukup besar untuk pembelian yang berupa pakaian ataupun peralatan rumah tangga yang mahal harganya,namun ada pembatasan dalam hal ketersediaan waktu untuk berbelanja serta mengalokasikan perhatian pada informasi mengenai produk yang akan dibelinya nanti.

Motivasi dan keterlibatan

Motivasi adalah motor yang menggerakan konsumen, serta membangkitkan dan mengarahkan perilaku konsumen pada arah dan tujuan tertentu. Terdapat motif rasional dan motif emosional.

Pengetahuan

Pengetahuan merupakan hasil ataupun proses yang didapat melalui proses belajar serta proses dalam memahami informasi yang sudah tersimpan dalam benak konsumen.

Sikap

Sikap merupajan suatu evaluasi yang bersifat menyeluruh yang memungkinkan seseorang memberikan respon dalam bentuk respon yang bersifat menguntungkan dan yang tidak menguntungkan terhadap sesuatu hal. Sikap konsumen berkaitan dengan sikap positif dan negatif terhadap merek produk tertentu.

Kepribadian, gaya hidup dan demografi

Kepribadian (personality) dikaitkan dengan citra sebuah merek, dimana produk juga mempunyai kepribadian sebuah merek, kepribadian disini berupa keberanian, kelembutan, kejantanan, dsbnya.

Gaya Hidup Menurut James Engel adalah pola yang digunakan orang untuk hidup, menghabiskan uang serta menghabiskan waktu.

Demografi adalah pembagian sasaran berdasrkan pangsa konsumen, seperti usia, tingkat pendidikan, pendapatan, jenis kelamin, dsbnya.

sumber: http://esty.staff.uns.ac.id/pengaruh-perbedaan-individu-terhadap-pengambilan-keputusan-konsumen/

 

tugas ke4 Marketing Communication

March 27th, 2012

Dhito Dharmesta 0910223008

dosen: Nanang Suryadi

Iklan Dengan Endorser yang Kredibel dan Tidak Kredibel

Menurut pendapat Belch dan Belch 2001:172 :

Source credibility

menggambarkan persepsi konsumen terhadap keahlian, pengetahuan. dan pengalaman yang relevan yang dimiliki endorser mengenai merek produk yang diiklankan serta kepercayaan konsumen terhadap endorser untuk memberikan informasi yang tidak biasa dan objektif. Kredibilitas memiliki dua sifat penting, yaitu: (a). Expertise, merupakan pengetahuan, keahlian dan pengalaman yang dimiliki endorser berkaitandengan produk yang diiklankan. (b). Trustworthiness, mengacu kepada kejujuran, integritas, dapat dipercayainya seorang sumber.

Source attractiveness

endorser dengan tampilan fisik yang baik dan/atau karakter non-fisik yang menarik dapat menunjang iklan dan dapat menimbulkan minat audiens untuk menyimak iklan. daya tarik endorser mencakup: (a). Similarity, merupakan persepsi khalayak berkenaan dengan kesamaan yang dimiliki dengan endorser, kemiripan ini dapat berupa karakteristik demografis, gaya hidup, kepribadian, masalah yang dihadapi sebagaimana yang ditampilkan pada iklan, dan sebagainya. (b). Familiarity, adalah pengenalan terhadap nara sumber melalui exposure. sebagai contoh, penggunaan celebrity endorser dinilai berdasarkan tingkat keseringan tampil di publik, sedangkan penggunaan typical-person endorser dinilai berdasarkan keakraban dengan sosok yang ditampilkan karena sering dijumpai di kehidupan sehari-hari. (c). Likability, adalah kesukaan audiens terhadap nara sumber karena penampilan fisik yang menarik, perilaku yang baik, atau karakter personal lainnya.

Source power

adalah karisma yang dipancarkan oleh narasumber sehingga dapat mempengaruhi pemikiran, sikap, atau tingkah laku konsumen karena pernyataan atau pesan endorser tersebut.

berdasarkan teori tersebut, saya akan memberikan dua contoh iklan dengan endorser yang kredibel maupun iklan dengan endorser yang tidak kredibel

iklan dengan endorser yang tidak kredibel:

iklan So Nice (versi boy band Smash)

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=4zc9GZHAAYw[/youtube]

smash sebagai endorser iklan ini tidak cukup relevan karena mengingat produk yang ditawarkan tidaklah sesuai dengan image smash itu sendiri sebagai boy band yang tidak ada kaitannya dengan so nice

iklan hp Mito (versi limbad)

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=oXJdjs39UWk[/youtube]

limbad sebagai endorser iklan hp Mito dirasa tidaklah relevan karena sejatinya limbat tidak memiliki kredibilitas dengan produk hanphone tersebut, dilihat dari fitur, design maupun merek hp itu sendiri

iklan dengan endorser yang kredibel:

ikaln you c 1000 (versi Manny Pacqiaou)

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=QgrICrDeyto[/youtube]

Manny Pacqiaou atau biasa dipanggil Pac Man, seorang petinju asal Philipina ini sangat cocok menjadi endorser dari iklan minuman isotonik youc 1000 karena profesi dan prestasi yang ia miliki sesuai dengan tujuan dari produk yang menawarkan minuman vitamin c yang dapat dengan cepat menggantikan cairan tubuh yang hilang.

iklan Honda Vario 125 PGM-FI (versi vj daniel dan agnes monica)

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=_W-koJHdqoE[/youtube]

vj daniel dan agnes monica memang sudah sangat identik dengan merek sepeda motor matic ini sejak dulu, selain memang memiliki image yang baik kedua selebriti ini banyak memiliki fans. pembawaan yang sudah tepat untuk iklan ini

Tugas ke3 Perilaku Konsumen

March 20th, 2012

Dhito Dharmesta (0910223008)

Dosen: pak Nanang Suryadi

 

motivasi yang ingin dibangkitkan dari 3 contoh iklan serta penjelasan mengenai teori pendukungnya.

1. Iklan Pocari Sweat (versi JKT48)

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=qgFtPwIDCEw[/youtube]

menurut pendapat pribadi saya pesan yang ingin disampaikan oleh iklan Pocari Sweat ini adalah bahwa Pocari Sweat merupakan produk minuman isotonik pengganti cairan tubuh yang baik bagi tubuh. Memberikan kesegaran yang alami, motivasi yang ingin dibangkitkan adalah perasaan manusia yang selalu menginginkan fisik yang sehat dan segar.

teori yang dapat menguatkan pendapat saya adalah teori hierarki kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow, dimana ia menjelaskan bahwa manusia memiliki kebutuhan dasar akan dirinya yang dimana diantaranya adalah kebutuhan fisiologis dimana manusia membutuhkan udara makan minum dan sebagainya.

2. Iklan Djarum Super (versi My Great Adventure Indonesia)

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=tTrIvp0L_74[/youtube]

menurut pendapat pribadi saya iklan ini ingin membangkitkan motivasi cinta tanah air kita tanah air Indonesia. Selain itu Djarum melalui iklan ini ingin membangkitkan motivasi bahwasanya perokok merupakan bentuk aktualisasi diri dari para pria sejati yang mencintai petualangan.

teori yang dapat menguatkan pendapat saya adalah teori hierarki kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow dimana ia menjelaskan bahwa manusia memiliki kebutuhan dasar akan dirinya yang dimana diantaranya adalah kebutuhan untuk aktualisasi diri.

3. Iklan kondom Sutra (versi “hand brake”)

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=djDpcj6D6dw[/youtube]

menurut pendapat pribadi saya iklan ini ngin membangkitkan motivasi kesadaran akan pentingnya keamanan, dimana kondom dengan kualitas yang baik akan berfungsi dengan baik pula yang tentunya akan dapat menghindarkan para penggunanya dari penyakit HIV yang berbahaya dan sebagainya.

teori yang dapat menguatkan pendapat saya adalah teori hierarki kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow dimana ia menjelaskan bahwa manusia memiliki kebutuhan dasar akan dirinya yang dimana diantaranya adalah kebutuhan akan rasa aman.

tugas perilaku konsumen ke2, pak nanang

March 14th, 2012

Tugas Perilaku Konsumen

Dhito Dharmesta 0910223008 (http://blog.ub.ac.id/dhito/)

Dosen : Pak Nanang Suryadi (http://lecture.ub.ac.id/anggota/nanangsuryadiblog/)

 

Data dari bps.go.id, Jawa Timur

Jumlah penduduk di provinsi jawa timur sebanyak 37.476.757 jiwa dengan penduduk kota sebanyak 17.832.733 jiwa ( 47,58%) dan penduduk desa sebanyak 19.644.024 jiwa (52,42%)

Banyaknya jumlah penduduk persatuan luas 784 jiwa/km2

Jumlah kaum laki laki di provinsi jawa timur sebanyak 18.503.516 jiwa (49,37%)

Jumlah kaum perempuan di provinsi jawa timur sebanyak 18.973.241 jiwa (50,63%)

Jumlah kota di provinsi jawa timur sebanyak 9 kota , jumlah kab. Sebanyak 29 , jumlah kecamatan sebanyak 662 , dan jumlah desa sebanyak 6.106

Pertumbuhan ekonomi di provinsi jawa timur selama tahun 2011 sebesar 7,22%

Pendapatan perkapita penduduk di provinsi jawa timur pada tahun 2011 adalah sebesar 23,46 juta

Pendapatan perkapita penduduk di provinsi jawa timur pada tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 12,95% dibandingkan dengan tahun 2010.

Segmentasi

Menurut Pride & Ferrel (1995) mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.

Segmentasi pasar juga dapat didefinisikan sebagai proses membagi pasar menjadi bagian-bagian konsumen yang mempunyai kebutuhan atau sifat yang sama dan kemudian memilih satu atau lebih segmen yang akan dijadikan sasaran bauran pemasaran yang berbeda. Segmentasi pasar merupakan langkah pertama dalam strategi pemasaran tiga tahap. Strategi pemasaran tiga tahap yaitu:

  1. Membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang homogen.
  2. Memilih satu segmen atau lebih yang dijadikan target. Pemasar harus mengambil keputusan atas dasar bauran pemasaran yang khusus yaitu produk, harga, saluran, dan/atau daya tarik promosi khusus untuk setiap segmen yang berbeda.
  3. Menentukan product positioning (posisi produk) sehingga dirasakan oleh para konsumen di setiap segmen yang dibidik sebagai produk yang memberikan kepuasan lebih baik daripada berbagai penawaran bersaing lainnya.

Dalam menyusun strategi segmentasi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih dasar yang paling tepat untuk membagi pasar. Sembilan kategori utama karakteristik konsumen yang menjadi dasar untuk melakukan segmentasi adalah:

  1. Segmentasi Geografis
  2. Segmentasi Demografis
  3. Segmentasi Psikologis
  4. Segmentasi Psikografis
  5. Segmentasi Sosial Budaya
  6. Segmentasi Terkait Pemakaian
  7. Segmentasi Situasi Pemakaian
  8. Segmentasi Manfaat
  9. Segmentasi gabungan

Contoh iklan

Apple iPhone 4s yang merupakan produk telepon genggam terbaru keluaran Apple memiliki banyak fitur canggih yang menarik minat para konsumen. Apple yang juga menggandeng Telkomsel sebagai parter yang digadang-gadang paling sesuai dengan iPhone 4s tersebut.

Segmentasi dari produk tersebut tertuju pada masyarakat kalangan menengah ke atas yang berusia dari 17 tahun hingga 45 tahunan dimana berarti iPhone memliki segmen tasi yang cukup luas. Telkomsel sebaga provider yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia tentu juga mendongkrak popularitas keduanya. Iklan iPhone yang sering sekali ditayangkan pada jam-jam yang banyak ditonton oleh pemirsa televisi atau prime time ditujukan agar masyarakat luas sebagai targeting dari produk tersebut dapat tercakup.

[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=05I2UKaMmjc[/youtube]

MarCom – Iklan yang Tidak Etis

March 12th, 2012

Marketing Communicaton. Dosen : pak Nanang Suryadi

Dhito Dharmesta 0910223008

Iklan yang tidak etis

 

Bajaj Pulsar Dts-i

Contoh iklan tdak etis yang saya temukan di televsi yaitu adalah iklan sepeda motor Bajaj yang merupakan produk buatan India. Didalam iklan tersebut, Bajaj yang menampilkan tipe Bajaj Pulsar, digambarkan sebagai motor ber-genre pria dengan kemampuan yang tangguh, canggih, cepat, serta memiliki harga yang terjangkau. Didalam iklan tersebut Bajaj berusaha mengubah pola pikir konsumen bahwa dengan harga mulai 14juta rupiah para konsumen bisa mendapatkan sepeda motor ber-genre pria yang tangguh, canggih, serta cepat. Padahal dengan harga dikisaran 14juta rupiah, para konsumen hanya akan mendapatkan sepeda motor jenis bebek atau skuter dari pabrikan lain yang berasal dari Jepang.

Akan tetapi didalam iklan Bajaj Pulsar Dts-I tersebut sangat jelas terlihat merek dan jenis sepeda motor yang menjadi kompetitornya. Didalam ikaln tersebut digambarkan bahwa kompetitornya adalah sepeda motor merek Honda dengan tipe Supra X 125 yang diperuntukkan bagi kaum perempuan yang lelet dan payah. Kemudian pada saat lampu hjau di traffic light menyala, pengendara Bajaj Pulsar berkata “cewek duluan deh” dengan nada mengejek, dan akhirnya  di susul dengan mudahnya oleh Bajaj Pulsar.

Yang menjadi poin tidak etis didalam iklan tersebut selain bersifat mengejek, Bajaj juga menampilkan dengan jelas merek pabrkan competitor. Sepert iklannya yang terdahulu dimana Bajaj juga menampilkan motor pabrikan competitor seperti Yamaha Jupiter MX, Suzuki Shogun 125, serta Honda Supra X 125 parkir bersama, sangat jelas terlihat merek dan jenis sepeda motor tersebut.

Target dari iklan tersebut adalah para pria mulai dari remaja hingga dewasa yang ingn memiliki sepeda motor ber-genre pria yang canggih, tangguh, cepat serta memiliki harga yang terjangkau. Dan juga diperuntukkan bag para pemilik sepeda motor jenis bebek yang ingin mengganti motornya dengan motor ber-genre pria dengan harga terjangkau.

Targeting dan positioning dari produk Bajaj Pulsar Dts-i tersebut dilakukan dengan menampilkan iklan yang dengan jelas menggambarkan bahwa produk tersebut merupakan sepeda motor untuk pria dengan harga yang terjangkau, seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya.

Peraturan atau undang-undang yang dilanggar oleh iklan ini berkaitan dengan:

Bagian kedua, Hak dan kewajiban pelaku usaha. Bab IV yaitu perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha. Pasal 17 no. 1f yaitu : pelaku usaha dilarang memproduksi iklan yang melanggar etika dan/atau ketentuan peraturan perundang-undang mengenai periklanan.

tugas perilaku konsumen, marketing mix dll

March 7th, 2012

Tugas perilaku konsumen

Dhito Dharmesta (0910223008)

 

Marketing mix

 

marketing mix adalah penggabungan 4 konsep dalam menjual barang, yaitu Price, Place, Product, dan Promotion:

Product: yaitu adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk memenuhi kebutuhan dari konsumen

Price: sasaran dalam pemberian harga kepada konsumen dengan menggunakan beberapa teknik dengan maksut dan tujuan yang berbeda. Konsep tersebut adalah: prestige pricing, competitive pricing, dan penetration pricing

Place: merupakan faktor penting yang berhubungan dengan pemilihan toko karena lokasi yang strategis menentukan volume penjualan sebuah toko
dan sasaran pelanggan.

Promotion: merupakan salah satu variabel dalam bauran pemasaran yang perlu dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk dan jasa.

 

Segemneting, targeting, dan postioning

 

Segmenting: pembagian kelas menurut kelas sosial. Seperti misal kita mengenal ada kelas ekonomi rendah, kelas menengah, kelas menengah atas, lalu yang terakhir adalah kelas atas.

 

Targeting: setelah menentukan segmenting, kita menentukan targeting. Targeting adalah memilih target yang sudah kita pilih dalam segmentais pasar.

 

Positioning: pada tahap ini, bertujuan untuk memberi persepsi ke pasar mengenai barang yang dijual oleh produsen ke calon konsumen. Semisal seperti BMW yang memosisikan produknya untuk jajaran barang mewah berbeda dengan Esia yang memosisikan barangnya di kelas telepon selular menengah kebawah

 

 

Konsep kepuasan dan loyalitas konsumen

 

Menurut Kotler dan Amstrong (2002:13) kepuasan adalah sejauhmana suatu tingkatan produk dipersepsikan sesuai dengan harapan pembeli. Dengan demikian kepuasan konsumen merupakan perilaku yang terbentuk terhadap barang atau jasa sebagai pembelian produk tersebut. Kepuasan konsumen sangat penting karena akan berdampak pada kelancaran bisnis atau perusahaan.

 

Menurut Kotler (2003 : 140) Hubungan antara kepuasan dan loyalitas adalah saat dimana konsumen mencapai tingkat kepuasan tertinggi yang menimbulkan ikatan emosi yang kuatdan komitmen jangka panjang dengan merek perusahaan. Hal ini tidak terjadi dalam waktu singkat, loyalitas konsumen terjadi pada saat konsumen mendapatkan kepuasan dari layanan yang didapat oleh produsen yang dibeli oleh konsumen secara berturut-turut.

 

Etika dan Tanggung jawab sosial

Dalam kaitannya di dunia bisnis, etika bisnis dibutuhkan agar perusahaan dapat terus dapat beroperasi. Etika bisnis adalah suatu rangkaian yang harus dilakukan. Dalam rangkaian itu perusahaan harus membina hubungan baik dengan lingkungan sekitarnya dan semua stakeholders (pemegang saham, karyawan, pelanggan, pemerintah). Bagaimana seharusnya perusahaan beroperasi sesuai dengan standar yang berbasis pada lingkungan seperti misalnya tidak membuang limbah bekas produksi ke laut.

 

Pengaruh teknologi informasi terhadap konsumen

 

Dengan majunya teknologi informasi ini konsumen semakin dihadapkan pada semua teknologi yang baru yang dimana dapat membantu hidup lebih berkualitas. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia karena pada zaman sekarang semuanya dimudahkan oleh sistem teknologi informasi yang dapat mambantu semuanya menjadi lebih mudah. Terjadinya perubahan paradigma belanja konsumen yang tadinya harus bertatap muka dalam bertransaksi namun pada zaman sekarang dapat hanya diwakilkan oleh koneksi internet.

 

Lalu hal lain yang menjadi dampak majunya teknologi informasi adalah tingkat produktifitas semakin tinggi, dalam hal ini di dunia industrialisasi dikarenakannya adanya otomatisasi dalam bidang perkantoran. Karena sistem otomatisasi di dalam perkantoran memungkinkan seseorang dapat bekerja lebih banyak. Lalu dampak berikutnya adalah terjadinya industrialisasi di berbagai daerah, hal ini ditunjukkan semakin banyaknya kota berkembang untuk maju, tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja. Hal ini karena semua orang mendapat porsi yang sama di dunia luar untuk mencari peluang dan mengungkapkan gagasannya di dunia luar dengan bebasnya sehingga pembangunan menjadi merata.


Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif

 

No Kualitatif Kuantitatif
1 Penelitian kualitatif disebut juga penelitian naturalistik, interpretatif, konstruktivis, naturalistik-etnografik, pendekatan fenomenologis dan penelitian dengan pola pencarian dari dalam Penelitian kuantitatif disebut juga penelitan rasionalistik, fungional, positivisme, dan penelitan dengan pola pencarian kebenaran dari luar
2 memulai kegiatannya dengan konsep-konsep yang sangat umum, kemudian selama penelitian, konsep-konsep yang sangat umum itu diubah-ubah dan direvisi sampai bertemu dengan kesimpulan yang sangat kuat. Dengan kata lain, variabel ditemukan dan dirumuskan kembali, bukan di awal. mengisolasi variabel-variabel dan kemudian menghubungkannya dalam hipotesis. Selanjutnya menguji hipotesis itu dengan data yang dikumpulkan.
3 variabel merupakan produk penelitian yang ditemukan kemudian. variabel-variabel menjadi alat atau komponen utama dalam melakukan analisis
4 penelitian kualitatif menggunakan lensa besar dan menampak serta memperhatikan pola-pola saling berhubungan antara berbagai variabel yang sebelumnya belum pernah ditemukan. Pendekatan kualitatif adalah pendekatan holistik, menyeluruh. penelitian kuantitatif memandang melalui lensa kecil, melihat dan memilih serta memperhatikannya hanya beberapa buah variabel saja.
5 Penelitian kualitatif menjadikan peneliti sendiri sebagai instrumen penelitian untuk mengumpulkan data atau informasi. Peneliti diminta luwes dan mampu membuat atau memberikan pandangan sendiri atas hal-hal atau fenomena-fenomena yang dilihatnya. penelitian kuantitatif menggunakan instrumen yang ditentukan terlebih dahulu, dan instrumennya sangat tidak fleksibel dan juga tidak reflektif yaitu tidak mengandung interpretasi.
6 penelitian kualitatif masalah penelitian tidak dapat di formulasikan secara jelas dan jawaban dari responden juga sangat kompleks, sehingga wawancara mendalam mungkin sangat efektif dalam pengumpulan data. Penelitian kuantitatif menuntut jawaban yang pasti, jelas, tidak ambigu, dan oleh karena itu instrumen dalam bentuk kuesioner mungkin sangat tepat dalam pengumpulan data.
7 Penelitian kualitatif tertarik dengan konsep-konsep, bukan berapa kalinya sesuatu. penelitian kuantitatif bermain dengan angka-angka, yaitu mengkuantifikasi sampel terhadap populasi, dan mengangkakan karakteristik variabel-variabel penelitian.

tugas marcom, kategori produk, definisi, serta contoh

March 6th, 2012

Tugas Marketing Communication

Dhito Dharmesta (0910223008)

 

  1. Kategori produk

Berdasarkan wujudnya

Barang : Merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba atau disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya.

Contoh : mobil, rumah, alat elektronk, baju

Jasa : Merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual atau digunakan oleh pihak lain.

Contoh : kursus bahasa, salon, laundry

Berdasarkan daya tahan produk

Non durable goods : atau barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian.

Contoh : makanan, minuman

Durable goods : atau barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian.

Contoh : tv, kulkas, mobil, motor

Berdasakan tujuan konsumsi

Barang konsumsi : merupakan suatu produk yang langsung dapat dikonsumsi tanpa melalui pemrosesan lebih lanjut untuk memperoleh manfaat dari produk tersebut.

Contoh : makanan, minuman, barang elektronik (tv, dvd, handphone, kulkas)

Barang industry : merupakan suatu jenis produk yang masih memerlukan pemrosesan lebih lanjut untuk mendapatkan suatu manfaat tertentu. Biasanya hasil pemrosesan dari barang industri diperjual belikan kembali.

Contoh : kain, karet, besi, alumunium

2.Marketing communication

Marketing communication merupakan bagian dari promosi dimana terdiri dari empat P : Price, Place, Promotion, Product.

Dimana marketing communication mempelajari advertising, branding, brand language, direct marketing, graphic design, maarketing, packing, promotion, publicity, public relation, sales.